Ikhlas karena Allah

ini benar-benar mengenai aku, sering sekali aku memaknai ikhlas dengan makna “suka rela melakukan sesuatu”
contoh, ketika ada pengemis yang meminta kepada kita, ketika kita berasa berat memberinya, kita akan berdalih “daripada tidak ikhlas lebih baik kita tidak memberi”, atau kita memberikan yang uang nominal kecil saja “lebih baik sedikit tapi ikhlas daripada banyak tetapi tidak ikhlas”
he3, ternyata pandangan seperti itu sangat-sangat salah,
dalil atau dalam bahasa indonesianya adalah alasan

“Definisi Ibadah adalah tidak mengikuti hawa nafsu karena Allah”

karena Hawa nafsu selalu mengajak kepada jauh pada Allah dan kepada kesenangan sendiri serta sering menjadi tunggangan untuk setan dalam menaklukkan kita. dimana ciri-cirinya adalah kita akan merasa senang/ enteng dalam melakukan sesuatu bila selaras dengan kemauan hawa nafsu

sholat (mengikuti Allah) dengan nonton acara yang kita suka (hawa nafsu) maka kita akan lebih mudah nonton dari pada sholat. dll

dalil-dalil naqlinya, ya monggo konsultasi kepada Ulama

karena alasan seperti itu, maka secara umum dapat dirumuskan :

> dinilai ibadah ikhlas karena Allah ketika terasa berat untuk melaksanakannya , karena tidak sesuai dengan hawa nafsu dan memaksa hawa nafsu untuk tunduk kepada perintah Allah

dinilai kurang ikhlas karena Allah ketika mudah melaksanakannya , karena mengikuti hawa nafsu yang seringnya membawa kepada kesenangan dan kemudahan serta menjauh dari Allah

maka bila ada pengemis yang meminta, kemudian apa akan kita lakukan?

a. tidak memberi (ini sangat mudah) —> ikut hawa nafsu

b. memberi dengan nominal kecil (agak berat dan berfikir) –> ikut perintah Allah tetapi masih terpengaruh hawa nafsu

c. memberi dengan nominal yang besar (berat dan sulit) –> melawan hawa nafsu dengan sekuat hati untuk ikut perintah Allah

bila anda memilih yang nomor c , maka lihatlah banyak sekali perlawanan hawa nafsu dan setan pada fikiran kita, bahwa ini dan itu, kalau ini dan itu, kemudian ini dan itu, karena iman kita lemah, keyakinan kita akan janji Allah masih lemah “satu kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan dan ada surga yang menanti kita”

hal ini pun dapat dikembangkan untuk ibadah-ibadah lain, semakin berat kita mengikuti perintah Allah maka semakin kita melawan hawa nafsu kita maka semakin besar pahala dan balasan dari Allah

 
sudah tahu definisi ini tapi tetap saja aku memilih pilihan a atau b
dan itu semua masih sifatku, huft ………

semoga dalam perjalanan hidup, aku kan menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah

One Comment

Tinggalkan Balasan