Mengganti Puasa

 

  1. 1.       Hukum Berpuasa

Assalamu’alikum warahmatullah wabarakatuh
Limpahan kemulyaan dan kelembutan Allah SWT semoga selalu tercurahkan kepada guru kami Al Habib Munzir bin fuad Al musawwa
beserta keluarga dan yang memiliki hubungan dengannya.
Ya habibana yang dimulyakan Allah SWT, saya mohon izin untuk bertanya mengenai beberapa hal :
1. Apa hukumnya bagi kita yang berpuasa Ramadhan pada hari ke 30 sedangkan ada sebagian orang yang sudah melaksanakan Sholat Ied (Lebaran) ? Karena kalo ga salah sudah ada ormas Islam yang sudah menentukan 1 Syawal 1427 H dan ;
2. Bagaimanakah caranya kita dapat menentukan masuknya bulan Ramadhan atau habisnya bulan Ramadhan ?
 
 

HABIB MUNZIR MENJAWAB :

 
Alaikumsalam warahmatu;;ah wabarakatuh,
Cahaya kemuliaan 7 malam terakhir ramadhan semoga melimpah pada anda dan keluarga,
1. memang masalah ini selalu ada perbedaan pendapat, namun masing masing tidak perlu saling memusuhi, karena pemerintah dan mereka yg berbeda pendapat dengan pemerintah ini ya tidak jauh beda dg pemerintah, keduanya dari kaum muslimin, keduanya mempunyai alat pendeteksi hilal,
namun saya diperintah oleh guru saya bila menghadapi masalah seperti ini (ikhtilaf hilal di bulan ramadhan) untuk mengikuti kelompok musliminyg terbanyak, karena demi mereda perpecahan muslimin.
karena dukungan kita pada kelompok terbanyak adalah mereda perpecahan, dan dukungan kita pada kelompok yg lebih sedikit adalah menambah perpecahan.
maka anda dapat bayangkan, dimana mestinya kita saling bermaaf maafan justru dengan sebab adanya perbedaan pendapat maka ayah bisa bermusuhan dg anaknya, silaturahmi keluarga batal, yg satu keluarga ingin silaturahmi yg satunya masih puasa, maka suasana idul fitri dipenuhi permusuhan.
nah.. apa langkah usaha kita?, apakah kita berkeras kepala dan memicu permusuhan?, tidak,,, justru kewajiban kita untuk meredam itu semua dengan mengalah dan mengikuti pendapat terbanyak.
2. menentukan masuknya ramadhan adalah dengan melihat hilal (terbitnya bulan setelah titik nol) terlihat hanya seperti sehelai rambut emas yg sangat teramat tipis berbentuk bulan sabit yg sangat kecil, sulit di negeri kita melihat itu karena negeri kita ini berawan, namun tentunya dengan alat pendeteksi maka hal itu akan lebih mudah.
cara kedua adalah dengan hisab. (perhitungan kalender).
wallahu a’lam
 

 

  1. Donor Darah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Semoga Cahaya keagungan Ilahi terus menerangi Ummat Rasulullah SAW.
Habib munzir yang saya muliakan. bagaimana hukumnya melakukan donor darah sedangkan kita berpuasa (Puasa wajib bagaimana dan puasa sunnah bagaimana) ?
Demikian pertanyaan saya Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
 

HABIB MUNZIR MENJAWAB :

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya kemuliaan sepuluh malam terakhir semoga selalu melimpah pada anda dan keluarga,
mengenai donor darah / mengeluarkan darah tidak membatalkan puasa, namun memasukkan darah ke tubuh membatalkan puasa.
wallahu a’lam
 
 
 

  1. 3.       Mengganti Puasa

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sholawat dan Salam kami limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW dan sahabtanya serta habib sekeluarganya. Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkam rahmat dan hidayahnya.
Saya ada beberapa pertanyaan mengenai puasa.
1. Bagaimana kalau seorang perempuan sedang haid di bulan suci Ramadhan, apakah harus mengganti (mengqodho) puasanya atau hanya bayar fidyah?
2. Kalau orang sedang sakit di bulan suci Ramadhan, apakah harus mengganti atau membayar fidyah?
3. Bagimana hukumnya nenelan ludah diwaktu puasa dan sholat, karena kadang seringkali air ludah kita banyak?
3. Hal apa saja yang dapat mebatalkan puasa atau memabatalkan pahala puasa kita?
4. Kita hidup di kota besar seperti jakarta ini, bagaimana cara menjaga pandangan yang tidak menimbulkan syahwat, karena dijakarta walaupun bulan suci Ramadhan tetap masih banyak orang-orang menggunakan busana yang syarat mengundang syawat laki-laki.
Kiranya itu saja, terima kasih
Wa’alaikumsalam Wr. wB.
 
 

HABIB MUNZIR MENJAWAB :

 
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Cahaya Keagungan Nuzululqur’an semoga selalu menaungi anda,
wahai saudaraku yg kumuliakan,
bagi wanita yg haid di bulan puasa, meng qadha nya di bulan lainnya dan tidak dengan fidyah.
mengenai yg sakit maka ada dua hal, yaitu dengan Qadha, namun bila yg tidak mampu puasa berupa sakit yg tak bisa sembuh maka boleh diganti dg fidyah, atau orang tua yg sudah udzur, maka boleh diganti dg fidyah, ada pendapat pula bahwa bagi mereka yg masih lemah iman boleh dengan fidyah.
menelan ludah tidak membatalkan puasa dan shalat walaupun banyak kecuali bila telah melewati bibir, misalnya berludah ketangan lalu menelannya kembali, maka batal
yang membatalkan puasa 11 macam :
1. Masuknya sesuatu dengan sengaja kepada JAUF (antara yg dibawah leher dan diatas paha, yaitu perut dan dada).
2. Muntah dengan disengaja
3. Bersetubuh
4. keluar mani dg sengaja.
5. Gila/hilang akal
6. Mabuk
7. Pingsan
8. Murtad
9. Haid
10. Nifas
11. Melahirkan
mengenai hal yg membatalkan pahala puasa adalah maksiat/dosa panca indera.
4. iya tuh..memang sekarang ini bahkan jangankan diluar, bahkan dalam rumahpun ada televisi yg membuat kita melancong bermaksiat ke seluruh dunia, namun paling tidak kita berusaha semampunya, dan dari hal hal yg masih tak terbendung maka kita menambalnya dengan memperbanyak Alqur’an, dzikir,shalawat dll yg diniatkan untuk menambal puasa, sebagaimana sabda Rasul saw : “Ikutilah perbuatan dosa dengan pahala, maka niscaya ia akan menutupinya” (HR Tirmidziy)
Kiranya itu saja, terima kasih
 

Tinggalkan Balasan