jika imam kurang rakaat salatnya

 

  1. 1.     sholat sunnah dengan beberapa niat

assalamualaikum ya walidy, semoga kesehatan dan keselamatan tercurah kepada antum, bib ana mau tanya bolehkah kita melakukan sholat sunnah dengan beberapa niat sholat sunnah misalnya kita sholat dhuha disertai sunnah wudhu, hajat, taubat, dsb??syukron
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya kemuliaan 10 malam terakhir semoga melimpah kepada anda dan keluarga,
mengenai mengumpulkan banyak niat dalam satu shalat boleh dengan beberapa syarat dibawah ini :
1. tidak menggabung shalat wajib dengan shalat wajib lainnya. misalnya subuh niatnya ingin digabung dengan Qadha shalat subuh, ini tidak sah.
2. tidak menggabung shalat wajib dg shalat yg lain. misalnya Shalat subuh dengan shalat hajat.
3. tidak menggabung dg yg jumlah rakaatnya berbeda, atau caranya berbeda. misalnya shalat tahiyyat masjid dengan shalat jenazah.
boleh dilakukan misalnya : Dhuha, hajat, taubat, tahiyyat masjid, sunnah wudhu, dan lainnya dalam 2 rakaat.
wallahu a’lam
 
 
 
 

  1. 2.     lewat di depan orang sholat – 2006/10/16 00:29assalamu’alaykum wr wb
    al-habib Munzir yg di rahmati Allah swt,
    ane pernah suatu masa, sedang sholat di lewati oleh seorang laki-laki dewasa, orang itu berlalu di depan ane dengan cepat, yg mau ditanya :
    1. bagaimana dengan sholat ane td?
    2. apabila ane sebagai pelakunya hukumnya bagaimana?
    syukron atas jawabannya

 
 
HABIB Munzir menjawab :
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya kemegahan Ramadhan semoga selalu melimpah kepada anda.
mengenai shalat anda tetap sah dan lewatnya seseorang dihadapan anda tidak membatalkan shalat.
perbuatan itu merupakan hal yg diharamkan oleh Rasul saw, namun terdapat beberapa udzur, misalnya orang yg akan masuk ke masjid terhalang oleh shalat kita, maka boleh saja ia melewati karena kesalahan kita menghalangi pintu masuk masjid, demikian pula di Masjidil Haram, hal ini diperbolehkan,
yg tidak diperbolehkan adalah orang yg lewat didepan seorang yg shalat dan didepannya ada pembatas, berupa tiang, atau ia memancangkan sesuatu didepannya yg tingginya satu hasta, sebagai tanda bahwa itu adalah area sujudnya, bila hal ini tidak ada maka kita tak bisa menyalahkan mereka yg melewati kita.
namun perlakuan itu haram hukumnya bila tidak terjebak suatu kebutuhan sbgmn disebut diatas.
wallahu a’lam
 
 
 

  1. 3.     Munajat ketika sujud 

Assalamualaikum wr.wb Habib,
Saya pernah mendengar bahwa kita boleh meminta ketika saat sujud akhir, tetapi hanya dalam hati… bolehkah sebenarnya hal itu Habib? dan saya sering melakukan puji-pujian/ tambahan doa ketika sujud dan saya mersa lebih mudah untuk bermunajat ketika saat itu, Apakah hal itu sama halnya dengan membolehkan membaca doa ketika duduk tasyahud akhir?
Jazakallah, Habib
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya kemuliaan Lailatulqadar semoga melimpah kepada anda dan keluarga,
Mengenai doa dalam sujud merupakan hal yg sunnah, demikian pula dalam tahiyyat akhir.
Wallahu a?lam
 
 
 

  1. 4.     jika imam kurang rakaat salatnya

Assalamu’alikum warahmatullah wabarakatuh
Semoga limpahan anugerah Allah SWT selalu terlimpah atas guru kami al habib munzir bin fuad al musawwa dan keluarga beliau.
Bib,ana mau menanyakan bagaimana cara mengingatkan imam dalam salat berjamaah bila imam tersebut sudah mengucapkan salam,padahal jumlah rakaatnya kurang dan apa yang harus kita lakukan bila ternyata imam tersebut tidak paham setelah kita ingatkan ?Atas jawaban habib ana ucapkan syukran.
wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,
 
 
HABIB Munzir menjawab :
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya keagungnan Lailatul qadar semoga melimpah pada anda dan keluarga.
Hal ini terjadi di zaman nabi saw, beliau saw selepas salam baru diingatkan oleh salah seorang sahabat bahwa shalatnya kurang satu rakaat, maka Rasul saw bangkit lagi meneruskan yg satu rakaat, lalu tahiyyat akhir lalu sujud sahwi. (Shahih Bukhari).
Menurut madzhab Imam Syafii, maka makmum tetap bermakmum pada imam itu dalam penyempurnaannya, namun bila Imam itu tidak faham maka kita menyempurnakannya sendiri sendiri, dan bila sudah agak lama jangka waktunya maka kita mengulangi shalat.
Wallahu a?lam
 
 
 

  1. 5.     Keutamaan memelihara janggut 

assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuhu..
alhabib munzir yang di Rohmati Allah swt.
Bisakan Habib menguraikan keutamaan memelihara janggut dan membuang kumis bagi ikhwan muslim? dan apa sebab seorang ikhwan muslim d sunnahkan memelihara janggut?
terima kasih,
wassalam;
 
 
HABIB Munzir menjawab :
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya kemuliaan Nuzululqur’an semoga menerangi hari hari anda,
mengenai mencukur kumis dan memanjangkan janggut adalah sunnah Nabi saw, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan Shahih Bukhari dan riwayat lainnya, namun ada perbedaan pendapat mengenai “mencukur kumis”, sebagian sahabat mencukur habis, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari Juz 5 hal 2208 bahwa Ibn Umar ra mencukur kumisnya hingga terlihat jelas kulitnya yg putih, maka kalimat ini menandakan bahwa ia mencukur habis kumisnya, namun riwayat lain bahwa sahabat lain membiarkan kumisnya dan mengguntingnya saja (memendekkannya) agar tak melebihi bibir.
mengenai janggut telah mu’tamad bahwa makruh mencukurnya habis, namun boleh boleh saja bila dirapikan.
keutamaannnya tentulah satu satunya keutamaannya yg terbesar adalah sunnah, sebagaimana sabda Rasul saw : “Barangsiapa berpegang pada sunnahku dimasa rusaknya ummatku maka baginya 100 pahala syahid”.
wallahu a’lam
 
 
 

  1. 6.     niat salat jum’at

Assalamu’alikum warahmatullah wabarakatuh
Limpahan kemulyaan dan kelembutan Allah SWT semoga selalu tercurahkan kepada guru kami al habib Munzir bin fuad Al musawwa
beserta keluarga dan yang memiliki hubungan dengannya.
Ya habibana yang dimulyakan Allah SWT,ane ingin bertanya ;
1.Apakah hukumnya mengerjakan salat jum’at ?
jika memang fardu’ain mengapa bila berhalangan kita menggantinya dengan salat dzuhur,sedangkan yang namanya fardu’ain dalam keadaan apapun harus dirkerjakan ,seperti salat lima waktu.
2.Apa niat waktu mengerjakan salat jum’at?karena ada yang mengatakan sunah dan fardu menurut yang ane ketahui.
3.apa Tandanya bila lailatul qodar datang kepada kita ?
ane mohon maaf ya habibana jika ada kata 2X yang salah dan atas jawaban nya ane ucapkan syukron .
wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
 
 
HABIB Munzir menjawab :
 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya keagungan Nuzululqur’an semoga membias pada hari hari anda,
1. mengenai shalat jumat, merupakan Fardhu ‘ain dg Nash ayat Alqur’an Al Jumu’ah – 9. demikian Imam Bukhari mengambil kesimpulan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa shalat jumat adalah Fardhu ‘ain, dan sebelumnya telah pula dijelaskan oleh Imam Syafii dalam kitabnya Al Umm bahwa shalat jumat adalah fardhu ‘ain (Fathul Baari Almasyhur Juz 2 hal 354).
hal yg fardhu dapat saja jatuh dikarenakan halangan, sebagaimana fardhu shalat 5 waktu pun bisa terhapus karena haidh misalnya, nifas, maka tak wajib mereka shalat bahkan haram, atau contoh lainnya adalah wudhu misalnya, tak wajib bila tak ada air, berganti dengan tayammum, demikian pula shalat jumat, bila ada halangan maka shalat dhuhur.
2.niatnya bisa dengan yg ringkas : Ushalli fardhuljum’ah rak’atain lillahi ta’ala, mengenai yg mengatakannya sunnah tentunya bukanlah madzhab syafii dan bukanpula pendapat yg jumhur dan Mu’tamad (pendapat terbanyak).
3.lailatulqadar itu muncul di salah satu malam ramadhan, ciri2nya bila kita mendapatkannya tentunya diantaranya doa doa kita terkabul
demikian wahai saudaraku,
wallahu a’lam
 
 
 

  1. 7.     sujud SHOLAT manakah yang harus di dahulukan?

Assalamu’alaikum wr wb
Habib, saya mau tanya beberapa hal:
1. Ketika kita hendak sujud manakah yang didahulukan tangan ataukah lutut karena ada banyak pendapat tentang hal ini, menurut hadits hadits mana yang sering dikerjakan oleh Nabi SAW?
2. Apa yang dibaca pada saat duduk antara 2 sujud?
3. Saya melihat ada saudara kita ketika sholat 2 rakaat khususnya, duduk tahiyyat akhirnya seperti duduk tahiyyat awal? bagaimana dilihat dari hadits hadits Rasulullah SAW?
Jazakumullah Khairan katsiira
Wassalam 
 
 
HABIB Munzir menjawab :
 
Alaikumsalam warahmatulah wabarakatuh,
Cahaya kemegahan Nuzululqur?an semoga selalu menaungi hari hari anda,
1. mengenai mana yg sunnah, maka para ulama ber ikhtilaf dalam hal ini, karena ada dua riwayat yg mengatakan mendahulukan lutut, baru kedua tangan saat bersujud, namun riwayat lain sebaliknya, namun para Imam diantaranya Imam Syafii dan Imam Hanafi memilih bahwa yg afdhal adalah kedua lutut terlebih dahulu, lalu baru kedua tangan, lalu barulah dahi, dan Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Malik memilih kedua duanya boleh tergantung pilihannya. (Fathul Baari Al Masyhur Juz 2 hal 291),
berkata Imam Syafii : ?dan aku memakruhkan mendahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut disaat sujud? (Al Umm juz 1 hal 113)
2. Allahummaghfirliy, warhamniy, wahdiiniy, wa ?aafiniy, warzuqniy, wajburniy (Majmu? zawa?id hadits no.131, 132, dikatakan bahwa adapula riwayat yg mengatakan Rabbighfirliy, bukan Allahummaghfirliy) dan masih banyak riwayat shahih lainnya yg sedikit berbeda.
3. terdapat beberapa riwayat mengenai duduknya Rasul saw, dan Imam Syafii menukil sebuah hadits yg dipegangnya sebagai pendapat yg terkuat bahwa duduk tahiyyat awal sama dengan duduk antara dua sujud, yaitu duduk diatas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan,
dan duduk tahiyyat akhir adalah kaki kanan tegak diatas kaki kiri yg rebah dan muncul disebelah kanan (sebagaimana duduk tahiyyat akhir yg telah kita kenal). (Al Umm Juz 1 hal 116).
Namun mengenai duduk ini, boleh boleh saja seperti apapun karena tetap sah dan tak membatalkan shalat, misalnya duduk sila, ataun duduk tanpa menegakkan kaki kiri ataupun kanan, ini boleh boleh saja, atau barangkali karena kelemahan atau udzur, terus terang saja bahwa pribadi saya sendiri selalu duduk tahiyyat akhir, tahiyyat awal dan duduk antara dua sujud, saya selalu tak menegakkan kaki kiri dan kanan dalam kesemuanya, karena sejak kecelakaan terjadi pada saya th 2002 da mobil saya hancur, maka tumit saya remuk, walaupun sembuh namun saya tetap belum mampu menegakkan kaki kanan disaat duduk dalam shalat, namun bagi mereka yg tak ada udzur sebaiknya mengikuti yg disunnahkan.
Wallahu a?lam
 
 

Tinggalkan Balasan