batal imam dll

  1. 1.      Masbuk termasuk jama’ah

Assalamualaikum Warhmatullahi Wabarakatuh

Limpahan Kelembutan ilahi semoga tetap terus mengalir dan limpahan kasih sayang Nya semoga terus mengalir sehingga kesehatan pembimbing kita dapat terus membimbing ummat Sayyidina Muhammad saw

Sudilah kiranya alfaqir sedikit menyita waktu sayyidil habibana ubtuk menjelaskan :
Bagaimana ketika seorang yang masbuk dalam shalat fardhu misal dhuhur kemudian ketika Imam telah rakaat keempat orangtersebut langsung duduk, setelah Imam shalat salam orang tersebut masbuk 4 rakaat,

Apakah orang yang masbuk tersebut dapat kategori berjamaah?

 

Dan mohon do`a nya agar menjadi salah satu yang dicintai Allah dan Rasulu Nya

Demikianlah pertanyaan alfaqir, tetap semangat habibana mudah2an jamaah MR tetap semangat yang dapat cepat memproses penyembuhan habibana.
Jazakumullah Syukron Katsiron khairul jaza

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

jamaahnya sah, namun tentunya hal itu salah dan tidak benar, tentu karena ketidak gahamannya, maka tentunya tiak berdosa jika tidak tahu.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. hukum jamaah

assalamu’alaikum
habib mundzir yang kami hormati,dipentingkan yang mana jamaah di rumah bersama istri yang jaga anak dirumah atau jamaah di masjid? nyuwun sewu,maaf,nash dalilnya ada di kitab apa? matur nuwun jazakalloh khoirol jazaa

wassalamu’alaikum warahmatulloh..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
berjamaah di masid dalam Madzhab Syafii adalah fardhu kifayah, bukan ardhu ain, maka jika masjid sudah ada yg shalat padanya maka kita boleh shalat dirumah bersama istri, demikian bisa dirujuk pada Al Majmu oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi, Busyralkarim dan Syahar Baijuri pada bab shalat jamaah
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 3.      Shalat di Qodlo

Assalamualaikum Yaa Habibana……..

Alhamdulillah….
S’moga habib & keluarga slalu dilimpahkan Nikmat sehat wal afiah..

Ya habibana….

Alfakir.. agung hadi mulyo ingin bertanya..

 

Sering kali saya melalaikan shalat diantara 5 wkt…. tp. yg namanya hutang tetep Hutang apalagi sama Allah Swt, sebagaimana yg habibana jelaskan.
1.saya sering mengqadha 2 waktu shalat.. di saat waktu yg ke tiga…
apakah hal ini diperbolehkan??
2.saat kita dlm keadaan Hadast besar (junub) Apakah boleh menyebut asma Allah Swt.
& bershalawat.??

sekiranya tidak memberatkan habibana,saya mohon di doakan…

karna sampai saat ni saya msh sering berbuat hal’ yg mengundang Murka Allah.
“ya Robbiy lindungilah habibana guru kami yg mulia serta lindungilah keluarga & anak2nya…”
Amaan Allahumma Amiin.
Terima kasih….

Assalamualaikum warahmatullah.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

saya tidak mengerti dan kurang jelas pada pertanyaan anda yg pertama. hendaknya anda memperjelasnya, yg jelas meng Qadha shalat yg tertinggal boleh kapan saja selagi ada kesempatan.

2. boleh mengamalkan dzikir dan shalawat saat junub.

 

saudaraku yg kumuliakan, iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian, ingatlah mati..,
ketika tangan tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita kedalam lahad dengan airmata kesedihan, tahukah keadaan kita?, seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan..

tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yg lembab itu….

lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita..
setelah itu kita sendiri disana…, dalam kesempitan dan kegelapan.., panas.. gelap..

sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

tak bisa curhat…, tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna, yg ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus menghantui kita kelak..

ketika mengingat ini maka leburlah segala kekerasan hati, iapun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yg melihat keadaan kita saat itu..

hanya Dialah yg ada saat itu.. untuk inilah kita ibadah.. agar Dia swt tak melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yg telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun..

 

tangan penuh dosa ini berharap keridhoan Nya swt dengan membantu bermunajat kepada Mu wahai Rabb pemilik jiwaku dan jiwa Muhammad saw, agar Engkau kabulkan harapan saudaraku ini, hingga ia bahagia dan gembira dengan segenap pengabulan atas hajatnya, dan ia memuji syukur kepada Mu Rabbiy, salahkah bila aku berharap hamba Mu bersyukur dan memuji Mu Rabb..

maka kabulkanlah munajat hamba Mu ini, jadikan ia bersyukur dan menyaksikan kedermawanan Mu Rabbiy.., Demi Sayyidina Muhammad Nabiy pembawa Rahmat .., amiin.

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      Sholat di kereta

Assalamu’alaikum wr wb

semoga Allah selalu merahmati habib

Habib,

Apakah setiap sholat musafir wajib di qodho?

Bagaimana sebenarnya cara sholatnya?Apakah harus menghadap kiblat?

Bagaimana jika di kereta, pesawat, mobil?
Waktu saya kuliah dulu, jika saya dalam perjalanan pulang ke madura denga kereta, Saya selalu mengerjakan sholat magrib, isya, dan subuh di kereta? dan saya sholat dengan duduk dengan mengahadap se arah denga jalannya kereta?

Apakah salat saya sah?

Apakah saya harus meng qodha sekarang, jika memang wajib di qodho?

Padahal banyak sekali 🙁
Mohon penjelasannya

Jazakumullah

 

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

Musafir adalah orang yg mengadakan perjalanan,
1. tamasya dan atau semua perjalanan kita yg bukan niat maksiat atau niat berbuat hal yg makruh, maka boleh melakukan jamak, dg syarat sudah keluar dari batas kota/wilayahnya.
2. Qashar adalah untuk musafir yg perjalanannya melebihi 82km
dan anda boleh mukim disuatu wilayah untuk singgah dan terus diperbolehkan jamak dan atau qashar selama 4 hari selain hari datang dan hari pulang (total 6 hari).
misalnya anda di Jakarta dan musafir ke Bandung, maka anda masih terus boleh jamak dan qashar selama 6 hari, selebih itu sudah tidak diperbolehkan lagi jamak dan atau qashar dalam pendapat yg mu’tamad pada madzhab syafii.

 

masalah : jika anda sampai di bandung dan berniat duduk lebih dari 6 hari misalnya, maka sejak anda masuk kota bandung maka anda sudah tak boleh lagi jamak (dari hari pertama masuk bandung).

sebaliknya jika anda masuk bandung berniat duduk 2 hari saja misalnya atau 4 hari atau kurang dari 4 hari, lalu terjadi perubahan rencana, maka anda membatalkan pulang dan menundanya lagi, maka anda boleh terus jamak, batasnya hingga 6 bulan, selama tak berniat duduk di kota tsb lebih dari 6 hari.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

anda melakukan shalat sambil duduk ditempat, kemudian meng Qadha nya jika telah selesai safar, tak dibenarkan meninggalkan shalat kecuali jika di Jamak,
jika anda sering bepergian maka usahakan bawa kompas, jika di pesawat dan di kereta api atau di kapal laut bisa kita lakukan shalat jika memungkinkan, dengan menghadap kiblat karena arahnya jarang berubah, namun jika tak memungkinkan pun maka shalat duduk dan meng Qadha nya kemudian,
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Assalamu’alaikum wr wb

Terima kasih atas jawaban admin MR

Namun saya masih belum puas dan lega , karena sholat kan wajib dikerkjakan dalam keadaan apapun dan merupakan ibadah yang utama

Apakah saya harus meng-qodho semua sholat yang saya kerjakan di kereta waktu yang dulu ?
Mohon habib beri penjelasan, karena saya masih belum tenang bib

Jazakumullah khoiron katsiro

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
betul, qadha kesemuanya, namun semampunya, anda tak perlu risau karena shalat fardhu yg diqadha boleh dipadu niatnya dg shalat sunnah, misalmnya anda shalat qabliyah subuh 2 rakaat, maka padukan niatnya dg qadha subuh yg lalu lalu,

anda shalat witir di ramadhan nanti atau pada malam malam lainnya sebanyak 3 rakaat, padukan niatnya dg qadha shalat magrib,

anda mungkin melakukan qabliyah dhuhur 4 rakaat, atau ba;diyah atau qabliyah asar atau shalat dhuha yg jumlahnya 4 rakaat, maka padukan dg qadha shalat fardhu yg berjumlah 4 rakaat.
dan berbuatlah semampunya, Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kita
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

  1. Sholat jama’ atau qodho?

Assalamu’alaikum wr wb

Guruku habib Munzir Rahimahullah, Semoga Allah SWT selalu merahmati habib

 

Saya ada ganjalan hati ttg sholat saya bib,

Kemarin rabu, saya melakukan perjalanan dari pasar minggu ke tanah abang,
Saya sudah memperkirakan tidak tertinggal sholat duhur Saya berangkat dari pasar minggu jam 10:30 an , istri saya sudah bawa mukenah Setelah sampai di tanah abang, adzan dhuhur berkumandang Waktu itu saya juga sedang melakukan transaksi jual beli, sambil bertanya musollanya ada dimana?

Kata penjual musulla di lt 12, saya ada di lt 2, tapi ada yang lebh dekat untuk tempat sholat yaitu di lt 2 tsb

Setelah selesai transaksi, saya mencari tempat sholat yang di lt. 2 tsb, tetapi setelah di tanya lagi, tempat tsb belum di buka , jadi harus ke lt 12. Waktu itu jam 1 an
Karena barang bawaan saya berat (sekitar 20 kg & badan sudah terasa capek banget), maka saya memutuskan untuk sholat shuhur di rumah saja, Insya Allah masih bisa
Tetapi , keadaan nya lain, saya sampai di rumah pas adzan asar (sekitar jam 15:20),
Saya bingung bib, dosakah saya & istri karena lalai dalam solat dhuhur tsb? Dan bagaimana cara sholat nya?

Waktu itu saya memutuskan untuk sholat jamak ta’khir dengan asar? Setelah sholat saya tanya ke temen saya, dan temen saya menyarankan sholat qodho, maka saya & istri sholat qodho (padahal sudah sholat jama’)

Jadi, bagaimana ya habib sebenarnya hukumnya, dan mana yang sebenarnya harus di kerjakan?
Mohon penjelasan nya ya guruku habib Munzir karena hati saya masih belum tenang krn kejadian tsb

Dan mohon doanya habib karena ummi (ibu) saya lagi sakit, mudah2an beliau cepat sehat
Jazakumullahu Khoiron katsiro, Jazakumullahu Khoiron jaza’

Wassalamu’alaikum Wr Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
anda lakukan qadha setelah sampai dirumah, dan bukan jamak, kecuali jika anda sudah niat menjamak ta’khir shalat anda saat diperjalanan.

jika anda sudah lakukan qadha, sudah lakukan jamak, maka selesai kewajiban anda, namun jika terulang lagi hendaknya shalat sebisanya dijalan, walau dalam keadaan duduk, dan bertayammum walau pada kursi kendaraan anda jika memungkinkan, lalu sesampai dirumah baru qadha.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. batal imam

Assalamu`alaikum..Ya Habibana Munzir yg ku muliakan semoga Allah SWT selalu menaungi hari-hari antum dengan berkah dan kesehatan,amin.
Ya Habib kali saya ingin menanyakan beberapa hal :
– ketika kita menjadi imam dlm sholat berjamaah (di rumah/masjid) dan tiba2 batal,sementara dalam tempat tersebut tidak ada pintu keluar khusus buat imam yg biasanya tersedia di dekat tempat imam.bila hal itu terjadi apa yg sebaiknya kita lakukan?
– bila kondisi kita menjadi makmum di tengah2 jamaah,dan kita batal sementara kita berada di tengah jamaah n tidak mungkin untuk lewat di depan jamaah lain yg sedang sembayang.apa yg sebaiknya kita lakukan?
Sekian dari saya Ya Habib,maafkan atas ketidak tahuan saya dan bila mengganggu waktu antum Ya Habib.
Syukron.
Wassalamu`alaikum..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
keduanya mempunyai hukum yg sama, yaitu meninggalkan shalat dan memperbaharui wudhu dan kembali ke shaf,

imam bisa mundur dan menarik makmum yg dibelakangnya untuk maju lalu ia meninggalkan shaf.

namun jika malu untuk berbuat demikian, ada satu metode yg diajarkan para fuqaha, yaitu memegang hidung seakan akan keluar darah (mimisan), lalu terburu buru meninggalkan shaf.
orang akan menyangka ia mimisan saja dan memang membatalkan shalat, karena akan menetes kemana mana.

namun perbuatan itu bukan dusta, karena hanya menutup hidung saja, bukan mengatakan bahwa ia mimisan dan itu bisa menjadi dusta, dan perbuatan itu tentunya makmum menganggapnya mimisan walaupun ia batal karena hal lain.

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

 

Assalamu`alaikum,Wr.Wb…Ya Habibana Munzir guru yg ku muliakan,semoga keberkahan selalu menaungi hari-hari antum.Afwan ya Habib,atas ketidak tahuan ana yg fakir ini,ana kurang paham dengan penjelasan antum ya Habib,setelah imam batal lalu menarik maju makmum yg berada di belakangnya apakah dia kemudian berjalan lurus ke belakang dan membelah jamaah? dan bolehkah kita lewat di depan orang sholat bila keadaan kita mendesak? maaf sebelumnya Ya Habib sungguh ana tidak bermaksud tuk bertanya yg berbelit-belit,ini semata-mata karena ketidak tahuan ana dan masalah ini kadang2 terjadi dalam keseharian ana,afwan sebelumnya.
Ya Habibana,bila berkenan ana ingin minta ijazah thariqat alawiyah dan pemakaian cincin yg seperti Habibana pakai.

Maaf bila mengganggu waktu antum Ya Habib.

Syukron
Wassalamu`alaikum,Wr.Wb..

 

 

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

sebaiknya membelah jamaah langsung ke belakang, karena melewati depan orang yg shalat makruh hukumnya kecuali jika terpaksa, dan haram hukumnya jika orang itu menaruh batas, atau shalatnya menghadap tembok atau tiang, maka tidak boleh dilewati.

saya Ijazahkan Thariqah alawiyah kepada anda, sebagaimana sanadnya yg saya terima dari guru mulia hingga Imam Faqihilmuqaddam, yg bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw.

mengenai cincin boleh dipakai tanpa ijazah karena ia adalah sunnah, namun dengan Ijazah afdhal, maka saya Ijazahkan pada anda, sebagaimana ijazah yg saya terima dari Guru Mulia kita yg sanadnya bersambung hingga Rasul saw
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. dalil mengeraskan bacaan surat

Assalaumlaikum wr wb ya habibana….

semoga ALLOH SWT sesalu melimpahkan curahan Rahmat kepada Habib dan sekeluarga……

 

yang pertama saya mau menayakan apakah ada dalil tentang mengeraskan bacaan Surat Alfatihah dan surat lainnya pada sholat magrib isya subuh juga pada sholat jumat dan sholat Ied..

kedua pada seetiap saat akan sholat tarawih 2 rakaat bilal mengucapkan “Assholatu jamiah ramihakhumullah” apakah ada dalilnya juga atau cuma unutk pembri semangat aja ?
syukron katsiran atas penjelasan dari habib

wassalam.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
gerakan gerakan shalat, waktu shalat, jumlah rakaat, bacaan sirr dan Jahr adalah dajarkan Jibril as kepada Rasul saw, dan Rasul saw bersabda : “Shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku shalat” (Shahih Bukhari).
jibril as melakukan shalat diawal waktu dhuhur, awal waktu asar, awal waktu magrib, awal waktu isya, awal waktu subuh, lalu hari kedua Jibril as mengajari shalat diakhir wakrtu dhuhur, akhir waktu asar, akhir waktu magrib, akhir waktu isya, akhir waktu subuh, lalu Jibril as berkata : diantara dua waktu waktu itu wahai Rasulullah” (Shahih Bukhari)
shalat Ied dan Jumat Rasul saw mengeraskan bacaan fatihah dan suratnya, demikian dalam shahih Bukhari dan lainnya.

mengenai Tarawih, seluruh Madzhab mengikuti kebiasaan para sahabat yg diawali oleh Khalifah Umar ra, diteruskan oleh Khalifah Utsman ra dan Khalifah Ali kw, bahwa dalam shalat tarawih tidak dilanjutkan langsung kecuali diselingi doa, maka disebut tarawih (tarawih = istirahat diantara sesuatu yg sedang dilakukan), yaitu setiap beberapa rakaat tidak langsung meneruskan melainkan istirahat beberapa saat dengan membaca doa apa saja, apakah dg menyebut nama para Khalifah dan Rasul saw, atau shalawat, atau lainnya.
ucapan : shalatul Jamiah rahimakumullah, maksudnya menjelaskan pada jamaah bahwa shalat yg akan dilakukan bukan shalat fardhu, tapi shalat sunnah berjamaah, apakah witir maka disebut : shalatul witr jamiaan rahimakumullah, atau jika tarawih : shalatuttarawih jami’an rahimakumullah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *