WALI PAIDI bag 7

cerita fiktif seorang bernama paidi, menurut saya sih enak di baca, hingga saya share di blog ini ….. dari group santrionline

WALI PAIDI bag 7 ( tujuh )

MENGENANG GUS DUR DALAM RANGKA HAUL KE II BELIAU

Sehabis tahlil bersama dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke II , wali paidi bersama warga berkumpul bareng ngopi bersama –sama , mereka saling berkelompok tiga sampai empat orang membicarakan dan mengenang Gus Dur , dan diselingi adu argument mengenai apa rahasia dibalik sepak terjang Gus Dur dimasa lalu.
Wali paidi tersenyum – senyum meihat tingkah laku mereka, wali paidi sendiri duduk – duduk bersama empat orang dg satu cangkir kopi besar berada ditengah, mereka berlima joinan bersama-sama, indah dan rukun sekali.
Paijo tetangga wali paidi mulai membuka pembicaraan dg bertanya kepada wali paidi

“ kang menurut sampeyan gimana gus dur selama jadi presiden yg Cuma sebentar itu..? “

“ sebelum kita membahas tentang itu semua, alangkah baiknya kita mengulas lagi sejarah sebelum Gus Dur jadi presiden “ jawab wali paidi

“ wah..sipp iki kang, gimana ceritanya…” kata teman – teman yg lain

Dulu ada seorang kiai didaerah blitar namanya kiai rohimi, beliau ini ahli istikhoroh, banyak sekali kiai yg sowan kepada kiai rohimi ini guna menanyakan apa makna isyarah yg diterima, dan kiai rohimi ini bisa menafsiri isyarah2 yg ditanyakan kepadanya, dan semuanya tidak pernah meleset, hamper 100 persen mendekati kebenaran.
Kehidupan sehari-hari beliau adalah sebagai petani desa yg sangat sederhana, tiap pagi beliau diantar cucunya pergi kesawah dg naik sepeda onthel, biasanya para tamu yg mau sowan kepadanya menunggunya didepan ndalem, menunggu beliau pulang, dan didalam rumah yg berdinding kayu jati itulah kiai rohimi menerima para tamunya.
Didalam rumah kiai rohimi ada sebuah kamar khusus yg disediakan untuk gus dur kalau berkunjung kesitu dan menginap.
Gus dur sebelum jadi presiden telah banyak menerima isyaroh2, dan menanyakan kepada kiai rohimi apa makna isyaroh2 yg dia terima.

“ kang, kiai rohimi ini tingkatannya lebih tinggi daripada gus dur ya.., sampai gus dur sendiri minta tolong untuk menafsiri isyaroh yg beliau terima“ ucap paijo kepada wali paidi

“ tidak mesti begitu, kamu tahu pak ridwan tetangga kita, yang jadi dosen Ilmu Ekonomi di salah satu universitas terkenal itu ..?” Tanya wali paidi

“iya saya tahu kang…” jawab paijo
“ ketika Ditanyakan kepadanya soal2 Nahwu Shorof, , apa pak ridwan mempu menjawabnya sendiri dengan baik dan benar..?” Tanya wali paidi lagi

“ tidak kang, pak ridwan jelas gak bisa, pertanyaan2 itu pastinya para santri yang bisa menjawabnya…” jawab paijo

“ dg seperti itu, apa tingkatan santri itu lebih tinggi daripada tingkatan pak ridwan yg dosen itu…?” Tanya wali paidi sekali lagi

“ ya tentu tidak kang, “ jawab paijo mulai mengerti

“begitulah apa yg terjadi diantara gus dur dan kiai rohimi ini tidak bisa jadi acuan siapa lebih tinggi tingkatannya “ jelas wali paidi

Wali paidi menyedot rokok dji sam soe nya dan nyeruput kopi sedikit lalu melanjutkan ceritanya

“sampeyan akan jadi orang nomor satu di Indonesia, tapi hanya sebentar “ ucap kiai rohimi kepada gus dur, menafsiri isyaroh yg diterima gus dur

“ berapa lama kiai…” Tanya gus dur

“ tidak sampai tiga tahun “ jawab kiai rohimi

“ tugas yang sangat berat “ ucap gus dur tanpa memperdulikan lama jabatannya

“ iya ini memang tugas yg sangat berat gus, dan sampeyan akan diturunkan oleh rakyat sampeyan sendiri..” kata kiai rohimi

“ kalau ini memang tugas, biarpun sebentar tidak apa-apa yg penting bermanfaat,” ucap gus dur

Gus dur menerima dg lapang dada isyaroh yg diterimanya dari kiai rohimi, beliau tidak peduli walaupun dalam kepimpinanya kelak , beliau di recoki dan akhirnya diturunkan dg tidak terhormat. gus dur berperinsip, biarlah orang memusuhinya asal Allah menyayanginya. biarlah orang menghinanya asal Allah ridlo kepadanya.

Beberapa bulan kemudian ganti para kiai sepuh yg mendapatkan isyaroh – isyaroh dari Allah mengenai Gus Dur. para kiai tidak mau gegabah dg menafsiri sendiri isyaroh yg diterima oleh mereka, para kiai sepuh sowan ke kiai rohimi menanyakan apa arti isyaroh yg mereka terima. memang nama kiai rohimi dikalangan para kiai2 NU sangat dikenal, krn dalam menafsiri isyaroh kiai rohimi ini jagonya.

Setelah mendapat arti isyaroh dari kiai rohimi , para kiai sepuh ini menyampaikannya kepada Gus Dur , dan gus dur dg penuh ta’dzim menerima mereka dan mengucapkan terimakasih karena memperhatikannya selama ini, walau gus dur sendiri sudah tahu kalau dirinya akan jadi presiden, bahkan gus dur sudah tahu masa kepemimpinannya yg Cuma sebentar itu sebelum para kiai ini mengetahuinya.
Pertemuan ini dicium oleh wartawan, dan ramailah berita pertemuan dikala itu, dan para kiai sepuh ini dijuluki oleh wartawan sebagai poros langit, disesuaikan dg kelompok yg mengusung Gus Dur jadi presiden yaitu poros tengah, dan kebetulan pemimpin kelompok kiai sepuh ini adalah kiai faqih langitan tuban, jadi pas lah sebutan bagi mereka yaitu “poros langit”.
Dan kita semua tahu gus dur secara mengejutkan benar – benar jadi presiden, walaupun gus dur dan para kiai sepuh sama sekali tidak terkejut dg hal itu, karena para kiai sepuh dan gus dur sudah tahu sebelumnya.

Awal pemerintahan gus dur baik – baik saja, hubungan gus dur dg bu mega tampak mesra, mereka bergantian mengadakan sarapan pagi bersama, kadang di istana presiden kadang di istana wakil presiden. Tapi lama kelamaan para koruptor dan penggila jabatan mulai kawatir dg ketegasan gus dur dalam memimpin Negara ini, mereka mulai tidak bebas korupsi dan menumpuk – numpuk kekayaan pribadi karena ketatnya pengawasan gus dur dikala itu.
Mereka mulai mendanai para mahasiswa untuk mendemo gus dur, mengangkat isu-isu yg memojokkan gus dur, mereka para koruptor menunggu momen yg tepat untuk menjatuhkan gus dur.
Gus dur memang terkenal dg gaya ngomongnya yg blak – blakan, gus dur berprinsip “ padhakno pengucapmu podho karo karepe atimu”.

Begitulah…. ketika gus dur dimintai pendapat oleh wartawan tentang bu mega yg sering diam aja, gus dur dg enteng menjawab

“ dia itu bodoh “ Jawaban gus dur itu didengar oleh pramono anung yg ketika itu kalau gak salah masih menjabat sebagai sekjen PDIP, dan oleh pramono ini jawaban gus dur itu disampaikan kepada ibu mega.
Ngambeklah bu mega waktu itu, bu mega tidak mau menemui gus dur
ketika sarapan pagi bersama di istana wakil presiden, dan inilah kesempatan yg ditunggu oleh para koruptor dan penggila jabatan, inilah celah yg bisa menurunkan gus dur dari kursi presiden, bathin mereka.
Dan barulah para kiai sepuh dapat isyaroh lagi , kalau gus dur akan dilengserkan dari kursi presiden, para kiai sepuh atau kiai poros langit ini sowan lagi kepada kiai rohimi, minta pendapat dan minta solusi gimana baiknya dan supaya gus dur masih bisa jadi presiden, kiai rohimi mengatakan kepada para kiai

“ gus dur akan bisa tetap jadi presiden kalau mau minta maaf kepada ibu mega, walaupun gus dur tidak ada niat merendahkan ibu mega” ucap kiai rohimi.

biarpun kiai rohimi sdh tahu klo jabatan gus dur cuma sebentar, tapi kiai rohimi tetap memberi peluang kpd para kiai, kiai rohimi berkeyakinan bahwa Allah jualah penentu akhir suatu kisah, isyaroh hanyalah perlambang.
Para kiai kembali menemui gus dur dan menyampaikan apa yg diperoleh dalam isyarohnya dan juga menyampaikan pesan kiai rohimi, tapi gus dur tidak mu melakukannya. bukan berarti gus dur tidak mau minta maaf krn malu atau gengsi, tapi apa yg dialami gus dur kurang lebih persis seperti apa yg dialami oleh sayyidina ali, ketika dalam peperangan sayyidina Ali mau membunuh orang kafir yg sudah terjatuh diatas tanah, sayyidina ali tiba2 mengurungkan niatnya ketika orang kafir itu meludahinya. Orang kafir itu heran melihat sayyidina ali yg tiba-tiba urung membunuhnya dan orang kafir ini menanyakan hal tersebut , sayyidina ali menjawab:

” pertama aku berniat membunuhmu karena Allah, tapi ketika kamu meludahiku, terbesit perasaan marah kepadamu, maka aku urungkan niat membunuhmu krn ada niat selain Allah dihatiku…”

Gus Dur tidak mau minta maaf kalau niatnya karena ingin mempertahankan jabatan, gus dur tidak gila jabatan,dan gus dur memang sudah tahu kalau masa kepemimpinannya Cuma sebentar, dan kita semua tahu gus dur akhirnya berhasil diturunkan dari kursi kepresidenan karena kasus yg dibuat2 yaitu kasus buloggate.

Paijo dan kawan-kawannya terdiam mendengar cerita wali paidi ini,mereka merasa baru mendengar cerita gus dur dengan kiai rohimi, mereka sangat penasaran

“ apakah kang paidi pernah bertemu dg kiai rohimi.” Tanya paijo penasaran

“ tidak pernah “ jawab wali paidi santai dg menyedot rokoknya

“ lalu sampeyan dapat cerita dari mana “ Tanya paijo lagi makin penasaran

Wali paidi tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum dan menyeruput selepek kopi lalu ngeloyor pergi

setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali paidi berjalan dia sendiri tidak tahu, wali paidi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali paidi merasakan seakan-akan dia tidak berjalan diatas bumi, dia seperti terbang, tubuhnya ringan dan hatinya di penuhi kebahagiaan.
Wali paidi baru tersadar ketika adzan subuh berkumandang, dan dilihatnya di depan ada sebuah masjid yg semuanya terbuat dari bambu.
Wali paidi berhenti sebentar, dilihatnya didalam masjid sudah banyak sekali orang, ada yg pakai jubah, pakai serban ada juga yg pakai sarung dan berkopyah, ada juga yg memakai celana tp tetap juga pakai kopyah. yg membuat wali paidi kagum adalah didalam dan diluar masjid itu tidak ada lampu sama sekali, tapi masjid dan areal sekiarnya tampak terang benderang, tampak cahaya keluar dari para orang2 yg berada di dalam masjid, cahaya mereka inilah yg menerangi seluruh masjid.
Tanpa sadar wali paidi memandangi tangannya, apa dia ikut juga bercahaya, wali paidi kaget ternyata tangannya juga mengeluarkan cahaya, wali paidi meneruskan pandangannya, dan ternyata kakinya dan seluruh badannya juga bercahaya….

Setelah sadar bahwa dirinya juga bercahaya, wali paidi mulai berani memasuki masjid dan ikut sholat berjamaah, wali paidi sholat di barisan paling belakang krn hanyadi barisan ini ada tempat yg kosong sedang tempat yg lain sudah penuh, wali paidi melihat disela – sela tubuh para jamaah yg bercahaya seorang imam yg cahayanya sangat terang, sehingga wali paidi tidak bisa melihat wajahnya, tubuhnya dikelilingi cahaya yg sangat terang, wali paidi baru sekali ini merasakan sholat yg begitu indah dan sangat syahdu.
Suara imam yg begitu merdu, dan wali paidi seakan-akan diajak berjalan mengelilingi rahasia2 ayat – ayat Allah yg dibaca oleh sang imam sholat.

Setelah mengucapkan salam dan selesei sholat wali paidi baru tersadar ternyata disampingnya ini ada orang yg sangat dikenalnya, Mbah parmin seorang kusir bendi dikampungnya. ternyata mbah parmin ini tubuhnya juga bercahaya. sebelum wali paidi hilang dari rasa kagetnya , mbah parmin sudah berkata kepadanya

” paidi…tolong kalo nanti dirumah jangan bilang siapa-siapa tentang masalah ini”

“baik mbah..”jawab wali paidi meneruskan dzikirnya.

Sehabis dzikir baru wali paidi mulai ngobrol lagi dg mbah parmin

“mbah siapa yg ngimami sholat subuh ini”tanya wali paidi

“beliau baginda Nabi Muhammad”jawab mbah parmin

“dan dibarisan depan itu adalah wali2 qutb, dan dibarisan berikutnya wali2 yg derajatnya dibawah wali qutb, mereka berbaris sesuai tingkatannya, baik yg sudah meninggal maupun yg masih hidup, semuanya hadir disini,”mbah parmin meneruskan penjelasannya

wali paidi tersenyum dan mbah parmin juga tersenyum karena mereka berdua sadar kalau berada dibarisan yg paling belakang, tidak lama kemudia acara dilanjutkan dg bersalam-salaman, sambil membaca sholawat, wali paidi bertemu guru mursyidnya dan wali2 yg selama ini cuma mendengar tentang ceritanya saja.
Wali paidi begitu bahagia karena bisa bersalaman dg para wali2 yang selama ini sangat dicintainya dan dihormatinya.
Setelah acara bersalaman selesei, para wali pergi sendiri-sendiri dan tiba2 hilang entah kemana , tinggal wali paidi dan mbah parmin aja yg berada didalam masjid. setelah semua sudah pergi, baru wali paidi dan mbah parmin keluar dari masjid

“dimanakah ini mbah…”tanya wali paidi kepada mbah parmin

“di gunung pring magelang jawa tengah “jawab mbah parmin

wali paidi menoleh kebelakang , ternyata masjid itu sudah hilang

“udah di, aku pergi dulu yah, assalamuálaikum… “kata mbah parmin dan bersalaman dg wali paidi

mbah parmin berjalan disela-sela pepohonan dan lama-lama kelamaan hilang

“mbah…mbah..tunggu sebentar.”wali paidi memanggil mbah parmin

Tapi mbah parmin sudah hilang ditelan keheningan hutan belantara…

“wadoh mbah…aku sebenarnya mau pinjem duwit buat sangu pulang ..”wali paidi berkata sendiri

“terpaksa ngandol truck lagi ini…..wah..wah…”

wali paidi dg tersenyum melangkah pergi juga…..

“selama ada rokok dan kopi gak masalah…syukur alhamdulillah ”
Ucap wali paidi dg mengeluarkan rokok dari selipan kopyahnya lalu menyalakannya ….dan meneruskan perjalannya….

Bersambung…

sumber : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769891459895935:0

Sholat

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiimBismillaahir rahmaanir rahiimAllaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iinAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhAllah Allah Aziz AllahAllah Allah Subhan AllahAllah Allah Sulthon Allah
Saudara-saudaraku,Nanti di akherat akan digelar satu fase atau masa pertanggungjawaban diri, untuk menilai apakah kenormalan yang sejak semula itu terpelihara atau tidak. Sholat adalah bengkel yang stationer. Inna sholaata kaanat ‘alal mu’minina kitaaban mauquta. Sholat itu adalah keniscayaan yang mesti diselenggarakan untuk orang mukmin setiap waktu secara teratur. Untuk apa? Untuk normalisasi dan memelihara kenormalan itu. Dengan kata lain dapat dikatakan, sholat adalah latihan untuk mati. Itu seyogyanya merupakan bagian akhir dari kehidupan kita di alam fana ini untuk jasmani kita, kalau ruh kita abadi sejak dicipta di jaman azali sampai alam baqa, abadi dengan Allah. Barang siapa menjalani kehidupan ini dengan penuh kelalaian, maka akan penuh penyesalan. Husnul Khotimah adalah kita dijemput oleh malaikat, ruh kita untuk melewati alam barzah ke alam baqa dalam keadaan kita ‘normal’ seperti kita di alam azali, kalau dalam keadaan lalai itu yang menjadi masalah. Maka sholat yang kita lakukan seyogyanya kita kemas sebagai langkah sadar untuk menormalisir kembali pertalian kita dengan akherat, dengan Allah, dan dengan rosulullah. Sholat adalah saat mana dalam sekejap rangsangan badaniah, rangsangan dari luar badan kita, kita putus tali hubungannya. Pikiran tidak kita pekerjakan lagi. Hal-hal sebagai akibat dari rangsangan badaniah kita tidak difungsikan lagi. Sholat bukanlah rutinitas dan bukan mewujudkan ‘apalan donga’ (hapalan doa) dan bukan kearagaan kita, tapi sholat adalah untuk kembali ke normalitas. Terus kita fungsikan diri kita untuk sengaja melakukan sholat bahwa yang sedang sholat aadalah hamba allah yang sedang mencari ridho Allah, hamba Allah yang mencari husnul khotimah ,hamba allah yang mencari keselamatan diakherat nanti supaya bisa dipetik keberuntungan.
Saudara-saudaraku,Adalah langkah mengetuk dua pintu sekaligus, yaitu pintu wushul atau sampai dan nyambung kepada Allah dan mengetuk sendiri-sendiri katub yang ada pada diri kita. Habis setiap orang itu mengalami bentukan yang sifatnya menutup yang timbul sebagai karat dari kelalaian, keaniayaan diri dan kesembronoan. Semua orang dalam kehidupan ini automatically menginjakan kaki di potensi kebiasaan menunda. Hati ini menyimpan potensi Ruh dan Fitrah tetapi ketutup ‘ambek’ (baca dengan) jumlahnya sembrono, aniaya dan kelalaian. Sholat sekaligus mengetuk 2 pintu yaitu pintu Allah agar wushul dan sekaligus mengetuk pintu katub hati untuk membuang karat dari kelalaian, aniaya diri dan kesembronoan. Sedangkan alat untu untuk ‘wushul’ adalah kedekatan dan kebersamaan diri kita kepada Rosulullah Muhammad SAW. Sholat bukan rangkaian kegiatan yang given. Sholat itu perbuatan yang tergantung pada azam atau kesengajaan dan niat. Sholat adalah langkah kesengajaan yang dilakukan dengan mengatakan “Usholli” (dengan sengaja saya sholat).
Thoriqoh Naqshbandi adalah suatu asosiasi diantara sesama kita bersama guru supaya kita semakin terbimbing kearah kejelasan yaitu kejelasan yang merupakan adonan yang sejak jaman Rosululluh dibangun bersama para sahabat Beliau yang kita tarik sampai masa sekarang melalui mata rantai guru yang mengantarkan kita kepada perspektif seperti itu.
Insya Allah perjumpaan kita disini mencerminkan langkah kita untuk maju, bukan maju sedikit mundur banyak, maju sedikit mundur banyak, akhirnya menuju langkah kemunduran. Tolong itu dielakkan. Segala perbuatan yang kita lakukan harus mulai punya ancang-ancang. Ancang-ancang kesengajaan untuk selalu bersama Rosulullah. Mohon ini dicamkan untuk menjadi sesuatu yang disengaja benar untuk diorientasikan dan ‘disok’ (dituangkan) susunan kesadaran ke dalam diri kita, Semoga taufik dan inayah terlimpah kepada kita semua.
Dengan berkah Rosulullah dan berkah Syaikh Nazim… insya Allah… Bihurmati suratul fatehah…
Allah Allah Aziz AllahAllah Allah Sulthon AllahSejarah Dalail Khoirot Ada seorang alim (adalah orang yang memiliki pengetahuan tentang kehidupan dan kematian yang dipetik dari sunah nabi) bernama Abu Abdillah Muhammad Bin Sulaiman Al Jazuli. Dalam perjalanannya, ketika waktu ashar, beliau tiba di suatu gurun yang sangat panas, suhunya kira-kira pada posisi 45°. Beliau melihat dikejauhan ada Oase yang dapat ditempuh setengah jam. “Bila sholat disini, maka harus tayamum dan tempatnya sangat panas” maka akhirnya memutuskan untuk sholat di oase. Beliau sadar betul, beliau itu siapa, Allah itu siapa, hidup untuk apa, tujuan kemana, jadi sebetulnya pengalamannya is Ok. Di Oase hampir 1 jam. Dilihatnya ditepi oase ada sumur. Beliau kemudian menuju ke sumur. Beliau mencari timba untuk wudhu. Tiba-tiba beliau dikejutkan dengan seorang ‘genduk’ (anak perempuan) berumur 5 tahun. Si Genduk bertanya ‘Lagi ngapain pak ?’. ‘Ini waktu ashar sudah masuk, dan aku mau wudhu, tapi timbanya tidak ada.’ ‘Ooo mau wudhu, kata si Genduk.’ Sesaat kemudian dengan ‘umak-umik’ disedotnya banyu (air) dalam sumur tadi dan langsung mancur tibo ing ngarsane (keluar airnya dan diberikan kepada) Imanm Jazuli. Beliau sangat heran dan takjub. “Ya Bintah”, Nduk genduk,…rene’o (baca: Nak kesinilah). Apa lagi yang ingin kubantu ?’ kata si Genduk (perempuan kecil)’. Kepriye kok bisa nyedot banyu kuwi (mengambil air) kata Imam Jazuli? “Si Genduk bilang “Aku diajari abahku dari kecil untuk menyapa Rosulullah dengan sholawat.” Kalau ada apa-apa tinggal menyapa Rosulullah. Wajah Imam Jazuli seperti dipukul ambek Mike Tyson, mendengar jawaban Si Genduk. Imam Jazuli malu. ‘Aku kok kalah karo arek cilik si genduk iki (Aku merasa malu dengan si perempuan kecil ini). Dengan kata lain sholawatnya ‘si alim’ ora doyo yen ora menyatu karo rosulullah. Begitu terpukul…Imam Jazuli mengucapkan : Astagfirullah ya robb…astagfirullah ya habiballah. Kemudian beliau Imam Al Jazuli pulang ke rumah dan tidak keluar dari kamar selama 13 tahun untuk mengakses ke Rosulullah, dan tidak sedetikpun ingin lepas dari kebersamaan dengan Rosulullah, dan telurnya adalah Dalail Khoirot. Untuk melakukan Dalail Khoirot ini harus tergantung dengan azam (kesengajaan) dan niat. Kesengajaan dan niat untuk selalu bersama dan menyatu kepada Rosulullah, sehingga membaca Dalail Khoirot mesti dengan hati, dengan sense, karena rahmat allah terbesar adalah diturunkannya Rosulullah Muhammad kepada kita.
Saudara-saudarku,Perjalanan aku dan kamu ora bakal ‘jetis’ (tidak ada daya) bila tanpa kebersamaan dengan rosulullah. Maka setiap kita membaca sholawat seharusnya dengan hati dengan sense, bukan membaca with no heart, no sense. Suatu ilmu yang tidak disertai dengan kedekatan dengan nabi… almost nothing.Allah Allah Azis AllahAllah Allah Subhan AllahAllah Allah Sulthon AllahWa min Allah At Taufiq Al Fatehah.
Shohbet ini ditulis dengan bahasa asli yang keluar dari bahasa hati Syaikh Mustafa Haqqani melalui rekaman audio yang kami putar ulang. Semoga shohbet ini mengetuk pintu Allah agar wushul dan pintu karat hati akibat dari kelalaian, aniaya diri dan kesembronoan kita. Amiin.

Bersumber dari Syaikh Mustafa Haqqani
Friday, 18 February 2005

Kediaman Jokotry Abdul Haqq, Jalan Sawi 16A Semarang 50273Disarikan oleh Jokotry Abdul Haqq

http://condrobawono.blogspot.co.id/2008/11/merokok-memutuskan-dari-segala-kebaikan.html

WALI PAIDI bag 6

penasaran perjalanan wali paidi? saya lanjutkan copasnya ….

WALI PAIDI bag 6 ( enam )

Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan wali paidi, tanpa dikomando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari wali paidi dan gohell, mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu kalau pimpinan mereka menangis, mereka malu kalau orang-orang melihat pimpinan mereka menangis, masak pimpinan preman kok nangis…(ha..ha..ha..).

Wali paidi menepuk nepuk pundak gohell, dan menariknya untuk berdiri lalu berkata :

“ udah mas, aku sama sampeyan ini masih saudara jadi gak usah sungkan…”

Gohell berdiri dan mengusap airmatanya, kemudian merangkul wali paidi

“ makasih…mas…” ucap gohell kpd wali paidi

Mereka lalu bersalaman di ikuti seluruh anak buah gohell juga bersalaman kepada wali paidi
Suasana menjadi cair kembali.
Tidak lama kemudian suasana jadi akrab, seakan wali paidi dan gerombolan gohell ini adalah teman yg sudah lama kenal, karena wali paidi ini pintar mengeluarkan joke-joke segar yg membuat gohell dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal.

“ ayo ngopi dulu mas….” Ajak gohell kpd wali paidi

“ monggo…..” jawab wali paidi

Mereka berdua dan seluruh anak buah gohell menuju kewarung di pinggir jalan.
setelah mengambil tempat duduk mereka memesan kopi, anak buah gohell menunggu di luar warung

“ mas kalo bisa sampeyan berhenti malak orang, kasihan gurumu mas…” ucap wali paidi

“ iya mas, saya akan berusaha mencari kerja yg bener, do’akan aja…” sahut gohell

“ jangan sampai perguruan sampeyan Setia Hati ( SH ) itu menjadi singkatan Perguruan Sakit Hati, gunakan kepandaian silatmu itu sebagai senam untuk kesehatan. itu yg cocok untuk jaman sekarang ini beda dg jaman ketika orang islam masih punya musuh dulu, jangan belajar silat untuk mencari kesaktian atau untuk perisai diri, karena perisai diri yg lansung dari Allah adalah shodaqoh. belajarlah silat hanya untuk kesehatan, maka kamu tidak akan mencari musuh atau dicari musuh…” kata wali paidi

Sambil nyeruput kopinya wali paidi berkata lagi kepada gohell

“ kalo belajar silat untuk mencari kesaktian atau kekuatan jadinya ya seperti ini, sesama saudara seperguruan tawur, tidak rela melihat perguruan lain unjuk kekuatan, seperti kemarin terjadi penyerbuan terhadap konvoi perguruan kera sakti yg diduga dilakukan oleh perguruan Setia Hati…”

“ iya mas, memang aku dulu belajar ilmu silat untuk mencari kesatian / kekuatan , setelah lulus aku bingung gimana cara melihat kalau aku ini sudah kuat, akhirnya aku mencari gara-gara supaya punya musuh dan keterusan sampai jadi seperti sekarang ini..” ucap gohell sambil menunduk.

Setelah ngobrol-ngobrol yg cukup lama gohell ini akhirnya terbuka hatinya, mengerti tentang apa arti hidup ini, mengerti manusia itu tinggal menjalankan peran dari Allah, mengerti akan dirinya berperan sebagai apa dan menjalankan sebaik-baiknya peran tersebut. ada yg berperan sebagai ulama, guru, pedagang, petani dll, hanya ketaqwaan kepada Allah yg dinilai dari menjalankan peran tersebut.

“ trus sampeyan sekarang mau kemana “ Tanya gohell kepada wali paidi

“ mau ke terminal “ jawab wali paidi singkat

“ hehehe..maksudku tujuan sampeyan dari terminal “ Tanya gohell lagi

“ mau sowan kepada salah satu guruku…” jawab wali paidi
“ kalau begitu mari saya antar “ gohell menawari wali paidi

“ baiklah, ayo…” ucap wali paidi
Gohell mendekati pemilik warung dan menanyakan habis berapa semuanya
pemilik warung terdiam merasa heran dengan sikap gohell, karena biasanya gohell ini kalau makan minum di warungnya tidak pernah bayar, pemilik warung tersebut sangat gembira dg perubahan sikap gohell ini

“ udah gak usah bayar mas, anggap saja ini sebagai selamatan buat mas, selamatan kalau sampeyan telah terlahir kembali, mudah-mudahan tobat sampeyan ini sebagai taubatan nasuha..” ucap pemilik warung kepada gohell.

Setelah mengucapkan terimakasih gohell mengantarkan wali paidi ke terminal. dalam perjalanan gohell menanyakan perihal tentang orang –orang sholeh yg diketahu wali paidi.
wali paidi menceritakan dg singkat perihal mereka, tentang sifat dan kelebihan para orang-orang sholeh tersebut. tidak begitu lama akhirnya mereka sampai ke terminal.
Gohell memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu kepadanya, lalu anak buahnya itu pergi.

“ jangan berangkat dulu mas, tunggu sebentar” kata gohell kpd wali paidi

Tidak begitu lama anak buah gohell itu datang sambil menyerahkan sesuatu kpd gohell, lalu gohell mendekati wali paidi dan menyerahkan sesuatu tsb kepada wali paidi

“ ini mas tolong jangan ditolak “ ucap gohell kpd wali paidi

Ternyata sesuatu tersebut didalamnya ada uang ribuan yg sebagian sudah kumal, dan ada 2 atau 3 uang lima ribuan. wali paidi terkejut ketika menerima uang daari gohell tersebut

“ jangan kuatir mas, itu bukan uang haram, itu uang sumbangan dari teman-teman , dan saya minta dg sangat jangan ditolak“ jelas gohell kpd wali paidi

Wali paidi menerima pemberian gohell tersebut. setelah bersalaman wali paidi naik keatas bus, masih banyak bangku kosong. wali paidi mencari tempat yg enak buat duduk, akhirnya wali paidi memilih tempat ditengah.
Setelah bus baru berjalan, tampak pedagang rokok naik ke atas bus menjajakan dagangannya, ketika wali paidi hendak memanggilnya si pedagang tersebut sudah menghampiri wali paidi dan menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe dan berkata:

“ ini pemberian dari mas gohell sebagai rasa terimakasih.”

Begitu juga dengan pedagang- pedagang yg lain, di dalam perjalanan mereka semua mengasihkan satu barang dagangannya kepada wali paidi atas nama gohell.
Mulai penjual minuman sampai penjual kacang, bahkan penjual bollpoint dua ribu dapat 3 juga menyerahkan bollpointnya atas nama dan rasa terimakasih gohell kepada wali paidi. ketika wali paidi mau membayar karcis bus, pak kondektur juga membebaskan wali paidi atas nama gohell juga.
Wali paidi hanya geleng-geleng kepala

“ gendeng, sholeh ini…..” bathin wali paidi tersenyum sambil teringat wajah gohell.

sekitar dua jam perjalanan, wali paidi akhirnya sampai disebuah kota yg dulunya adalah sebuah wilayah kerajaan majapahit, wali paidi turun sambil membawa satu kresek besar yg berisi minuman dan makanan ringan pemberian dari pedagang – pedagang asongan diatas bus.
Baru melangkah turun dari bus wali paidi lansung dihampiri seorang gila yang berambut gimbal, orang gila tersebut lansung menarik – narik tas kresek wali paidi

“ di..paidi…sini minuman dan makanan ini punyaku..” ucap orang gila tsb, lalu ngeloyor pergi

Wali paidi membiarkan saja tas kreseknya direbut, dan dia hanya terus mengikuti orang gila tsb karena dia penasaran, orang gila ini kok tahu namanya….

Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya.
Wali paidi berjalan perlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali paidi dan orang gila itu berjarak 10 meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum

“ gak usah heran di, orang yg dekat dg tuhannya, apa yg tidak diketahui di muka bumi ini, yg diketahui Gusti Allah juga diketahui oleh para kekasihNya, apalagi namamu terkenal dilangit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”

Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi

“ para malaikat sering berkata, Gusti, wali paidi usul begini, Gusti, wali paidi minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu. karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah….seharusnya kamu malu di, minta-minta terus seperti pengemis….ha ha ha.“

Wali paidi terdiam, seperti ditelanjangi, wali paidi menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya.
ketika wali paidi memegang tangannya, wali paidi kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya. terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali paidi mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata :

“ kamu gak usah tahu namaku, udah sana… kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana, dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung, kamu sebaiknya langsung pamit aja…”

Wali paidi cuma mengangguk terdiam.

Setelah mengucapkan salam, wali paidi pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya.
wali paidi melanjutkan perjalanan dg naik becak. setelah sampai, wali paidi lansung menuju ke ruang tamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu.
Belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali paidi. tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak langsung menemui mereka bertiga, wali paidi dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar.
wali paidi dan kedua tamu langsung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dg penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali paidi terhadap kyai ini, wali paidi tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai.
Wali paidi hanya bisa menunduk, dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali paidi. setelah kyai baru saja duduk, wali paidi maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali paidi:

“ iya di, salam aja ke dulur-dulur semua “ ucap kyai

“ inggih kyai…” jawab wali paidi dg masih menunduk

Kedua tamu ini heran melihat sikap wali paidi, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali paidi kok lansung mohon pamit.
Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai

“ kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama, tapi setelah kyai datang, mas tadi langsung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu

“ hmm…..gimana yah, kamu langsung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan “ jawab kyai

Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali paidi, dan benar apa yg dikatakan kyai, wali paidi masih duduk di pinggir jembatan

“ assalamu’alaikum…” ucap tamu ini kepada wali paidi

“ wa alaikum salam…” jawab wali paidi

“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok langsung mohon pamit ketika baru ketemu kyai…” Tanya tamu dg penasaran

“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong di samping kanan kyai ada baginda rosul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah Khidir, apa yg mau saya omongkan kalau beliau berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai…..” jawab wali paidi dg mata yg berkaca – kaca

“oh……..” ganti si tamu jadi heran dan melongo….

Bersambung…

sumber : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769778073240607:0

Tahun Baru Masehi adalah milik Islam

Muslimedianews ~ Banyak orang menganggap tahun Masehi itu tahun Kristen. Padahal kita menyebutkannya tahun SYAMSIYAH. Ajaibnya perhitungan tahun matahari tidak ada dituliskan di kitab INJIL. Tapi justru ada di Al Quran. Lihat surat  Al Isra’ ayat 12:
(وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا)
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”. (Quran Surat Al-Isra: 12)
Dan tiang Agama kita SHOLAT justru diperhitungkan pakai waktu MATAHARI. 
Sungguh sebuah kesalahan pandang akibat pemikiran yang CETEK dan fanatik BUTA. Rugi besar umat Islam jika menyerahkan tahun Masehi alias Syamsiyah pada Kristen (Nasrani).
Musibah musibah…..
Tahun baru Masehi disebut tahun baru Syamsiyah ada ditulis Allah di Al Quran ayat 12. Kita sholat pakai waktu matahari. Alangkah ruginya kita jika kita serahkan tahun baru Masehi ke Kristen. Padahal di Injil tidak ada dituliskan tahun itu.
Maka mengisi ibadah di tahun awal tahun Syamsiah diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menyaingi majelis-majelis lalai di pergantian tahun.

Oleh: K.H. DR. Tengku Zulkarnain
sumber : http://www.muslimedianews.com/2015/12/kh-tengku-zulkarnain-tertulis-di-al.html?m=1

ziarah

Untuk dapat melakukan ziarah dengan baik, perlu diperhatikan adab yang benar,agar tercapai tujuan yang semestinya, dan tidak meleset arahnya. Pastikan bahwa kita benar-benar sedang mengarah hanya pada apa-apa yang disukai dan di ridhoi Allah SWT, jangan pada arah yang tidak jelas.
Bahwa berziarah kepada para Awlia ataupun kekasih Allah SWT apalagi yang merupakan sahabat Nabi SAW ataupun umumnya para wali, merupakan perkara yang sangat dianjurkan, dan seyogyanya begitu rupa kita pentingkan. Rasulullah SAW sendiri nyata-nyata mengunjungi makam sahabat-sahabat beliau, yang merupakan awlia itu, di Baqi’ al-Gharqad, mendoakan ampunan Allah SWT bagi sahabat –sahabat beliau. Demikian juga beliau berziarah ke Uhud. Bahkan suatu ketika Rasulullah SAW juga menyapa suatu makam orang kafir…
Betul nggak janji-janji Allah SWT yang aku di suruh menyampaikannya kepadamu? Ancaman-ancamannya sudah kamu jumpai sekarang kan?”
Para sahabat lalu bertanya,”Apakah mereka dapat mendengar sapaanmu itu yaa Rasulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab ”Mereka mendengar,namun (karena kafirnya di dunia dahulu,kini mereka sibuk dengan penderitaan yang sedang melilit dirinya di dalam kubur) tak mampu lagi menjawab sebagaimana mestinya.”
Nah, kalau orang kafir saja mendengar,walaupun tak berdaya menjawab, bagaimana halnya dengan orang mukmin? Bagaimana dengan orang saleh? Bagimana dengan dengan Awlia? Bagaimana dengan para Syuhada? Bagaimana dengan Anbiya? Bagaimana dengan sahabat-sahabat nabi yang mereka merupakan suluh bagi kita untuk dapat meraih petunjuk Allah SWT yang kita cari, dan yang sangat kita perlukan? Yang demikian ini sudah jelas terungkap dalam riwayat dan hadits yang shahih.
Hal-hal yang sepatutnya menjadi tujuan ziarah ke makam para wali ataupun orang-orang alim adalah agar kita menjadi semakin dekat (qarib/taqarrub) kepada Allah SWT itu sendiri. Kedua adalah agar kita berdo’a dengan tulus, dan bersungguh-sungguh untuk beliau, karena sesungguhnya Allah SWT telah menganugerahi suatu bentuk barakah yang berlimpah kepada beliau dan karena lubernya barakah itu, semoga terlimpah kembali kepada para peziarah dan keluarganya yaitu dalam bentuk dan takaran rahmat yang semakin melimpah ruah.
Yang sepatutnya dilakukan oleh para peziarah adalah mengambil posisi berhadapan muka dengan yang diziarahi. Dalam jarak yang cukup dekat namun penuh hormat. Menyampaikan salam dengan sikap yang sopan,khusyuk, merunduk, memandang ke bumi dengan teduh, serta menghormati pribadi yang diziarahi, seraya menanggalkan aneka macam kesadaran diri yang ada. Imajinasikan seolah-olah kita sedang menatap muka beliau, dan sorot mata beliau pun seolah-olah menatap kita. Hati meliput cakrawala keluhuran martabat maupun asrar (rahasia rohaniah) yang dilimpahkan Allah SWT pada beliau, pada keluhuran kewalian beliau pada aspek kedekatan beliau dengan Allah SWT dan lantaran ketaatan beliau kepada-Nya yang telah mendatangkan limpahan wacana Rabbaniyah pada diri beliau itu. Lakukan hal ini dengan khidmat. Kalbu ataupun bashirah (mata batin) peziarah seharusnya terus menerus dan semakin cermat menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa betapa dangkal dan tumupulnya upaya diri kita untuk meraih taraf ”kasih” Allah SWT seperti yang telah beliau peroleh itu. Maka tumbuhkanlah sendiri suatu nuansa kesadaran diri untuk memulai semakin bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah SWT dengan meniru beliau yang sedang diziarahi itu, dan agar memperoleh pencerahan dari beliau.
Inilah nikmatnya berziarah yang dapat di tempuh untuk dapat lebih bergegas-gegas lagi menuju Allah SWT, bangunkan sendiri garis lurus dalam alam sadar (conscious) kita suatu energi ghaib (di dalam qalbu) seraya mengelakkan diri dari pesona (magnitude) maupun tarikan kuat ”selera duniawi”.
Ketahuilah, sesungguhnya getaran selera dangkal, atau duniawi itulah yang membutakan ”bashirah” dan menghalangi suatu kedekatan antara kita dengan Allah SWT atau pun dengan citra diri yang baik dan itu jugalah yang tak henti-hentinya membuat kita berputar-putar secara tak berkeputusan.
Hendaknya peziarah memandang diri sendiri dengan mata hatinya, betapa sesungguhnya dengan ziarah itu berarti Allah SWT, sedang bermurah hati menjadikan diri peziarah itu semakin mendekati seorang wali tertentu, dan bahwa dirinya mulai bersedia menyandang perilaku (akhlak) para kekasih Allah SWT itu, bahwa ia semakin mantap dalam berpegangan kepada model panutan, serta jalan hidup yang benar, dan penuh kesungguhan menuju Allah SWT seperti dilakukan beliau-beliau para Awlia itu. Dan agar dapat mencapai martabat kehambaan yang hakiki di sisi Allah SWT seperti yang saat ini menjadi reputasi beliau-beliau para wali itu.
Namun betapa kenyataan sehari-hari yang di jalani para peziarah justru mendepak kembali peluang, dan kondisi yang dihadapkan oleh Allah SWT itu menjadi hanya selintas maya. Jika memang demikian, seharusnya peziarah mulai membayangkan seolah-olah dirinya sedang hadir di hari kiamat, ataupun di hari kebangkitan. Saat itu para awlia yang bangkit dari makamnya itu pun dalam tampilan ataupun citra yang cerah dan penuh keriangan karena menyandang ridha Allah SWT dari sebab perilaku yang beliau-beliau lakukan di dunia dahulu dengan penuh ketaatan – disamping keterkaitan nya yang intens bersama Rasulullah SAW. Beliau-beliau mengendarai kereta cahaya yang menggambarkan karamah beliau, seraya dipayungi oleh para malaikat dengan payung gemerlap, yang berawal dari amalan-amalan salehnya. Di atas kepala beliau-beliau bertemaram cahaya tiara, sedemikian teduh, dan dapat kita jadikan tambatan yang dapat menyaput derita para pendosa ataupun orang-orang yang berbekal ketaatan, namun lantaran pengejarannya di dunia ini atas syahwat yg tak berkeputusan, dapat menjungkalkan yang bersangkutan ke derita kubur. Orang-orang seperti itu kini sedang melolong dalam tujuannya dan kebingungannya. Penuh ketakutan dan bersimbah peluh yang telah menenggelamkan dirinya dalam nestapa, seraya makin tak tahu apa yang bisa di perbuatnya.
Yakinlah dirimu wahai peziarah, jangan sampai kelak akan mengalami yang demikian itu. Maka bangkitkan rohanimu jangan lagi berlalai-lalai, berdukalah sekarang, menangislah saat ini, jangan nanti. Dan mulailah berdoa untuk kedua perspektifmu di dunia ini, terutama di akhirat nanti. Mohonlah agar Allah SWT yang Rahim membenahi dirimu dengan mengkaruniakan taufik kepadamu seperti halnya menjadi karunia Allah SWT bagi orang-orang saleh. Bacalah ayat-ayat Al Quran, perbanyak doa, istighfar, penyadaran diri kepada Allah SWT yang semakin bersunggu-sungguh dan penuh harap. Tentramkan dirimu bersama Awlia, anbiya, atau sahabat, dan merasakan cukup bersamanya sajalah, jika demikian ini dapat kita persembahkan kepada Allah SWT. Niscaya Dia makin melimpahkan rahmat, dan semakin berkenan mengjibahkan doamu.
Ketahuilah hanya dengan bersungguh-sungguh, orang akan mendapatkannya dan yang beruntung meraih pintu Sang Pemurah, pasti tak akan kandas dari segala apa yang menjadi maksud dan tujuannya. Oleh karena itu hindarilah kecondongan hati yang tak bersungguh-sungguh melalui ziarahmu kepada orang saleh.
Berziarahlah dalam kekhusyukan dalam taqarrub kepada Allah SWT. Janganlah karena pertimbangan membutuhkan pengakuan orang, dan jangan pula supaya terkesan sebagai orang saleh, malah nanti akan menjadi tambahan puing petaka rohanimu saja.
Hindarilah dari bercakap yang tidak baik, ataupun tak senonoh, ataupun yang tak jelas perlu dan manfaatnya, di haribaan makam orang saleh. Sebab hal itu dapat menimbulkan murka Allah SWT dapat menimbulkan ”gelo” (kekecawaan – Jawa) ataupun kedukaan orang saleh itu sendiri, dan sekiranya malah akan menghampirkan dirimu sendiri kepada kehancuran secara tidak kita sendiri. Sekali lagi elakkan yang demikian ini.
Poin utama dalam ziarah adalah menggerakkan dzikir, shalawat, baca ayat Al-Quran, sepenuh jiwa dan raga.
Hanya Allah SWT saja yang dapat menunjukkan kita ke jalan yang benar dan membahagiakan. Maka kita bersandar, bertumpu, dan berserah diri ke jalan-Nya. Shalawat dan salam semoga makin terlimpah kepada Rasulullah SAW, pegangan kita hingga hari pembalasan kelak. La hawla wala quwwata illa billahil ’aliyyil ’adhiim.
Wa min Allah at Tawfiq

Bersumber dari Syaikh Mustafa Haqqani
Tuesday, 01 March 2005

http://condrobawono.blogspot.co.id/2008/11/merokok-memutuskan-dari-segala-kebaikan.html

WALI PAIDI bag 5

meneruskan copas cerita fiksi ilmiah seorang wali bernama paidi yang sarat pembelajaran sisi lain dari ilmiah ….

WALI PAIDI bag 5

#‎untuk‬ edisi ini, tlng jangan salah faham, anggap saja cerita yg terjadi di negri antah berantah, bukan di Indonesia, dengan kata lain ada di Negri dongeng #
__________________

Setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :

“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok…”

“ lho..yai sudah menunggu tho…” jawab simurid

“ iya kang…tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang…” terang kawan si murid

Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dg pintu gerbang pondok2 lainnya. pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng. kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya…

Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dg membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan:

“ nak…jangan dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”

Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok.
Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi….
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai :

“assalamu ‘alaikum..”

“wa alaikum salam” jawab mas yai.

Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai, sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia…( inilah adab seorang murid).
Setelah menceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya:

“yai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu…apa maksud semua itu…?”

Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas yai ini berkata :

“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Kanjeng Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah…., ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah…,kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu…, begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau mencimnya itu dg hidung kita sendiri…”

Simurid ini bertanya lagi :
“apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh…?”

“iya..dia murid abahku , kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat ber thoriqoh…kalau kamu melihat tingkah polahnya yg auwr2an itu hanya untuk menutupi ke_sejati_an dirinya….setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya, baik anak kecil maupun maling , kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai.

“ tapi..mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..?” tanya si murid lagi.

“ hahahaha….itu memang tugasnya kang paidi…dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dg mushollah kang paidi, kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini….

****

……Di tempat lain, wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji.

“ kang ..saya ingin sekali bisa berangkat haji..tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji…” pinta orang tersebut.

“ saya tidak bisa…coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu..saya ini orang bodoh..” jawab wali paidi.

“ tidak kang ..saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut…” bantah orang tersebut

“ baiklah..kalau sampeyan memaksa….sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 X…kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi

Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa2 , orang ini kembali kepada wali paidi

“ tidak ada apa-apa kang….” kata orang yg kepingin haji ini

“ kalau gitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x…nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi…” kata wali paidi.

Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa-apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi.

“ masih belum ada tanda apa-apa kang….” kata orang yg kepingin haji.

Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar selanjutnya dg mantab dia berkata kepada orang tersebut :

“ kalau begitu…tambah lagi dg SURAT TANAH…pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji….”

“ ha..ha..ha…” orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi….

“ anu kang…katanya para kiai, haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja tapi juga ibadah jasadi terutama ibadah dengan bondo atau duit….” jawab wali paidi dg mimik serius tapi terlihat lucu.

***

Wali paidi berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection. walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yg kebetulan buka toko pakaian Distro Kang Santri.
Dan dengan memakai kaca mata BL hitam invictus , wali paidi berangkat untuk memenuhi undangan mas kiai mursyid dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana semua barangnya lansung didatangkan dari luar negeri. mas kiai mursyid ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2, sekali terjun beliau langsung menyelam sekalian.
Sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid. tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone. music barat slowrock berkumandang mulai awal acara.
Yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung dengan merk mencolok “NU”, sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda.
memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah. mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya, tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai dikalangan pesantren, apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.

Wali paidi tidak lansung duduk ditempat acara, tapi lansung menuju dapur umum mecari kopi. setelah dapat kopi wali paidi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya. sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’a, wali paidi mengawasi semua temu yg datang. wali paidi tersenyum kecil ketika melihat ke kikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung NU itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya. dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.

‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman.

‘’ gak, barusan aja datang…” jawab wali paidi.

Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka,

‘’ anu kang..,sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai akhmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai ahmad kesini adalah para ustadz dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi

“ oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali paidi

Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dg bercelana jeans di iringi cewek2 cantik yg berpakaian minim, tampak seksi2 dan mulus2…..,mereka ini para sales promotion girl yg didatangkan mas kia mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini.

Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiai mursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyan dan sarungan. mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek2 cantik….!!
Di hati sebagian para penggede2 thoriqoh ini, mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede2 thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya.

Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan.
Music mulai mengalun, lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para sales promotion girl yg berjumlah 15 orang ini…!!!

Para penggede2 thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dg para sales promotion girl yg rata – rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid. wali paidi melihat diantara sales promotion girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dg mulan jameela…wali paidi hanya membathin:

“ ada – ada aja mas kiai mursyid ini..”

Tiba –tiba mas kiai mursyid ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan di ajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dg cewek yg wajahnya mirip dg mulan jameela itu.
Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip mulan jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat:

“ ya..latief…ya latief…ya..latief…”
Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat:
“ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…
Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…
Wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….

Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid:

“ wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesei…hehehe…..”

Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang.
Sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan.
mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali wali paidi pamit padanya:

“ kang..duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa…” ucap mas yai musyid “

“hehehe…iya mas yai terimakasih…”ucap wali paidi.

Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cenderamata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya…

Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau:

“ saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid.

Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini.
ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg mengawasi wali paidi, dg tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka. ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta.

“kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi.

Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi:

“ duwit..serahkan duwitmu..ayo cepat…” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini.

Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, dikaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH”.
mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi.

“ mohon maaf yg sebesar-besarnya aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain “ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini.

Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dg dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dg masa lalunya teringat dengan pesan-pesan gurunya dahulu.
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh, asal Tegal ) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi langsung dipukulinya sampai kelenger, tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini.

“ saya tidak bisa memberi apa-apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit…” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell.

Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini. hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dg perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dg keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya
Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu…….

Bersambung……

sumber ; https://www.facebook.com/santrionlinenet/photos/a.1725550704330011.1073741828.1722700387948376/1769700343248380/?type=3

Selamat Datang Bulan Kelahiran Nabi saw

Sungguh beruntung orang yang di bulan Robi’ul awal, mengingat dan bergembira atas kelahiran Rosululloh saw.

dan sungguh kurang beruntung orang yang hanya teringat bid’ah di bulan mulia ini.

Mari kita ramaikan bulan ini dengan kecintaan kepada Rosululloh.

Buya Yahya : “Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.”

WALI PAIDI bag 4

meneruskan copas tentang perjalanan wali Paidi (fiktif loh-> …..)

WALI PAIDI bag 4

Sesampainya dirumah sehabis dari gunung arjuna, wali paidi menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya. Tiap pagi wali paidi pergi kepasar berjualan minyak wangi, orang2 dipasar dan dirumahnya biasa memangilnya kang paidi tukang minyak. sekitar jam 1 siang wali paidi ini menutup tokonya dan pulang, setelah sholat ashar sehabis istirahat siang wali paidi mengajari anak2 kecil dilanggarnya belajar membaca al qur’an sampai waktu magrib.

dulu dilanggar wali paidi yg sederhana ini ramai sekali dipenuhi anak2 kecil yg belajar mengaji, tapi setelah ada sistem iqro’ dan qira’ati, langgar wali paidi ini sepi, anak2 pada pindah ke TPQ2 yg memang banyak tersebar dikampungnya wali paidi ini.
wali paidi sebenarnya juga ikut pelatihan metode iqro maupun qiroati yg diwajibkan kepada seluruh guru TPQ guna mendapatkan syahadah (semacam ijazah), tapi wali paidi tidak lulus dlm pelatihan ini krn seringnya wali paidi merokok dan bawa kopi di dalam kelas.
jadinya di langgar wali paidi ini metode yg digunakan tetap memakai metode lama yaitu metode bagdadi, krn bagi guru TPQ yg tdk pny syahadah tdk boleh mengajar dg memakai metode iqro maupun qiroati dan lama kelamaan murid2 wali paidi habis tinggal 5 anak saja yg tetap mengaji di langgarnya wali paidi, orang tua dari kelima murid wali paidi ini tetap mempercayakan anaknya ke wali paidi ini di sebabkan masalah ekonomi, mereka adalah orang2 miskin yg tidak mampu membelikan seragam TPQ dan buku terhadap anak mereka. daripada tidak mengaji mereka tetap menitipkan anak2nya kpd wali paidi, krn dilanggar wali paidi ini tidak ada tarikan uang, mereka bebas dari biaya apapun, malah mereka sering dikasih uang jajan oleh wali paidi ini.

menjelang magrib datanglah seorang pemuda yg kira2 berumur 35 tahun mencari wali paidi, pemuda ini adalah seorang murid thoriqoh yg disuruh gurunya mencari wali paidi.

” nak carilah kiai didaerah ini namanya ali firdaus
tapi orang2 dikampungnya biasa memanggil dg sebutan paidi ( orang yg memberi faedah ), umurnya seumuran dg mu, dan hanya beliau satu2nya yg bernama paidi di kampung itu, kalau kamu ktm dengannya sampaikan salamku dan mintalah nasehat padanya” begitulah yg dikatakan guru pemuda ini kepadanya waktu itu.

pemuda ini disuruh mencari wali paidi karena seringnya pemuda ini mengalami hal2 aneh, seperti ketika sholat, tiba2 ia sudah berada di makkah dan sholat dihadapan ka’bah, dan banyak orang yg melihatnya sholat di atas daun padahal dia ada dirumah, pemuda ini akhirnya sowan kepada gurunya dan melaporkan semua kejadian yg dialaminya, dan disuruh mencari kiai ali atau kiai paidi.
sesampai dikampung yg dimaksud, pemuda ini bertanya2 kpd orang2 dimanakah rumah kiai paidi.

” disini tidak ada yg namanya kiai paidi, yg ada kang paidi seorang penjual minyak wangi..” begitu jawab orang kampung ketika ditanya pemuda ini.

” baiklah, dimana rumah kang paidi penjual minyak wangi itu ” tanya pemuda ini, pemuda ini yakin bahwa kang paidi itulah kiai paidi yg dicarinya krn gurunya jg bilang bahwa nama paidi hanya satu orang dikampung ini.

Pas waktu magrib pemuda ini sampai dirumah wali paidi, pemuda ini bertanya kepada seorang wanita yg berada didepan rumah wali paidi
” apakah benar ini rumah kang paidi penjualminyak wangi ”

” benar nak, dia ada dilanggar itu, sedang ngimami sholat magrib ” jawab wanita itu sambil menunjukkan langgar yg berada disebelah rumah wali paidi

” terima kasih bu..” jawab pemuda ini sambil menuju ke langgar guna sholat magrib dan sekalian sowan kpd kiai paidi.

Sehabis wudlu pemuda ini masuk kelanggar sholat berjamaah bersama yg lain, dilihatnya yg sholat dilanggar ini cuma 3 orang, di berdiri disamping mereka, ketika pemuda ini mendengar surat alfatihah yg dibaca wali paidi, hati pemuda ini menjadi galau krn wali paidi ini ketika membaca huruf “ain” menjadi “ngg” , robbil ‘alamin menjadi robbil ngalamin…..

” gimana mau khusu’ dan diterima sholatnya wong bacanya aja udah keliru, apakah tidak salah gurunya menyuruhnya sowan kepadanya ” gumam pemuda ini dlm hati..

Setelah salam dan melakukan wirid seperti biasa pada umumnya wali paidi ini melanjutkan dg sholat sunnah dan sehabis sholat sunnah wali paidi ini keluar dari langgar dan duduk2 diteras sambil merokok…
pemuda ini menghadap kepada wali paidi

” assalamu’aaikum…” salam pemuda ini.

” wa ngalaikum salam…” jawab wali paidi sambil tersenyum.

Setelah menyampaikan salam gurunya kepada kiai paidi, pemuda ini menceritakan maksud kedatangannya dan menceritakan hal2 aneh yg dialaminya kpd wali paidi.

” hmm…saya jg heran, kok km sampai bisa seperti itu yah…mengalami hal2 yg menakjubkan padahal sholat kamu tadi aja masih sibuk ngurusi tajwid daripada ingat kepada Allah…” kata wali paidi kepada pemuda ini.

Seketika pucatlah wajah pemuda ini, dan dalam hati pemuda ini berkata :
” masya Allah…ternyata gurunya tidak salah mengenai kiai muda ini”
pemuda ini semakin menundukkan kepalanya dihadapan wali paidi ini…

Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara wali paidi yg menghisap rokoknya,
“monggo kopine kang, dan ini rokoknya “wali paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya
“iya terimakasih…” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya.

“gimana khabarnya mas kiai mursyid “ tanya wali paidi

“alhamdulillah baik-baik saja “jawab pemuda ini.

“nanti sehabis sholat isya’ kamu dzikir aja di musholla sini, kalau nanti kamu tiba2 berada di tempat yg asing , kamu baca la haula wala quwwata illa billah 3x “pesan wali paidi.

“iya , mas paidi “jawab pemuda ini
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, menunjukkan kalau waktu sholat isya’ telah tiba, tampak 3 orang yg tadi sholat magrib telah datang, setelah berwudlu mereka bertiga masuk ke musholla menunggu wali paidi.

Wali paidi berdiri masuk ke dalam musholla dan mempersilahkan pemuda thoriqot ini untuk ngimami sholat isya’, tapi pemuda ini tidak mau,Wali paidi akhirnya maju dan dimulailah sholat isya’ berjamaah.
Pemuda thorqot ini sholat tepat dibelakang wali paidi, jadi pemuda ini dapat mendengar dg jelas suara wali paidi, tapi pemuda ini tidak mau mengulangi kesalahnnya diwaktu sholat magrib tadi, sambil membaca fatihah pemuda ini mulai mengajak hatinya berdzikir Allah…Allah…Allah…

Pemuda ini mulai merasakan ketenangan dalam sholatnya, suara hiruk pikuk disekitar musholla mulai hilang, suasana menjadi hening yg terdengar hanya suara wali paidi dan suara hatinya yg berdzikir, lama kelamaan suara wali paidi yg tadinya cemplang dan terdengar tidak bertajwid , berubah menjadi sangat merdu dan sangat fasih, suara dan bacaan wali paidi bagaikan suara dan bacaan imam masjidil haram.
Setelah mendengar salam barulah pemuda ini seakan tersadar kembali lagi kedunia.
Setelah membaca wirid seperti pada umumnya wali paidi mundur, melaksanakan sholat sunnah dua rokaat, setelah sholat wali paidi mendekati pemuda thoriqot ini
“sampeyan disini aja , dan mulailah berdzikir seperti yg sampeyan lakukan “kata wali paidi

“iya mas paidi “jawab pemuda ini singkat

“ingat pesan saya tadi “kata wali paidi lagi

Pemuda ini menggangguk, setelah ke tiga orang yg ikut jamaah tadi keluar, wali paidi berdiri mematikan lampu musholla dan ikut keluar.
Tinggallah pemuda ini sendirian didalam musholla.
Pemuda thoriqot ini lalu duduk bersila, dan memulai membaca fatihah, tawasul kepada kanjeng nabi muhammad dan diteruskan tawasul kepada guru2nya, setelahnya barulah pemuda ini mulai membaca wirid yg selama ini selalu istiqomah ia baca, lama kelamaan suasana mulai berubah, angin yg tadinya menghembus sepoi2 berubah menjadi kencang, benda-benda yg berada didalam musholla mulai hilang satu persatu, bahkan dirinya juga terasa ikut hilang, beriringan dg hilangnya tubuh pemuda ini, tampak di pengimaman ada cahaya putih yg kecil, hanya cahaya ini yg tampak karena semuanya telah hilang dalam pandangan mata pemuda ini, dan dg sayup2 mulailah terdengar suara orang yg berlalu-lanang membaca ta’bir dan tahmid, cahaya yg tadinya kecil mulai membesar dan teranglah seluruhnya, dan tampaklah dg jelas didepan pemuda ini bangunan segi empat yg tertutup kain hitam yg disekelilingnya terlihat banyak orang yg berjalan mengitarinya. masya Allah ternyata pemuda ini telah berada di makkah , didalam masjidil haram.
Pemuda ini membathin, benarkah aku ini sekarang berada dimasijid haram, timbul keraguan didalam hati pemuda ini, dengan perlahan dia meletakkan tangannya di atas marmer masjid, ada sesuatu yg hangat yg mengalir ketangannya,
“ini marmer sungguhan “bathin pemuda ini lagi.
Lalu pemuda ini berdiri melihat lalu lalang orang2 yg sedang berthowaf, ratusan ribu orang berjubel jadi satu dg pakaian putih saling bersahutan memuji Allah, pemuda ini lalu teringat dg pesan wali paidi, kemudian duduklah pemuda ini dan mulai membaca
“la haula wala quwwata illa billah”

ketika bacaannya sampai ke bacaan yg ke tiga, datanglah angin yg sangat kencang, bumi makkah serasa bergoncang, seakan kena gempa, dan tampa bisa dicegah tubuh pemuda thoriqot ini terguling guling, suasana menjadi gelap, tubuhnya baru terhenti ketika menabrak sesuatu.
Berangsur angsur suasana menjadi tenang kembali, pemuda ini mulai membuka matanya. betapa kaget dirinya, ternyata dia sekarang berada diatas tumpukkan sampah, tempat yg tadinya dikira masjidil haram ternyata Tempat Pembuangan Sampah…..

Bersambung…..

sumber copas : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769666483251766:0

Hakekat Menjalankan Sunnah Nabi saw

Seringkali kita mendengar kalimat sunnah Nabi Muhammad SAW diucapkan di lidah akan tetapi bagaimana yang sesungguhnya menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Ada orang-orang yang hidup bersama Nabi Muhammad akan tetapi tidak ada Nilainya dihadapan Allah dan Rasulullah SAW, mereka adalah orang-orang munafiq. Bahkan banyak cerita yang dihadirkan oleh Rasulullah tentang sekelompok orang yang menjalankan sunnah Nabi, dia ahli alquran, gemar berinfaq akan tetapi di sebut oleh Allah sebagai “pendusta”. Bagaimana orang yang menjalankan Sunnah Nabi disebut sebagai pendusta? Bukankah mempelajari alquran adalah perintah Rasulullah SAW? Bukankah berinfaq adalah ajaran Rasulullah SAW.

Ada yang tertinggal bagi orang-orang yang disebut pendusta oleh Allah di saat melaksanakan Sunnah Nabi SAW. Yang mereka lakukan dari sunnah Nabi hanyalah sunnah dhohir, dan sunnah dhohir bisa dilakukan oleh orang yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang tidak tulus. Sunnah dhohir adalah mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tanpa dibarengi ruh mengikuti Nabi Muhammad SAW. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad SAW belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad SAW pasti akan patuh dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.

Dan kitapun harus sesering mungkin mencermati hati kita disaat jasad kita meniru Nabi Muhammad SAW, agar ada makna sunnah Nabi dalam gerak dan langkah kita dalam mengikuti Nabi Muhammad SAW. Jangan-jangan kita adalah orang yang disaat mengikuti Nabi Muhammad SAW akan tetapi hati kita lalai sama sekali akan kehadiran Nabi Muhammad SAW dihati kita. Barangkali kita adalah orang yang disaat menjalankan sunnah Nabi SAW yang kita ingat adalah kalimat yang terangkai di sebuah buku hadits. Mungkin kita adalah orang yang disaat jasad kita menjalankan sunnah Nabi akan tetapi yang hadir di hati kita adalah kalimat–kalimat yang kita dengar dari guru kita.

Menjalankan sunnah Nabi adalah makna yang dirasa oleh hati disaat jasad ini menjalankan sunnah Nabi. Hati yang merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW disaat menjalankan Sunnah Nabi adalah hatinya orang yang benar-benar menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh marilah kita lihat diri kita sendiri, apa yang ada di hati kita disaat kita meminum air dengan tangan kanan kita. Apakah kita menyadari disaat kita mengangkat gelas dengan tangan kanan kita lalu kita hadirkan di hati kita Rasulullah SAW yang lagi meminum dengan tangan kanan beliau sebagi tanda sambung hati kita dengan hakekat Sunnah Nabi. Atau kita disaat itu sama sekali tidak merasakan kehadiran Nabi Muhammad SAW melakukan hal yang demikian itu karena memang kita adalah orang yang hanya mengerti sunnah dhohir yang belum pernah merasakan indah dan hakekat sunnah batini.
Wallahu  a’lam bissawab

sumber : http://buyayahya.org/oase-iman/oase-iman-hakikat-menjalankan-sunnah-nabi-muhammad-saw.html

Wali Paidi bag 3

copas dari Group FB santrionline cerita fiktif tentang perjalanan seorang wali dari Indonesia, semoga menghibur sekaligus dapat mengambil ibarot yang bagus,

WALI PAIDI bag 3

Setelah beberapa hari di indonesia wali paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di gunung arjuna sesuai perintah sang sulthonul aulia…

wali paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung arjuna
Ber pres2 rokok sudah disiapkan mulai dji sam soe, gudang garam dan djarum sudah lengkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawanya.
Setelah sampai di kaki gunung arjuna wali paidi mulai mendaki mencari gua yg di maksud oleh sang sulthonul Aulia, pada hari yg ketujuh sejak pendakian wali paidi akhirnya menemukan gua tersebut.
Gua itu mulutnya kecil tertutup ilalang tp dalamnya luas , dipojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yg menyerupai meja yg kemungkinan oleh yg punya gua ini dulu dipakai untuk sholat.
Wali paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yg mirip meja tsb, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu.
ketika mandi hati wali paidi ini dg sendirinya berzikir dg cepat dan otomatis, pengetahuan ruhani wali paidi semakin bertambah, hatinya berbunga2 tanpa dpt ia cegah, nur bashirohnya semakin terang benderang. setelah berwudlu wali paidi ini melakukan sholat di atas batu yg mirip meja itu, beratus ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan wali paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok.
Wali paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok.
Panci sudah di keluarkan dan rokok dji sam soe reefil sudah di siapkan, tapi alangkah kagetnya wali paidi ini ketika mencari korek tidak ada, ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap aja korek tidak ditemukan.

” wadoh ciloko iki,” wali paidi bergumam sendiri.

Dia melihat kopi satu blek yg aromanya begitu harum dan berpre pres rokok berbagai merk tergeletak disamping kopi.

” wes..wes..muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa..” kata wali paidi mulai kesal.

Satu dua hari dilalui wali paidi ini tanpa kopi dan rokok dan pada hari yg ketiga wali paidi mulai tidak tahan, hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yg terkulai tak berguna..
Wali paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca asyfa’ 3x wali paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr… ..!!

Seluruh alam jin dan makhlus halus lainnya tampak sangat jelas terlihat wali paidi. segerombolan jin diluar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, wali paidi mendatangi bangsa jin yg terdekat dg gua tsb, gerombolan jin yg melihat wali paidi datang, tampak ketakutan.

” ada yg pny korek api?” tanya wali paidi kpd bangsa jin

”kami gak punya” jawab mereka.

Wali paidi lansung mengobrak abrik tempat para jin tsb, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yg terluka.
Selanjutnya Setiap tempat yg ada jinnya didatangi oleh wali paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak pny korek api maka wali paidi ini lansung mengobrak abrik tempat tersebut.
Gemparlah seluruh bangsa jin digunung arjuna melihat sepak terjang wali paidi ini, seluruh desa dan kota dari kerajaan jin digunung arjuna ini telah di obrak abrik oleh wali paidi. Nama wali paidi menjadi terkenal menjadi momok yg menakutkan dikalangan bangsa jin.
Dan akhirnya tibalah wali paidi ini dipusat kerajaan bangsa jin, ketika sampai di gerbang kerajaan wali paidi disambut oleh 2 prajurit yg memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut wali paidi dan mengantarkan kepadanya.
Tampak wajah2 yg ketakutan di wajah prajurit jin ini melihat wali paidi.
Dg suara tergagap – gagap prajurit ini mempersilahkan kpd wali paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka.
Dalam istana raja jin yg bernama Ismoyo ini sudah menunggu kedatangan wali paidi. Setelah wali paidi masuk istana, raja ismoyo ini lansung turun dari singgasananya menyambut lansung wali paidi dan mempersilahkan wali paidi untuk duduk di sampingnya.
Dengan agak takut raja ismoyo ini bertanya:

” hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba, tuan telah mengobrak abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yg sanggup melawan tuan, apakah gerangan yg tuan cari , sehingga tuan murka begini, mungkin hamba bisa membantu,”

Wali paidi menjawab :” aku mencari korek, apakah anda punya,”

Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dg erat bersiap kalau2 ada hal2 yg tdk di inginkan.

keringat yg berbau kemenyan keluar dr pori2para prajurit raja jin, yakni raja ismoyo, suasana tegang masih sngt terasa.
saking tegangnya ada perajurit yg terkencing2 di celana…hehehe

” tuan wali, buat apakah korek tsb kalau hamba boleh tahu ” tanya raja ismoyo

” buat menyalakan ini dan membuat ini ” jawab wali paidi sambil menunjukkan rokok dan kopinya.

” hanya untuk itu ..?” tanya raja ismoyo heran

” ya ..hanya untuk ini ” jawab wali paidi singkat.

raja ismoyo membathin dalam hati, wali ini aneh, masak hanya gara2 pingin ngerokok dan ngopi aja dia telah menghacurkan kerajaanku, dasar wali semprul….!

” eeitt…namaku paidi bkn semprul ” sahut wali paidi.

” ah..maaf tuan, ternyata tuan bisa membaca isi hati hamba ” raja ismoyo mulai takut dan heran.

” trus..gimana sampeyan pny korek apa tidak ” tanya wali paidi lagi.

” kalau hanya untuk menyalakan itu, pakai ini aja tuan ” jawab raja ismoyo sambil menjulurkan jari telunjuknya yg tiba2 bisa mengeluarkan api.

” masya Allah…kalian kan mmg terbuat dari api, maaf baru ingat hehehe ” jawab wali paidi sambil cengengesan.

wali paidi mendekati raja ismoyo, mengeluarkan sebatang rokok dji sam soe refillnya dan mulai menghisap rokoknya.

” hu…Allah…hu…Allah..” begitulah yg terdengar ktk wali paidi merokok.

selanjutnya raja ismoyo memanggil panglimanya dan berkata kepadanya :

” buat kan kopi buat tuan wali ini ” perintah raja ismoyo sambil mengambil kopi dari wali paidi dan menyerahkan kpd panglimanya.

“jangan manis manis..ya..” wali paidi berpesan.

kerajaan raja ismoyo ini yg terkenal angker dan ditakuti bangsa jin dan manusia sekarang berubah bagaikan warung kopi pinggir jalan gara2 wali paidi.

” sampeyan tdk merokok…” tanya wali paidi.

” tidak..” jawab sang raja

” apakah sampeyan jin muhammadiyyah ?” tanya wali paidi lagi

” saya tidak mengerti maksud tuan ” jawab raja ismoyo heran

” maaf, agama sampeyan apa ” tanya wali paidi

” saya tidak beragama ” jawab raja ismoyo

” oh..begitu..” gumam wali paidi
keduanya lalu terdiam agak lama

” maaf tuan, wirid apa yg tuan baca, sehingga tuan tidak bisa dikalahkan oleh para prajurit saya” tanya raja ismoyo penasaran

” hizb dan sholawat ” jawab wali paidi

” maukah tuan mengajarkan kepada saya ?” pinta raja ismoyo.

” ya…boleh, tp sampeyan harus masuk islam dulu ” jawab wali paidi

lalu raja ismoyo memanggil panglimanya, memerintahkan kepadanya untuk mengumpulkan seluruh rakyat dan semua prajuritnya, dalam sekejab balai agung istana ramai dipenuhi prajurit dan rakyat, bahkan sampai meluber keluar istana, selanjutnya raja ismoyo bersimpuh dikaki wali paidi diikuti seluruh rakyatnya

” kami dg suka rela siap masuk islam, mengikuti agama tuan ” kata raja ismoyo kpd wali paidi

” baiklah….ikuti apa yg aku ucapkan…” kata wali paidi

Dengan suara yg sangat berwibawa wali paidi mengucapkan dua kalimat syahadat diikuti seluruh bangsa jin kerajaan raja ismoyo. ucapan syahadat para bangsa jin ini menggema keseluruh gunung arjuna bahkan seluruh hewan digunung arjuna berhenti sejenak. tidak ada yg bersuara mendengarkan ucapan syahadat ni
setelah mengucapkan dua kalimat syahadat wali paidi mengajarkan pd mereka apa itu islam dan menjabarkan arti iman secara singkat.
selanjutnya wali paidi tinggal diistana raja ismoyo guna mengajari mereka cara sholat, cara ber dzikir dan lain sebagainya.

setelah beberapa minggu tinggal diistana, wali paidi akhirnya mohon pamit kepada raja ismoyo

” kami masih butuh pencerahan dari tuan, sudilah kiranya tuan tetap disini beberapa hari lagi ” pinta raja ismoyo kepada wali paidi

” jangan kuatir, kelak aku akan datang lagi kemari ” kata wali paidi
dan dengan tersenyum wali paidi mendekati raja ismoyo dan memegang dada raja ismoyo, sambil berkata :

“ajaklah hatimu untuk dzikir terus menerus, ucapkan Allah…Allah….secara berkesinambungan, dalam keadaan apapun teruslah berdzikir, dan berusahalah selalu dlm keadaan punya wudlu, andai Allah mencabut nyawamu, km dlm keadaan suci…”

” terima kasih tuan, pesan tuan akan kami laksanakan..” jawab raja ismoyo dg ta’dzim.

” kalo hatimu sudah bs berdzikir, maka Allah sendiri yg akan membibingmu…” kata wali paidi

” apakah kami akan menjadi wali kalau hati kami sdh bisa berdzikir sendiri ” tanya raja ismoyo

“ha..ha…ha….jangan sekali2 pny niat pingin menjadi wali, krn keinginan itu termasuk nafsu, berdzikirlah krn Allah jgn ada niatan yg lain” jelas wali paidi.

setelah menghisap rokoknya wali paidi berkata lagi:

” Allah menjadikan manusia pemimpin dimuka bumi ini, dan mengangkat para walinya dari kalangan manusia ” jelas wali paidi lagi

” oh begitu… kalau Allah menghendaki begitu kami sangat ridlo dg keputusan Allah tsb,” jawab raja ismoyo maggut2

” kalau boleh tahu tuan ini wali yg bagaimana? ” tanya raja ismoyo selanjutnya

” hmm…aku adalah wali abdal, wali pengganti,kalo istilah dalam sepak bola sebagai pemain cadangan, wali tingkat rendah,aku dulu hny seorang abdi seorang kiai, tugasku hny menyiapkan rokok dan kopi, setelah kiai saya meninggal akulah yg dipilih Allah sebagai gantinya” terang wali paidi

” jadi wali itu jumlahnya tetap sama dr dulu sampai skrng ?” tanya raja ismoyo dg bersemangat

” iya, jumlahnya wali diseluruh dunia tetap sama, krn setiap yg meninggal pasti ada gantinya, biarpun km tidak ada hak untuk menjadi wali km hrs tetap semangat, krn dimata Allah derajad seseorang itu dilihat dr ketaqwaannya, wali itu hanya title yg diberikan Allah buat para wakil2nya dimuka bumi, guna untuk mengatur dan menata manusia dan wali dipilih dari pr hamba yg dikehendakiNya, bukan krn ibadahnya bukan krn dzikirnya tapi krn kehendak Allah.
Jadi salah besar kalau ada orang yg pingin atau mempunyai cita2 menjadi wali…” jawab wali paidi

” terimakasih tuan…mudah2an apa yg tuan ajarkan kepada kami menjadi ilmu yg manfaat” ucap raja ismoyo.

akhirnya wali paidi pamit dan mennggalkan gunung arjuna diiringi raja ismoyo dan seluruh rakyatnya….
setelah wali paidi sudah tidak tampak raja ismoyo dg suara yg lantang berkata kepada rakyatnya

” rakyatku semuanya….nanti atau kapanpun, kalau ada orang yg ke gunung arjuna ini berbekal rokok dan kopi, jgn sampai di ganggu, jagalah mereka sampai mereka meninggalkan gunung arjuna ini, demi menghormati guru kita wali paidi ”

” titah paduka akan kami laksanakan… ” jawab mereka serempa.

Bersambung…

copas dari : https://www.facebook.com/santrionlinenet/photos/a.1725550704330011.1073741828.1722700387948376/1769638553254559/?type=3&theater

Wali Paidi 2

meneruskan copas tentang cerita paidi dari group FB, santrionline ……

WALI PAIDI bag 2 ( dua )

Wali paidi membuka matanya kembali, dan betapa kagetnya wali paidi ketika membuka matanya tampak disekelilingnya banyak orang berlarian dg memakai baju gamis selutut dg memakai surban, tampak ditangan mereka senjata AK 47, terdengar suara bising peluru berseliweran…

“aduh..kesasar lagi aku ini, tadi kesasar kekutub selatan , sekarang kesasar lagi ke afghanistan, wes-wes kok gak kesasar ke hollywood saja…”

Wali paidi mengamati salah satu pasukan yg semuanya berjenggot panjang, wali paidi tersenyum sendiri melihat jenggot mereka, memang dinegara yg dikuasai taliban ini bukan operasi helm yg dilakukan disana tapi operasi jenggot, kalau ada laki-laki yg tidak berjenggot maka kena tilang.

Wali paidi berdiri berjalan mencari ketempat yg sepi. wali paidi tidak suka dg peperangan, wali paidi memutuskan untuk langsung pergi saja, setelah menemukan tempat yang sepi wali paidi mulai merapal do’a-do’a ilmu melipat buminya lagi.

Angin sepoi-sepoi menerpa wajah wali paidi, wali paidi membathin mudah-mudahan tidak kesasar lagi. wali paidi membuka matanya perlahan-lahan tampak didepannya rumah yg terbuat dari kayu, persis rumah para transmigrasi diluar pulau jawa, tidak lama kemudian keluarlah seorang tua berpeci putih dg baju taqwa dan bersarung melambaikan tangannya memanggil wali paidi. wali paidi teringat dg orang tua ini, beliau adalah habib ali alhabsyi pahat malaysia, yg kemarin juga ikut pertemuan di makkah.

“masya Allah ternyata aku masih kesasar lagi “ bathin wali paidi.
Wali paidi melangkahkan kakinya mendekati habib ali alhabsyi, wali paidi teringat beberapa tahun yg lalu ketika sayyid maliki dari makkah mau berkunjung ke ndalemnya habib ali ini, di dalam perjalanan sayyid maliki ini tiba-tiba merasakan kangen yg amat sangat terhadap datuknya baginda Nabi Muhammad.
Setelah sampai didepan ndalem habib ali , habib ali hanya menyuruh masuk sayyid maliki, sedang rombongan yg lain disuruh menunggu diluar, beberapa menit kemudian sayyid maliki keluar dg beruraikan air mata, sayyid maliki menangis tersedu-sedu :
“sudah terobati kangenku…”ucap sayyid maliki dg masih menangis.

Ternyata ketika sayyid maliki masuk ke ndalemnya habib ali, sayyid maliki dipertemukan oleh habib ali dengan baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam, subhanallah…..

“mari masuk nak, jangan melamun saja “ucap habib ali

“inggih mbah…” jawab wali paidi, lalu melangkah mendekati habib ali.
Setelah mencium tangan beliau, wali paidi masuk ke ndalem

“ kamu memang gak bakat dg ilmu melipat bumi itu nak paidi, jadi nanti gak usah dicoba lagi, kamu naik pesawat saja dari sini ke indonesia “ kata habib ali

“ inggih mbah “ jawab wali paidi

“siapa tahu nanti ketika kamu naik pesawat, kamu bertemu dg Mulan Jameela yg kamu gandrungi itu ” goda habib ali

“hahaha….”wali paidi hanya bisa tertawa mendengar godaan habib ali ini.

Setelah makan bersama, wali paidi pamit pulang, habib ali menepuk-nepuk pundak wali paidi mengantarkannya keluar dari ndalem.

“ingat perintah sang sultan nak paidi, setelah sampai ke rumah segeralah ke gunung arjuna untuk kholwat disana..”

“inggih mbah “ jawab wali paidi

Setelah mencium tangan habib ali, wali paidi beranjak pergi ke bandara , naik pesawat pulang ke indonesia.

Bersambung ke kisah selanjutnya, wali Paidi di gunung arjuna…

sumber copas : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769625633255851

Memperpanjang SIM di layanan keliling

Selasa minggu yang lalu, diwaktu istirahat menyelakan diri untuk memperpanjang izin SIM,  Sharing saja, barangkali ada yang membutuhkan

DI Surabaya, sebelumnya saya cari info dulu di http://halopolisi.com/tag/sim-keliling/ dimana posisi mobil layanan SIM keliling sedang standby.

waktu itu disebutkan terdapat 2 tempat layanan, di taman Bungkul dan Terminal Bratang. Pilihan jatuh pada terminal Bratang yang terbilang lebih dekat ….

Di sana, disambut, tukang parkir, hehehe …. kemudian

langsung menuju jendela lubang samping mobil, untuk pendaftaran. Syarat :

1. Fotokopi SIM dan KTP (bila tidak membawa fotocopy maka terkenan denda Rp. 2000

2. Membayar biaya perpanjangan, Rp. 100.000 dan Rp. 30.000 untuk ansuransinya

Setelah membayar maka akan diberikan formulir untuk diisi. Formulir kemudian saya isi, ada juga “teman senasib” yang menyarankan, minta tolong saja kepada orang lain untuk mengisi hanya dengan Rp. 5000, tetapi karena ingin mendapat pengalaman sendiri, maka saya coba isi saja, mudah kok ngisinya, dengan pedoman KTP dan SIM serta biodata pelengkap lain. diisi semua, formulir, keterangan dokter dan ansuransinya, ditandatangani semua.

kemudian dikembalikan kepada petugas untuk antri dipanggil foto.

Setelah dipanggil, naik ke Mobil untuk foto, cek biodata sebelum di cetak, tanda tangan dan cap jari. jreng ……. SIM sudah selesai.

Proses keseluruhan, sekitar 1/2 jam saja. Alhamdulillah

setelah keluar, ada juga jasa pelapisn kartu (pemasangan anti gores …. mirip HP saja )agar tidak mudah luntur, harga Rp. 5000. itu sih tambahan saja, nggak juga gk papa …

 

 

melihat

ketika aku mulai melihat dan mengamati sekeliling

aku mulai menyadari dan melihat bahwa setiap orang punya peran masing-masing

ibarat melihat film (bukan dari sudut pandang pemain, melainkan sebagai pemirsa), keelokan film akan terlihat, semua hal telihat saling melengkapi

aku takjub dengan semuanya, semuanya begitu berjasa dalam lingkaran kehidupan

tidak ada yang tidak bermanfaat, tidak ada yang sia-sia, mereka dengan kebaikan mereka

banyak diantara mereka mungkin tidak menyadari kebaikan dirinya, aku salut, mereka memberikan manfaat bagi yang lain

Mungkin ada sebagian yang merasa terganggu oleh mereka, tetapi apabila diselidiki, ia memberikan guna bagi yang lainnya,

memang tidak ada yang sempurna, tetapi yang mengagumkan adalah kelemahan mereka berguna bagi orang lain, ada juga ditutupi yang lain, kelemahan yang satu memicu kelebihan yang lain dan menjadi inisiator orang lain untuk memunculkan kelebihan terhadap dirinya,

jadi secara keseluruhan, terjadi suatu dinamika yang indah, mereka semua luar biasa, mereka memiliki andil untuk keluarga mereka, masyarakat mereka, semuanya, mereka mendapat peran mereka

tapi kemudian aku mencoba melihat diri, dulu ada hal-hal yang ku banggakan, eh setelah aku amati lebih seksama, rasanya nyesek, “APA GUNAKU?”

selalu bertanya dan bertanya, sebernarnya apa gunaku? semua prilaku, fikiran dan segalanya, berisi hanya kesalahan, apa manfaatku? aku benar-benar tidak bermanfaat, aku malu pada semua, aku malu pada diriku,

mungkin yang dapat ku lakukan hanyalah berdoa, bagi mereka semua yang sebenar-benar bermanfaat, semoga Allah Allah melimpahkan pahala berlimpah untuk mereka

terselip juga doa, “ya Allah, janganlah sekelilingku, mereka semua terimbas oleh ketidakbergunaanku, terimbas keburukanku” aku juga berdoa “aku ingin bersama mereka, mereka penuh kebaikan, aku ingin meniru mereka, bagaimana aku berguna, berharap barokah dari mereka”

 

Wali paidi 1

Dari Salah Satu Group di FB ada cerita yang menarik dan ingin saya bagi, https://www.facebook.com/santrionlinenet/?pnref=story , cerita fiktif mengenai seorang Wali bernama paidi, monggo di simak cerita copas ini……..

WALI PAIDI bag 1 ( satu )

Setiap tgl 10 arofah ada perkumpulan 40 wali diatas gunung di daerah makkah, 40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah makkah ini ( maaf tempat dirahasiakan) yg datang ada yg terbang, ada yg naik sajadah sprti aladin, ada yg muncul dr bumi, ada yg naik burung, ada yg cling tahu2 sdh di tempat.

acara tahunan ini ( semacam reuni ) di pimpin lansung oleh king of the king sulthonul aulia ( gak pake pohan ) rajanya pr wali yg setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini.
diatas bukit mulai terdengar dentuman2 lantunan dzikir yg terpancar dari hati mereka, diatas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini dg hembusan angin yg sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil ( alhamdulillah malaikat e iki yo NU ).
Tampak di kejauhan di bawah bukit ada orang yg tdk terlalu tua tampak tertatih2 dan sngt kesulitan mencoba menaiki bukit, berbeda dg wali2 yg datang sebelumnya, seorang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit
dg tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yg terjal dan berliku, kadang dia berhenti sebentar tuk mengatur pernafasannya lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi.
Setelah sampai dipuncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersenggal2 kecapekan, pakaiannya biasa, jubah putih yg agak kecoklatan agak kotor.
Walaupun kelelahan wajahnya selalu tersenyum dari wajahnya bisa dikatakan orang ini gak gampang meremehkan orang lain, tawadu dan sopan…

Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini, suasana tiba2 hening, satu persatu pr wali menyalami orang ini dg penuh hormat dan takdzim…
” ahlan wa sahlan ya habiballah ya sulthanul aulia…” ucap mereka
Eh…ternyata orang yg tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali, keramatnya dan kesaktiannya se akan tidak ada sama sekali….

” tolong panggilkan paidi arek indonesia itu suruh kesini…” ucap sang sultonul aulia kpd pr wali.
Disela2 kerumunan para wali muncullah seorang pemuda dg jas layaknya tentara dan peci hitam yg agak tinggi, dari wajahnya terlihat kalo paidi ini pemuda yg kocak, dg wajah cengar cengir pemuda ini mendekati sang sultan aulia dan mencium tangannya.
setelah wali paidi ini menghadap, sang sulthon ini berkata kpdnya
” di..paidi sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..”

hehehe…ternyata wali yg kemana2 bawa rokok dan kopi hanya wali dari indonesia..

Sehabis dari pertemuan dimakkah, wali paidi kembali lagi keindonesia.
Wali paidi pingin mencoba ilmu yang baru saja didapat dari temannya wali dari india, Naseer Khan yaitu ilmu melipat bumi.
Teman wali paidi ini memang terkenal sakti, seluruh biksu di india tidak dapat menandingi kesaktiannya, bahkan biksu dari tibet banyak yang masuk islam, setelah kalah bertarung dengan naseer khan ini.
Ketika berangkat kemakkah wali paidi “nunut” temannya dari india ini, wali paidi hanya disuruh menggandeng tangannya lalu tiba-tiba saja cling wali paidi dan temannya naseer khan sudah berada dimakkah diatas bukit tempat pertemuan.
Dan karena kasihan wali naseer khan ini meng ijazahkan ilmu melipat bumi kepada wali paidi, supaya diacara pertemuan-pertemuan yang akan datang wali paidi tidak repot mencari tunutan lagi.

Wali paidi memejamkan matanya dan mulutnya mulai berkomat kamit membaca doa-doa khusus, tiba – tiba tubuh wali paidi terasa dingin, bumi yang didudukinya terasa seperti es.
Wali paidi membuka matanya tampak didepannya bukit yg tertutup es, dia melihat kebawah, bumi yg didudukinya juga terbuat dari es.

“dimanakah aku ini “ bathin wali paidi
Wali paidi berdiri, melihat sekelilingnya, semuanya tampak putih tertutup salju. wali paidi berjalan mengitari tempat yg belum pernah dilihat selama hidupnya, sepi tiada orang sama sekali. Lamat lamat wali paidi mendengar ada orang yg bersenandung membaca sholawat, wali paidi dengan langkah perlahan lahan mengikuti asal suara senandung sholawat tersebut, dan tampaklah didepannya beruang besar putih, membungkuk ditepi sungai mencari makanan ikan segar
Masya Allah ternyata yg bersenandung itu bukan manusia tapi beruang putih ini. Wali paidi berhenti, beruang putih itu menoleh kepada wali paidi dan berkata kepadanya
“assalamu’alaikum “ ucap beruang itu
“wa alaikumussalam “ jawab wali paidi dg perasaan kaget dan heran
“kamu wali paidi ya, aku tadi dapat khabar kalau nanti ada orang yg kesasar kesini, namanya wali paidi, “ucap beruang itu, setelah memakan ikan yg baru didapatnya beruang putih itu melanjutkan berkata lagi
“kamu jangan kuatir memang sudah biasa orang belajar itu tidak bisa lansung menguasai ilmu yan baru didapatnya, cobalah sekali lagi ” kata beruang tersebut lalu pergi meninggalkan wali paidi.
Wali paidi diam seribu bahasa, wali paidi mendongak ke atas melihat posisi matahari, ternyata dia kesasar ke kutub selatan , dan bertemu beruang putih yg bisa bicara.
Setelah sholat sunnah dua rokaat, wali paidi mulai merapal doanya kembali dan cling…….

sumber cerita : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769567253261689:0

dakwah bil qolbi

Setelah posting sensasi energi, permen spiritual, sekarang mengenai dakwah ….
Dakwah adalah mengajak kepada fitrah kita, mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada rahmat Allah, mengajak kepada Rahmat lil ‘Alamin , mengajak ke Rosululloh.

Setelah dipahami bahwa segala aktifitas kita menimbulkan suatu energi/ aura yang bahkan mempengaruhi sekitarnya. Maka dakwah dapat kita klasifikasikan menurut energi tersebut

1.  dahwah secara kaffah, dakwah dimana da’i (orang yang dakwah) hatinya selalu berdzikir (dekat dengan Allah), perkatan dan perbuatannya baik, membaiki orang lain serta mengajak kepada kebaikan, energinya akan sngat dhasyat, karena setiap energi dzikir darinya bersatu padu dan saling menguatkan, akan mempengaruhi orang lain secara luar dalam, menumbuhkan orang-orang yang ikhlas (satunya hati dan perbuatan dalam beribadah).

2. dakwah bil lisan, dakwah dengan berceramah, dengan berbicara kepada orang lain untuk mengajak kepada kebaikan. Dan ini ada kategori, yang hatinya ikut berdakwah (berdzikir) dan ini terbaik, kemudian ada kategori omdo (omong doang, hanya berbicara) dimana tubuh atau mulutnya memancarkan energi “kasar” sehingga menubruk fisik dan pemkiran orang lain hingga penerima dapat mengalami penerimaan (jika cocok dengan pemikirannya) atau penolakan (jika tidak cocok dengannya) tetapi energi hati “yang lebih halus nan lembut” yang tidak dapat ditolak akan selalu diterima oleh hati sang pendengar, hingga lambat laun akan menyebar ke setiap partikelnya dan mempengaruhi mental, adab dan akhlaknya.

3. dakwah bil qolb, dakwah dengan getar hati —- sesungguhnya orang yang beriman adalah yang bergetar hatinya ketika disebut nama Allah —- ini adalah dakwah dasar yang sesungguhnya (sejati), walau kita tidak mengajak orang lain, dengan kita memperbaiki hati kita, maka hati kita akan bergetar dan menimbulkan energi positif yang semakin kuat dan kuat seiring peningkatan kebersihan hati kita dan getaran dzikir hati kita. Energi tersebut akan memancar kesekitar dan memperaruhinya menjadi positif pula, akan terjadi resonansi, ikut bergetarnya hati orang lain karena getaran dzikir hati kita, yang selanjutnya akan mempengaruhi sikap dan perbuatannya. Energi ini akan lebih kuat memancar ke alam sekitar bila kita arahkan, dengan doa-doa kebaikan kita untuk alam sekitar dan sesama. Inilah esensi dari dakwah, selalu membersihkan hati dan brdzikir serta mendoakan kebaikan untuk semuanya.

Allah A’lam

permen spiritual, nikmatnya beribadah

Kebaikan/ibadah/dzikir yang kita lakukan akan menimbulkan suatu energi. Getaran dari dzikir lisan kita akan menimbulkan gelombang yang memindahkan energi, getaran dari gerakan/perbuatan kita juga begitu, bahkan getaran hati kita juga menimbulkan gelombang energi.  Energi yang timbul dan mengalir ini akan menimbulkan sensasi-sensasi energi, dan ini dapat anda baca dipostingan sebelumnya, sensasi energi, pengalaman spiritual

Tentu saja gelombang energi tersebut (kita sebut saja energi dzikir) akan berbeda, berbeda lafadz/kalimat akan menimbulkan frekuensi yang berbeda, antara frekuensi dzkir lisan dan hati tentu saja akan memiliki frekuensi yang berbeda pula. Sehingga bisa dipahami dzikir lisan dapat kita dengar dengan telinga kita, tetapi dzikir hati ini tidak dapat terdengar karena energi dzikir jenis ini lebih halus lagi. Tetapi bagi orang yang sensitif, energi dzikir ini dapat ditrafsirkan hingga menimbulkan sensasi-sensasi energi, seperti ketenangan hati, penglihatan-penglihatan, gerakan, atau lain-lain.
(mohon maaf bila menguraikan/menganalogkan dzikir dengan energi, karena mungkin ini pendekatan yang enak, dan sedang dari sudut ruh, wah ini bagi orang khusus yang saya gak bisa membayangkannya)

Seperti postingan sebelumnya, sensasi-sensasi seperti ini ada yang menganggapnya sebagai “PERMEN SPIRITUAL”, yang ibarat anak kecil, kita akan lebih giat ibadah bila diberi reward permen. Dan seperti saya, permen saja belum mendapatkan, hehehe …. jadi sibuk bayangkan permennyaa….

Apakah “permen spiritual” “sensasi-sensasi energi” seperti itu salah? Karena saya masih tingkat mencari permen, ya tentu saja jawaban saya “hal tersebut OK, bahkan oleh banyak orang, hal ini diperlukan sebagai motivasi ibadah” (berbeda orang yang imannya sangat kuat, yang tetap istiqomah tanpa permen, bahkan tetap istiqomah dengan jamu pahit). Yang menjadi salah, apabila menafsirkannya dengan hawa nafsu kita (dapat terjebak dengan tipu daya nafsu dan setan) sehingga menimbulkan sesuatu yang salah diakhirnya. Maka sangat penting untuk merahasiakan “rasa permen” tersebut dan hanya boleh membicarakan/konsultasi hanya dengan orang yang kompeten dalam hal tersebut.
Salah konsultasi/bercerita dengan orang yang salah, dapat menimbulkan rasa sombong atau salah menafsirkannya hingga tidak mendorong kepada ridlo Allah, malah terjebak dengan was-was atau mengikuti tipudaya nafsu dan setan. Seorang mursyid “guru spiritual” yang memenuhi kualifikasi sangat diperlukan. Beberapa ciri utamanya, perbuatannya sesuai sunnah nabi, rendah hati (memandang orang lain lebih baik dari dirinya), menyayangi semua orang tanpa membedakan status, agama, perilaku dll (karena beliau hanya melihat, semuanya adalah hamba Allah, seperti halnya sifat Rohman Rohimnya Allah).

Btw……. saya pernah terpancing dengan sebuah sponsor minuman kemasan yang katanya “teh dapat mengatasi lemak” setelah beli, kemudian mengamati label komposisinya, ternyata disitu hanya tertulis teh 2%, ada juga yang teh tradisional alami, eh ….. dilihat labelnya tehnya hanya 4%, dan rasa yang lain adalah perisa identik teh dan penguat rasa.

Hehehe ….. mengapa kok cerita teh ? ini dapat dianalogkan dalam pembahasan permen spiritual ini. Sebelumnya saya mengatakan bahwa “permen seperti ini OK” tetapi yang harus diperhatikan adalah …… apakah ini permen “asli alami”? ….. permen yang yang dibuat dari sari buah dan gula asli akan memberkan manfaat, tetapi permen campuran bahan kimia berbahaya, maka akan menimbulkan masalah dibelakang hari, walau awalnya sama manisnya bahkan lebih enak dari pada yang “asli alami”
Bukan hanya permen fisik, permen spiritual dapat dipandang seperti itu juga, karena kurang sensitif kita akan “spiritual sesungguhnya” diakibatkan oleh kerak-kerak hati dan banyak tumpukan persepsi-persepsi yang telah tertanam di alam bawah sadar kita, sehingga kita tidak dapat membedakan antara “permen alami” dengan “permen sintesis”.

Dalam hal dakwah misalnya ….. dakwah adalah mengajak kepada agama (spiritual) dan kebaikan …. dapat saja seorang da’i berbicara penuh dengan Al Qur’an Hadizt, kata-kata kebaikan … dan ini menimbulkan energi di frekuensinya, energi ini yang masuk ke telinga kita kemudian disampaikan ke otak kita untuk diterima dan diolah ….. tapi jangan lupa, gerak hati juga menimbulkan suatu energi difrekuensinya, energi ini akan ditangkap oleh seluruh tubuh kita terutama oleh hati kita yang sensitif dengan energi semisal ….. bagaimana jika antara lisan dan hati tidak singkron? Lisan mengatakan kebaikan tetapi hati penuh keburukan? Maka telinga/otak kita akan menerimanya sebagai kebaikan, tetapi hati kita akan menerima “perkataan” hati si da’i …. maka sangat tepat nasehat “banyak yang hafal Al Qur’an Hadist, tetapi sukanya mengkafirkan orang lain” … banyak orang yang mengakwahkan kebaikan tetapi keburukan justru yang malah merajalela.

Energi yang masuk ke hati/jantung akan berjalan melalui nadi/jalur-jalur energi sehingga menyebar ke selurh tubuh yang akibatnya akan terefleksi kedalam orang tersebut, bahkan energi dari otak dapat terblok olehnya (pernahkan ingin berbuat kebaikan tetapi menunda-nunda atau malah gak jadi? …… alam bawah sadar inilah, energi halus inilah yang lebih mempengaruhi orang daripada alam sadarnya. ….. ungkapan dakwah adalah dari hati hati mungkin sangatlah tepat …. ilmu adalah cahaya dihati …. ilmu adanya dihati, karena dari hati inilah energi ilmu/dzikir akan menyebar  dan mempengaruhi seluruh tubuh.

Kembali kepada permen ….. indra fisik + otak dapat peka akan gelombang energi-energi pada rentang tertentu, kasar-halus, dan energi hatii ini lebih halus lagi, hingga energi yang terpancar dari hati lebih sulit untuk dirasa, sehingga sensasi-sensasi spiritual hati juga lebih sulit terasa oleh kebanyakan orang, …. sehingga adakalanya permen tersebut diberi penguat rasa, sehingga oleh otak lebih mudah merasakan, tetapi dengan ini juga sangat dimungkinkan diberikan zat adiktif-adiktif dengan cita rasa identik agar “permen sintesis” terasa enak dan terasa alami.

Di zaman akhir ini, akan banyak yang berbau islami tetapi tidak islami, bercitarasa spiritual tetapi jauh dari spiritualisme, pengalaman fikiran berlabel pengalaman ruhani …… permen sintesis (banyak zat tak bermanfaat atau bahkan berbahaya) awalnya akan terasa nikmat bahkan membuat ketagihan, tetapi setelah bertahun-tahun, zat-zat ini akan menumpuk dalam tubuh hingga memicu timbulnya penyakit-penyakit yang berbahaya bahkan dapat lebih berbahaya daripada penyakit fisik secara langsung.

Maka akan banyak metode-metode yang mempermainkan fikiran dan perasaan, otak seseorang sehingga menimbulkan sensasi-sensasi “kebenaran” yang dibalik itu semua hanyalah permen-permen sintesis. Ingatkah ceramah atau lagu yang mendayu-dayu hingga kita tertawa senang atau menangis sedih? Gelombang energi kuat oleh sang penceramah atau penyanyi mengalir pada diri kita, bila hal itu bercampur dengan energi hati (yang lebih halus) yang kotor, maka semua akan mempengaruhi kita, sensasi energi/emosi yang telah menguasai kita dapat menutupi sampah/racun energi yang masuk, sehingga kita merasakan sensasi luar biasa dan dipihak lain kita sedang menumpuk energi penyakit (penyakit hati).  Sangat sesuailah nasehat …. telitilah darimana engkau akan mengambil ilmu.
Sungguh luar biasa orang yang hati dan lisannya berdzikir, ia berirama sama, dalam frekuensi kesesuaian, interferensi saling membangun, yang dalam keterangan-keterangan, inilah dzikir yang terbaik, keduanya berdzikir. Tetapi bila tidak dapat maka, dzikir dengan hati lebih baik, dan bila masih belum sanggup, maka paksalah hati untuk berdizikir dengan dzkir lisan dengan keras, agar telinga mendengar tembus ke fikiran dan hati.

….. HOW …… kalau difikir fikir, ni saya posting begini tu karena rasa iri terhadap orang yang telah merasakan sensasi-sensasi spiritual, karena saya belum merasakannya, dan juga untuk menguatkan kesombongan diri memberi alasan untuk memandang rendah orang-orang  yang telah merasakan nikmatnya ibadah. …. astaghfirulloh …. bagaimanapun, semoga ini juga ada manfaatnya bagi yang lain.

—- By The Way ‘’’’’’’’ bolehlah bagi anak kecil seperti saya (dalam hal agama, walau usia dah besar) sesekali membeli makanan instan/permen sintesis, tetapi tidak boleh terlalu sering agar tidak terlalu banyak racun ditubuh hingga tubuh tidak dapat menghilangkannya. Dan harus berusaha mencari permen “asli alami bergisi” dengan jalan apa? Karena juga tidak dapat membedakan mana yang organik dan mana yang kimiawi, maka dengan bersama dengan teman yang dapat membedakannya atau yang mengeti tempat-tempat untuk membelinya, dan atau membeli hanya kepada penjual terpercaya yang menjual permen bergizi untuk kita. …… tombo ati iku …… kumpulono wong kang sholeh.

Note ….. untuk memberi asupan gizi pada anak kecil, maka metode mengemas makanan bergizi menjadi permen atau hal-hal menarik diperlukan agar si anak menyukainya (tapi utamanya adalah asupan gizi tersebut) …… harga permen “organik bergizi” lebih mahal daripada permen “sintesis” ….. maka sangat mungkin dalam membeli permen spiritual “sintesis” ibadah akan terasa lebih enteng dan rajin, tetapi terkadang membeli permen spiritual “bergizi” ibadah terasa berat untuk melaksanakannya dan penuh perjuangan rasanya dalam melaksanakan hal tersebut, maka tetap laksanakan ibadah tersebut dengan istiqomah, belilah permen yang bergizi walau dengan harga yang lebih mahal, karena lebih menyehatkan.

Bagi orang dewasa …. permen mungkin sudah tidak menarik untuknya, kebutuhannya adalah makan makanan sehat bergizi walau hambar rasanya, bahkan bila merasa sakit, jamu pahitpun akan dimunumnya, bahkan operasi yang menyakitkan akan dijalaninya agar sembuh dari penyakitnya. Kita? Permen saja belum kita dapat.
Salam dari fakir, pengemis, pemulung, pencari permen.

sensasi energi, pengalaman spiritual

wejangan kemaren jum’at mengingatkan lagi bagaimana “sensasi spiritual” atau lebih enak dibilang “sensasi energi”

di awali oleh curhat seseorang, bagaimana tentang apa yang dirasakan ketika ikut berdzikir atau keadaan-keadaan tertentu di hati.

saya sih gak ngerti “spritualisme” benar-benar buta akannya …. dihubungkan dengan energi saja biar enak dipahami, karena memang kemaren dianalogkan dengan energi, teima kasihku nara sumber ….

yang selanjutnya diolah sendiri agar lebih enak dipahami.

mungkin sebelumnya bisa search di blog ini mengenai aura, energi, sensitifitas, cos klo gak salah ingat, dah pernah share (copas lebih tepatnya …. hahahaha …… masih plagiat super copas, maklumnya miskin ilmu)

sekilas saja, energi? setiap orang memliki energi untuk beraktifitas, diantaranya adalah gelombang elektromagnetik (aura) (gelombang adalah getaran yang merambat kata fisika, setiap partikel yang ada selalu bergerak hingga terpancar suatu energi darinya, bahkan aktifitas hidup adalah proses peralihan energi, menyerap dan memancarkan)

kalau dihubungkan dengan spiritual, maka dzikir kita, suara kita adalah gelombang dari lidah dan pita suara kita yang bergetar, sehingga suara kita adalah energi (kasar karena dapat kita dengar), tubuh kita juga bergerak mengikuti dzikir kita, ini pun menimbulkan gelombang energi, jatung/hati kitapun bergetar berdzikir, ini juga menimbulkan energi gelombang (halus, karena tidak terdengar/terlihat dll)

gelombang sendiri dapat juga bersifat sebagai partikel (dualisme gelombang), sehingga sangat dimungkinkan gelombang yang terpancar akan menubruk partikel yang lain, mempengaruhi gelombang atau partikel yang berhubungan dengannya.

merasakan aura? coba saling hadapkan telapak tangan, konsentrasi (fokus) untuk meningkakan sensitifitas kita, dengan merasakan “sensasi” apapun yang terasa di telapak tangan, panas, dingin, kesemutan, semilir angin, adanya tekanan tertentu, tak terlihat atau yang lain …… coba gerakkan sangat perlahan mendekat dan menjauh sekitar 10-30 cm (sangat perlahan), insyalloh mudah merasakannya.

sensasi tersebut? adanya gelombang/partikel/energi yang “menyentuh” sistem sensorik kita, sistem saraf akan bereaksi mengirimkan bio-bio listrik ke otak untuk mengolah data yang diterima, kemudian ditafsirkan agar lebih dimengerti. hasil tafsirannya dapat jadi seperti tafsiran pada kulit, sentuhan-sentuhan, pada lidah rasa-rasa, pada mata penglihatan-penglihatan, pada telinga suara-suara dll.

“gila” mungkin dikarenakan adanya konsleting, salah jalan atau overlap pada saraf pengolah, dapat jadi saraf ketawa yang bekerja hingga ia selalu ketawa, rangsangan apapun direspon dengan ketawa dll.

mengapa jin bentuk pocong hanya lazim di indonesia? zombie, vampir dll di luar negeri? mengapa hantunya kok beda-beda tiap negara? kemungkinan besar karena tafsiran rangsangan dari otak, ketika ada “energi tak dikenal” maka ia akan mengadakan pendekatan-pendekatan sesuai ingatan orang tersebut. Jin ->ada hubungan dengan alam ghoib-> alam ghoib dekat dengan kematian-> kematian dekat dengan perawatan mayat -> diindonesia mayat biasa dipocong (maka terlihat mirip pocong), ada yang alam bawah sadar takut monyet berbulu (hingga terlihat sosok berbulu), ada yang pernah melihat kecelakaan dengan mayat sangat berantakan (maka terlihat wajah buruk berantakan), dll atau campuran ingatan-ingatan tersebut, sesuai dengan ingatan “terpendam” kita untuk lebih dapat mengerti energi tersebut.

an sangat mungkin saja, energi yang sama, akan dideteksi (ditafsirkan) berbeda oleh orang yang berbeda, karena sistem saraf berbeda yang mengsekusi dan juga ingatan berbeda yang telah tertanam didalamnya.

mengapa ada yang dapat melihat/merasakan hal-hal tsb dan sebagian tidak? sangat terkait dengan sensitifitas orang, ingatkah kita merasakan masakan pedas, untuk kita biasa saja, tapi menurut orang lain terasa sangat pedas, mengapa? panas-dingin juga begitu, bagaimana dengan energi/pertikel/gelombang yang halus? Sensitifitas orang berbeda dan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik maupun kejiwaaannya.

apakah sensasi yang dirasakan mempengaruhi jenis dan besar energi? telah disebutkan diatas bahwa sensifitas tip orang berbeda, contoh ada sambal dengan 5 cabe rawit, si A merasakan sangat pedas, si B merasakan nikmat dan si C tidak merasakan apa-apa, apakah rasa yang berbeda dari si A, B atau C mempengaruhi jumlah cabe? jumlahnya tetap 5, hanya saja sensasi mereka berbeda-beda. jadi jenis dan besar energi yang sama akan dirasakan berbeda oleh tiap orang.

Tapi sebaliknya, jenis dan besar energi yang berbeda akan menimbulkan sensasi yang berbeda, bahkan dapat memaksa orang yang tidak sensitifpun akan merasakannya. ontoh si A, B dan C tersebut memakan 5 cabe seperti diatas, bagaimana jika dipaksa makan 30 cabe? dapat saja si C  yang awalnya tidak merasakn apa-apa, dengan cabe sigitu juga akan merasa kepedasan juga. untuk si A? bisa jadi pingsan atau malah jadi mati rasa…. Hal ini mungkin juga analog untuk orang yang merasakan energi, dengan energi sgini ada yang sensitif dan ada yang tidak, tetapi ketika energinya diperbesar, maka semua akan dapat merasakan hal tersebut.

apakah energi yang tidak terasa itu tidak kuat? ini juga tidak dapat dibuat patokan, tetapi secara wajarnya memang iya, tapi ….. contoh tersebut diatas bahwa si A dengan cabe 30 dapat saja pingsan atau lidahnya mati rasa hingga tidak terasa apa-apa, pernah minum air yang sangat panas? suara yang dapat kita dengar antara 20-20.000 Hz, sehingga suara dibawah atau diatas frekuensi tersebut tidak dapat kita dengar, cahaya (penglihatan) juga hanya gelombang rana cahaya tampak saja yang dapat kita lihat dengan mata kita. sangat bergantung dari toleransi dari sensitifitas kita, bila energi tersebut lebih kecil atau jauh lebih besar dari toleransi sensitifitas kita, maka kita juga tidak akan dapat merasakan atau menafsirkan juga.

bagaimana menyikapi dengan sensasi energi ini? sensasi-sensasi “metafisik” merupakan persepsi dari otak kita, jadi sangat penting membersihkan persepsipersepsi (ingatan-ingatan terpendam/taksadar) agar memberikan tafsiran yang lebih objektif. Penting juga untuk mengasah kepekaan ini agar lebih banyak memahami hikmah-hikmah yang telah diberikan kepada kita. TAPI HAL YANG PENTING seperti yang disampaikan oleh beliau narasumber “tidak perlu diperhatikan apakah sensasi tersebut bercampur dengan persepsi kotor kita atau objektif seperti apa adanya, yang lebih penting adalah mengembalikan hal tersebut kepada Allah, dipasrahkan ke Allah, di ikhlaskan ke Allah untuk mencari ridlo Allah saja, ridlo ALlah yang terpenting dan yang lain kurang penting”

Ini semua hanya ruang lingkup energi, dalam istilah narasumber sih “jiwa” bagaimana dengan ruhaniyah? “spiritual sejati” Allah yang lebih mengetahui dan orang-orang pilihanNya yang diperitahukanNya.

wal hasil ….

kita harus berusaha menggetarkan pitasuara/lidah untuk berdzikir dengan lisan, menggetarkan tubuh untuk berdizir dengan perbuatan, menggetarkan jantung/hati untuk berdzikir dengan qolb, menggetarkan setiap sel/partikel tubuh dengan kullujasad.

akhir ……

Allah A’lam

 

belajar Ikhlas dari “pup”

jorok emang, mbahas kok bahas BAB/ “pup”, tapi ini terinspirasi oleh diskusi emnegnai ikhlas, dan ada yang melontarkan
“ikhlas itu ibarat pup”
bukan berarti menyamakan ikhlas dengan pup, tetapi apaun itu, kejadian apapun dapat kita ambil hikmah dan pelajarannya.
sehingga tidak salah bila kita mengaji “PUP” Vs Ikhlas

1> tidak makan maka tidak “pup”, karena “pup” adalah mengeluarkan sisa makanan dari makanan yang telah dimakan sbelumnya.
keikhlasan juga bisa seperti itu, amal kita ibarat makanan. jadi bila tanpa amal, bagaimana kita akan ikhlas? sehingga keliru apabila punya prinsip, lebih baik tidak beramal dari pada tidak ikhlas. hal tersebut dapat dibenarkan apabila, kita sudah terlalu banyak amal seperti para ulama dan sholikhin, sehingga kita dapat memilihnya, mana yang ikhlas dan yang mana yang tidak, meninggalkan yang tidak ikhlas dan hanya mengerjakan yang ikhlas. untuk kita? belum pantas kiranya, amal kita begitu sangat sangat kurang, sehingga mungkin pantas menggunakan, dalam hal darurat maka diperbolehkan makan seadanya.

2> makanan sehat mendorong “pup” yang sehat pula. makanan yang kotor “beracun” tidak sehat, akan membuat tubuh sakit, “pup” juga akan bermasalah.
bila sebelumnya, kita harus beramal sebanyak-banyaknya, yang perlu diperhatikan adalah, kita harus beramal yang baik, jangan dulu memikirkan ikhlas atau tidak, cukup berusaha memperbanyak amal yang baik dan meninggalkan amal yang buruk.

3> makanan yang dimakan, masuk ke tubuh melalui mulut, kerongkongan, lambung, usus baru dapat “pup”. ada proses yang terjadi sebelum “pup”
keikhlasan juga seperti itu. hal tersebut bukanlah terjadi bim salabim, melainkan ada proses yang terjadi. Hal ini harus kita sadari bahwa keikhlasan akan tumbuh setelah kita berlatih dan berlatih dalam beramal. jangan pernah meninggalkan amal hanya karena alasan tidak ikhlas, justru beramal terus dan terus, dengan istiqomah dan memperbaiki amal tersebut, hingga suatu saat keikhlasan itu dapat diperoleh.

4> “pup” sehat itu apabila didalam usus besar didukung oleh air yang cukup, serat yang cukup, bakteri baik yang banyak, dan cacing pengganggu yang sedikit.
keikhlasan dapat tercapai dengan baik bila amal kita cukup, niat pendorong untuk beramal juga baik, memiliki teman yang baik dan godaan beramal yang harus dihadapi. pahala yang kita peroleh bergantung pada niat yang terbersit dalam hati (alasan mengapa beramal), bagaimanakah amal tersebut, usaha yang kita laukukan dan berapa kesulitan yang harus kita hadapi untuknya?

5> “pup” terkadang juga tidak tuntas, terasa masih mengganjal. hal ini sudah lebih baik dari pada tidak dapat “pup” sama sekali.
keikhlasan juga bertingkat-tingkat, Ada yang HANYA ALLAH, ada yang mencari akhirat karena Allah atau juga mendapatkan dunia seperti yang diperintahkan Allah dalam meraih akhirat. sudah ada unsur ikhlas itu sudah luar biasa walau dari tingkat terbawah, yang harus diusahakan adalah menigkatkan kadar keikhlasan kita. dengan apa? pup sehat dengan badan yang sehat, makanan sehat dan pola hidup sehat.

6> kegiatan “pup” adalah kegiatan jujur. bila sudah kebelet yang akan “pup”, tidak dapat membohongi diri, misalkan pura-pura pup.
keIkhlasan adalah mengenai kejujuran kita, samanya lahir dan batin. kita bersedekah karena hati kita ingin bersedekah, bukan kita bersedekah karena kita ingin terkenal (misalnya). meraih keihlasan juga dapat kita latih dengan belajar jujur akan kata hati, jujur dalam bertindak, jujur dalam berbicara.

7> bila “pup” apalagi kebelet berat, maka kita tidak akan perduli dengan pikiran orang lain. sebisanya kita mencari toilet, bila tidak tertahan, keluar tak tertahan juga dapat terjadi.
keikhlasan adalah mengenai ketidak perdulian kita atas penilaian orang lain terhadap amal yang kita lakukan. kita hanya melakukan, “dah begitu saja”. awalnya kita berusaha untuk berusaha agar amal kita tidak diketahui orang lain, tetapi bila terpaksa, maka dilihat-orang lain atau tidak juga tidak dapat menahan kita dalam beramal. kita beramal karena Allah (harus), bukan karena prikiran orang lain, bahkan walau dicela sekalipun tidak akan menahan kita.

8> selesai “pup”, kita akan merasa ringan, bahkan sensasi ketika “pup” juga akan lupa, berapa yang telah dikeluarkan juga tidak pernah dihitung.
keikhlasan adalah mengenai lupa akan amal kebaikan kita, mungkin sebelum beramal, banyak hal yang terlintas dalam benak kita, tetapi setelah beramal, kita akan melupakannya, kita tidak ingat berapa amal yang telah kita lakukan, tidak pernah memilih ini dari amal ini atau itu, atau alsan beramal ini atau itu, bahkan lupa bahwa pernah beramal.

9> membicarakan “pup” adalah hal tabu, memikirkanya saja dapat memancing muntah. membicarakan “pup” pada orang yang makan dapat memicu muntah atau menghilangkan nafsu makan.
keikhlasan bukanlah suatu pembahasan, keikhlasan mengenai perbuatan. tidak perlu membahas terlalu dalam, karena dapat saja memicu malas beramal dengan alasan belum dapat ikhlas, mengingat amal-amal yang sebelumnya hingga memuntahkan (membicarakannya) dan terjebak riya’. cukup lakukan amal baik, nikmati prosesnya, pasrahkan kepada Allah dan lupakan, karena Allah maha mengetahui. itulah Ikhlas.

maaf
Allah A’lam

Puasa, Belajar Menahan Hawa Nafsu

Belajar Menahan Hawa Nafsu ♦ Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh

Uraian tentang Sholat, menarik !!!!

Sholat bukan menyembah namun Sholat adalah berdiri menyaksikan diri sendiri yaitu bersaksi diri kita sendiri bahwa Tiada Nyata pada Diri Kita Hanya Allah yaitu Diri Batin ( Muhammad Mustaffa ) dan Diri Dzahir kita itu menanggung Rahasia Allah.

Pengertian SHOLAT HAKIKI ter-urai dalam kalimah ALHAMDU (alif–lam–ha–mim-dal) yang bermaksud SEGALA PUJI MILIK ALLAH.
Inilah perkataan yang mula mula dilafazkan oleh manusia yaitu Nabi Allah Adam AS.

“ALIF” Melambangkan NIAT karena niat itu ialah mendzahirkan DIRI BATIN.
Diri inilah IMAM yang kita ikuti yaitu ULIL AMRI atau pemerintah = pemimpin.

“LAM” Bila telah nyata Diri Batin, maka kita lafazkan TAKBIR RATUL IHRAM.
Maka berawal dari sini bukanlah manusia yang berkehendak tetapi segala-galanya adalah digerakkan oleh Allah.

“HA” Apabila telah nyata Allah menguasai diri kita, maka kita pun rukuk menandakan kita tunduk patuh akan Kebesaran Allah dan siap menerima segala PerintahNya.

“MIM” Maka diri kita mengakui bahwa Dzat Allah itulah Tuhan Sekalian Alam yang meliputi seluruh diri kita mengwujudkan dan menghidupkan kita. Kita pun sujud menandakan rasa syukur kita.

“DAL” Satelah kita tahu Dzat telah meng-karunia-kan kepada diri kita menjadi KhalifahNya dibumi ini, maka kita pun merendah diri atas Karuniah itu (yang tidak dikaruniahkan Allah kepada makhluk lain selain manusia )

.
RINGKASAN ALHAMDU

.
ALIF = Niat
LAM = Berdiri Betul
HA = Ruku’
MIM = Sujud
DAL = Duduk Antara Dua Sujud
.

URAIAN TENTANG NIAT

Usalli, Fardhu, Rakaat, Lillah Hi Ta’ala
Usul Diri Rangka Nyata Allah

Usalli = Kita berniat untuk mengusul asal diri kita
Fardhu = Fardhu ialah Diri Yang Di-usul
Rakaat = Rangka kita ialah Jasad yang di dzahirkan
Lillah Hi Taala = Nyata Allah melalui jasad yang dzahir. Barulah dapat diusul akan Asal Usul Diri.
Maka setelah diusul nyatalah Allah itu Meliputi Diri Dzahir dan Diri Batin.

Diri Dzahir tiada mempunyai daya dan upaya melainkan melakukan Af’al Allah semata-mata. Dengan KESADARAN itu maka Nyatalah Kebesaran Allah dan kita-pun TAKBIR untuk meng-ESA-kan Dzat Tuhan itu meliputi sekalian diri.

.
URAIAN TAKBIRATUL IHRAM

Allah = Sifat Napsiah = 1
Hu = Sifat Salbiah = 5
Akbar = Sifat Maani & Maknuyah = 14

Maka nyatalah ke 20 Sifat-sifat Kebesaran Allah didalam ucapan “ALLAH HU AKBAR”.

.

HAKEKAT SHOLAT :

Artinya berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita.. Hanya diri batin (Allah) dan diri dzahir kita (Muhammad) yang membawa dan menanggung rahasia Allah swt.

Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatihah yaitu :
Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)

Kalimah Alhamdu ini diterima ketika Rasulullah isra’ dan mi’raj.
Mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah swt yaitu Adam AS.

Takkala Roh (diri batin) Adam AS sampai ketahap dada, Adam as pun bersin dan berkata Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah
Apa yang dipuji adalah : Dzat (Allah), Sifat (Muhammad), Asma’(Adam) dan Afa’al (Manusia)

Jadi sholat itu bukan berarti : Menyembah tapi suatu “cara” penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita melainkan diri Allah semata.

Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta..tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah semata.

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 72

“Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal. Fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu”

Artinya :

“Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”
Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :

“Asyhaduanlla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”

.

“Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah semata-mata dengan tubuh dzahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai pada masa yang telah ditentukan.”

Manusia akan berguna disisi Allah jika dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri. Bila manusia dapat mengenal dirinya maka dengan sendirinya ia dapat mengenal Allah.

.

Hadits Qudsi….

“MAN ARAFA NAFSAHU FAKAD ARAFA RABBAHU”
“Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah Tuhannya”

.

Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

Perkataan ini diambil dari asal ketika Roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam as. Kemudian Adam berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Dalam Sholat harus memenuhi 3 syarat :

1. Fiqli (perbuatan)
2. Qauli (bacaan)
1. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu).

sumber : http://pena-tintaku.blogspot.co.id/2016_03_01_archive.html

ngaji dan dzikir, dengan fikiran ngelantur ????

Saya gak ngerti dengan yang lain, ketika ngaji di depan guru atau ikut majelis dzikir wah fikiran malah neglantur, jalan-jalan ke sana ke mari.

Malu (hanya omongan tog) terutama di hadapan guru/orang yang dapat membaca isi hati ini, tapi ya gitu ….. saya bilang omong tog, terbukti, fikiran tetap saja melayang walau berkata malu.

Seumur-umur, sangat penasaran, apa itu khusuk? bagaimana rasanya khusuk itu?

Di dalam majelis “guru” mulia, sungguh memalukan membawa fikiran buruk dan aneh-aneh, padahal sebelum berada dalam majelis tersebut, fikiran juga tenang-tenang saja, kemudian segera dalam majelis, fikiran fikiran penuh kotoran memenuhi kepala.

Hal ini yang biasa menyebabkan, “malu” untuk datang, “buat apa” datang apa ada pahala dll, bejibun alasan-alasan itu timbul, agar tidak datang.

Tapi beberapa waktu yang lalu, ada nasehat yang luar biasa menurut saya!

beliau bercerita, ketika menghadap para ulama yang “waskita”, beliau akan bercerita lepas, semua yang ada di fikirannya, termasuk yang jelek-jelek. beliau juga mengatakan, “pak kyai, saya ini datang ke jenengan untuk memperbaiki diri, jadi saya tidak akan pergi sebelum pak memperbaiki saya” begitu kira-kira yang saya tangkap.

dari sini, saya mulai membangun “niat”, biarlah saya datang ke majelis “guru” mulia, atau majelis-majelis “surgawi” lainnya dengan hati dan fikiran yang penuh kotoran dan berlumur dosa. Toh memang saya datang itu adalah untuk memperbaiki diri.

Untuk apa saya malu? ya memang harus malu, tapi bagaimana lagi, diri ini memang manusia buruk, yang datang ke majelis-mejelis seperti itu sebagai bengkel hati. Jika datang ke sebuah bengkel, justru kebobrokan-kebobrokan jangan ditutup-tutupi agar dapat segera diperbaiki. bila ditutupi malah tukang servisnya tidak mengetahui dan tidak tertangani. bagaimana jika ternyata hal tersebut adalah vital?

biarlah banyak penceramah yang bilang, tidak berguna ibadah yang tidak khusuk. itu bukan tingkatan saya. tingkatanku adalah datang ke bengkel untuk perbaikan, entah kapan mobil ini dapat dikendarai.

ya Allah, ya Rosululloh, ya Sayyidi, saya datang kepadamu tidak membawa kebaikan sama sekali, melainkan membawa semua keburukanku. Engkau telah berkata “syafaatku adalah untuk orang pendosa”,maka aku mohon syafa’atmu ya Sayyidi, ya Rosululloh.

Apakah ini riya’? dah biarlah, toh semua ibadahku penuh dengan riya’. Bagaimanakah khusuk? dah biarlah, toh itu bukan untukku, untukku hanyalah terpaksa melakukan ibadah, dan berharap belas kasihan.

ya Allah, ya Sattar ya Ghoffar Tutuplah aib ini.