bakti kepada orang tua, dzikir2, habib munzir menjawab

41. Kenapa doa saya sering tak dikabul?

Jawab : Mengenai hajat, sungguh Rasul saw telah menjelaskan pada kita, tiadalah seseorang berdoa kepada Allah, terkecuali ia mendapat satu dari 3 hal, yaitu dikabulkan doanya, jika tidak maka diangkat salah satu musibahnya dan diberi yang lebih baik dari permintaannya, jika tidak maka diampuni dosanya. Maka tiadalah kita berdoa maka sudah bisa dipastikan akan dikabul, jika tidak maka sudah dipastikan Allah menghapus musibah yang akan datang pada kita, kita tidak tahu mungkin esok kita akan tertabrak, atau rumah terbakar, atau harta kecurian, atau anak yang durhaka, atau musibah lainnya, itu sedang terkikis oleh doa kita. atau… dihapusnya dosa dosa kita…, maka jangan bosan berdoa saudaraku.

42. Bolehkah kita mengobati yang sakit dengan ayat Alqur’an?, ayat apa?

Jawab : Dalami makna keagungan kalimat Bismillahirrahmanirrahim dan Surat Alfatihah, jika anda belum mempunyai makna yang mendalam dalam makna maknanya maka usahakanlah menghadirkan maknanya yang anda faham, bacakan di air lalu minumkan pada yang sakit, atau saat memijat maka bacalah Fatihah dengan khusyu, sungguh surat Alfatihah adalah sumber pengobatan yang dahsyat.

Para sahabat bahkan mengobati seorang kepala suku non muslim yang sakit dengan Surat Alfatihah, maka ia sembuh, lalu diantara mereka masuk Islam, dan ketika Rasul saw diberitahu akan hal itu maka Rasul saw gembira (Shahih Bukhari).

Dan sering – seringlah memegang bumi sambil mengucap basmalah lalu sambil memijit, arena ketika Rasul saw mengobati orang yang sakit, beliau menempelkan ibujarinya ke lidah, lalu menempelkannya ke bumi, lalu berkata : “Bismillahi turbat Ardhina, wa biriiqati ba’dhina, yussyfi mariidhuna bi idzni rabbina”. Bismillah, dengan tanah bumi kami, dan demi air liur kami, semoga sembuh yang sakit dari kami, dengan izin tuhan kami (Shahih Bukhari).

Dijelaskan bahwa tanah bumi adalah asal muasal kehidupan manusia, dipadu dengan sedikit liur yang dibasahi dzikir, maka itu sangat bermanfaat mengobati yang sakit.

Ketahuilah bahwa dzikir itu merubah keadaan alam sekitar, sebagaimana penemuaan Prof. Masaru Emoto dari jepang yang menemukan bahwa air bereaksi dengan suara atau tulisan yg ada padanya, jika air itu dicaci – maki dengan ucapan, atau ditempeli tulisan – tulisan buruk, maka dilihat dengan mikroskop dengan skala tertentu, air itu menjadi buruk dan hitam, namun jika disebutkan padanya kata – kata mulia dan tulisan indah, maka air itu berubah menjadi indah.

Bagaimana dengan tulisan dan ucapan?, apakah air mengerti tulisan dan bahasa?, jawabannya adalah bahwa yang mempengaruhinya adalah emosi orang yang didekatnya, jika baik maka baik, jika aura suci yang didekatnya maka alam menjadi baik, bukan hanya air. Demikian kesimpulannya jika pendapat Prof. Masaru Emoto dipadu dengan hadits – hadits shahih diatas.

 

43. Keluhan terhadap buruknya perlakuan ayah bunda

Jawab : Teruslah berlemah lembut pada ayah bunda, mereka adalah ladang Jihad bagi kita, sebagaimana ketika seorang pemuda izin ikut jihad bersama Nabi saw, maka Nabi saw menjawab : apakah ayah ibumu masih ada?, pemuda itu berkata : betul, maka Rasul saw menjawab : Maka kembalilah pada ayah bundamu, dan berjihadlah dengan bakti pada mereka. (Shahih Bukhari).

Hadits ini menjelaskan pada kita bahwa bakti kepada orang tua adalah pahala Jihad, anda bisa bayangkan betapa mulianya, dan tentunya juga betapa susahnya.. Dan jangan berkecil hati saudaraku, saya dulu pun putus sekolah, semua kakak saya wisuda dan saya justru mengecewakan ayah bunda karena selalu ngaji, majelis, dan hanya itu, akhirnya saya pesantren, yang menurut orang tua : ya sudah daripada tidak sama sekali lebih baik pesantren, padahal mereka mengharapkan saya sukses. Namun Allah swt tidak mengecewakan saya, dan kini saya menjadi anak kebanggaan ayah bunda, ayah saya telah wafat dengan bangga pada saya, dan ibu saya selalu menangis gembira haru atas kesuksesan yang Allah berikan pada saya.

Saudaraku, Allah swt Maha Merubah keadaan, masa depan anda masih panjang, tidak mustahil dan sangat sering terjadi orang susah menjadi bahagia, orang bahagia menjadi susah, orang miskin menjadi kaya, dan orang kaya menjadi miskin, orang terhina menjadi orang terhormat, dan orang terhormat menjadi terhina, dunia terus berputar di tangan Sang Maha Penentu, maka jangan berputus asa saudaraku.

44. Saya selalu telat bangun subuh, lalu bagaimana dengan dosanya?

Jawab : Selama kita terus berusaha untuk bangun pada waktunya lalu bangun terlambat maka Allah swt tidak mencantumkan dosa bila kita telah berusaha. Metode yang paling jitu adalah memadukan antara metode sunnah dengan metode ilmiah, demikian yang paling jitu. Anda sebelum tidur bacalah Subhanallah 33X, Alhamdulillah 33X, Allahu Akbar 33X, lalu sekali membaca Laa ilaaha illallahu wahdahu Laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyiy wayuumiit, wahuwa ala kulli syay’in qadir. (Tiada tuhan selain Allah, Maha Tunggal tanpa bersekutu, Milik-Nya Kerajaan alam, dan Bagi-Nya Pujian Mulia, Dia Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Berkuasa atas segala sesuatu. Bacaan ini riwayat Shahih Bukhari bahwa Rasul saw mengajarkan putrinya Sayyidah Fathimah Azzahra ra untuk mengamalkannya sebelum tidur, maka ia akan bangun dengan segar tanpa kantuk.

Guru mulia mengajarkannya pada kita, dan memang terbukti, orang yang sebelum tidur membacanya maka ia akan bangun dengan tubuh segar tanpa malas dan berat untuk bangun.

Siapkan alarm di sebelah anda, lalu zikir tsb, anda pasti bangun pada waktunya dg segar, sebab bila alarn saja maka anda bisa saja bangun namun tubuh masih malas bangun, maka kembali tidur, atau jika dzikir saja maka anda bangun segar, namun karena tubuh lelah maka bangunnya telat walau segar, maka padukan keduanya.

Dan usahakan jangan makan malam kecuali sangat sedikit, lalu dzikir tersebut sebelum tidur, maka anda akan bangun sebelum adzan subuh. Saya berkali – kali memberikan cara di atas pada banyak orang dan mereka sekarang menjadi ahli subuh.

45. Bagaimana jika shalat kita tidak diterima?, dan maksiat terus saya lakukan?, bukanlah shalat menghalangi dari perbuatan keji dan mungkar?

Jawab : Kewajiban kita adalah melakukan shalat fardhu, diterima atau tidak pasrahkan pada Allah swt. Bagaimana kita terus shalat dan maksiat terus berjalan? Sungguh firman Allah swt telah menjawabnya : Sungguh salat itu menjaga dari perbuatan keji dan mungkar. Ayat ini jelas merupakan jawaban bagi orang yang sulit meninggalkan maksiat, bagaimana caranya?, tak perlu repot repot susah payah menghindari maksiat yang tak bisa atau sulit kita tinggalkan, cukup kita terus memperbaiki shalat kita agar makin sempurna, teruslah daki tangga tangga kesempurnaan shalat, maka Allah swt yang akan meruntuhkan semua dosa dan menundukkan kekuatan maksiat agar tidak menguasai kita, Allah bantu kita untuk jauh dari maksiat.

Jika kita terjebak dengan keadaan, maka Allah akan permudah dan perluas kemudahan baginya, jika ia terjebak dosa karena kemiskinan maka Allah akan membuatnya makmur dan sangat berkecukupan, jika ia terjebak dosa karena keluarganya maka Allah akan mencurahkan hidayah pada keluarganya hingga justru balik mendukungnya dalam taat.

Jika ia terjebak dosa karena pekerjaan maka Allah akan berikan usaha atau pekerjaan yang sangat memuaskan dan jauh dari dosa, dan Allah ampuni dosa – dosanya. makna ayat di atas juga bermakna bahwa Allah swt yang akan menyingkirkan dosa – dosa bagi orang yang menjaga shalatnya.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *