Kategori: cerita dalam suhbah sufistik

budak dari 7 budak

Grandsyekh kita bercerita tentang suatu kisah untuk melukiskan seseorang yang patut kalian dengar.  Beliau adalah Ibrahim bin Adham QS yang dikenal sebagai sultan az-zahidiin, raja dari kaum yang zuhud.  Beliau  adalah seorang raja yang agung dan suatu hari beliau mendengar sebuah suara yang menyeru agar beliau datang ke jalan Tuhan.  Beliau meninggalkan segalanya dan memberikannya kepada ratu, keluarga kerajaan, para

Sayyidina Ali hanya mengizinkan 2 orang untuk berkhotbah

Selama periode Kekhalifahan Sayyidina `Ali RA, KW di Kufa, beliau bepergian ke Basra dan mengunjungi semua masjid untuk mendengar orang yang memberi pengajaran di masjid-masjid.  Setelah mengunjungi mereka dan mendengar setipa instruktur berbicara dari mimbar, beliau mengeluarkan sebuah keputusan melarang semua instruktur untuk berkhotbah kecuali Hasan al-Basri QS dan Qadi Syureih QS.  Beliau melarang mereka

kekuatan nabi Muhammad saw

Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS — semoga Allah SWT memberkati rahasianya — berkata bahwa beberapa saat setelah Rasulullah SAW dilahirkan, beliau diambil oleh malaikat dari tangan ibunya. Dalam sekejap mereka sampai di Samudra al-Hayy.  Allah SWT mempunyai 99 Atribut, dan masing-masing merupakan Samudra Pengetahuan yang sangat luas sehingga tak seorang pun dapat memahaminya.  Salah satu Samudra itu adalah

Tidak ada yang sakit

Suatu ketika Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Mesir. Beliau mendapat balasan berupa seorang dokter, pelayan, dan seekor keledai. Rasulullah SAW menerimanya dengan berkata, “Kami membutuhkan pelayan untuk melayani semua tamu yang berkunjung, keledai dapat digunakan untuk mengangkut barang-barang, tetapi Kami tidak memerlukan dokter.” Dokter itu menolak pergi dengan alasan ia telah diperintahkan Raja untuk mengabdi. Akhirnya dokter itu diizinkan untuk

Maqam Cinta

Seperti ketika seorang murid Sayyidina Abdul Qadir Jailani QS meninggal, dia dikunjungi 2 malaikat dan bertanya, “Siapa Tuhanmu?” Murid itu menjawab, ”Abdul Qadir Jailani QS.”Siapa Nabimu? Dijawab, “Abdul Qadir Jailani QS.” Apakah agamamu? Dijawab, “Abdul Qadir Jailani QS.” ‘Tempatmu di neraka! Ke mana lagi tempat yang cocok bila seluruh pertanyaan dijawab dengan Abdul Qadir Jailani QS.’ Seketika itu Sayyidina Abdul Qadir

semua bisa jadi sahabat

Imam Syaarani QS, salah satu dari hamba yang “tawakul”, seseorang yang percaya kepada Allah SWT sepenuhnya, ia berkata, ”Suatu  ketika aku sedang dalam perjalanan, dan waktu itu dekat saat Maghrib. Aku melihat kubah dan aku berjalan mendekatinya.  Ketika aku masuk, aku melihat kuburan di sana, di bawah reruntuhan bangunan.  Tiba-tiba seorang petani berlari ke arahku dan berkata, ”Wahai Syekh, jangan tinggal di sini,

Allah yang menciptakan waktu

Pernah ada seorang suci, Imam Abdul Wahhab Sya’rani QS, yang biasa membaca al-Quran yang suci tujuh kali di antara Maghrib dan ‘Isya dari al-Fatihah hingga an-Nas. Dia memiliki 12.000 murid, dan ketika dia berbicara, setiap orang dari mereka mendengarnya seakan-akan sang Syekh duduk di sampingnya… Seorang suci yang lainnya biasa salat seratus rakaat dan di

Umat nabi saw dibanding umat yang lain

Musa AS berkata, “Aku paham mengenai diriku, tetapi bagaimana dengan umatku? Apakah ada umat yang lebih baik dari umatku? Engkau telah mengirimkan kami bayangan dari matahari di gurun dan Engkau memberi kami manna dan salwah—buah-buahan dari Surga. Fa qaala ta`ala: alam `alimta anna fadl ummata Muhammadin ala sa’ir al-umam kafadlii `ala jami’i al-khalq? Allah SWT

Keyakinan lebih banyak memberikan keuntungan

Hasan al-Basri QS, semoga Allah SWT merahmatinya, adalah Imam yang terkenal.  Pada masanya Habib al-’Ajami QS yang bukan berasal dari Arab, tetapi dari Persia atau Bukhara. Beliau tidak membaca Qur’an seperti layaknya orang Arab, beliau bahkan seorang yang buta huruf.  Suatu ketika Hasan al-Basri QS datang dan melihat Habib al-`Ajami QS sedang melakukan salat Maghrib. Ketika Hasan al-Basri QS mendengar bahwa Habib al-`Ajami QS tidak bisa mengucapkan

syafaat Awliya

Al Allamah Al Musnid Habib Umar bin Hafidz ketika lawatannya ke Inggris menuturkan , ada seorang yang hidup di masa Qutb Rabbani Syeich Abdul Qadir Al Jaelani. Ketika orang itu meninggal dunia dan di kuburkan, orang-orang yang berada di sekitar pekuburan mendengar jeritan, lolongan orang itu dari dalam kubur. Para sahabat (murid-murid) syeich Abdul Qadir