rumah kekasih …

lama tidak bertemu semenjak pertemuan terakhir,

engkau tanya siapakah dirimu?

hanya jawaban yg sesuai dg keinginanmu yg diterima,

akhirnya engkau lepas ditempat yg jauh

pemandangan dan keunikan menghiasi mata,

kemerduan dn kebisingan menyelingi telinga,

terik panas dn dingin menusuk angin menemani,

bebauan mnyengat dr mulut ke hidung

setelah lama akhirnya bisa berkunjung,

walau hanya berada di luar saja,

rumah yang sederhana mungkin jg tak indah,

tapi disitulah kerinduan berada,

hanya dapat melihat rumah itu,

melihat dan mengitari dari sisi ke sisi,

tapi mengapa hati ini tidak menangis?

meluapkn rasa kerinduan yang terpendam,

atau memang tidak ada kerinduan?

tetapi mengapa ada kekosongan?

mengapa ingin kembali dan kembali?

walau hanya melihat rumah kosong itu?

aku bertanya, wahai rumah, kemana pemilikmu?

engkau hanya setumpuk bata tapi penuh makna,

engkau hanya bangunan sederhana tapi selalu menarikku,

aku ingin mendekat, aku ingin menyentuh, tapi lebih dari itu,

izinkanlah aku memasukimu,

izinkanlah aku bersama pemilikmu,

sampaikan padanya … diri ini ingin bertemu,

dalam pertemuan dalam keadaan dimaafkan dan diridloi,

tak ada kerinduan … hny rumahmu msih sj terbayang,

tak ada keharuan … hny ingin menengok rumahmu wlau sbntar,

ktika berkeluh akan kesuruhan yg ada disekitar rumah,

diberi nasehat, fokuslah pada rumah tsb, pada pemilik rumah,

Tinggalkan Balasan