Palm Oil (minyak kelapa sawit) Vs Coconut Oil (minyak kelapa)

Untuk konsumsi sehari-hari, minyak kelapa sawit memang lebih populer. Mayoritas produk minyak goreng lokal menggunakan bahan baku ini. Harganya memang lebih murah daripada minyak dari bahan baku lain. Setelah minyak sawit, ada minyak kelapa. Minyak kelapa teksturnya lebih padat dengan warna putih. Kadang produsen mencampur minyak kelapa dengan minyak sawit untuk memperoleh hasil yang lebih memuaskan.

Meskipun ada kesamaan di antara keduanya, yaitu “kelapa”, tetapi sebenarnya dua bahan baku ini memiliki perbedaan besar.

 

Minyak kelapa sawit  (Palm Oil) :

Minyak kelapa sawit sebenarnya juga diambil dari rumpun pohon palem. Namun, produsen minyak mendapatkan kandungan minyaknya dari mengukus, memanaskan, atau memeras sekam pohonnya.

Minyak kelapa sawit memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi, berwujud setengah padat pada temperatur ruangan dan memiliki beberapa jenis lemak jenuh asam laurat (0.1%), asam miristat (1%), asam stearat (5%), dan asam palmitat (44%). Minyak sawit juga memiliki lemak tak jenuh dalam bentuk asam oleat (39%), asam linoleat (10%), dan asam alfa linoleat (0.3%).

Seperti semua minyak nabati, minyak sawit tidak mengandung kolesterol[5] meski konsumsi lemak jenuh diketahui menyebabkan peningkatan kolesterol lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas tinggi akibat metabolisme asam lemak dalam tubuh.

Warna minyak sawit cenderung merah-oranye. Rona warnanya ini dihasilkan dari konsentrasi tinggi kandungan karotenoid, yang bertindak sebagai antioksidan di dalam tubuh. Minyak sawit juga hanya mengandung sedikit asam lemak rantai menengah.

Asam lemak itu sendiri mendapat namanya dari sejumlah karbon yang mereka miliki. Para peneliti dari Weston A. Price Foundation menyatakan bahwa asam lemak ini menunjukkan sejumlah fungsi di dalam tubuh, seperti antibakteri dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.

Produksi minyak kelapa sawit dari tahun ke tahun terus meningkat yaitu mencapai 3.675,4 juta liter pada tahun 1996 (BPS, 1997). Kandungan asam lemak yang terbanyak dari minyak ini adalah asam lemak tak jenuh. Inilah sebab mengapa masyarakat lebih menyukai produk ini. Asam lemak jenuh yang lebih sedikit ini mengakibatkan rendahnya kandungan Medium Chain Fatty acid (MCFA) dari minyak kelapa sawit.

 

Minyak kelapa

Kelapa tumbuh di daerah-daerah eksotis di seluruh dunia dari rumpun pohon palem. Daging buahnya, yang biasa disebut daging kelapa atau kopra, dapat dimakan. Di dalam daging buah inilah terkandung minyaknya.

Minyak terbuat dari sekitar 60 persen berat kopra, dengan kandungan asam lemak rantai menengah sebesar tiga perempat dari minyak ini, demikian menurut Dr Bruce Fife, dokter dan penulis buku The Coconut Oil Miracle. Asam lemak rantai menengah ini sangat memengaruhi tubuh manusia yang mengonsumsinya.

Minyak kelapa yang mengandung 92% asam lemak rantai menengah (MCFA). Setelah dikonsumsi, sesampainya di dalam saluran cerna, bisa terus diserap melalui dinding usus, tanpa harus melaui proses hidrolisa dan enzimatika, dan langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa ke dalam organ hati untuk dimetabolisir. Di dalam hati minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ dan jaringan tubuh.

dalam satu sendok makan minyak kelapa mengandung 117 kalori, 14 g lemak total dan 12 g lemak jenuh. Sebuah studi penelitian menyebutkan minyak kelapa mengandung asam lemak laurat, merupakan asam lemak utama yang dapat meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL). Namun asam lemak ini juga bisa meningkatkan jumlah kolesterol jahat (LDL).

ketika minyak kelapa digunakan untuk menggoreng, struktur kimianya tidak akan berubah sama sekali, karena 92% jenis asam lemaknya sudah dalam bentuk lemak jenuh (saturated fatty acids). jadi ia tetap stabil. Menggoreng penganan dengan minyak kelapa juga membuat makanan lebih awet dan tidak cepat tengik. Minyak kelapa mengandung 0.02% free taffy acid (FFA) alias asam lemak bebas. Kandungan asam yang terlalu tinggi, di atas 0.5%.

Bentuk Minyak Kelapa
Ada tiga macam bentuk minyak kelapa yang beredar di pasar yakni:

1). RBD-Coconut Oil (minyak kelapa RBD) yang artinya bahwa minyak ini diproses di pabrik dengan diberi bahan kimia untuk memurnikan (Refined=R),., memutihkan (Bleaching=B) dan menghilangkan aroma yang kurang sedap (Deodorised=D). Bahan bakunya adalah kelapa kopra. Kopra demikian biasanya tercemar oleh debu, kotoran, jamur, kuman dsbnya. Maka harus diproses agar minyak yang diperoleh harus bersih, nampak bening, putih dan tidak bau. Minyak kelapa bentuk ini banyak dijual di pasar2 dan super market yang berasal dari pabrik minyak kelapa merek “B”.

2). Traditional Coconut Oil (minyak kelapa tradisional).yakni buah kelapa segar dihamcurkan atau diparut, lalu diperas untuk diambil santannya. Santan inilah kemudian dimasak dengan api kecil sampai minyaknya keluar. Kemudian minyak ini disaring dan dipisahkan dari ampus (belondo)-nya. Minyak demikian mempunyai aroma yang harum. Belondonya rasanya gurih dan enak sekali serta dapat dipakai sebagai lauk-pauk. Minyak demikian masih dapat dibeli di desa2 yang menghasilkan banyak buah kelapa.

3). Virgin Coconut Oil (VCNO) (Minyak Kelapa murni), minyak ini dihasilkan dengan cara memeras buah kelapa segar untuk mendapatkan minyak tanpa dimasak. Jadi diproses tanpa pemanasan seperti pada pembuatan minyak kelapa tradisional. Oleh karena itu minyak ini juga disebut Cold Expelled Coconut Oil,(CECNO) (minyak kelapa ektrak dingin). Keuntungan dengan proses ini, minyak yang diperoleh bisa tahan sampai 2 tahun tanpa menjadi tengik (rancid).

 

Lalu minyak jenis apa yang sebaiknya kita pilih?

Keduanya memang memiliki fungsi yang berbeda. Karena kandungan lemak jenuhnya, keduanya cukup baik untuk memasak.

Namun, minyak kelapa memiliki kandungan antivirus, antibakteri, dan antijamur, hal yang bukan menjadi keunggulan minyak sawit. Ketika menggoreng, struktur kimianya tidak akan berubah sama sekali, ia lebih stabil. dan Setelah dikonsumsi, sesampainya di dalam saluran cerna, bisa terus diserap melalui dinding usus, tanpa harus melaui proses hidrolisa dan enzimatika, dan langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa ke dalam organ hati untuk dimetabolisir. Di dalam hati minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ dan jaringan tubuh.

Sebaliknya, kekuatan minyak sawit ada pada kadar betakarotennya yang mengesankan.betakaroten sebagai sumber vitamin A dapat ditemukan pada sayuran atau buah berwarna oranye, hijau tua, atau ungu (wortel, labu, mangga, pepaya, brokoli, bayam, terong, dan sebagainya). Betakaroten bersifat antioksidan, yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang dapat merusak jaringan tubuh. Selain itu, baik untuk mencegah penuaan dini pada kulit.

Monggo di timbang kerugian dan keuntungannya ……

sumber : http://saniaroyale.com/nutrition/2014/03/07/6/beda-minyak-kelapa-sawit-minyak-kelapa/30, https://rebekapatricia.wordpress.com/2014/08/19/minyak-sawit-minyak-kelapa-mentega-margarin-mana-yang-lebih-aman-dan-sehat/, http://www.indosiar.com/ragam/minyak-kelapa-minyak-goreng-yang-paling-aman-dan-paling-sehat_21452.html

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *