awrad bagi pengikut tarekat

Shuhba Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
KL, 14 Des 2014

Ketika kita membeli peralatan elektronik, mereka memberikan buku manual yang mengatakan kepada kalian untuk melakukan langkah-langkah yang berbeda-beda. Jadi, untuk mengetahui rahasia penciptaan, kalian harus mengikuti prosedurnya. Awliyaullah memberi kita prosedur, memberi awrad. Tetapi mengapa sebagian orang melakukannya tetapi tidak mendapatkan manfaat bagi kehidupannya, mereka tidak menemukan suatu perubahan di dalam hidupnya? Tetapi sebagian lagi, mereka melakukan prosedur, dan mereka mendapati hal-hal yang dibukakan bagi mereka, satu per satu.

Itu adalah sederhana, ketika kalian membeli komputer, mereka mengatakan kepada kalian untuk melakukan langkah satu, dua, jika kalian mengikutinya maka itu akan terbuka; tetapi jika kalian tidak mengikutinya, maka dikatakan error. Kalian harus menghilangkan bagian yang error itu. Mengapa sebagian orang, ketika mereka melakukan awrad, mengikuti instruksi zikrullah, mereka merasakan sesuatu yang mekar, mereka mulai merasakan cahaya dalam kalbu mereka, mereka dapat melihat sesuatu yang tidak dapat terlihat, mendengar sesuatu yang tidak dapat didengar, sebagaimana yang dikatakan dalam hadits; karena mereka mengikuti prosedur.
Anak-anak ini bermain games. Mereka bermain dari satu level ke level berikutnya. Gamenya tidak membawa mereka ke bagian awal lagi, kecuali terjadi error. Jika tidak terjadi error, mereka lanjut ke level berikutnya, terus dan terus, itu adalah sebuah samudra yang tidak bertepi, dari satu cakrawala ke cakrawala berikutnya, dari satu level ke level berikutnya, dengan mengikuti instruksi. Jika kalian tidak mengikuti instruksinya ketika melakukan awrad, seolah-olah kalian tidak melakukan apa-apa. Jika kalian tidak mengikuti instruksinya, kalian digolongkan sebagai awwaam an-naas, orang awam.

Ketika kalian ingin melakukan awrad kalian, level pertama adalah kalian harus mengingat Tuhan kalian, mengingat Allah (swt). Alladziina yadzkuruuna ‘Llaah, mereka yang mengingat Allah, yang menyebut nama Allah, yang mengagungkan Allah. Jadi, langkah pertama agar kita bisa maju ke Hadratillah adalah dengan melakukan zikrullah. Setuju? [yaa]q2

Yang terbaik dalam zikrullah adalah dengan mengucapkan, “Aku berlindung kepada Allah dari Syaythan. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.” Melalui 3 level dan nama, kalian mendorong diri kalian untuk melangkah. Melalui zikrullah, maka awrad kalian sekarang berada di jalur yang benar. Jadi apa yang harus kalian lakukan sekarang, level 2? Yaitu mengingat Allah. Dalam situasi apa? Qiyaaman, berdiri; qu`uudan, duduk, dan `alaa junuubihim, berbaring; jadi itu artinya dalam segala posisi kalian dalam kehidupan sehari-hari, kalian mengingat Allah (swt). Para awliyaullah melakukan hal itu.

Saya sering bepergian dengan Mawlana Syekh Nazim– semoga Allah memberkati ruhnya, membawa beliau ke sana ke mari, dan kadang-kadang tuan rumah tidak mempunyai cukup kamar, kecuali satu kamar dan satu tempat tidur, tetapi Mawlana mengatakan, “Tidak apa-apa,” dan beliau tidur di tempat tidur dan mengatakan agar saya tidur bersamanya. Dan kami berdua dalam satu tempat tidur. Saya tidak pernah melihat beliau kecuali dengna tasbeh di tangannya, kecuali ketika bangun untuk berwudu. Jadi itu untuk mengingatkan saya, untuk mengajari saya untuk melakukan zikrullah. Jadi itu menunjukkan kepada kita bahwa ketika beliau sedang berbaring, beliau melakukan zikrullah, begitu pula saat berdiri dan duduk.

Apa yang Allah katakan di dalam hadits qudsi? Allah berfirman kepada Nabi (s) dan Nabi (s) lalu menyampaikannya kepada umat, “Anaa jaliizu man dzakaranii.” Jika kita mengartikannya secara harfiah, sebagaimana yang dikatakan di dalam hadits, “Aku duduk bersama orang yang mengingat-Ku.” Apalagi yang kalian inginkan lebih dari itu? Jadi, mengingat Allah adalah dengan mengucapkan Allah, sekarang kita mengucapkan “Allah” dan Allah bersama kita. Ini adalah hadits qudsi, artinya hadits yang berasal dari Allah kepada Nabi (s). Dia berfirman, “Aku bersamamu, Aku akan mengaktifkan semua level yang dapat engkau lewati untuk sampai pada level di mana engkau dapat melihat apa yang orang tidak bisa lihat, dan mendengar apa yang orang tidak bisa dengar.

Jadi, kalian harus mengikuti instruksi ini, untuk mengingat Allah (swt) ketika kalian berdiri, ketika kalian duduk, dan ketika kalian berbaring, sampai kalian tertidur. Itu akan membawa kalian ke level yang lebih tinggi. Bila kalian melakukan hal itu, berdiri zikir, duduk zikir, berbaring zikir, Allah akan membukakan bagi kalian langit dan bumi. Sanuriyahum aayaatinaa fil-afaaq wa fii anfusihim. Kalian ingin melihat ayat-ayat Allah, maka masuklah ke dalam karavan. Masuklah, Aku akan menunjukkan ayat-ayat-Ku kepada kalian. Mereka yang memikirkan penciptaan langit dan bumi, masuklah ke dalam karavan, akan Ku-tunjukkan ayat-ayat-Ku. Bagaimana agar bisa masuk? Itu artinya duduk dan bertafakur. Ketika kita melakukan zikrullah, dengan menyebut Allah, atau La ilaha illAllah, karena kalian harus mengucapkannya antara 100-1000 kali sehari, ketika kalian mengucapkan La ilaha illAllah, kalbu kalian harus dalam keadaan bermeditasi dan memikirkan tentang Kebesaran Allah; bukannya sambil memegang tasbeh dan mengucapkan la ilaha illAllah tetapi hanya di lidah saja, tanpa meditasi itu. Memang dengan cara seperti itu, kalian dapat menyelesaikan awrad kalian, tetapi itu adalah level TK (taman kanak-kanak), kalian mendapat pahalanya, kalian mengucapkan Bismillah, kalian mendapat pahala, kalian mengucapkan Allah, kalian dapat pahala, mengucapkan, Allahumma shalli `alaa Sayyidina Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa sallim, kalian mendapat pahala. Tetapi tanpa tafakur, orang-orang melakukannya tanpa bertafakur. Allah berfirman, yatafakaruun fii khalqi ‘s-samaawaati wa ‘l-ardh. Ya, memang nama kalian terdaftar, seperti halnya ketika kalian mendaftarkan anak-anak kalian ke sekolah, tetapi manfaatnya tidak didapat, kecuali anak-anak kalian belajar dengan baik dan lulus dalam ujiannya. Jadi, di sini ada banyak ujian. Orang kaya punya ujian, orang miskin punya ujian, orang menengah punya ujian. Segala macam orang mempunyai ujian. Laa raahata fiddiin, tidak ada istirahat di dalam agama. Ketika kalian menjadi seorang Muslim yang saleh dan tulus, Nabi (s) bersabda, al-qaabid `alaa diinihi kal-qaabidu `alaa al-jamr. Orang-orang yang memegang teguh agama mereka, mereka bagaikan memegang bara api di dalam tangannya.

Jadi memegang teguh agama di zaman sekarang adalah sangat berat, khususnya bagi wanita yang menutupi kepala mereka. Mereka menerima pahala yang tidak diketahui oleh siapapun, kecuali oleh Nabi (s). Dan kaum pria juga harus menutupi kepala mereka. Nabi (s) tidak pernah berjalan tanpa memakai penutup kepala.
Jadi, langkah-langkahnya adalah dengan berzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring; kemudian memikirkan penciptaan langit dan bumi. Itu akan mengantarkan kalian untuk mengetahui rahasia-rahasia pada level-level berikutnya. Bahkan itu akan mengantarkan kalian untuk mengetahui rahasia setiap pasir yang Allah ciptakan. Ada berapa pasir yang kalian lihat di gurun? Kalian tidak dapat menghitungnya. Tetapi, kullu syay’in `inda hu bi miqdaar, segala sesuatu yang Dia ciptakan ada ukurannya. Ahsaahum wa `addahum `adda, Dia menghitungnya dan menomeri mereka satu demi satu. Segala sesuatu ada ukurannya. Allaahumma shalli `alaa Muhammadin. Mereka bertasbih, wa in min syay’in illa yusabihuu bi hamdihi, segala sesuatu bertasbih. Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an, bahkan butir pasir pun bertasbih. Bahkan atom, bahkan lebih kecil daripada atom, mereka bertasbih dan kalian tidak mengerti tasbih mereka. Kita tidak dapat memahaminya, tetapi Nabi (s) dapat mendengarnya. Ketika Nabi (s) meletakkan 7 kerikil di tangannya, para Sahabat di sekitarnya dapat mendengar tasbih kerikil tersebut. Kalian ingin naik ke level 2? Level pertama adalah mengingat Allah (swt) dan level kedua, Allah akan membukakan bagi kalian, untuk merefleksikan apa yang ada di bumi. Apa artinya? Itu berarti Allah akan memberi kalian rahasia tetapi rahasia itu disembunyikan dari kalian hingga kalian telah mencapai kematangan. Bukan akil balig sebagaimana yang kita pahami, tetapi matang di sini artinya kalian mulai melihat hal-hal ini, dan apa yang Allah berikan kepada setiap orang adalah berbeda. Jadi, jika kalian menginginkan level yang lebih tinggi, maka pikirkanlah tentang penciptaan langit dan bumi. Orang mengatakan dalam teori ini bahwa gas … berenang di galaksi dan mereka membentuk tahapan-tahapan unsur, unsur yang beku, dengan molekul dan jutaan tahun lalu membentuk gunung dan menjadi bumi. Ini semua akan hilang dari pikiran kalian dan semua teori ini, termasuk teori Darwin tentang bagaimana langit terbentuk, lalu kalian akan mulai mengetahui hakikat bagaimana langit ini dibentuk. Dan ketika mereka memberi, mereka memberi. Ketika Nabi (s) memberi, itu tidak akan diambil kembali. Ketika Syekh memberi, beliau memberi dan tidak ada yang dapat membatalkannya. Hanya Allah yang dapat membatalkannya di dalam al-Qur’an atau Nabi (s) membatalkannya di dalam hadits suci. Kalian tidak dapat membatalkan apa yang telah dikatakan oleh Syekh. Beliau memberi sesuatu kepada kalian, kalian menjadi terhormat, kalian tidak dapat membatalkannya, tetapi syekh dapat melakukanya.

Foto SufiLive.com.

Ketika kalian pergi ke Mekah dan Madinah, apa yang biasa orang beli di sana? Kurma. Setelah kurma? Tasbeh. Lupakan kurma dan zamzam, karena keduanya adalah sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan. Tetapi mengapa kalian membeli tasbeh? Untuk mendapat berkah. Kalian membawa tasbeh dari Madinatul Munawwarah ke rumah kalian, meskipun tasbeh itu berasal dari Cina yang dibawa ke Madinah. Segala sesuatu yang berada di Madinah mendapatkan tajali dari nur, cahaya. Allah akan memberi kalbu kalian cahaya, untuk melihat apa yang orang tidak bisa lihat. Dan kalian tiba di rumah, dan memberi tasbeh itu kepada orang-orang, dengan mengatakan bahwa ini dari Madinah. Jadi ketika Syekh memberi kalian sebuah gelar, apapun yang orang katakan, mereka tidak dapat membatalkannya.
Dan Allah berfirman kepada Nabi (s), “Wahai hamba-Ku, patuhilah Aku! Aku akan membuatmu Rabbani.” Kalian mengatakan sesuatu “Kun!” maka jadilah ia. Dan apa yang diberikan Tuhan tiak seperti apa yang orang berikan. Kadang-kadang kita memberi, tetapi kemudian bertengkar. Jadi teruskan, ada instruksi-instruksi berikutnya, dan semakin kalian maju, semakin banyak rintangannya, instruksinya semakin berat. Walau semakin berat, tetapi lanjutkan terus dan terus bertafakur, lakukan zikrullah. Kalian akan melihat Surga dibukakan bagi kalian. Allah Mahaadil, Dia akan membukakan bagi kalian sebuah rawdhah, dari Taman Surga-Nya Allah. Tetapi jika kalian melakukan zikrullah tanpa bertafakur, itu akan seperti membaca koran. Seperti misalnya kalian membaca La ilaha illAllah…. (terus hingga seputaran tasbeh), selesai 200 (kali). Atau kalian mengucapkan La ilaha illAllah (secara perlahan) dari perut ke pundak kanan dan mengatakan bahwa Tiada Tuhan selain Allah di dalam kalbu kalian, dan kalian memikirkannya (bertafakur).

Jadi kita harus berhati-hati dan kita ikuti instruksi kita dan ikuti awrad sesuai dengan instruksinya, Allah, Allah, Allah. Ikuti sesuai instruksi dan Allah akan membukakan.

 sumber : https://www.facebook.com/haqqani.indonesia/posts/10204170565278755
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *