Beda Infaq & Shadaqah

  1. 1.       Zakat Gaji/Penghasilan

Assalamu a’laikum wr, wb.

Langsung aja mau tanya Bpk. Habib yang saya mulyakan
1. apakah berkewajiban seorang pegawai/karyawan membayar zakat penghasilan dari gaji
2. ada perusahaan yg langsung memotong 2,5% dari hasil gaji/penghasialn si pegawai bagaimana hukumnya?
3. Masalah sodakoh besar mana ke Guru/Ustadz, orang tua, yatim, janda, fakir miskin pengamen saya minta pak Habib mengurutkan tingkat ratingnya
Atas jawaban Pak Habib saya mengucapkan banyak terima kasih, dan semoga Allah Swt selalu melindungi Pak Habib.

Wassalamu a’laikum wr, wb.

 

Habib Munzir Menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kelembutan Takdir Nya dan Keindahan Nya swt semoga selalu menghiasi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
zakat profesi tidak diakui dalam Jumhur (pendapat hampir seluruh ulama) ahlussunnah waljamaah, yg ada adalah zakat harta jika disimpan tanpa dipakai apa apa selama satu tahun,

bahwa zakat harta adalah setahun sekali jika melebihi nishab dan haul

Nishab : Batas jumlah / nilai yg ditentukan syariah

haul : sempurna 1 tahun

jadi anda bekerja dan mendapat gaji itu tak ada wajib zakatnya, boleh anda bersedekah saja.

perhitungan zakat harta adalah jika anda menyimpan uang, atau emas anda baru kena zakat jika menyimpan uang itu sampai setahun, dan jumlah yg anda simpan telah melebih nishab selama setahun

zakat maal / harta dikeluarkan setahun sekali, terhitung hari sejak uang kita melebihi Nishob, dan Nishob zakat maal adalah seharga emas 84 gram, maka bila uang simpanan kita terus meningkat, misalnya mulai 4 Oktober 2006 uang simpanan kita mulai melebihi harga emas 84 gram, maka sejak tanggal 4 oktober itu terhitunglah kita sebagai calon wajib zakat, namun belum wajib mengeluarkan zakat karena menunggu syarat satu lagi, yaitu haul (sempurna satu tahun)

nah.. bila uang kita terus dalam keadaan diatas Nishob sampai 3 oktober 2007 maka wajiblah kita mengeluarkan zakatnya sebesar jumlah seluruh uang kita yg ada pd tgl 3 oktober sebesar 2,5%. (bukan uang kita yg pd 4 oktober 2006, atau uang kita bertambah menjadi 100 juta misalnya, lalu naik dan turun, maka tetap perhitungan zakat adalah saat hari terakhir ketika genap 1 tahun dikeluarkan 2,5% darinya).

bila uang kita setelah melebihi batas nishob, lalu uang kita berkurang misalnya pd januari 2007 uang kita turun dibawah harga emas 84 gram, maka sirnalah wajib zakat kita, kita tidak wajib berzakat kecuali bila uang kita mulai melebihi nishab lagi, saat itu mulai laih terhitung calon wajib zakat dg hitungan mulai hari tsb, dan itupun bila mencapai 1 tahun penuh tidak ada pengurangan dari batas nishob.

mengenai pendapat tentang baru mengenai Zakat profesi ini maka merupakan hal mungkar yg tak bisa diberlakukan, karena “Zakat” itu hukumnya fardhu ain, tak mengeluarkannya maka dosa dan haram,. masalahnya adalah orang yg tak mengeluarkan zakat maka halal dibunuh dan hartanya halal dirampas.

lalu maksud mereka ini mengada adakan zakat profesi seakan mereka ingin menambahkan hukum fardhu?, jadi mereka yg tak mengeluarkan zakat profesi maka halal darahnya, sebagaimana Khalifah Abubakar Assbhiddiq ra memerangi orang orang yg menolak berzakat,

kita terima kalau yg dimaksud adalah sedekah profesi, atau infak profesi, tapi jangan bicara zakat, karena zakat adalah fardhu,

hal yg fardhu adalah berlandaskan Nash Sharih dari Alqur’an dan Hadits, sama saja jika anda menambah satu lagi shalat fardhu menjadi 6 waktu, dengan alasan orang masa kini lebih banyak dosa, maka perlu lebih banyak sholat,

tentunya hujjah ini tak bisa diterima karena bertentangan dengan Jumhur seluruh Madzhab,

2. hal itu tak dibenarkan dalam syariah.

3. urutan orang yg berhak menerima zakat adalah Fuqara.
mengenai zakat adalah boleh diberikan pada yg mustahiq (berhak menrimanya), yg pertama urutannya adalah
Fuqara.
fuqara dalam syariah adalah yg penghasilannya dibawah 50% kebutuhan primernya, misalnya kebutuhan hidupnya 100 ribu sebulan namun masukannya hanya kurang dari 50 ribu. maka ia tergolong fuqara, dan ia kelompok pertama yg paling berhak.

lalu orang miskin
miskin adalah yg penghasilannya kurang dari 100% kebutuhannya.

nah.., jika kebetulan ayah ibu kita fuqara, maka mereka lebih berhak menerima daripada fuqara lainnya, demikian urutannya saudaraku.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

 

 

 

  1. Beda Infaq & Shadaqah

Assalaamu’alaiku Warahmatullahi Wabarakaatuh…..

Habib yg saya muliakan, semoga dalam lindungan Alloh & sehat selalu..

Bib…ana mau tanya, beda infaq dengan shadaqah itu apa ya…?

Lalu bagaimana ketentuan hasil infaq dan shadaqah itu dipergunakan untuk kemaslahatan umat ?

Lalu kadang ana bingung setiap ta’mir mesjid pada hari jum’at mengumumkan hasil infaq dan shadaqah ?

Yang ana tahu setiap sholat disitu ngga ada tromol yg khusus infaq dan khusus shadaqoh, lalu bagaimana cara ta’mir mesjid itu memisahkan uang hasil infaq dan shadaqoh ?

Wassalaamu’alaikum

 

 

Habib Munzir Menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya agung malam malam terakhir ramadhan semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
dalam segi hukum Infaq dan shadaqah sama saja, mengeluarkan uang / harta diluar zakat,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

 

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh….

Habib Munzir yang saya mulyakan, mudah²an Alloh memberikan kesehatan selalu buat habib.

Bib, yang dimaksud pengertiannya sama itu apakah dalam segi bahasa/istilah (muroddif) atau penyalurannya ?

wassalammu’alaikum

 

dalam makna syariah Infaq adalah menafkahi, seperti pada keluarga, anak dan istri, menanggung nafkah mereka, dan hukumnya wajib bagi yg mampu, sedangkan sedekah sifatnya mutlaqah dan Ubudiyyah, lepas saja, boleh memberi, boleh tidak dan sifatnya Ibadah, untuk mendapat pahala, karena Allah.

bukan merupakan kewajiban bagi seseorang memberi sedekah pada keluarganya, namun wajib menafkahi mereka jika ia memiliki kemampuan,

dan sedekah sifatnya untuk Ubudiyyah karena Allah swt, dikeluarkan untuk mencari pahala dan ridho Allah swt, sedangkan Infak adalah harta yg dikeluarkan karena manusia itu sendiri, bisa saja non muslim menafkahi yatim misalnya, hal itu sah sah saja, namun tak bisa disebut ia bersedekah pada yatim, karena sedekah adalah perbuatan ubudiyyah, dan ibadahnya tak diterima oleh ALlah swt.

namun penyebutan Infak dan sedekah pada jumatan itu agak rancu maknanya, kecuali yg ia maksud adalah ada juga non muslim yg berinfak.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 3.       cara menghitung zakat harta

Assalamualaikum…

1. saya ingin bertanya mengenai cara menghitung besarnya zakat harta. apakah menghitungnya dari gaji kotor atau dari gaji bersih (gaji setelah dipotong pajak, jamsostek, dll). mohon agar jawabannya disertai dengan ilustrasi atau contoh kasus.

2. manakah yang lebih baik, apakah membayar zakat dikampung halaman atau di tempat kontrakan/kos. mengingat sekarang saya kos di suatu daerah di jakarta.
demikian dari saya, syukron, jazakalloh khoiron katsiroo

Wassalamualaikum…

 

 

Habib Munzir Menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kemuliaan ramadhan semoga melimpah kepada anda dan keluarga,

mengenai zakat Maal, (zakat harta), wajib dikeluarkan setiap tahunnya, (bukan setiap bulan sebagaimana berjalan sebagian pemahaman baru masa kini).

jadi yg dimaksud adalah jika anda menyimpan uang (bukan uang berjalan), namun menyimpannya/menabungnya,

anda wajib mengeluarkan zakatnya setiap tahun terhitung sejak uang anda mencapai batas zakat (Nishob),
maka bila uang anda jumlahnya melebihi harga Emas Murni 84 gram maka zakatnya 2`5% dari seluruh uang tersebut, tapi hanya jika anda telah memilki uang itu selama setahun,

maaf saya tidak tahu kepastian berapa harga emas murni saat ini, misalnya harga emas murni 1 gramnya adalah satu juta, maka bila anda menyimpan/menabung uang melebih harga 84gram emas (1juta X 84 = 84 jt) melebihi 1 tahun. maka mestilah anda mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%, saat terhitung hari pertama masuk tahun kedua.

misalnya uang anda 70 juta rupiah pada 1 Januari 2003, maka anda tidak kena zakat, karena uang anda dibawah standar zakat, lalu pada 1 Maret 2004 uang anda 100 juta rupiah, nah.. sekarang harta anda melebihi nishob (batas wajib zakat), apakah anda wajib membayar zakat?, belum.., karena msti menunggu 1 tahun lamanya dari 1 maret (bukan 1 januari lho..) ,

maka bila harta anda tidak berkurang dibawah batas nishob sampai 1 Maret 2005, maka anda terkena wajib zakat..,2`5% dari 100 juta. (bukan 2`5% dari 84 jt).

syarat zakat maal adalah Nishob dan haul
yaitu melebihi batas wajib zakat, lalu mulai hari itulah terhitung,
dan haul yaitu mencapai 1 tahun lamanya harta anda tak berkurang dari batas nishob.

bila harta anda pada 1 Februari mulai melebihi nishab, lalu april turun dibawah nishab, maka anda tak terkena wajib zakat, sampai harta anda melebihi nishab kelak, misalnya lalu harta anda di bulan agustus melebihi nishab, maka mulailah terhitung sejak agustus, bila berlansgung setahun maka terkena zakat, bila tidak mencapai setahun sudah ada penurunan maka wajib zakat terhapus, sampai anda mulai memiliki harta melebihi nishab kembali.

jika uang simpanan anda 100 juta mulai 1 januari, lalu november uang anda 10 milyar, lalu pada 31 desember uang anda 85 juta, maka anda terkena zakat tentunya, namun yg diambil adalah 2,5% dari uang anda dihari terakhir setelah sempurna setahun, yaitu 85 juta, bukan 10 milyar.

demikian wahai saudaraku, memang masalah ini agak pelik, bila anda belum jelas boleh ditanyakan kembali.

2. boleh memberikannya pada keluarga/kerabat, atau tetangga terdekat, ataua lainnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *