yang membentuk kita adalah memori kita

klo gk salah itu yg sy tangkap dr film nextgen,

dlam bahasa lain mbah kyai bilang walau kelakuan sama dan semuanya sama, tetapi tetap masing2 mempunyai cerita yg berbeda …

contoh, didaerah baru kmd ia kecopetan, kmd prgi dr daerah tsb, bisa jd ia akan crita, disna loh banyak copetnya, hati2.

brbeda dg org lain yg ksna tiba2 ada orang yg memberi makan gratis, bisa jadi crita k orang lain, disana enak, orangnya loman2 makanan gratis banyak

dll, akan bnyak kesimpulan2 yg kita buat brdasarkn pengalaman pribadi kita, bahkn jika “keras kepala” kita tidak mw melihat dari sudut pandang orang lain,

maka untuk kembali ke fitrah … penting rasanya untuk mengupload masalah2 kita agar kita “berfikir” dg default fitrah kita

mungkin itu mengapa, tafakkur sesaat lebih baik dr pd ibadah 7 tahun, kita teliti memori kita, yg baik dan buruk, kmd kita pasrahkan ke Allah, yang buruk diistighfari dan yang baik disyukuri, kmd doa agar dijadikan lebih baik

Tinggalkan Balasan