Abu Nawas dan Tukang Cukur

Suatu hari abu nawas sedang mendatangi tukang cukur untuk mencukur rambutnya. Saat rambutnya dicukur terjadilah perbincangan diantara Abu Nawas dan Tukang Cukur, ternyata tukang cukur ini termasuk orang yg meragukan adanya Tuhan.

“Hay Abu Nawas !! aku lihat kau selalu datang ke masjid itu dan melakukan shalat, kau ini menyembah apa?” tanya tukang cukur sambil mencukur rambut Abu Nawas.

Abu Nawas terkejut.

“Hah, kenapa kau tanya seperti itu ? Aku Menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, Yang telah menciptakan kita!” jawab Abu Nawas.

“Hahahahaha, Tuhan yang mana wahai abu nawas? Tuhan itu tidak ada !! buktinya jika Tuhan itu ada tidak mungkin akan ada orang yang melarat didunia ini, tidak akan ada orang yg susah, orang yg hidupnya sering menderita !!, tidak mungkin jika Tuhan Yang Maha Penyayang itu benar2 ada!” sanggah tukang cukur.

“Ya sudahlah kalau begitu, aku tidak mau di cukur olehmu, sudah saja” jawab abu nawas

“Kenapa? cukurannya belum selesai, rambutmu akan terlihat aneh jika berhenti sekarang”

Abu Nawas tidak menjawab dan membersihkan pakaiannya dari rambut. Iya diam sejenak lalu melihat ke cermin. Tiba2 saja dia berujar.

“Hai tukang cukur, sebenarnya tukang cukur itu tidak ada!!!”

“hah?? Apa ??? apa maksudmu wahai Abu Nawas!?” tanya tukang cukur tidak mengerti.

“Benar, tukang cukur itu tidak ada!!”

“Kenapa kau bilang begitu? Tukang cukur itu ada, aku… yang baru saja mencukur mu” jawab tukang cukur semakin tidak mengerti.

“Mustahil, jika tukang cukur itu ada tidak mungkin rambut ku menjadi sejelek ini, tentu rambutku akan lebih rapi, kenapa juga orang yang ada disudut jalan sana ada yang rambutnya kusut tidak terurus, berarti tukang cukur itu tidak ada” jawab Abu Nawas santai.

“Hey Abu Nawas, itukan salah mu sendiri, kenapa kau tidak mau meneruskan cukuranmu? kenapa kau tidak meminta kepadaku untuk merapikannya?, kenapa orang2 disudut jalan sana tidak memintaku untuk mencukurnya?? seandainya dia datang kepadaku, aku akan merapikannya”

“Nah, berarti Tuhan itu ada !!, orang2 yang susah, melarat, sering merasa menderita itu kenapa mereka tidak mau datang dan mendekat kepada Tuhannya, supaya hati mereka lebih tenang, itukan salah mereka sendiri, seandainya mereka mau mendekat kepada Tuhan, Tuhan akan memberi ketenangan di hatinya !!” jawab abu nawas.

Tukang cukur pun terdiam tidak menjawab lagi.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *