berapa kali makhluk hidup di bumi punah?

VIVAnews – Sejauh ini para ilmuwan meyakini kepunahan massal (great dying) yang pernah melanda di bumi disebabkan oleh serangan asteroid dahsyat dan letusan gunung berapi di masa lalu.

Melansir Times of India, Kamis 3 April 2014, studi baru yang dilakukan peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) AS dan peneliti Akademi Sains Tiongkok, menunjukkan penyebab peristiwa kematian besar itu bukan karena dua penyebab itu.

Temuan baru menyebutkan kepunahan massal terbesar bumi, pada masa Permiad, sekitar 252 juta tahun lalu, disebabkan oleh mikroba.

Kepunahan masa Permiad ini membunuh lebih dari 90 persen semua spesies laut saat itu, dan melenyapkan 70 persen vertebrata darat.

Peneliti mengatakan mikroba Methanosarcina, yang tumbuh banyak di laut, memakan karbon organik yang telah ada di lautan. Hal ini menyebabkan ledakan gas metana, sebab mikroba itu memproduksi metana. Akhirnya ini memuntahkan sejumlah besar metana ke atmosfer bumi.

Sebagaimana diketahui metana dan karbon dioksida merupakan gas rumah kaca kedua yang kuat tapi elemen ini mudah larut dalam air. Gas ini tiba-tiba secara eksponensial tumbuh di laut dan menyebabkan kekurangan oksigen dan tingkat keasaman tinggi.

Hal ini secara dramatis memanaskan iklim dan secara mendasar mengubah kimia lautan dengan menaikkan kadar asam. Selanjutnya, kata peneliti, kondisi ini menyebabkan lingkungan yang tak layak huni bagi banyak spesies.

Peneliti menambahkan kemampuan mikroba yang memproduksi metana dibantu oleh letusan besar gunung api di Siberia. Erupsi itu melimpahkan nikel, salah satu mineral yang mendukung pertumbuhan eksponensial mikroba yang memproduksi metana.

Perkiraan ini telah dicek dengan analisa sedimen pada lautan kuno di China, yang menunjukkan adanya nikel yang melimpah bersamaan dengan letusan gunung api Siberia.

Peneliti mengatakan tingkat karbon dioksida yang dirilis setara dengan emisi modern oleh pembakaran bahan bakar fosil. Namun gas beracun dari mikroba itu bertahan selama ribuan tahun.

“Itu dapat memicu pelepasan gas beracun hidrogen sulfida yang menambah tekanan pada hewan darat,” ujar Dan Rothman, penulis utama studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) AS.

Kepunahan massal dahsyat selain periode Permian yakni kepunahan pada 65 juta tahun lalu (periode Cretaceous-Tertiary), yang memusnahkan dinosaurus karena serangan asteroid.

Kepunahan massal juga pernah terjadi pada 443 juta tahun lalu (periode Ordovician-Silurian), yang mematikan 85 persen spesies laut. Kepunahan massal lain terjadi pada 359 juta tahun lalu (periode Devonian akhir) dan pada 200 juta tahun lalu (periode Triassic-Jurrassic).   (eh)

© VIVA.co.id

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *