2 kali terkagum oleh sang pengasuh Majelis rasulullah

dua kali saya terkena panah asmara dari majelis rasulullah, walau tidak pernah saya hadir secara fisik, walau blum pernah saya melihat denganmkedua mata ini, tetapi hati ini telah terpanahnya. sehingga rasa inta dan penghormatan ini tetap ada, dan semoga Allah lebih menganugrahkan rasa cinta dan kagum kepada para kekasihnya, para ulama dan majelis-majelis ilmu, majelis-majelis yang membawa panji-panji Rosululloh. Mungkin saya tidak dapat berbuat banyak seperti halnya saudara-saudara yang lain banyak berkorban demi dakwah Rosululloh saw, mereka begitu baik, semoga Allah menolong mereka dan menjadikan mereka lebih baik lagi,  semua ini karena lemahnya iman saya, semoga iman ini ditingkatkan oleh ALlah dan selalu dikumpulkan dengan orang-orang yang kuat iman dan pebuh cahaya Rosululloh.

2 kali saya terkagum dengan dengan pengasuh majelis Rasulullah

pertama -> oleh habib Munzir AL Musawa, dimana saat itu terjadi “kegalauan tingkat dewa” gitu ya kata anak-anak sekarangya? he3, diliputi banyak persoalan dengan keluarga, guru, teman dan akademis, dan kata-kata beliau lah yang melumerkan hati ini, walau hanya lewat tanya jawab forum www.majelisrasulullah.org

kedua -> oleh habib Ahmad Bin Novel, yaitu ketika membaca artikel dengan judjul Sambutan Hb Ahmad bin Novel bin Jindan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw Lapangan Monas, Selasa, 14 Januari 2014 

dimana ketika peringatan tersebut dihadiri oleh bapak presiden, beliau dengan berani mengingatkan presiden dan pejabat yang hadir tanpa tedeng aling2, dan ditambah kebijaksanaan beliau dengan memberikan semangat untuk lebih baik.

Coba lihat kebanyakan “penceramah” membahas korupsi di masyarakat biasa, padahal yang melakukan korupsi orang lain, membahas ini dan itu yang lagi marak di pemberitaan, padahal orang yang bersangkutan atatu yang terkait tidak ada?

Salut banget “BICARALAH SESUAI DENGAN KAPASITAS PENDENGAR” itulah ciri-ciri ulama, bila bersama pejabat, ia akan mengingatkan kesalahan mereka dan memberi semangat untuk berubah, bila bersama tukang bakso, maka membahas bakso, bila bersama pedagang maka membahas perdagangan, itulah dakwah. bagaimana bertindak sesuai dengan ajaran nabi saw. mencintai beliau.

Ulama palsu akan mencari citra diri, tetapi Ulama asli akan mencari ridlo Allah. dan semoga Allah menganugrahi kita dengan ulama-ulama yang baik.

apakah semua penceramah barani bicara seperti ini di hadapan Presiden?

—————-

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt, bapak presiden, para pejabat, para tamu yang dimuliakan oleh Allah swt, izinkan saya menyampaikan sesuatu, atas nama umat Islam, atas nama para ulama, kepada bapak Presiden dan setelah inipun siapapun yang memimpin dan kepada para seluruh pejabat, siapapun yang memimpin negeri ini, apapun jabatannya, bahwasanya negeri Indonesia yang kita cintai ini adalah negeri dengan jumlah umat Islam terbesar dimuka bumi, ini adalah kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri dan ini merupakan nikmat yang terbesar yang Allah berikan untuk bangsa Indonesia.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt, kenyataan yang semacam ini, merupakan tanggung jawab besar bagi setiap pemimpin, siapapun dia, apapun jabatannya dan kapanpun dia menjabat, ini adalah kenyataan dan tanggung jawab besar dimata Allah, dihadapan Allah, yang mana nabi besar Muhammad saw didalam haditsnya beliau bersabda, beliau mengingatkan kepada setiap individu dari umatnya, beliau bersabda ……………. “Tidak ada seorangpun dari kalian, melainkan pasti akan menghadap kepada Allah, tanpa penerjemah, dia akan dipanggil untuk menghadap langsung kepada Allah, untuk diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Saat seseorang menghadap kepada Allah, disaat yang semacam itu, dia menoleh kearah kanannya, yang hanya dia dapati hanyalah amal perbuatannya, menoleh kearah kirinya, yang dia dapati hanyalah amal perbuatannya, dia menoleh kehadapannya, dia hanya mendapati api neraka yang siap menerkam dirinya, karena itu jaga diri kalian.” nabi Muhammad mengingatkan kepada kita, beliau yang diutus dengan membawa kasih sayang mengingatkan kepada kita semua, ……………………. “Jaga diri kalian, dari pada siksa api neraka, walaupun kalian dengan cara bersedekah dengan setengah butir kurma.”

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah, nabi Muhammad saw beliau bercerita tentang seorang wanita yang disiksa oleh Allah swt karena seekor kucing yang beliau tidak urus, tidak diberi makan, hanya dikandangi, tidak diberi makan hingga kucing tersebut mati, maka wanita tersebut, ini wanita dikenal sebagai ahli ibadah, tetapi karena perlakuannya terhadap binatang yang semacam ini, dia disiksa oleh Allah swt.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt, ini seorang wanita terhadap kucing, bagaimana keadaan seseorang yang diberikan tanggung jawab besar terhadap umat. Karena itu sayiduna Umar bin Khatab r.a, beliau mengatakan “Demi Allah, apabila ada seekor keledai diujung barat jatuh tergelincir karena jalan yang tidak aku perbaiki, demi Allah aku takut dituntut oleh Allah swt.” tanggung jawab yang sangat besar dimata Allah swt, oleh karena itulah ketika beliau menjabat, sayiduna Umar bin Khatab dan bersama beliau para sahabat Rasulillah saw, dengan susah payah sayiduna Umar bin Khatab mencari orang orang yang membantu beliau untuk menjadi menteri atau pejabat dibeberapa negeri, semua menolak karena tanggung jawab yang besar dimata Allah swt, mereka teringat dengan apa yang disabdakan oleh nabi Muhammad saw didalam haditsnya, ……………. “Kalian akan mengejar ngejar kepemimpinan” dan ketahuilah nasehat dari seorang yang mengenal kasih nabi Muhammad saw, beliau mengatakan “Dan ketahuilah itu akan menjadikan penyesalan yang terbesar dihari kiamat nanti”.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt, sayidina Umar bin Khatab ketika beliau menjabat sebagai pemimpin, disiang hari beliau tidak pernah mengenal tidur, dimalam hari beliau tidak pernah mengenal tidur, beliau tertidur saat yang betul betul berat, saat saat yang betul betul letih baru tertidur dengan terpaksa. Sehingga ditanya oleh beberapa orang “Ya amirul mukminin, kenapa engkau tidak tidur, tidak istirahat seperti yang lain lainnya” beliau menjawab, “Apabila aku tidur disiang hari, sungguh aku sudah menyia nyiakan tanggung jawab ku terhadap rakyat dan apabila aku tidur dimalam hari, sungguh aku telah memutuskan hubungan ku dengan Allah Tuhan ku.” ini yang dikatakan oleh sayiduna Umar bin Khatab.

Wahai para pemimpin, siapapun dia, apapun jabatannya, kapanpun dia akan menjabat, rakyat dan negeri tidak akan menjadi baik dan sempurna selama hubungan mu kepada Allah tidak baik, selama hubungan tidak baik dengan Allah dan tidak sempurna maka ambil kabar, rakyatpun dan negeripun tidak akan pernah menjadi baik, namun ambil kabar gembira, kabar yang pasti, saat hubungan mu kepada Allah baik dan sempurna, maka saat itulah raykat dan negeri akan menjadi baik dan sempurna. Saat kemenangan diraih oleh sayiduna Umar bin Khatab, pasukan pasukan yang beliau kirim ke Baitul Ma’dis, beliau diminta datang dari kota Madinah ke Baitul Ma’dis untuk menerima kunci kunci Baitul Ma’dis. Maka ketika beliau datang, beliau datang bukan dengan kuda kerajaan, bukan dengan pakaian kerajaan yang serba mewah, tapi beliau datang dengan keledainya, sesekali beliau menunggangi keledainya, sesekali pembantunya yang menunggangi keledainya dan beliau yang menarik keledainya. Datang dengan pakaian yang penuh dengan tambalan, 14 tambalan di bajunya, ketika beliau datang, disambut dan diserahkan kunci kunci Baitul Ma’dis, saat itu beliau mengatakan ucapannya yang terkenal dan melegenda …………. “Kami adalah kelompok manusia yang menjadi mulia, yang menang, yang berhasil, yang sukses dengan agama Islam. Ketika kami menjalankan agama dengan benar, ketika kami menjalin hubungan yang erat dengan Allah, saat itu kemenangan dan pertolongan dari Allah diberikan kepada kita. Namun apabila kita mencari kemenangan, kesuksesan dengan selain Allah, jangan pernah bermimpin dan jangan pernah berharap. Allah akan menghinakan kita, Naudzu Billah.”

——

ingin mengetahui sambutan beliau selanjutnya, silakan mengunjungi www.majelisrasulullah.org

http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=450&Itemid=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *