Kategori: psiko evolution

pandangan kita

ada suatu nasehat yg pernah mampir di diri ini, “janganlah kebencianmu menjadikanmu tidak adil”, mungkin hal tersbut sepele, tapi sungguh berat menjalankannya … sedikit ngrasani saja, saya ikut sebuah grup wa, yang disitu banyak sekali yang share “hal-hal baik” islami dech … ada saja yang share ini dan itu … yang membuat saya “cemburu” adalah

blog ini …

entah lupa atau pura2 lupa, tujuan awal q ketika membuat blog ini, hngga dibelani mngeluarkn uang tuk mnyewa hosting dan domain … itu penting atau tidak ya … tapi dalam perjalanan “menghidupi” blog ini, banyak jg lika likunya … smg ada mmfaatnya bg diri sndiri maupun orang lain di dunia dn akhirat, bagi pengunjung yang

ciri ibadah yg diterima

scuil nasehat yg dberikan pd q smlem … (kmd sy bahasakan) khusuknya sholat akn trlihat stlah slsai shlt, bukan ketika shlat “melihat anu dn anu” atau merasakan ini dn itu, tp apakah stelahnya bisa spt yg digambarn, tanha ‘anil ….. diterimanya puasa akn trlihat stlah dia brpuasa, bukan dg lemasnya badan dan pecah2nya bibir, melainkn

ada pembimbing yang bagaikan …

duduk berlama di pesawat, menengok sedikit k cendela, yang terlihat hanyalah awan, pemandangan yang bermacam2 akan indah ketika takeoff dan landing, tapi itu juga masa krusial dan berbahaya, yang segala aktifitas dibatasi, dan mungkin sekali banyak guncangan yang dirasakan, tapi pemandangan luar sungguh indah, gimana dengan pembimbing? ada yang mengajak berjalan jalan sambil menikmati jalan

yang membentuk kita adalah memori kita

klo gk salah itu yg sy tangkap dr film nextgen, dlam bahasa lain mbah kyai bilang walau kelakuan sama dan semuanya sama, tetapi tetap masing2 mempunyai cerita yg berbeda … contoh, didaerah baru kmd ia kecopetan, kmd prgi dr daerah tsb, bisa jd ia akan crita, disna loh banyak copetnya, hati2. brbeda dg org lain

melihat

ketika aku mulai melihat dan mengamati sekeliling aku mulai menyadari dan melihat bahwa setiap orang punya peran masing-masing ibarat melihat film (bukan dari sudut pandang pemain, melainkan sebagai pemirsa), keelokan film akan terlihat, semua hal telihat saling melengkapi aku takjub dengan semuanya, semuanya begitu berjasa dalam lingkaran kehidupan tidak ada yang tidak bermanfaat, tidak ada

dakwah bil qolbi

Setelah posting sensasi energi, permen spiritual, sekarang mengenai dakwah …. Dakwah adalah mengajak kepada fitrah kita, mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada rahmat Allah, mengajak kepada Rahmat lil ‘Alamin , mengajak ke Rosululloh. Setelah dipahami bahwa segala aktifitas kita menimbulkan suatu energi/ aura yang bahkan mempengaruhi sekitarnya. Maka dakwah dapat kita klasifikasikan menurut energi tersebut 1. 

permen spiritual, nikmatnya beribadah

Kebaikan/ibadah/dzikir yang kita lakukan akan menimbulkan suatu energi. Getaran dari dzikir lisan kita akan menimbulkan gelombang yang memindahkan energi, getaran dari gerakan/perbuatan kita juga begitu, bahkan getaran hati kita juga menimbulkan gelombang energi.  Energi yang timbul dan mengalir ini akan menimbulkan sensasi-sensasi energi, dan ini dapat anda baca dipostingan sebelumnya, sensasi energi, pengalaman spiritual Tentu

sensasi energi, pengalaman spiritual

wejangan kemaren jum’at mengingatkan lagi bagaimana “sensasi spiritual” atau lebih enak dibilang “sensasi energi” di awali oleh curhat seseorang, bagaimana tentang apa yang dirasakan ketika ikut berdzikir atau keadaan-keadaan tertentu di hati. saya sih gak ngerti “spritualisme” benar-benar buta akannya …. dihubungkan dengan energi saja biar enak dipahami, karena memang kemaren dianalogkan dengan energi, teima

belajar Ikhlas dari "pup"

jorok emang, mbahas kok bahas BAB/ “pup”, tapi ini terinspirasi oleh diskusi emnegnai ikhlas, dan ada yang melontarkan “ikhlas itu ibarat pup” bukan berarti menyamakan ikhlas dengan pup, tetapi apaun itu, kejadian apapun dapat kita ambil hikmah dan pelajarannya. sehingga tidak salah bila kita mengaji “PUP” Vs Ikhlas 1> tidak makan maka tidak “pup”, karena