beda margarin dan mentega

Mentega terbuat dari lemak susu. contoh mentega yang beredar di pasaran adalah orchid, archor, dan wijsman (Caramasaku 2013). WrpDiet.com juga mengatakan hal yang sama yaitu mentega dibuat dari krim susu yang didapatkan dari hasil pemisahan susu sapi. Krim susu ini kemudian diaduk terus menerus sehingga menghasilkan mentega yang padat. Karena berasal dari lemak susu sapi, mentega tergolong sebagai sumber lemak hewani dan tinggi kadar lemak jenuhnya. Eatingwell.com menyebutkan bahwa mentega tawar hanya mengandung 102 kalori, 12 g lemak total dan 7 g lemak jenuh.

Dari angka tersebut menunjukkan bahwa mentaga baik untuk dikonsumsi. Karena kandungan kalori lemak total dan lemak jenuhnya lebih rendah dari minyak kelapa. Sayangnya sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam lemak yang terkandung dalam mentega adalah asam palmitat yang diketahui dapat menyebabkan penumpukkan lemak pada pembuluh darah arteri.

Margarin margarin itu terbuat dari lemak nabati yang di beri aroma dan bahan emulsi . Contoh margarine adalah blue band, provita,dll (Caramasaku 2013). Margarin berasal dari minyak nabati yang dipadatkan sehingga margarin tergolong sebagai sumber lemak nabati dan tinggi kadar lemak tidak jenuhnya( wrpDiet.com) Margarin mengandung banyak lemak trans. Dalam suhu ruang lemak nabati berbentuk cair dan mempunyai ikatan kimiawicis yang membuatnya mudah tengik. Untuk menciptakan produk yang lebih awet minyak nabati tersebut dihidrogenasi. Sehingga ikatan kimiawi yang semula cis diubah menjadi trans. Hidrogenasi mengubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak trans yang sulit dicerna oleh lever. Akibat tak bisa mencerna maka lever membuangnya ke dalam darah, sehingga kadar kolesterol dalam darah naik. Kolesterol yang tinggi lama-lama akan menempel pada dinding pembuluh darah bagian dalam sehingga mempersempit aliran darah. (Kompasiana 2012)

Mentega vs Margarin

Perbedaan mentega dan margarin terletak pada bahan bakunya. Mentega dibuat dari lemak hewan dan memiliki kandungan kolesterol diet maupun lemak jenuh yang tinggi. Sedangkan margarin biasanya terbuat dari lemak nabati dan kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit daripada mentega. Mentega dan margarin mengandung jumlah kalori yang kurang lebih sama (sekitar 600 kalori per satu sendok makan). Namun, mentega mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Kedua elemen tersebut dapat menempatkan Anda pada risiko penyakit jantung. Berbeda dengan margarin yang dibuat dari minyak nabati sehingga kandungan lemak jenuhnya lebih rendah dan (kebanyakan) tidak mengandung kolesterol. (Dunia Fitnes 2014)

Sebenarnya lemak trans tidak hanya terdapat pada margarin ada banyak sumber lemak trans di sekitar kita seperti makanan yang digoreng, non-dairy krimer, dan shortening. Meski diklaim memiliki asam lemak tak jenuh tinggi, minyak goreng (minyak kelapa sawit) saat dipanaskan akan berubah menjadi sumber lemak trans. Jadi bila tak bisa meninggalkan gorengan sebaiknya tidak menyantapnya terlalu sering. (Kompasiana 2012)

Minyak terburuk untuk minyak goreng adalah yang berasal dari Margarine yang dibuat dari bahan baku Kelapa Sawit. Mengapa demikian? Margarine [Blue Band atau sejenisnya] ternyata memang dibuat dengan cara membuat minyak kelapa sawit menjadi jenuh dahulu [agar menjadi padat]. Caranya adalah dengan memanaskan minyak tadi hingga mencapai temperatur tinggi dan minyak berubah dari sifat cairnya menjadi padat (Kompasiana 2012). WrpDiet.com menambahkan akibat proses pembuatannya, margarin dapat mengandung lemak trans yang berbahaya karena dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (kolesterol HDL) dalam darah.

Catherine Saxelby seorang ahli gizi di Foodwatch Nutrition Centre, Australia, mengatakan bahwa rasa olesan dan bentuknya mempengaruhi seseorang untuk memilihnya. “ Banyak orang lebih memilih mentega daripada margarin karena aroma mentega lebih menggoda. Pengguna mentega pun rela mengonsumsinya banyak-banyak karena rasanya yang sedap di lidah,” tambah Saxelby.

“Demi kesehatan, sebaiknya Anda mulai membatasi konsumsi mentega dan gunakanlah bahan olesan yang lebih sehat,” tukasnya. (Dunia Fitnes 2014).

diambil dari : https://rebekapatricia.wordpress.com/2014/08/19/minyak-sawit-minyak-kelapa-mentega-margarin-mana-yang-lebih-aman-dan-sehat/

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *