Alokasi Harta Zakat

beberapa hari yang lalu, mendengar rekaman pengajian oleh KH. Wahid jateng mengenai zakat. Terima kasihku untuk ustd. Habib karena dengan beliau ke Surabaya banyak manfaat yang dapat saya ambil, salah satunya banyak file2 yang ditinggalkan di komputer pondok yang dapat saya copy. Catatan ini terinspirasi dari rekaman tersebut, semoga tidak ada kesalahan dan membawa manfaat bagi yang membaca.

Seperti diketahui, bahwa mustahiq zakat terdiri atas 8 golongan. Tapi ini akan membahas sedikit tentang 4 golongan diantaranya yang biasanya selalu ada dalam suatu daerah.

1. fakir, orang yang mempunyai penghasilan kurang dari 50% kebutuhannya sehingga tidak dapat memenuhinya. Orang seperti ini menurut beliau, lebih baik diberikan konsumtif, karena walau diajak berusaha, akan sulit untuk berkembangnya.

2. miskin, orang yang mempu memenuhi 75% dari kebutuhannya. Orang seperti ini masih dapat diajak untuk produktif, sehingga sangat bermanfaat bila diberikan untuk modal usaha sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya dalam berusaha, tidak boleh lebih.

3. Ghorim, orang yang mempunyai hutang, ini dapat berhutang karena 2 hal, untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya sendiri atau juga untuk membantu orang lain/ kemaslahatan umum, misalkan ada 2 orang yang bertengkar karena masalah ayam, kemudian ada orang lain sebagai penengah dengan memberikan ayam, tapi ayam tersebut didapatnya dari berhutang, maka orang tersebut termasuk ghorim yang berhak menerima zakat. ada catatan yang diberikan beliau, bahwa ghorim ini haruslah individu bukan panitia atau kumpulan.

4. Ibnu sabil, sebagai modal untuk perjalanan, berbeda dengan 3 golongan diatas yang zakatnya untuk individu-individu, maka ibnu sabil ini tidak, karena pengalokasiannya khusus untuk biaya perjalanan termasuk tranport, penginapan dan makan. Perjalanannya dapat apa saja selama ada tujuan jelas dan tidak untuk maksiat. Menurut beliau, untuk bagian ini, dapat digunakan untuk pembiayaan lokakarya peningkatan ketrampilan, studi banding, atau apapun perjalanan yang membawa manfaat, atau dapat juga digunakan memberangkatkan orang untuk naik haji bagi yang belum berhaji.

 

Sebagai tambahan, dalam madzhab Syafi’i, zakat yang dikeluarkan haruslah di daerah tempat zakat tersebut dikeluarkan. apabila zakat fitrah atau tabungan maka dikeluarkan ditempat tinggal muzakki ketika mengeluarkan. Sedang untuk usaha atau pertanian/peternakan maka dikeluarkan di daerah tempat usaha tersebut berada. Subhanalloh, bila hal ini terwujud maka daerah tersebut akan terangkat.

bayangkan, alhamdulillah. kalau diamat-amati banyak orang yang berpenghasilan jutaan dengan harta milyaran. coba misalkan seseorang mempunyai harta 1 milyar, berarti 25 juta yang harus dikeluarkan untuk zakat. bayangkan bila semua orang memenuhi kewajibannya (walau berarti per 1 jutanya cuman 25 ribu), wow, amazing, perekonomian akan sangat baik, walau hanya dengan modal 25% saja (jauh lebih kecil dari pajak pemerintah)

Jangan katakan bahwa didaerahku sudah tidak ada orang miskin dll, karena bahkan orang “kaya” pun masih merasa kurang atas penghasilannya, he3, evaluasi diri ja, saya termasuk ya, ya Alloh, semoga Engkau masukkan diri ni kedalam golongan orang-orang yang bersyukur.

Mohon maaf, bila ada salah-salah kata,

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *