Kategori: catatan ngaji hati

Sholat

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiimBismillaahir rahmaanir rahiimAllaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iinAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhAllah Allah Aziz AllahAllah Allah Subhan AllahAllah Allah Sulthon Allah Saudara-saudaraku,Nanti di akherat akan digelar satu fase atau masa pertanggungjawaban diri, untuk menilai apakah kenormalan yang sejak semula itu terpelihara atau tidak. Sholat adalah bengkel yang stationer. Inna

ziarah

Untuk dapat melakukan ziarah dengan baik, perlu diperhatikan adab yang benar,agar tercapai tujuan yang semestinya, dan tidak meleset arahnya. Pastikan bahwa kita benar-benar sedang mengarah hanya pada apa-apa yang disukai dan di ridhoi Allah SWT, jangan pada arah yang tidak jelas. Bahwa berziarah kepada para Awlia ataupun kekasih Allah SWT apalagi yang merupakan sahabat Nabi

SMM : misi thoriqoh

Rahmat & ujian adalah ibarat telapak tangan dan punggungnya. Seringkali rahmat datang dalam bentuk ujian. Sebaliknya, tidak jarang ujian datang dalam bentuk rahmat. SMM. Purwomartani 3/1/2016. ========================= Hening di hira Hening di tsur Hening di cakrawala terujung bersamamu ya Muhammad Mengantar aku ke ampunan dan ridha Ilahi Berjalan menyongsong akhlakmu dengan belajar dari khilaf ini

Mawlid Nabi Muhammad SAW,Merayakan Kembalinya Nur Muhammad Dalam Diri

Kutipan Mauidoh Hasanah Al Mukarrom Syaikh Mustafa Mas’ud di acara Mawlid Nabi Muhammad SAW. Cikampek,1 Mei 2016 (selalu) Ada sisi kemuliaan didalam diri kita, karena ada Nur Sayyidina Muhammad, kita mengikuti Maulid Nabi besar Muhammad SAW ini, hakikat sebenarnya kita sedang merayakan kembalinya Nur Muhammad (didalam diri dan kehidupan kita).Pada saat shalat kita baca “inni

Dengan Niat Kuat Kalian, Syekh dapat Mengangkat Kalian

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. Nawaytu ‘l-arba`iin, nawaytu ‘l-`itikaaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyaadha, nawaytu ‘s-saluuk, lillahi ta’ala al-`Azhiim fii hadza ‘l-masjid. Aku berniat empat puluh hari (khalwat), aku berniat khalwat (dari dunia), aku berniat untuk memutuskan diri (dari dosa), aku berniat untuk mengambil disiplin (dari tarekat), aku berniat suluuk (patuh

perbedaan

“jangan menyepelakan diri kalian sendiri, jangan mengecilkan kontribusi kalian” “lihatlah pentil di mobil, ia barang kecil dan bahkan tidak terlihat, apabila ia tidak ada, apa yang terjadi? mobil tidak dapat berjalan” “Sayyidina Umar di masa kekhalifahannya, memerintahkan 4 orang sahabat untuk memilih khalifah yang berikutnya, “bila kalian semua sepakat memilihnya maka angkatlah ia menjadi khalifah,

Sesungguhnya Allah membukakan segala sesuatu kepada Nabi saw.

Catatan 28 Desember 2014, Di pondok Kyai Idris (Kyai Hamid) Pasuruan Hamba yang paling tauhid adalah nabi Muhammad saw, sedangkan kita hanyalah orang yang berusaha mendekati nabi. Barang siapa membaca Subhanalloh Wabi Hamdihi maka implementasinya adalah Surga. Dalam kalimat “Allah” bila dihilangkan alifnya maka menjadi “lillah” karena Allah, dan bila “lillah” dihilangkan lamnya maka menjadi

Ilmu itu didasari oleh Akhlak.

Catatan 1 Juni 2015, Di IAIN/UNISA, kuliAah Dhuha  “Konseling Spiritual membangun pribadi terapiutik” — Barang siapa menjual masa depannya untuk kesenangan sesaat, maka hal tersebut menunjukkan kebodohannya. Di tahun 1962 di jalan Jombang ada spanduk “gusti Allah Bongko (mati)” dan itu adalah saat kehidupan keras. Sehingga kerendahan hati merupakan isu Islam yang berkembang. Sekarang? Menurut

masjid adalah cantikknya jama’ah tetap.

Dr Muhammad Saleh walau telah dikubur puluhan tahun tapi jasad dan kafannya tidak berubah karena selama hidup beliau seperti kereta api diatas rel serta terkenal sebagai dokter gila, dokter kok malah membayari pasiennya. Saat Mustajabah, dimana doa tidak ditolak, yaitu : malam Idul Adha, Malam Idul Fitri, Awal Bulan Rajab, Malam Jum’at pertama Bulan Rajab

Habib Luthfi dan Peringatan Kemerdekaan

“Kemerdekaan ini adalah hasil jerih payah yang dilalui oleh tetesan darah dan keringat para pendiri bangsa,” “kemerdekaan yang telah ditorehkan pada 17 Agustus 1945 itu harus dilalui dengan bertumpah darah dan perjuangan. Wujud nyatanya dibuktikan dengan korban nyawa dan keluarga yang dikorbankan. Tetapi ia menyayangkan, sudah sekitar setengah abad bangsa ini tertidur pulas melupakan jejak