tentara Allah

Contoh lain adalah Namrud (orang zalim dalam sejarah).  Ia berkata bahwa ia akan melawan tentara Allah SWT.  Ia berkata kepada Nabi Ibrahim AS bahwa ia akan memerangi tentara Tuhan di langit sebab ia adalah Tuhan di dunia.  Nabi Ibrahim AS berkata kepadanya, “Siapa kamu?  Seperti apa pasukanmu?  Sang Pencipta dan yang disembah di seluruh dunia telah menantimu.  Allah SWT akan mengerahkan tentaranya kepadamu, tetapi tidak seperti makhluk di bumi.  Pergilah ke gurun, tentara Allah SWT telah menantimu.  Mereka adalah tentara yang sangat istimewa dan mereka akan mengalahkanmu.  Kamu adalah orang yang sombong, Allah SWT akan memberimu pelajaran.”  Kemudian  Namrud mengirimkan pasukannya ke gurun, mereka bergerak dari sisi yang satu ke sisi yang lain, menunggu datangnya tentara Allah SWT.  Mereka menanti dan menanti hingga mulai kehilangan kesabarannya.  Mereka bertanya kepada Nabi Ibrahim AS di mana gerangan tentara Allah SWT.  Namrud dan pasukannya telah bergerak ke segala penjuru di tengah teriknya matahari.  Ia berkata kepada Nabi Ibrahim AS, “Aku telah membawa pasukanku ke sini sejak pagi hingga sekarang, mereka masih menunggunya dan sekarang aku ingin melihat tentara Allah SWT.  Aku ingin berperang melawannya.”  Bagitu banyak orang seperi Namrud dewasa ini.
Namrud dan pasukannya menunggu lebih lama lagi, kemudian datang awan gelap di cakrawala.  Nabi Ibrahim AS berkata, bersabarlah sedikit, tentara Allah SWT telah datang. Namrud bertanya apakah mereka berjalan kaki atau datang dari langit.  Nabi Ibrahim AS menjawab, “dari langit!”  “Mereka datang dari langit dan akan mengalahkanmu.”  Awan gelap dan hitam mulai mendekati mereka secara perlahan-lahan.  Semakin lama ia bertambah gelap dan diiringi bunyi yang menggelegar dan mengerikan.  Pasukan Namrud mulai merasa gelisah, hati mereka bergetar karena takut.  “Tentara macam apa ini?” pikir mereka.  “Mereka tidak mungkin berdiri di atas kakinya, betapa ributnya mereka dan kegelapan macam apa ini?”  Mereka bertanya kepada Nabi Ibrahim AS, “Apa ini? Tentara macam apa ini?”  Makin lama suaranya makin keras sampai akhirnya mereka tidak tahan lagi.  Nabi Ibrahim AS berkata, “Itu adalah tentara yang cocok untuk kalian, jika mereka telah datang, kalian harus siap menyambutnya sesuai dengan sistem perang yang kalian miliki.  Mereka bagaikan pesawat terbang yang mendarat di bumi.”
Ketika tentara Allah SWT mendarat, langit menjadi sangat gelap bahkan matahari pun tidak terlihat lagi, gelap total tak ada cahaya sedikit pun.  Tangisan manusia tidak terdengar lagi karena tertelan suara yang sangat bising dan mengerikan.  Mereka tidak bisa berdiri di atas kakinya lagi, itu adalah suara Islam.

Tinggalkan Balasan