bersyukur

CATATAN TAUSHIYAH MAULANA SYEKH HISYAM KABBANI DALAM MULTAQO NASIONAL THORIQOH NAQSYABANDIYAH NADZIMIYYAH – PONPES AL-HIKAM MALANG (28/12/2014):

1. Rasulullah bersabda bahwa siapa saja yang kelak di akhirat dihisab oleh Allah maka pasti dia mendapat adzab dari Allah, itulah mengapa beliau memberi nasehat kepada Sayyidah ‘Aisyah untuk senantiasa berdoa agar tidak dihisab atau dihisab tidak secara mendetail, karena ketika seseorang di hisab dg detil maka tentu perbuatan maksiat seorang hamba jauh lebih banyak dari pada amal kebaikan yang dilakukan.

2. Allah memerintahkan kita untuk senantiasa bertaubat, jangan sampai ada perasaan dalam diri kita berputus asa dari rahmat Allah karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang hambaNya.

3. Di zaman Rasulullah, adonan roti dibuat dengan cara menggiling gandum menggunakan batu, karenanya banyak serpihan kecil dari batu tersebut yang bercampur dengan adonan roti, sehingga tidak sedikit para sahabat yang makan roti tersebut tersedak ketika memakannya bahkan sampai ada yang meninggal disebabkan hal tersebut, itulah mengapa DISUNNAHKAN menyediakan air minum ketika makan, agar disaat kita tersedak kita bisa segera minum. Meski dalam keadaan demikian para sahabat Rasulullah senantiasa bersyukur kepada Allah dengan berbagai kenikmatan yang mereka peroleh.

4. Jika kita memperhatikan keadaan tersebut lalu dibandingkan dengan keadaan kita sekarang, dimana makanan sudah dimasak dengan berbagai peralatan modern sehingga roti – roti begitu halus begitu juga dengan makanan – makanan lainnya, tapi kualitas syukur manusia saat ini semakin berkurang dan jauh dibandingkan dengan para sahabat Rasulullah.

5. Permasalahan saat ini dan akan semakin parah keadaannya adalah kurangnya manusia bersyukur atas nikmat Allah, dari hal terkecil adalah bersyukur atas nikmat makanan. Sehingga sayyidah ‘Aisyah pernah berdoa dalam waktu yang cukup lama, “Semoga Allah mengirimkan penyakit pada gigi orang-orang yang tidak bersyukur atas nikmat Allah”, kemudian Syekh Abdullah Faiz Al Daghestani berkata,”Jika Sayyidah ‘Aisyah tidak menghentikan doa beliau tersebut, niscaya orang-orang saat ini rela giginya lepas satu – satu karena banyak orang-orang saat ini yang tidak bersyukur”

6. Allah telah menitipkan cinta kepada kita dengan menjadikan kita sebagai seorang muslim, maka perbanyaklah bersyukur dan berdoa kepada Allah agar Allah menambah nikmat kepada kita dan mengampuni dosa – dosa kita.

7. Senantiasalah bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang Allah berikan kepadamu. Jangan menjadi orang yang suka mengeluh karena hal tersebut akan mengurangi kadar kecintaan Allah kepada kita, satu alasan mendasar bagi kita bersyukur adalah Allah menjadikan kita sebagai muslim dan umat nabi Muhammad SAW.

8. Jika kita membaca hadits-hadits shohih tentang tanda – tanda hari kiamat, engkau akan menyadari bahwa ia semakin mendekat dan tidak bisa engkau mengundurnya, pahamilah itu!! (Ust. Afri Andiarto)

 

 

sumbar : https://www.facebook.com/surabayahubbunnabi/photos/a.412575725435711.114369.412520662107884/1033494430010501/?type=1&fref=nf

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *