Menyimak Khutbah Jum’at dll

  1. 1.      Sholat berjamaah di perahu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Semoga habib sekeluarga dan seluruh jama’ah MR selalu di rahmati Allah swt
1. Bagaimana doa iftitah yg biasa habib baca?
2. Apakah membaca doa iftitah dan doa yg lainnya selain surat al qur’an memakai tajwid? Contohnya pada iftitah, pada bagian Wa subhanallahi bukratan wa ashiila atau wa subhanallahi bukrataw wa ashiila? atau pada tasyahud asyhadu an la ilaha illalah atau asyhadu al la ilaha illallah?
 
3. Sampai manakah akhir bacaan tasyahud awal? Apakah menggunakan kata sayyidina?
4. Bila makmum masbuk pada saat imam tahiyyat akhir, maka makmum membaca tahiyyat awal atau tahiyyat akhir?
 
5. Dalam buku shalat seperti nabi yg saya beli di kios nabawi, shalat di perahu bila arah perahu berubah sehingga wajah tidak lagi menghadap kiblat, maka wajib kembali menghadap kiblat. Tapi bila merubah posisi dalam berjamaah, maka nantinya posisi makmum tidak di belakang imam dong, bib? Mungkin bisa di samping atau mungkin malah didepan imam jika perahu berbalik 180 derajat?
6. Mana hadits yg benar tentang sabda nabi saw: aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka yaitu kitab Allah dan ahli baitku atau kitab Allah dan sunnah ku?
7. Apakah humkumnya shalat pake sandal atau kaos kaki?
8. Rasul saw kalo motong kuku pake apa, bib? apakah sunnah digigit?
9. Apa judul buku sudais yg mendhoifkan shahih bukhari?
10. Dimana saya bisa mendapatkan buku2 guru mulia habib umar bin hafidh seperti Dhakhira Musyarofah, Muhtar Ahadits, Nurul Iman, Durul Asas & Tsaghafatul Khatib?
11. Apakah semua qasidah dalam buku maulid dhiya’ullami’ adalah buatan guru mulia Habib Umar bin Hafidh?
 

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. banyak doa iftitah yg teriwayatkan, namun saya pribadi membaca yg paling singkat, Allahu Akbar kabiira, walhamdulillahi katsiira, wasubhanallahi bukratan wa ashiila.
ini adalah doa iftitah yg tersingkat.
2. tidak disunnahkan memakai tajwid selain dalam membaca Alqur’an, dan hal itu adalah penyempurna saja, karena ilmu tajwid tidak diajarkan dimasa Rasul saw, maka tajwid hanya dipakai dalam membaca Alqur’an, dalam shalat atau diluar shalat, dan diluar itu tidak digunakan tajwid yaitu dalam doa dan lainnya, namun menggunakannya pun tak ada larangannya, namun hal itu asing, dan sebagian ulama kurang menyukainya karena menyamakan dg bacaan Alqur’an, dan tentunya bacaan Alqur’an layaknya dibaca lebih indah yaitu dg tajwid
3. ikhtilaf ulama banyak dalam hal ini, demikian pula dalam ucapan sayyidina, namun kesemuanya mempunyai dalil yg bisa dipertangggungjawabkan, dan kita dan guru guru besar dalam madzhab syafii kita mengakhiri tahsyahud awal pd kata shalawat pada Sayyidina Muhammad, tanpa membaca wa ala ali sayyidina Muhammad dst
mengenai kata “sayyidina” maka tidak ada satu imam pun yg melarangnya, namun ada yg memakainya dan ada yg tidak, namun melarangnya adalah dosa besar karena mengingkari nabi sebagai pemimpin tunggal seluruh manusia.
4. tahiyat akhir
 
5.setidaknya hal itu jarang terjadi, dan layaknya jika kapal besar, nakoda tak menggeser posisi kapalnya saat shalat kecuali darurat, namun jikapun terjadi arah jauh berubah atau sampai 180 derajat maka imam niat mufaraqah, dan makmum terbelakang yg berubah menjadi terdepan maju satu orang untuk menjadi imam, alu imam yg ada dipaling belakang menjadi masbuk, hal itu jika langkah imam akan lama, jika hanya satu dua shaf, maka imam melangkah selangkah demi selangkah membelah shaf, dg langkah yg terpisah dg jeda waktu beberapa detik.
6. keduanya hadits
7. boleh dalam seluruh madzhab
8. yg disunnahkan adalah memotong kuku, jika dg menggiitnya maka mubah karena nabi saw tak melakukannya, dimasa itu sudah ada pemotong kuku tentunya modelnya bukan seperti masa kini tapi sangat sederhana, mirip dg gunting
9. saya pernah membacanya dan bukan pada satu buku, tapi banyak ucapannya di internet, di surat kabar, dan dibuku buku, jika anda mengerti bahasa arab anda bisa membuka face book2 wahabi dan menyaksikan tanya jawab dg beliau yg banyak sekali mendhoifkan dan menyudutkan imam bukhari dan seluruh imam ahlussunnah waljamaah.
ia banyak mengkiritk shahih Bukhari dan Shahih Muslim, banyak lagi dan saya tak mampu menampilkan kesemuanya, namun diantaranya adalah pada fileh arsyil multaqa ahlul hadits, dan ia berbahasa arab tentunya.
10. jika anda di jawa timur anda bisa menghubungi hb Jamal Baagil yg ma’hadnya di wilayah Malang 0818592903, jika anda diwilayah jawa timur yg dekat dg situbondo atau probolinggo, anda bisa menghubungi hb hasan bin ismail Almuhdhor di 08123496453, jika anda di jakarta anda bisa menghubungi hb ahmad jindan di 08121018257.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

  1. Membaca fatihah bagi Imam

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Semoga habib sekeluarga dan seluruh jama’ah MR selalu di rahmati Allah swt
1. Dalam shalat rida’ di taro di pundak atau di tempat sujud?
2. Membaca ta’awudz dalam shalat hanya pada fatihah atau surat yg lainnya juga? Apakah dibaca stiap rakaat?
3. Apakah setelah membaca amin imam perlu menunggu makmum membaca fatihah?
4. Apakah makmum perlu mempercepat bacaan fatihahnya atau biasa aja?
5. Kalo imam salah dalam bacaan ketika makmum sedang membaca surat Al-fatihah bagaimana?
6. Apakah menunggu makmum imam selesai membaca Allahuakbar/samiallahulimanhamidah? Atau bergerak bersamaan dengan bacaan takbir imam?
7. Bagaimana tangan kanan saat tasyahud? Apakah di kepal dari awal seperti angka 53?
8. Bagaimanakah salam dalam shalat yang benar, apakah jika imam salam ke kanan kita juga salam ke kanan, atau menunggu imam salam ke kiri baru kita salam ke kanan?
9. Kan sebagian besar ulama tidak mengesahkan tahiyyatul musholla, lalu apakah kita tidak perlu tahiyyat bila di musholla?
10. Apa hukumnya menjawab salam dari non muslim? Bagaimana cara menjawabnya?
11. Mohon habib mengijazahkan penggunaan gamis, rida’, imamah, siwak & sunnah rasul lainnya. Tapi saya merasa belum pantas menggunakan imamah.
 

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
 
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1. ditaruh ditempat sujud, demi tidak mengganggu gerak gerik shalat, namun jika ditaruh dipundakpun tak ada larangannya
2. ta’awwudz hanya dibaca di awal fatihah dg suara pelahan, dan dalam madzhab syafii tidak membacanya pada surat lain setelah fatihah dalam shalat. dan memang ta’awwudz disunnahkan dibaca setiap akan mulai membaca alqur’an, dan fatihah dengan surah hanya berjeda waktu yg sedikit dan tak ada ucaoan ditengah tengahnya, sebagaimana disunnahkan jika berhenti membaca alqqur’an karena berbicara dg orang lain, maka disunnahkan memulainya dg ya’awwudz tanpa basmalah kecuali di awal surat.
3. betul saudraku, demikian dalam seluruh madzhab dan demikian yg diakukan Rasul saw, namun jeda waktunya walau sebentar..
4, jika imamnya lambat memberi waktu maka makmum bisa membaca dg santai
5. pembahasan ini sudah sering saya jawab dan admin II akan membantu anda menampilkannya
6. bergeraklah setelah imam berhenti demikian yg disunnahkan
 
7, demikian dalam madzhab syafii
 
8. menanti imam selesai salam kekiri baru kita salam kekanan.
9. mereka yg tidak mengesahkannya namun tidak melarangnya. karena ikhtilaf ulama dalam hal ini sebagian mengatakan tetap mendapat pahala, bagaimana shalat sunnah yg merupakan ibadah bisa dikatakan tidak dapat pahala selama tak ada larangannnya,.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses
10. cara menjawabnya adalah dengan mendoakan hidayah untuk mereka dan kesuksesan duniawi, demikian belasan hadits shahih yg mendukung hal ini
11. seluruh sunnah Nabi saw tak perlu ujazah pada hakekatnya, karena sudah ijazah langsung dari Rasul saw, namun demi memperkuat hubungan ruh kita maka diadakanlah ijazah,
saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin
dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

  1. Makmum maju menjadi imam…

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Habibana Mundzir yang kami cintai dan muliakan, semoga selalu dalam naungan lindungan dan rahmat Allah SWT . Semoga Habibana juga diberikan kesehatan dan umur yang panjang sehingga Habibana dapat terus memimpin dakwah Majelis Rasulullah . Amin
1. Jika Habibana berkenan ana dan keluarga mohon diberikan ijasah dari Habibana agar lebih mantap pada saat zikir, wirid, ratib, atau ibadah lainnya. Mohon juga Do’anya agar ana yang lemah ini diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah baik yang wajib maupun sunnah
2. Bib pada saat masih kuliah di bandung ana sering sholat berjamaah di mesjid UNPAD Bandung. Pada saat imam telah selesai sholat, maka diantara ma’mum yang masbuk biasanya ada yang maju untuk menjadi Imam bagi ma’mum yang masbuq lainnya.Kadang setelah imam tesebut selesai sholat maka akan ada lagi yang maju sebagai imam untuk para jamaah masbuq setelahnya. Adakah hal tersebut pernah dicontohkan oleh Rasulullah bib?
Demikain Bib Permohonan dan pertanyaan dari ana, seperti mimpi rasanya mendapat kesempatan yang mulia ini.
Wassalamualaykum Wr. Wb
 

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1. saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin
Semoga Allah swt meluhurkan setiap nafas anda dg cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing untuk mudah mencapai tangga tangga keluhuran istiqamah, dan wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul istiqamah
2. ikhtilaf ulama dalam hal itu, namun pendapat yg lebih kuat adalah membuat jamaah baru agar kesemuanya tak kehilangan takbiratul ihram bersama imam.
mengenai masbuq jumat ia jika hanya mendapat 1 rakaat maka ia meneruskannya menjadi shalat dhuhur.
demikian yg sesudahnya.
 
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

  1. 4.      Menyimak Khutbah Jum’at

Asalamualaikurm wr wb,
Sebelumnya saya mengucapkan selamat hari kelahiran kpd Habibana Munzir, semoga Habibana bisa terus membimbing kami dalam keluhuran. Amiin
Mohon maaf menggangu Habibbana dengan pertanyaan hamba :
 
1. ketika khotib jumat sedang khutbah, apakah kita boleh menyimak nya sambil berdzikir ?
2. dosa ke sesama manusia tdk akan Allah maafkan kalau bukan manusia tsb yg maafkan, apakah itu artinya bila A (si pendosa besar yg semua dosa pernah dilakukannya) menzolimi si B, maka A tdk akan bisa ke surga bila si B tdk memaafkannya walau ketika wafat si A taubat dgn tetap mengesakan Allah ?
3. Salah satu dosa besar adalah menuduh seseorang berzina, terkadang hati ini sangat kotor sehingga menuduh orang lain spt itu, bgmana cara tobat dari dosa tsb walopun dilakukan dari dalam hati (menuduh zina namun dari dalam hati) ?
4. Berkenankah Habib ijazahkan shalawat yg Habibana cintai kepada saya
Mohon maaf atas segala pertanyaan bodoh saya.
Wassalamualaikum wr wb
 

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
saudaraku tercinta, beribu maaf saya sungguh telah menjawab pertnyaan anda, dan sudah terkirim, namun mungkin karena kemarin web kita terkena gangguan maka mungki jawaban saya terhapus, akan saya ulangi insya Allah,
1. boleh saudaraku, karena dzikir tidak dilarang kapanpun bahkan disunnahkan kapanpun mengingat Allah, namun baiknya tidak dilafadzkan, dan menyimak khutbah, maka menyimak khutbah sambil mengingat Allah afdhal
2. berusahalah meminta maaf pada orang yg telah kita dholimi atau kita punya dosa padanya, karena Allah tak mau memaafkan dosa antara hamba Nya, namun bisa saja jika hamba Nya dicintai Allah, Allah akan membelanya dihari kiamat dg menawarkan pengampunan bagi penuntut dosa, demi hamba yg dicintai Nya selamat.
3. menuduh zina dalam hati tidak terkena hukum pidana syariah dan tidak sebesar dosa orang yg menuduh dg membukanya pada orang lain, namun hal itu termasuk pada sangka buruk dan ia merupakan dosa yg layak disucikan, ingatlah barangkali kita pernah berbuat dosa yg lebih besar darinya, namun tak diketahui orang, atau mungkin Allah sudah mengampuni dosanya dan belum mengampuni dosa kita yg jauh lebih kecil, dan obati sangka buruk itu dg mendoakan si pendosa agar dilimpahi hidayah dan pengampunan, maka anda mendapat pahala dan bebas dari sangka buruk
4. saya ijazahkan pada anda shalawat yg paling saya cintai, yg diajarkan langsung oleh Rasul saw pada saya dalam mimpi, yaitu : ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD, WA AALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM
anda boleh membacanya kapan saja dan berapa saja tanpa batas waktu dan jumlah.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

  1. 5.      Rokaat Shalat Istikhoroh dan hajat

assalamualaikum
mengenai qodho sholat, jika ktika wktu dulu2 prnh mninggalkan sholat, kmudian diqodho, ana mhon penjelasan mengenai rukun2nya, syaratnya, mhon penjelasanya
 
bib, klo hb ali aljufri dr yaman, blum prnah ke indonesia, mengapa ? nanti hb umar dtg, pakah dia ikut ?
arti syafaat secara luas, bagaimana ?
klo sholat ISTIKAROH SM HAJAT, BRAPA RAKAAT PALING SDIKIT & PLING BNYAK ? KAPN SAJA WKTU UNTK MENGERJAKANYA & KAPAN JUGA WKTU AFDOLNYA ?
suqran….
 

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
1. mengenaiu qadha shalat yg lalu maka sama rukun dan syaratnta, cuma jika shalat yg siang akan di qadha malam maka suaranya agak dikeraskan seperti shalat yg dilakukan malam, misalnya shalat qadha dhuhur di waktu isya, maka dilakukan seperti shalat Isya, demikian sebaliknya, shalat magrib ingin di qadha diwaktu siang maka suaranya sirran seperti shalat dhuhur dan asar, namun tetap 3 rakaat.
jika anda ingin meng qadha shalat yg dilakukan dalam safar saat itu misalnya, lalu and akan mengqadha nya diwaktu anda sudah tidak safar lagi, maka tidak boleh jamak dan qshar, karena anda sudah tidak safar, sebaliknya jika anda shalat yg dilakukan ditempat yg dirumah atau tempat yg anda tidak jamak atau qashar, tapi and akan mengqadhanya ditempat yg anda sedang dalam perjalanan, maka boleh di jamak tanpa qashar., dan boleh di qashar jika perjalanan melenbihi 82km, walau saat anda meninggalkan shalat itu anda bukan dalam perjalanan jamak atau qashar atau jamak qashar.
perlu diketahui, jamak adalah memadukan shalat dhuhur dg asar di waktu dhuhur, atau diwaktu asar, dan memadukan shalat magrib dan isya diwaktu magrib atau diwaktu isya.
jika perjalanan anda niat melebihi 82km maka boleh qashar yaitu yg 4 rakaat dijadikan 2 rakaat. misalnya anda dari bandung, ingin ke jakarta, walau belum sampai bandung sudah boleh jamak dan qashar, walau belum mencapai 82km karena niat sudah menutupinya,
dan perlu diketaui bahwa qashar tak mesti jamak, misalnya anda dari jakarta akan ke bandung, anda sudah shalat dhuhur di bandung, dalam perjalanan ada perhentian dan sudah masuk waktu asar, anda boleh shalat asar dua rakaat (qashar) tanpa harus mengulanginya lagi.
2. Alhabib Ali Jufri ditugaskan untuk dakwah dibagian lain yaitu timur ytengah dan negara barat, untuk kali ini dari nama nama yg sampai pd saya tak tercantum nama beliau akan datang bersama Guru Mulia
3. Syafaat adalah pertolongan, itulah makna secara luasnya, secara ringkasnya adalah pertologan dari Rasul saw dan amal shalih untuk pendosa, berupa selamat dari neraka, selamat dari siksa kbur, selamat dari musibah dunia, dan terangkat lebih tinggi derajatnya di sorga, ada yg mendapatkan salah satunya, ada yg sebagiannya,a, ada yg kesemuanya, semoga kita mendapat kesemuanya, amiin.
4. 2 rakaat saudaraku, demikian dalam shahih Bukhari dan lainnya, dan saya tak menemukan riwayat yg lebih dari itu
waktu yg terbaik di sepertoga malam terakhir, dan boleh diwaktu lain kecuali waktu yg ada larangan shalat sunnah padanya
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

  1. 6.      Sholat Subuh berjamaah tanpa Qunut

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam rindu untuk Habib Munzir yang saya cintai, Smoga Allah selalu merahmati habib dan keluarga.
Habib, suatu hari saya menginap dirumah teman di waktu subuh kami sholat berjamaah di masjid bersama orang2 kampung, mereka tidak membaca doa qunut. apa yang seharusnya saya lakukan bib? apabila kejadian tersebut terulang kembali.
mohon maaf bila saya salah kata. terima kasih habib.

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
saudaraku tercinta dalam mazhab kita yaitu madhab syafii Qunut bukan rukun shalat, maka tak membacanya bila shalat sendiri, bermakmum atau menjadi imam, tidak membatalkan shalat, namun sunnah jika shalat sendiri atau menjadi imam untuk sujud sahwi jika disebabkan lupa, namun jika disengaja maka tetap sah shalatnya.
namun tentunya anda sedang berkunjung ke tempat teman, jika untuk seterusnya sebaiknya carilah imam yg berqunut agar sesuai dg nmadzhab kita.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

  1. 7.      Cara Mandi Wajib

Assalamu’alaikuum, Habibana yg saya muliakan,
ada beberapa masalah fiqh yg saya kurang paham Bib, mohon bantuannya….
1. Habib, bagaimana hukumnya bila seseorang tidak sengaja salah atau terputus nafasnya dlm membaca surah Al-Fatihah ketika sholat?
Apakah dimaafkan karena tdk sengaja, atau mengulangi ayatnya dr awal, ataukah batal sholatnya..?
Bagaimana bila itu terjadi pada bacaan/doa2 yg lainnya?
2. Bolehkah seseorang membasuh bagian tubuh dari kepala hingga ke paha di kamar mandi, lalu dari paha kebawah ia basuh di kran diluar kamar mandi (sambil memakai handuk). Sah kah mandi junub semacam ini Bib?
3. Saat seseorang selesai mandi junub, lalu keluar kamar mandi. Ia teringat ada yg belum di basuh (lupa), apakah ia harus mengulangi lagi mandi junubnya dari awal??
4. Habib, apakah kotoran ikan itu termasuk najis? Lalu air dikolam lele yg telah menjadi keruh dan anyir itu apa juga dihukumi najis??
Sekian Habib, mohon maaf jika kurang berkenan. Terima kasih.
 

Habib Munzir menjawab

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
1. ikhtilaf ulama dalam hal itu saudaraku, namun pendapat yg terkuat adalah mengulang ayatnya, bukan mengulang dari awal surat alfatihah. dan hal ini hanya pada Fatihah dalam shalat, karena ia rukun, jika dalam doa maka hal itu tidak mengapa, ini jika putus nafas.
jika salah dalam membacanya, ikhtilaf ulama pula dalam hal ini, pendapat terkuat mengatakan fatihahnya batal, maka shalatnya pun tidak sah, namun jika tidak sengaja dimaafkan, jika tidak tahu maka wajib diberitahu dan ditegur, jika kesemuanya tidak tahu maka dimaafkan namun ia terkena dosa karena tidak mempelajarinya, dan dimaafkan bagi pemula atau muallaf.
yg berat adalah jika salah baca fatihah nya sampai merubah makna, maka sangat kuat pendapat yg mengatakannya tidak sah.
namun dimaafkan jika diwilayah yg tiada pengajar/ustaz yg mengajarinya, bahkan jika belum bisa fatihah, seperti muallaf misalnya, maka cukup membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar, dan ia wajib terus mempelajarinya.
jika karena bawaan logat, atau lidah yg tak mampu mengucapkannya, maka sebaiknya ia tak menjadi imam.
2. sah mandi junubnya, dan belum sah hingga semua bagian tubuhnya terkena air.
3. tidak saudaraku, cukup ia membasuh bagian yg belum terkena air tsb.dg niat menyempurnakan mandi junubnya tentunya.
4. hukumnya semua hewan yg hidup di air adalah suci saudaraku, demikian secara syariah, namun secara adab kepada Allah dalam beribadah afdhalnya kita membasuh bau busuk yg ada pada tubuh kita apapun bentuknya walau bukan najis
namun maaf jika kotoran manusia, yg bercampur di kolam lele, maka tentunya bukan suci hukumnya, dan air itu jika sedikit maka menjadi najis, jika banyak namun berubah baunya atau warnanya, atau rasanya, maka menjadi mutanajis hukumnya, mensucikannya adalah dg membasuhnya.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam
 

Tinggalkan Balasan