baca buku atau belajar ke ulama?

orang bilang, “ngapain taqlid, kan kita sudah bisa baca bukunya sendiri?”

mungkin ilustrasi ini bisa masuk…

———-

Zaman dahulu tersebutlah seseorang yang didatangi yang lagi menderita sakit ringan. Si Sakit bertanya
“Wahai fulan bisakah kau mengobati sakitku?”
“Kau sakit apa?” tanya orang itu
“Hanya sakit ringan”
“Iya aku bisa, silakan besok kau kesini lagi” jawabnya.
“Baiklah” jawab si sakit

Malam harinya orang itu membuka kitab2 yang ada dilemarinya untuk mencari obat yang paling jitu, dan akhirnya setelah membuka2 puluhan kitab yang terdiri dari ratusan bab saat larut malam ketemulah keterangan tentang obat itu.

Besok harinya ketika si sakit datang kembali,

“Apa kau sudah temukan obatnya?” Tanya si sakit
“Sudah” jawabnya santai
“Lalu apa obatnya?” tanya si sakit
“Ular hitam” jawabnya penuh yakin
“Sekarang kau pergilah ke hutan sebelah timur sana, disana ada banyak ular hitam” tukas nya, Si Sakit pun segera pergi ke hutan sebelah timur untuk mencari Ular Hitam.

Sore harinya terdengarlah kabar ada orang yang lagi sekarat di hutan sebelah timur setelah di gigit oleh ular.

Ternyata orang tadi salah. Yang dimaksud didalam kitab adalah Habbatussauda = Jintan Hitam, tetapi dia salah baca, dia terbaca Hayyatussauda yang dalam bahasa arab artinya Ular Hitam.

Hanya beda satu titik pada titik Ba, ketika titiknya dua menjadi Ya, seharusnya Habbatussauda malah menjadi Hayyatussauda. Jintan Hitam menjadi Ular Hitam.

Hikmah disini adalah berhati2 memahami isi kitab sendirian tanpa dibimbing oleh guru, keliru satu titik saja bisa berakibat fatal.

wallahu a’lam

http://suraukecil.blogspot.com/2014/01/begini-jadinya-jika-belajar-tanpa-guru.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *