belajar yoga bisa konsen tetapi sholat kok ndak malah ngelantur, ini mungkin jawabnya?

“Saya akan menceritakan sebuah kisah yang saya dengar melalui dua narasi yang berbeda, pertama dari Grandsyekh `AbdAllah (q) dan yang kedua dari sebuah hadits yang saya baca. Sekelompok orang kafir mendatangi Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) dan bertanya, “Mengapa bila sekelompok Muslim akan melakukan salat, muncul berbagai macam gosip dalam pikiran mereka?” Apakah kalian mempunyai gosip? Segala jenis gosip dan bisikan muncul ke telinga. Mereka berkata, “Tidak ada gosip atau hal-hal yang buruk yang masuk ke pikiran kami. Tetapi untukmu, wahai Muslim, kami tahu berbagai macam gosip masuk ke dalam pikiran kalian.”

Jadi, sekarang kita duduk dan tidak ada yang masuk ke dalam pikiran kita, tetapi segera setelah kita mengucapkan, “Allahu Akbar” atau ketika kalian duduk melakukan zikir atau shalawat, segala jenis gosip masuk ke dalam pikiran. Dan dalam narasi yang lain, sekelompok orang kafir mendatangi Nabi (s) dan mengajukan pertanyaan itu, lalu Nabi (s) berkata, “Yaa Abu Bakr ash-Shiddiq (r), jawablah pertanyaan mereka,” karena Nabi (s) tidak pernah berkata kepada seseorang dengan perkataan yang akan membuat mereka merasa tidak enak. Itulah yang dikisahkan oleh Grandsyekh. Narasi lain yang saya baca adalah bahwa mereka mengajukan pertanyaan itu langsung kepada Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r).

Jadi Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) berkata, “Di satu sisi kalian mempunyai satu istana yang penuh dengan harta dan permata sementara di sisi lain kalian mempunyai gubuk. Apakah seorang perampok akan mencuri dari gubuk itu, atau dari istana dulu? Tentu saja ia akan mencuri dari istana dulu. Kalbu kalian bagaikan gubuk, tetapi kalbu orang-orang yang beriman adalah taman Surga yang penuh dengan zikrullah dan shalaat `ala an-Nabi (s), penuh permata dan harta, itulah sebabnya Setan datang kepada kami, ia tidak memerlukan kalian, karena kalian sudah tidak beriman.”

Tidak ada yang dapat mengambil tempatnya Setan itu! Ia pergi dan membuat gosip lalu keluar dari kalbu manusia. Hanya Nabi (s) yang membuat Setannya menjadi Muslim, sebagaimana beliau bersabda,

كان شيطاني كافراً فأعانني الله عليه حتى أسلم

Kaana syaythaanii fa-a`anani’llahu `alayhi hattaa aslam.

Setanku adalah kafir tetapi Allah menolongku hingga ia menerima Islam.
(Bayhaqi dalam Dalaa’il an-Nubuwwat)”

Al Fatiha

As-Sayyid Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
© Sufilive.com

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *