Al Qur’an itu seperti apa?

Diceritakan bahwa Nabi pertama kali menerima Wahyu di Gua Hiro setelah berkhalwat 40 hari, Kemudian malaikat Jibril datang kepada beliau dan mengajarkan ayat awal dari surat Al Alaq, dan kemudian turun kembali ke rumah beliau dengan keadaan berdebar-debar penuh dengan keringat, suatu kejadian luar biasa.

Apabila difikir ulang…………,

pemahaman yang lalu mengenai Al Qur’an, bahwa adalah Wahyu Allah yang diturunkan oleh Alloh untuk umat manusia, dan sampai sekarang terjaga dan tulisannya dapat kita baca dan bahkan di bulan Romadlon ini, dimanapun berkumandang kalam ilahi ini.

tetapi apakah Wahyu Allah hanyalah berupa tulisan yang kita baca? apakah isi dari wahyu tersebut hanya sesuai dengan terjemahan dan penjabaran bahasa arab saja?

Mulai berfikir…………,

bagaimana mungkin seorang arab, seorang yang lahir di arab, berbahasa arab, dan usianya sudah 40 tahun, beliau “di dekte/dituntun seseorang untuk mengatakan ” IQRO’ ” dan ia tidak dapat mengucapkannya?

apakah mungkin?

sebagai perbandingan saja, anak TK (taman kanak-kanan) kalau perlu anak play Group, yang belum dapat menulis dan membaca, coba sang guru mengajarkan atau mendikte, meminta anak tersebut menirukan ucapan guru untuk mengucapkan ” IQRO’ “, apakah mereka bisa?

coba saja ! insya alloh mereka akan cepat sekali menirukannya. coba buktikan !

dari perbandingan ini, apakah Nabi Muhammad yang ummy kalah dengan anak TK yang ummy? JELAS TIDAK MUNGKIN, SANGAT TIDAK MUNGKIN, TIDAK MASUK AKAL.

beliau telah mengenal bahasa arab sejak beliau lahir di arab. maka menurut akal sehat, menirukan kalimat IQRO’ adalah hal yang mudah, sangat mudah sekali.

kemudian, apa sebenarnya yang diajarkan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad?

kesimpulannya …..

siapa yang mengerti hakekat AL Qur’an?

Siapa yang mengetahui Wahyu Allah itu seperti apa?

Seperti apakah isi dari Wahyu Allah?

mungkin …..

Al Qur’an yang yang dibacakan oleh Nabi Muhammad dan tetap lestari dan terjaga samapai akhir zaman ini adalah kode-kode rahasia yang diperintahkan Allah untuk diajarkan kepada Manusia untuk lebih membuka hakekat Wahyu Allah, Kalam ilahi yang Agung.

Orang yang belum dapat membuka kode tersebut, akan mendapat manfaat dari untaian kalimat yang telah disusun sesuai perintah Allah. dan Orang yang telah mengetahui kode tersebut, maka akan mendapat lebih banyak rahasia. karena Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata.

Nabi , berdebar, bergetar hebat hingga hendak pingsan ….

Bagaimana tidak? sebagai kapasitas manusia, dalam waktu singkat di”paksa” IQRO’, membaca semua yang ada di alam semesta dari tingkat partikel terkecil hingga terbesar, ternyata dan terghoib. bagaimanakah kondisi komputer yang dipaksa menjalankan aplikasi yang lebih berat dari kapasitasnya? ia akan sangat panas, terbakar dan rusak. Bagaimana Nabi yang harus ” diinstal kenabian/kerasulan untuk dapat menerima, menjalankan, mengolah dan memahami, IQRO’, MEMBACA WAHYU ALLOH, AL QUR’AN,  menerima kalimat-kalimat kode, membongkar isi dari kode-kode tersebut serta memahami, menyimpan dan mengaplikasikannya” bagaimana kapasitas manusia dapat menerima ilmu Allah? bagaimana mungkin?

sebagai perbandingan, bagaimana anak playgroup yang dapat menirukan gurunya mengucapkan IQRO’, dipaksa mempelajari dan memahami ilmu yang diajarkan kepada mahasiswa perguruan tinggi oleh dosennya? Apa yang terjadi pada anak tersebut?

hingga ……

Tidak akan mampu “membaca” wahyu Allah dengan rahasianya) dengan kapasitas manusia melainkan hanya dengan pertolongan Alloh yang menciptakan manusia, beliau dapat menerima WAHYU tersebut dengan pertolongan Alloh.

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

kemudian ….

Siapa manusia yang dapat mengerti “Wahyu” seperti apakah yang diterima Nabi saw kala di gua Hiro’? ilmu seperti apakah yang beliau terima?

bagaimana mungkin kita sok ngerti akan isi Al Qur’an? Sok tahu akan maksud Alloh?

Kita membutuhkan ulama yang benar-benar “pewaris nabi” yang bukan hanya mewarisi membaca AL Qur’an, tetapi juga mewarisi rahasia-rahasia Al Qur’an, yang hatinya bergemuruh dengan nama Allah yang maha pencipta.

ya Alloh karuniakanlah pada kami kedekatan dengan Ulama-ulama pewaris Nabi, tolong dan teguhkanlah kami untuk dapat bersama dan mengikuti beliau-beliau, hingga beliau-beliau ridlo kepada kami, Rosululloh saw ridlo kepada kami, Engkau ya ALloh, ridlo kepada kami, tolong kami ya Alloh. Ridloi kami ya Alloh.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *