Bulan: Desember 2015

Gusdur yang Mahfudz

Edisi HAUL GUSDUR 26 desember 2016. ========================== Jika Rasulullah SAW itu ma’shum (terlindungi dari berbagai maksiat), maka para wali Allah itu mahfudz (terjaga dari berbagai maksiat). Allah mengganti mujahadah (usaha keras) mereka -dalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah (pada awalnya)-, dengan hadiah penjagaan Allah (pada akhirnya). Berikut, Kisah Gus Dur dan rombongan ketika berada

Bagaimana Sahabat Menghafal AL Qur'an?

Imam Ahmad meriwayatkan dari Rasul ﷺ telah berkata mengenai “apa yang terjadi ketika ilmu hilang”. Salah satu sahabat bertanya “Wahai Rasul ﷺ, bagaimana bisa Ilmu akan hilang ketika kami telah mempelajari Qur’an dan dan kamipun mengajarkannya pula kepada anak-anak kami dan mereka akan terus mengajarkannya kepada keturunannya masing-masing?” Rasul ﷺ menjawab “Aku pikir engkau seorang

Dengan Niat Kuat Kalian, Syekh dapat Mengangkat Kalian

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. Nawaytu ‘l-arba`iin, nawaytu ‘l-`itikaaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyaadha, nawaytu ‘s-saluuk, lillahi ta’ala al-`Azhiim fii hadza ‘l-masjid. Aku berniat empat puluh hari (khalwat), aku berniat khalwat (dari dunia), aku berniat untuk memutuskan diri (dari dosa), aku berniat untuk mengambil disiplin (dari tarekat), aku berniat suluuk (patuh

Menjadi Waliyullah Sebab Memandang Waliyullah

Suatu ketika seorang lelaki yang sejak muda selalu bermaksiat dan bergelimang dosa berjalan melewati rumah seorang waliyullah. Ia melihat pintu rumah sang wali terbuka. Tiba-tiba terlintas dalam hatinya untuk berhenti sejenak. Ia berkata dalam hati, “Tubuhku ini sejak diciptakan Allah selalu bermaksiat, Sedangkan sang wali itu, tubuhnya sejak diciptakan Allah selalu taat. Aku ingin memandang

3 level muslim menghadapi musibah/kesulitan

Setiap muslim diharapkan memiliki adab, sebagaimana Rosululloh diutus untuk menyempurnakan akhlak. Dalam menerima Musibah, ada 3 level yang mungkin ada oleh seorang muslim. adab level 1 , ketika ia mendapat bencana/musibah, ia akan menahan nafsunya, menahan untuk tidak mengeluh, berusaha tegar dalam menghadapinya. adab level 2 , ketika mendapat musibah/bencana, ia akan menundukkan dirinya, merendahkan

mengapa kita merayakan maulid nabi saw?

sebelumnya, kita patut bertanya, mengapa kita berfoto selfie? karena kita ingin mengabadikan moment tersebut, ingin mempunyai bukti atas kenangan tersebut, untuk mengenangnya di saat yang lain. analog dengan itu, mengapa kita merayakan maulid nabi saw? sangat pantas sebagai seorang muslim ingin mengabadikan saat-saat kelahiran nabinya muhammad saw, bergembira atas kelahiran beliau sangat pantas sebagai muslim

Habib Umar bin Hafidh, Ulama Tawadhu Yang Hapal Lebih Dari 100 Ribu hadits

Sebelum membahas hal ini mungkin ada baiknya jika kita mengetahui dulu gelar tingkatan-tingkatan dikalangan ahli hadits. Sebagaimana di militer ada tingkatan kepangkatan seperti Jenderal, Letnan Jenderal, Mayor Jendral, Kopral, dsb. Dikalangan Ulama Hadits pun terdapat gelar-gelar yang berbeda, sesuai dengan jumlah hadits yang dihapal oleh masing-masing ulama. Berikut tingkatan dan gelar ulama hadits : 1.

ziarah wali

Ilmu dari bis lagi, hehe …….. ziarah, mengunjungi seorang Wali baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal, harus tetap memperhatikan adab mengunjugi wali. Bila hendak mengunjungi pejabat atau orang lain, maka yang terpenting adalah “tata krama dhohir”, memakai pakaian sopan, tata bahasa diatur, dll, kalau perlu bawa oleh-oleh untuk membahagiakannya. tetapi untuk mengunjungi wali,

tahlilan

Dapat ilmu baru dari bis yang nyetel vcd mengenai tahlilan …. Salah seorang Ulama mengemukakan bahwa bacaan inti dari tahlilan yang juga menggambarkan keadaan yang pasti akan dilalui setiap orang adalah … 1. “wa’fu ‘anna waghfirlana warkhamna” ini adalah menggambarkan keadaan “sakaratul maut” yang sangat membutuhkan maaf, pengampunan 2. “irkhamna ya ArKhamarrokhimin” ini adalah menggambarkan