Contoh Berwudlu

ga mau baca al-quran kalau tidak ada artinya

 

  1. 1.     sholat dzuhur dihari jum’at – 2007/05/18 06:56Assalamu’alaikum wr wb.

    semoga habib munzir selalu dalam keadaan sehat wal afiat dan semoga Allah SWT selalu menyertai habib didalam berdakwah. amiin

    bib ana mau nanya,

    sebelumnya ana mau bilang bahwa ana kangen sama habib karena sudah lama belum cium tangan habib lagi. tapi ana tetap hadir di almunawar dan baitur rasul.

    ya habib, ana mau tanya tentang sebagian orang yang apabila telah selesai sholat jum’at mereka langsung meneruskan dengan sholat fardu dzuhur, itu bagaimana ya? terus bagaimana yang hanya sholat jum’at saja tanpa diteruskan dengan sholat fardu dzuhur?

    mohon penjelasannya ya habibi.

    terima kasih sebelumnya.

    assalamu’alaikum wr wb

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menghiasi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
Iya tuh.. antum lama ngga kelihatan lagi, semoga sehat wal afiah selalu, dan salam takdhim tuk ayah ya..,

malam jumat depan insya Allah saya ke Kualalumpur, jadi ngga hadir di BR, tapi maulid tetap ada Insya Allah.
Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidh ada pertemuan ulama sedunia di Malaysia, saya dapat panggilan tuk menghadap beliau di Kualalumpur, jadi saya berangkat kamis pagi, dan pulangnya Jumat siang, lalu sabtunya ke Denpasar bali, pulangnya malam senin.

eh.. jadi panjang kemana mana..

ok mengenai shalat jumat itu, memang bila jumlah mereka yg hadir kurang dari 40 orang (penduduk setempat) maka boleh melakukan shalat lagi yaitu shalat dhuhur, karena sebagian ulama syafii mengatakan jumatnya tidak sah, namun hal itu tak wajib, karena ada pendapat yg membolehkan.

yg mengatakannya sah adalH dengan dalil bahwa nabi saw ketika shalat jumat beliau saw pernah ditinggalkan hingga hanya 8 orang saja, dan beliau tetap meneruskan jum’atnya dan tak mengulang dengan shalat dhuhur lagi, demikian sejarah turunnya surat Al Jumu’ah.

maka sebaiknya tak perlu shalat lagi, mereka yg shalat dhuhur lagi itu karena kelewat was was aja, sebab beda antara masa lalu, dimasa Mufti Alhabib Ustman bin yahya rahimahullah (Mufti jakarta abad ke 18). itu karena saat itu jakarta masih perkampungan, masih dusun dan tak banyak orang yg datang, maka beliau mengajarkan sebaiknya dhuhur lagi kalau syak bahwa yg hadir kurang dari 40 (penduduk setempat).

tapi beda dengan masa kini yg sebaiknya tak perlu lagi syak karena penduduk jakarta sudah sangat padat dan yg shalat di masjid jumat kebanyakan pendatang..

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a’lam

 

 

  Read more »

Shalat Jumat,& masalah Najis

 

  1. 1.     Menambah kata bismillah ketika sholat

Ass,wr,wb

Habiby yang dirahmati Allah, ana mau tanya. Ana pernah mendengar rekan ana sholat, dan ketika dalam sholat tersebut dia bersendawa dan langsung mengucap “Alhamdulillah”, padahal masih dalam kondisi sholat di rakaat kedua. Selanjutnya, dia juga menambahkan kata “Bismillah”, sebelum mengucapkan subhana rabbial adzim….dstnya atau sebelum tahiyat dia juga ucapkan ” Bismillah sebelum bacaan tahiyat.
Bagaimana hukumnya yah Habiby? boleh atau tidak mengucapkan kata kata tersebut dalam sholat???

terima kasih atas jawabannya, semoga antum selalu diberi keberkahan dan kesehatan
Wassalam

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kelembutan dan Rahmat Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari habiby dan keluarga,

Habiby yg kumuliakan,
mengenai hal itu tidak membatalkan shalat, semua ucapan yg mengarah kepada Allah, seperti hamdalah saat bersin, atau berdoa kepada Allah dg doa yg diluar bacaan shalat, semua hal itu tak membatalkan shalat, namun yg membatalkan shalat adalah menjawab hamdalah orang yg bersin,
ucapan “Yarhamkallah” sunnah diucapkan bagi orang yg mengucap hamdalah saat bersin, namun akan membatalkan shalat bila diucapkan didalam shalat, karena ucapan itu berarti : “Allah merahmatimu”. karena ucapan ini adalah berbicara kepada orang lain selain Allah, dan bicara pada selain Allah swt membatalkan shalat.

hanya satu makhluk yg dg berbicara padanya tak membatalkan shalat, yaitu Nabi Muhammad saw, bahkan setiap shalat kita harus bersalam langsung pada beliau saw, Assalamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullah wabarakatuh (Salam sejahtera atasmu wahai nabi dan limpahan Rahmat Allah serta keberkahan Nya) dan tidak bersalam pada Rasul saw saat shalat justru membuat shalat kita tidak sah.

mengenai ucapan Basmalah saat ruku, sujud atau lainnya bukan merupakan sunnah, namun tak membatalkan shalat.

demikian habiby yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

  Read more »

Salaman disertai sholawat

 

  1. 1.     imam sholat – 2007/04/23 04:03Assalamu’alaikum wr wb

    Semoga Allah SWT selalu mencurahkan taufiq dan hidayahnya untuk habib dan keluarga

    bib ana ada titipan pertanyaan dari saudara ana. Beliau ini orang yang senang pergi ke masjid untuk sholat fardu berjama’ah dan sering bareng ana menghadiri majelis2 yang habib pimpin. dia sering sholat fardu berjamaah namun terkadang beliau suka merasa tidak cocok dengan imam yang memimpin sholat di masjid tersebut karena beliau menilai dan sebagian jamaah yang lain kalau imam itu kurang sempurna bacaannya, tingkah lakunya kurang baik, terkadang suka pakai celana pendek dan tidak memakai peci kalau pergi keluar rumah karena disamping imam mesjid beliau juga merupakan seorang ustadz. beliau senang sholat berjamaah karena lebih utama dari pada sholat sendiri namun apabila imamnya dirasa kurang bisa ditauladani untuk bisa menjadi imam masjid maka apa yang harus dia lakukan? apakah dia lebih baik sholat dirumah saja dari pada dia sholat berjamaah di masjid namun dia kurang merasa nyaman apabila diimami oleh orang itu…. bagaimana tanggapan habib dan apa yang sebaiknya dia lakukan?

    terima kasih ya habib ku tersayang

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan dan rahmat Nya swt semoga selalu menghiasi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai bermakmum pada imam itu tetap sah hukumnya, namun tentunya setiap orang boleh boleh saja memilih siapa yg ingin ia jadikan imam shalatnya,

namun tentunya lebih baik ia mencari masjid lain, atau bila ingin pahala besar maka ia menasehati imam itu, atau ia merujuk dewan masjid agar mengganti imam itu dg yg lebih baik,

boleh boleh saja ia shalat berjamaah dirumah tanpa shalat berjamaah di masjid karena memang shalat di masjid bukan wajib hukumnya,

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

 

  1. 2.     shalat tepat waktu

Asslamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Habib yang dirahmati ALLAH, saya mau bertanya tentang shalat di awal waktu.Sering kali dalam kegiatan-kegiatan di sekolah atau di luar,baik itu belajar, rapat, majelis ta’lim, dan lain sebagainya kita terus melanjutkan kegiatan kita walaupun azan telah dikumandangkan. Yang saya tanyakan apakah kita termasuk orang-orang yang melalaikan shalat?,Lalu bagaimana seharusnya sikap kita, apakah acara kita lanjutkan, atau kita tunda untuk melaksanakan shalat? Saya Tunggu jawabannya. Jazakallah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kasih satang Nya swt dan kebahagiaan semoga selalu tercurah pada anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
menunda shalat karena kesibukan merupakan hal yg mubah, bahkan selama hal itu berhubungan dengan ibadah maka Nabi saw pun diriwayatkan dalam shahih Bukhari pernah menunda shalatnya karena menemui seorang tamu padahal para sahabat telah berjajar di shaf dan iqamat telah dilantunkah, namun nabi saw masih sibuk diluar masjid berbicara dengan seseorang, hadits ini menunjukkan bahwa selama ada sesuatu urusan penting maka boleh saja menunda waktu shalat selama masih dalam waktunya,

ksrena menyelesaikan urusan lain dulu baru shalat adalah suatu cara untuk mencapai khusyu nya shalat, sebab shalat kita bisa terburu buru karena masih memikirkan masalah yg belum selesai.

namun yg disebut melalaikan shalat adalah menunda nunda shalat tanpa ada kesibukan apapun, penundaan hanya sebab malas belaka, toh masih banyak waktu, maka hal ini yg disebut melalaikan shalat, karena ia memilih canda dan kosong waktunya daripada shalat.

beda dengan dengan orang yg ada kesibukan lain, maksudnya sesekali bulan mendahulukan hal lain dan menunda shalat, tapi justru menyelesaikan yg lain dg terburu buru, agar shalatnya khusyu dan tenang, bukan sebaliknya, yaitu shalat diawal waktu namun terburu buru karena ditunggu urusan lain..

namun demikian, tetaplah shalat awal waktu afdhalnya, dan kita berusaha semampunya menyingkirkan semua kesibukan lain, dan tenang dalam shalat tanpa terburu buru, melupakan seluruh nama dan masalah, selain Nama Nya swt.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

  Read more »

hukum shalat jum’at bagi wanita

 

  1. 1.     haram untuk shalat 

Assalamualaikum Wr.Wb

Habibana yang saya muliakan,semoga limpahan keridhaan Allah SWT selalu terlimpah atas habibana,keluarga dan para penegak Majlis Rasulullah SAW.

Ana ingin bertanya,ana baca di sebuah website bahwasanya di haramkan untuk shalat pada pukul 6 pagi sampai pukul 8 pagi,yang jadi permasalahan bagi saya kan di waktu tersebut ada yang namanya shalat israk lalu gimana hukumnya shalat tersebut.
walafu apabila ada pertanyaan ana yang salah,karena memang ana sangat minim pengetahuannya tentang agama,oleh karenanya ana memohon bimbingan dari habibana.

Wassalamualaikum Wr.Wb

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan rahmat Nya semoga selalu tercurah pada anda dan keluarga,

saudaraku, mengenai shalat Isyraq adalah kira kira 110 menit setelah adzan subuh, (1jam + 50 menit) berikhtilaf para fuqaha sahabat mengenai keberadaannya, ada dua pendapat, pendapat yg mengatakan shalat Isyraq adalah shalat dhuha dan diwaktu dhuha, pendapat kedua berpendapat shalat Isyraq adalah diwaktu Isyraq, dan Madzhab Syafii mengambil pendapat kedua, bahkan kita dan Guru Mulia kita mempunyai sanad kepada Nabi saw untuk shalat isyraq.

pendapat ini berpendapat bahwa memang diharamkan sujud atau shalat sunnah diwaktu selesai subuh hingga waktu dhuha, terkecuali shalat Isyraq, karena telah didasari nash hadits yg jelas.

demikian saudaraku,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 2.     hukum shalat jum’at bagi wanita 

assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

shalawat serta salam semoga selalau tercurah limpah kepada baginda nabi Muhammad SWA , semoga habib yg di mulyakan oleh seluruh jamaah Majelis Rasulullah beserta keluarga selalu di rahmati oleh Allah SWT . amin

maaf kan saya bib klw saya banyak bertanya mudah mudahan ini dapat menolong diri saya yang di liputi oleh kebodohan . dan mudah – mudahan segala ilmu yg habib berikan pada saya membawa keberkahan dalam hidup saya .

bib saya ada pertanyaan lagi nih ?
1. apakah hukum nya sahalat jum’at bagi wanita boleh , sunah atau wajib ? trus ada yg bilang sunah mu’akadah jadi nggak perlu melakukan shalat dzuhur lagi , ada yg bilang boleh – boleh saja tapi tetap harus melaksanakan shalat jum’at karena shalat jum’at itu hanya untuk kaum laki – laki saja . mohon penjelasannya duhai habib

2 . untuk batasan aurat bagi wanita pada bagian tangan pada saat shalat , apakah bagian atas telapak tangan atau punggung tangan boleh terlihat . mohon penjelasan nya habib yg saya mulyakan

wassalam

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya kemuliaan semoga selalu menerangi hari hari anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
1. shalat jum’at bagi wanita hukumnya sunnah. dan bila mereka melakukannya maka tak perlu melakukan shalat dhuhur lagi sesudahnya

2 . untuk batasan aurat bagi wanita pada bagian tangan pada saat shalat bagian atas telapak tangan dan punggung tangan bukan aurat.

demikian saudaraku yg kumuliakan.

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 3.     tata cara shalat 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Shalawat dan salam tercurah atas Nabi Besar Muhammad bin Abdillah SAW, beserta para pewaris risalah yang mulia.. wabil khusus Hbb Umar dan Hbb Mundzir..

Bib, ana mau tanya tentang gerakan tangan ketika i’tidal yang seperti “menyapukan angin ke arah badan” seperti ketika mengamini doa. Bagaimanakah keterangan tentang hal tersebut bib ??

Ana juga aa masukan nih bib, bagaimana kalau di web ini ada satu bagian yang menerangkan tentang fiqih shalat. Karena ana selama ini berpikir apakah cara shalat ana sudah benar atau belum ?
Tapi habib updatenya tidak usah cepat-cepat tidak apa-apa, karena saya yakin habib sibuk sekali…. namun alangkah bagusnya kalau nanti selesai juga bisa habib jadikan buku panduan shalat 😀

masykur bib..
Wassalam

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan keluhuran semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan, mngenai gerakan i’tidal itu adalah kembali kepada posisi sebelum ruku, sebagaimana posisi sebelum ruku adalah berdiri tegak dg membaca alfatihah dan surat, lalu mengangkat kedua tangan dan mensejajarkan kedua ibu jari dengan kedua telinga dan menghadapkan telapak tangan kearah kiblat seraya brtakbir untuk ruku’, lalu setelah ruku’ ia kembali seperti posisinya itu yaitu mensejajarkan kedua ibu jari di samping telinga dan menghadapkan kedua telapak tangan kekiblat, untuk kemudian bersujud.
demikianlah yg diperbuat oleh Beliau saw, dan berpegang pada hadits beliau saw : shalatlah sebagaimana kalian lihat aku shalat.

ada pendapat para fuqaha bahwa gerakan itu menandakan taslim (lambang penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah).

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 4.     ADZAN dan SUARA IMAM 

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Semoga Habib dan Keluarga selalu diberikan limpahan Rahmat-Nya, Karunia, dan Kesehatan , serta Kesempatan. ( Amiiin yaa Robbal ‘almin )

Begini Bib ana mau sharing sedikit, kali ini mengenai tentang suara adzan , yang mau ana tanyakan disini adalah Apakah ada sedikit perbedaan antara suara adzan baik itu(volume., nada , intonasi panjang- pendeknya, dan lain-lain ) di waktu-waktu sholat 5 waktu , jika ada mohon dijelaskan ya Bib.

Yang ke-2 ana mau nanya, nih !!! Kenapa pada waktu sholat dzuhur dan ashar suara imam tak boleh dikeraskan Bib , mohon sedikit dijelaskan ya Bib mengenai hal itu ????

Sekian pertanyaan dari ana , jazakumullah khairan katsiran,

Wabillahit taufiq wal hidayah wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kasih sayang Nya semeoga selalu tercurah pada anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
adzan bila untuk sendiri maka disyaratkan hanya terdengar oleh dirinya sendiri, bila ia mengeraskannya maka sunnah, namun adzan untuk umum maka disyaratkan dengan suara keras, dan intonasi nada yg sangat panjang makruh hukumnya.

shalat jahriyyah (Isya, magrib, Subuh) memang dibedakan dari shalat sirriyyah (dhuhur dan ashar), karena bacaan suratnya dikeraskan bagi wktu jahriyyah dan disembunyikan saat sirriyyah, awal muasalnya adalah ketika kewajiban shalat di makkah, orang2 qureisy akan mencelakakan Rasul saw dan semua muslimin yg shalat bila mereka mendengar, maka diperintahkan untuk menyembunyikan suaranya, namun disaat subuh, magrhib dan isya, mereka sudah tidak lagi berkeliaran di jalan jalan, maka diperintahkan shalat mengeraskan suara.
ini hikmah munculnya bacaan sirriyyah dan jahriyyah, dan hal ini diteruskan oleh rasul saw dan tak merubahnya saat beliau di Madinah, maka sahabatpun tak ada pula yg merubahnya hingga wafatnya Rasul saw, dan dfiteruskan hingga kini.

demikian saudaraku yg kumuliakan

wallahu ‘lam

 

 

 

  1. 5.     khotib yang tidak tumaninah

assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

shalawat serta salam semoga tercurah limpah kepada junjungan nabi Muhamad S AW
semoga habib beserta keluarga selalau di rahmati oleh ALLAH , amin

Habib Munzir yg saya mulyakan , Bib ane mau tanya nih bib guru saya dulu pernah menerangkan bahwasannya 2 khutbah itu adalah pengganti 2rakaat shalat , lalu dia menerangkan bahwasannya apabila khotib pada saat membacakan khutbah itu mengangkat tangan nya seperti orang ceramah biasa , itu adalah makruh besar , dan guru saya menyarankan agar kita shalat dzuhur sebagai tanda usaha kita . menurut habib gimana tuh bib

semoga ilmu yg telah habib berikan kepada kami menjadi salah satu jalan keberkahan bagi umat islam , amin

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarkatuh,

Limpahan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

maaf jawaban saya terlambat menjawab karena hari hari ini saya sangat sibuk berhubungan kedatangan guru mulia.

mengenai 2 khutbah itu bukanlah pengganti dua rakaat, tapi bahwa Rasul saw melakukannya demikian sebagaimana diriwayatkan dalam shahih Bukhari hadits no.886, mengenai apakah itu pengganti 2 rakaat atau bukan itu adalah kias dari para ulama,

mengenai khatib yg banyak bergerak, memang merupakan hal yg makruh oleh sebagian ulama syafii, namun sesekali tidak membatalkan khutbah, maka tidak sepantasnya hal yg makruh merujuk untuk melakukan shalat dhuhur setelah jum’at,

karena dhuhur selepas jum’at hanyalah dilakukan bila khatib atau dalam pelaksanaan jumat itu terjadi hal hal yg membatalkan jum’at, misalnya risau kalau jumlah hadirin dibawah 40 orang penduduk setempat, atau hal hal lain yg dirisaukan dapat membatalkan jumat, maka sebaiknya dilakukan shalat dhuhur untuk ihtiyath,

dan shalat dhuhur setelah jum’at menjadi wajib bila jelas jelas terjadi hal hal yg membatalkan sarat sah jumat, misalnya Khotib tak bershalawat pada nabi saw, atau tak mewasiatkan takwa, atau hal hal yg membatalkan sah nya jumat.

namun tak ada alasan untuk melakukan shalat dhuhur bila khotib berbuat hal yg makruh.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 6.     batal ketika sholat ied – 2007/02/02 21:02Assalamualaikum,

    Bieb, saya mau tanya…
    bagaimana jika kita menjadi masbuk dalam sholat ied? apakah saya harus mengejar sisa takbir dalam sholat ?
    Bila saya batal ditengah sholat, apakah saya melakukan sholat sendiri ?
    Mohon penjelasannya…
    Wassalam,

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarkatuh,

Limpahan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

maaf jawaban saya terlambat menjawab karena hari hari ini saya sangat sibuk berhubungan kedatangan guru mulia.

saudaraku, mengenai shalat ied bi9la anda masbuq maka tidak perlu menambah takbir pada rakaat kedua untuk meng qadha takbir, dan pula bila anda batal dalam shalat ied itu maka boleh mengulangnya sendiri, karena shalat ied boleh dilakukan sendiri, tidak wajib berjamaah.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 7.     Sholat Sunah padahal ada qodho Solat Fardu 

Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokaatuh..
Habib.. saya mau tanya apakah kita boleh mengerjakan sholat sunah padahal kita punya qodho sholat wajib ?

Catatan :
Qodho yang saya maksudkan disini adalah qodho sholat yang dulu², dalam arti dulunya saya adalah orang yang meninggalkan sholat.
tapi sekarang saya sadar bahwa meninggalkan sholat itu bukan ciri orang yang beriman dan merupakan dosa besar.

Mohon pencerahannya dari habib, sebab saya sudah pernah bertanya kepada beberapa ustadz jawabannya berbeda², tapi saya pernah baca buku Taudhilul Adillah karangan dari Al-Magfurlah Hadrotussyaikh Buya KH.M Syafi’i Hadzami disitu beliau menerangkan beberapa dalil yang menyebutkan bahwa hutang kepada alloh itu wajib dibayar.
Dan ada qoul yang mengatakan dalam keterangan itu bahwa haram melakukan pekerjaan sunah karena berarti kita memperhatikan yang rendah dari pada yang tinggi

Sekali lagi saya mohon maaf bila ada keterangan pertanyaan saya yang salah
wassalam

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

limpahan kelembutan Nya dan kebahagiaan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
memang pendapat jumhur adalah Qadha Fauran (segera di Qadha secara keseluruhan), namun tentunya bila shalat yg ditinggalkan itu banyak akan sangat menyulitkan untuk mengqadha nya secara keseluruhan, apalagi bila bertahun tahun misalnya,

ada Qaul bahwa bila ia bertobat dengan sungguh sungguh, dan tak lagi meninggalkan shalatnya maka Allah mengampuni shalat2nya yg telah lama ia lewatkan,

namun pendapat ini lemah, maka jalan tengah antara keduanya adalah :

wajib meng qadha shalat yg kita tinggalkan, namun boleh kapan saja, misalnya suatu saat kita ingin shalat sunnah maka boleh boleh saja, suatu saat ingin mengqadha shalatnya maka boleh saja meninggalkan shalat sunnahnya,

tak ada larangan untuk tak boleh shalat sunnah, karena larangan itu adalah bila kita meninggalkan shalat sedikit, misalnya kita tak shalat dhuhur hari ini dengan sengaja, maka wajib mengqadha nya saat ini sebelum kita melakukan shalat sunnah, namun bila shalat yg ditinggalkan berminggu minggu dan puluhan banyaknya atau bahkan ratusan.., maka sungguh Rasul saw tak menyukai kesulitan dan pemaksaan diri atas ummatnya saw.

ketika mengadu seorang sahabat pada beliau seraya berkata : wahai Rasulullah saw.., sungguh aku tak sempat mengerjakan aktifitasku gara gara imam yg membaca surat panjang dalam shalatnya”, maka rasul saw murka, hingga diriwayatkan belum pernah Rasul saw ceramah dg kemurkaan seperti saat itu, seraya bersabda : “sungguh ada diantara kalian ini Munaffirin..!! (orang yg membuat ummat meninggalkan dari syariah), bila kalian menjadi imam maka ringankanlah, sungguh diantara kalian ada orang tua renta, ada yg sakit, ada yg punya hajat..!” (shahih Bukhari).

demikian Rasul saw menjaga ummatnya agar selalu dalam hal yg asri dan mudah, tentunya bukan meremehkan,

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a’lam

 

 

 

Sholat Sunat Isryo’

 

  1. 1.     air suci – 2007/01/03 23:43Assalamu ‘alaikum Wr Wb
    limpahan puji kehadirat allah SWT,semoga shalawat serta salam tercurah kepada imamul akbar sayidina Muhammad SAW,semoga limpahan kemuliaan Allah dan Rasul NYA selalu menaungi habibana,keluarga dan para penggerak dakwah rasulullah SAW.afwan yaa habibana,ana mau nanya,di rumah ana nda ada bak mandi yang ada hanya bak kecil,mungkin kapasitasnya hanya 30 liter,lalu bagaimana hukumnya bila ana mandi hadats besar dgn air tsb dan kemungkinan besar bekas cipratan saya mandi pasti ke bak tsb,dan berapa liter air kah yang suci dan mensucikan itu. afwan yaa habibana atas ketidak sopanan dalam saya menyusun kata-kata ini. wassalamualaikum Wr.Wb

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Keindahan hari jumat semoga selalu menerangi anda dan keluarga dg kebahagiaan,

mengenai air percikan itu tidak berpengaruh dan ma’fu.

perlu diketahui bahwa bila air sebanyak dua kulak maka suci walaupun kita menenggelamkan tubuh yg junub, atau berwudhu dan mengembalikan air bekas wudhu kepada air itu, maka air itu tetap suci, dengan syarat air itu mencapai dua kulak atau lebih.

dua kulak adalah satu seperempat hasta P X L X T.
satu hasta adalah 50cm,
satu seperempat hasta adalah 62,5cm
maka Bak air yg berisi 62,5cm3 (62,5cm kubik) maka hukumnya suci walaupun ditumpahi air musta’mal, bahkan walaupun ditumpahi najis ia tetap suci selama tak berubah warnanya, rasanya dan baunya.

demikian dalam madzhab kita Assyafii.

wallahu a’lam

 

  Read more »

bersandal ketika wudhu

 

 

  1. 1.     Mengirim Al Fatihah untuk orang yang hidup

Assallammualaikum warohmatullahi wabarokatu

Habib yg saya hormati, sy langsung saja ingin menanyakan beberapa hal sbb :
1. Bolehkah mengirim surat Al Fatehah kepada orang yg msh hidup, soalnya yg saya tahu selama ini mengirim surat Fatehah hanya kepada orang yg sdh meninggal saja.

2. Bib, sy suka melihat orang2 yg shalat dengan menggunakan sarung saja. sementara maaf, celananya termasuk celana dalamnya dilepas. apakah ini dibolehkan dan bagaimana yg sebenarnya lebih sunnah bib?

Itu saja yg saya tanyakan Bib, Semoga Habib dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan curahan Rahmat oleh Allah SWT. Amiin.

Wassalam,

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Kebahagiaan semoga selalu menaungi anda dan keluarga,

1. mengenai pengiriman fatihah boleh boleh saja dikirmkan pada yg hidup, berupa doa untuknya, karena tak ada larangan yg mengharamkannya.

2. hal itu bukan sunnah, namun (maaf) barangkali orang itu meyakini ada najis di pakaian dalamnya, hingga menanggalkannya saat shalat.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu alam

 

 

 

  1. 2.     bersandal ketika wudhu

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh

Semoga Rahmat Allah selalu tercurah kepada orang-orang yang mencintai ajaran kekasihnya Nabiallah Muhammad SAW, wabil khusus habib Mundzir….
Bib, ana ingin bertanya lagi 🙂 (bertanya terus nih) Begini bib, kalau saya seumpama berwudhu dikamar mandi, manakah lebih afdhal menggunakan sandal atau tidak ? karena saya pernah mendengar dan membaca bahwa ada yang menyarankan (ana rpibadi lebih cenderung untuk menggunakannya). Yang bilang jangan menggunakannya karena khawatir najis akan terbawa-bawa oleh sandal tersebut akhirnya mengotori ruangan lain.. Sedangkan menggunakannya dengan pandangan bahwa agar kalau setalah kita bersuci, tidak akan terkena ceceran najis yang mungkin ada dikamar mandi..

Kedua alasan ini, menurut hemat saya benar bib, tapi saya kemudian teringat salah seorang ulama berkata jangan semata-mata ikuti guru, tapi bertanyalah tentang dasarnya. Begitulah bib, ana tidak berani untuk memilih mana dari 2 tersebut yang lebih afdhal.. Mohon Habib bisa bantu ana, karena Habib rujukan yang paling dekat dengan saya secara lahiriah ataupun dihati.

Jazakallahu ya Habib
Wassalamu’alaikum

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam salam warahmatullah wabarakatuh,

saudaraku yg kumuliakan,

sunnah menggunakan sandal ke kakus, dan Rasul saw tak pernah bertelanjang kaki bila ke kakus, demikian pula sunnah menggunakan tutup kepala saat ke kakus. demikian dijelaskan dibanyak riwayat tsiqah dan juga dijelaskan dalam Bidayatul Hidayah.

mengenai kerisauan najis akan terbawa keluar toilet maka boleh kita singkirkan, karena “risau” (syak/ragu) dalam najasah hukumnya thohir (suci) terkecuali kita jelas jelas melihatnya.

contoh lain
misalnya ada banyak lalat didalam toilet, dan di toilet itu ada air suci dan air najis, lalat diantaranya bertebaran dikeduanya, lalu ada lalat yg menempel pada anda dan ia basah.

anda tetap suci sampai menemukan sifat najis pada tubuh anda, berupa bau, warna atau lainnya.

oleh sbb itu kerisauan terbawanya najis keluar toilet oleh sandara, terhapus dg hukum thaharah.

tapi bila anda ingin lebih nyaman, maka sediakan sandal khusus untuk toilet.

demikian saudaraku,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 3.     Sholat Tasbih

Assalamualaikum

ya Habibana, apakah Sholat tasbih boleh dikerjakan semingu sekali.? apakah kiamat  sudah mendekat, apakah benar yang diramalkan oleh seorang peramal. kiamat sudah  dekat? dan apakah musibah yang melanda kita semua sudah tanda2nya kiamat. ya ALLAH maafkan hamba2mu ini apabila hambamu ini berdosa kepadaMu dan lupa kepada Mu ya habib doakan ana semoga ana bisa berjumpa dengan baginda Musthofa Syaidina Muhammad Saw dan para auliya yang dicintai ALLAH SWT amien afwan ya

Wassalamualaikum

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

cahaya kemuliaan semangat ahlul hijrah smoga selalu menerangi hari hari anda,

Rasul saw mengajarkan kepada pamannya yaitu Abbas bin Abdulmuttalib ra untuk melakukan shalat tasbih, lalu wahai Rasulullah bila tidak mampu setiap hari?, maka Rasul saw menjawab : “maka setiap jumat”, atau setiap bulan, atau setiap tahun, atau sekali seumur hidup (sunan Asshighari hadits no.862)

mengenai kiamat sudah dikatakan dekat oleh Allah swt dalam firman Nya : “Dan semakin dekatnya waktu kiamat, maka terbelah lah bulan” (AL Qamar 1).
bahwa mukjizat Nabi Muhammad saw dg terbelahnya bulan juga merupakan tanda dekatnya hari kiamat.

musibah yg melanda adalah salah satu tanda kiamat, dan ramalan para peramal yg datang selain dari Alqur’an, hadits dan firasat orang shalih, adalah ramalan bathil yg dilarang Allah untuk dipercaya.

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 4.     Mengeraskan bacaan shalat lail

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

InsyaAllah habib selalu dalam limpahan rahmat dan magfirah NYa, amin.
Ya Abu Ruh ana, Habibana Mundzir, ana mau tanya bib. Kalau shalat malam, dan ana menyepi, kemudian dalam bacaan suratnya ana keraskan (seperti pada rakaat pertama dan kedua shalat magrib / isya ), tapi tidak terdengar oleh orang selain ana, boleh tidak bib ??

Wallah, ana miskin ilmu bib…
Satu lagi bib… antum buka ada mengajar kitab juga nda bib ? Kalau ada, tolong dikabari bib, karena ana berminat sekali belajar. Sekarang ini kondisi ana, ana rasa gersang betul.. bahasa arab nda bisa, ilmu nda ada, kasian betul ana nih bib… Untung ada habib yang bisa mengenalkan ana dengan ilmu..sedikit-sedikit ana mau perbaiki diri

Wassalam

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

saudaraku, mengeraskan bacaan surat saat shalat malam itu sunnah Rasul saw, hingga para sahabat mendengarnya, juga para sahabat melakukannya.

mengenai Taklim fiqih, waktu saya padat sekali, belum lama ini saya buka taklim pk 23.30 setiap rabu malam kamis, namun itupun sudah berkali kali di cancel karena saya sangat sibuk sekali, barangkali anda dapat mengunjungi Hb Jakfar Alattas di kb nanas, atau Hb Ahmad jindan di cileduk, atau Ustaz Khairullah di mampang prapatan, atau Hb Alwi bin Yahya di kramat jati, atau KH jamaludin di pengadegan, atau Ma’had Assagofah di Bukit duri, dan masih banyak para guru mulia lainnya.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 5.     Najis air seni anak laki2 & Perempuan 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Al’afwu sebelumnya yaa habibana Munzir. Semoga diri Habib, isteri dan keluarga serta seluruh keturunan Nabiyulloh Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam di jaga dan dijamin keselamtannya di Dunia dan Akherat, Amiin…..

Ana mau nanya seputar masalah Najis air seni anak2 (bayi). Di Musholla deket rumah ana ada guru ngaji Fiqih yang diasuh Oleh Habib Hamid bin Umar Al Hamid (Condet). Kitab yang dibahas “Fathul Qorib”. Pernah saya hadir dan mendengar waktu itu Habib Hamid membahas masalah cara mensucikan najis anak laki2 dengan anak perempuan beda (anak=kecil, masih bayi/orok). Dia bilang kalau bayi laki2 cukup dipercikan air saja sudah cukup untuk mensucikan, (contohnya celana/sarung kita apabia yang terkena najis), sedangkan bila celana/sarung kita yang terkena air seni bayi perempuan untuk mesucikannya harus dibasuh atau disiram air.

Yang jadi pertanyaan: Mengapa bisa di bedakan antara keduanya (bayi laki2 dan bayi permpuan) untuk mensucikan pakaian kita apabila terkena najis air seninya?. Padahal kedua anak tersebut masih kecil dan sama2 masih anak2, jika alasan yang membedakannya adalah jika laki2 tidak mengalami haidh seperti halnya perempuan, nah inikan najis air seni dari anak2 yang nota benenya alat reproduksinya belum berfungsi (baligh).

Mohon maaf sekali lagi Habib, waktu itu ana belum sempat mendapat jawaban dari Habib Hamid yang dikernakan waktu pengajiannya sudah keburu ditutup karena sudah habis waktunya. Dan ana akhir2 ini juga jarang sekali hadir kepengajian, baik di tempat musholla ana maupun hadir ke Majlis Rasulloh di Masjid Almunawar, karena setiap pulang kerja/keluar kantor ana sudah agak larut sampe di rumah. Namun demikian ana selalu menggantinya dengan membaca buku ataupun majalah2 islam (Al Kisah).

Demikian dari saya, atas jawaban dari Habib saya ucapkan Jazakumulloh Khairon Katsiro, dan juga Habib Munzir tercinta (mata’analloha bikulli hayatin) dan keluarga, Alloh pelihara kesehatannya agar Ilmu yang Habib sampaikan kepada kami dapat bermanfaat baik di dunia hingga sampai ke akherat.

Wassalaamu’alaikum…..Wr. Wb….

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

saudaraku, perbedaan antara air seni bayi lelaki dg air seni bayi wanita adalah air seni bayi wanita baunya menyengat, jauh lebih kuat baunya dari bayi lelaki yg hampir tak berbau, maka dibedakan pula cara pembersihannya.

karena dalam fiqih itu najis mesti bersih dari tiga sifatnya, Baunya, warnanya dan rasanya, dan najis itu terbagi tiga, namun yg paling ringan adalah air seni bayi, dan dibedakan antara bayi wanita dan bayi pria dari air seninya yg lebih kuat baunya.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 6.     Dapatkah sikat dan pasta gigi menggantikan kayu si wak

Bismillahirrahmaanirahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh.
Segala pujian keagungan milik Allah semata yang tunggal. semoga Allah semakin menyempurnakan cahaya syariat kekasihNya ke timur dan barat, menembus hati-hati di seluruh alam.Amin
Habib, saya ingin bertanya, di zaman sekarang ini, dapatkah kita mengganti kayu siwak dengan sikat gigi?
Pertanyaan ini muncul karena ada beberapa orang yang menyatakan bahwa yang penting dalam sunnah itu adalah kebersihan gigi dan mulutnya, bukan siwaknya. Karena sekarang sudah modern dan sudah ada sikat+ pasta gigi, jadi ini bisa menggantikan kayu siwak.
Bahkan ada yang bersuara dengan nada sumbang, “siwak itu hanya kerjaannya orang tarekat”, atau “emang kita kalau mau bepergian harus naik onta”.
Mohon penjelasan Habib tentang hal ini.
jazakallahu khairan katsir

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keindahan Nya semoga selalu membias disanubari antum setiap saat.

mengenai siwak, telah belasan hadits bahkan puluhan hadits shahih yg menyebutkan kemuliaannya, siwak pula menghapus dosa dosa di mulut kita, sebagaimana sabda Rasul saw :“Siwak adalah pensuci mulut dan hal yg dibenci oleh syaitan”, dan pula siwak ini bila digunakan saat sebelum ibadah, maka baginya 70X lipat ibadahnya, sebagaimana hadits Rasul saw, “shalat dengan diawali siwak lebih mulia dari 70 shalat tanpa siwak”.
maka fahamlah kita bahwa faedah siwak bukan hanya pembersih mulut semata, namun tersimpan rahasia kemuliaan sunnah Nabi saw.

mengenai penggantian siwak dengan sikat gigi, maka itu boleh boleh saja, namun hanya untuk satu faedah nya saja, yaitu pembersih mulut, namun sisa kemuliaan kemuliaan yg lainnya tak mungkin kita gantikan dengan sikat gigi dengan menafikan siwak, karena ini adalah pengingkaran terhadap sunnah sang Nabi saw, sebagaimana penjelasan beliau saw bahwa siwak itu adalah hal yg dibenci oleh syaitan, sedangkan kita memahami bahwa syaitan tak membenci sesuatu kecuali itu Ibadah yg berpahala besar.

sebagaimana shalat, memang salah satu faedahnya adalah gerakan gerakan yg menyegarkan otot dan tubuh, namun setelah kita memahami olah raga, maka tak mungkin kita menggantikan olah raga dengan menafikan shalat.

saran saya, dan juga yg saya amalkan, saya sikat gigi untuk membersihkan mulut, dan saya juga bersiwak untuk sunnah Muhammad saw.

mengenai naik onta itu sunnah, memang betul, namun tak ada hadits yg menjelaskan kemuliaan naik onta, he..he…he…

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 7.     Ringtone Ayat Suci Al-Qur’an – 2007/01/09 15:35Assalamu’alaikum Wr Wb

    Habib Munzir yang baik,

    Izinkan saya menanyakan beberapa hal :

    1. Apakah hukum apabila kita menggunakan rekaman ayat suci Al- Qur’an sebagai Ringtone pada alat komunikasi kita baik digunakan sebagai penanda sms atau panggilan masuk dan juga sebagai alarm.
    2. Bagaimana hukumnya bagi pusat pertokoan, hotel maupun gedung-gedung yang menyiarkan lagu-lagu islami (terutama saat ramadhan) melaui jaringan pengeras suara yang mereka miliki dimana pengeras suara tersebut (yang seringkali digunakan untuk memanggil supir atau pegawai) terdengar hingga (maaf) Toilet.

    Mohon pencerahannya, dan maaf apabila kurang berkenan.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

cahaya kebahagiaan semoga selalu ditebarkan oleh Nya swt kepada anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
1. hal itu tidak bertentangan dg syariah, karena dalam syariah suara musik dari suatu alat bukanlah dihukumi pembacaan Alqur’an, walaupun itu suara manusia, namun tidak dihukumi sebagai bacaan Alqur’an, karena yg dihukumi sebagai bacaan Alqur’an ada;ah ucapan asli manusia, suara manusia yg keluar dari tubuh yg hidup, bukan suara manusia yg terekam pada benda.
namun dari segi akhlak dan adab maka hal ini bisa berubah ubah hukumnya menurut sikon,
bisa menjadi baik karena kita ingin meninggalkan suara ringtone yg diciptakan oleh orang kafir, alangkah baiknya bila nada pengingat pesan dan nada panggilan telepon adalah suara Alqur’an.

namun dilain segi, apakah hal itu tak menjatuhkan wibawa Alqur’an?, bila kita sedang kesal menerima sms misalnya, atau orang lain yg terganggu dg suara itu, maka mereka secara tak langsung membenci suara alqur’an.

2. mengenai suara tersebut tidak mengapa, karena gema suara bisa saja terbawa kemanapun dan yg dilarang adalah mengaji (suara manusia asli) membaca Alqur’an atau hadits atau melafadhkan ismullah didalam toilet, tapi tidak ada larangan mengenai pantulan gema suaranya.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a’lam

 

 

najis hukmi dan was was dll

  1. masbuq, najis,dll

Assalamualaikum wr wb

Marhaban habibana selamat datang kembali ke indonesia…Salam sejahtera buat habib, semoga habib selalu dalam lindungan Allah sWt

Saya mau nanya nih
1. klo kita masbuq, terus al fatihah terpotong oleh sujud sajadah bagaimana sebaiknya apa ikut sujud atau bagaimana?
2. saya pernah dengar klo laki2 makruh tidur tertelungkup(tengkurap) terus wanita disunatkan,terus wanita makruh terlentang klo laki disunatkan telentang dan miring kekiri benarkah begitu? adakah cara yang lain lagi dari adab tidur?
3. bagian tubuh dari binatang yang haram yang terpisah dari binatang itu dihukumkan najis iya kan bib? ada teman saya gunakan perhiasan dari taring beruang yang dibingkai emas, terus perhiasan seperti dompet ikat pingggang yg dari kulit binatang yg haram juga bagaimana hukumnya?
4. bulu yang sunat dicukur itu selain dari diketiak dan kemaluan apa ada yang lain?
5. klo ada tempat yg pernah kena najis mugholodhoh,tapi sudah beberapa waktu sudah hilang bau, warna dan rasanya tapi tidak dibersihkan dengan airlumpur bagaimana ya Bib?

6. bagaimana klo kita terinjak kotoran burung atau bintang lain yang sudah kering apkah itu ma’fu?

7. Saat sholat bersin terus ada yg keluar apa namanya ya, terus kita telan lagi apa batal sholat kita?

8. wajib atau sunat?

a. jari kaki menghadap kiblat saat berdiri betul?, itu soalnya saya banyak liat orang yang jari kakinya tidak mengarah kiblat…

b. telapak tangan mengarah kiblat saat takbratul ihram?

c. jari kaki ditekan kelantai saat sujud?

d. kaki renggang bagi laki2 dan dirapatkan bagi wanita?
9. Do’a apa biar cepat hapal surah tau ayat Al Quran tau doa2 yg lain?
10. Ada doa saat berwhudu ga bib dari cuci muka sampai kaki apa yang di baca? saya pernah dengar tapi kurang jelas…
11. juga do’a sesudah membaca surah Al mulk?
12. Sabda Rasulullah saw; Sungguh sebesar besar kejahatan muslim pada muslim lainnya, adalah yg bertanya tentang hal yg tidak diharamkan atas muslim, menjadi diharamkan atas mereka karena pertanyaannya. Apa maksudnya ya Bib?
13. Bib tolong do’a kan ana biar tetap selau istiqamah dalam melakukan ibadah ya Bib…

mohon ma’af klo saya banyak tanya, sebelumnya terimakasih banyak atas jawabannya habib

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. betul, ikut sujud tilawah, saat berdiri lagi lalu meneruskan fatihahnya yg terputus.
2. betul demikian, dan disunnahkan bagi pria untuk menghadap kekanan, dan menjadikan kanannya itu adalah kiblat, metode tidur Nabi saw ini dibuktikan dalam kedokteran lebih membantu lancarnya pencernaan di lambung, dan posisi ini juga efektif untuk jantung, karena jika menghadap ke kiri maka cenderung jantung tertekan berat tubuh.
3. betul, selama bukan bulu/kulit binatang sembelihan. mengenai sabuk, dompet, selama dari kulit kerbau / kambing yg telah dibersihkan dg sikat baja hingga tak tersisa kulitnya dan kotoran diatas kulitnya, maka suci.
4. juga disunnahkan menggunting dan merapihkan kumis.
5. untuk menyucikannya dibutuhkan siraman air lumpur dg diperkirakan saja wala bekasnya telah sirna

6. jika ia kering dan kaki kita kering maka suci, demikian ijma seluruh madzhab
7. air liur, jika dari mulut maka ditelan tdk membatalkan wudhu, jika dari dalam perut dan tertelan maka ma’fu, jika disengaja maka bisa membatalkan shalat.
8. a, b, c, d, kesemuanya sunnah, jika tidak dilakukan tidak membatalkan shalat dan juga tidak disunnahkan sujud sahwi.
9. anda dapat mengamalkan shalat hifidh, bacaan dan caranya ada di forum tanya jawab ini pada file arsip, dg judul : SHalat hifidh

10. dan 11. admin II akan menampilkannya untuk anda.
12. hadits ini akan saya jelaskan dg gamblang di almunawar, majelis senin malam kita yg akan datang, namun secara ringkas adalah orang yg banyak bertanya tentang hal hal yg tidak layak dipertanyakan, dan desakannya membuat hal yg halal menjadi haram, misalnya mereka yg mengatakan doa pd Allah di kuburan adalah syirik, makan hidangan tahlilan adalah dosa besar, nah.. hal hal yg diperbolehkan ini difahami oleh sebagian orang menjadi haram, sebab mereka mempermasalahkannya.

yg dimaksud bukan bertanya masalah syariah, tapi mempermasalahkan yg halal hingga sebab desakannya maka sebagian orang mengharamkannya.
13. kemuliaan dan cahaya istiqamah semoga selalu menaungi hari hari anda.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

  1. 2.      Mandi Junub Walau tidak Junub

Assalamualaikum wr wb

Amin ya rabbal’alamin…alhamdulillahirabbil’alamin….

Terima kasih ya Habibana yang selalu mendoakan untuk hamba yang dhoif dan jahil ini…juga

artikel untuk jawaban pertanyaan saya…

Ya Habibana, saya ada pertanyaan lagi…
1. Bagaimana adab tau hukum jual beli bila terjadi begini…saya berbelanja di pasar kemudian saya ucapkan aqad jual beli, tapi penjual tidak menjawab aqad saya langsung pergi tau melayani yg lain…jadi cuma sepihak yg mengucapkan aqad…
2. Apakah jika kita sering mengerja yg makruh, bisa jd haram?
3. Bolehkah walau tidak junub kita niat mandi junub…dari pd mandi sunat, katanya pahalanya lebih besar…
4. Katanya 3 rakaat terakhir setelah fatihah pada Sholat witir yaitu surah Al a’la, Al qafiruun, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas selalu yg dibca rasulullah…Bolehkah surah terakhir pada 3 rakaat terakhir sholat witir itu diganti surah yg lainnya?
5. Bib minta izin untuk Download multi media, galery dan yg lainnya…ma’af baru sekarang ucapkannya…

Semoga Habib selalu dalam taufik dan hidayah Allah SWT serta disehatkan badan sehingga tetap dapat membantu dan menolong umat2 rasulullah..

 

Habib Munzir menjawab:

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. hal itu tidak membuat akad itu batil selama tidak ada penolakan dari pemilik.
2. jika senang memperbuat makruh, bisa terjebak pada dosa.
3. boleh saja demi mendapatkan kemuliaan pahalanya, namun sebagaimana dg mandi junub maka kita tidak wajib lagi bewudhu karena hadats kecil terangkat dg menyucikan hadats besar, namun hal ini tidak kita dapatkan jika mandi junub tanpa junub sebagaimana yg anda ingin lakukan.
4. banyak teriwayatkan hadits tentang surat surat yg dibaca dalam shalat witir, maka boleh saja menggantinya dg surat lain karena tidak ada larangannya membaca surat apapun dalam witir kita.
5. Saya telah mengizinkan semua yg ada di web ini berupa artikel, Tanya jawab, atau audio dan vcd ceramah yg kami tampilkan untuk dimanfaatkan, atau disebarkan, atau dimiliki untuk tambahan ilmu pengetahuan,
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 3.      Sholat Subuh

bagaimana kalau sholat shubuh tidak pakai Qunut

 

Habib Munzir menjawab

 

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Qunut bukanlah rukun shalat, melakukannya adalah sunnah muakkadah, jika tidak dilakukan maka tidak membatalkan shalat, jika lupa maka disunnahkan sujud sahwi.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      sholat jamak

assalamualaikum wr wb,

Habib yang kucintai
Kalau dalam perjalanan sy suka melaksanakan sholat dhuhur ada’an tapi ashar jamak qosor jadi setelah sholat dhuhur berjamaah sy langsung berdiri untuk melaksanakan jamak qosor ashar diwaktu dhuhur.

Apakah itu boleh ?
Wassalamulaikum

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

hal itu bukan ada’an, tapi jama taqdim, anda mesti niat jama taqdim saat shalat dhuhur, boleh saat takbiratul ihram, atau selambat2nya anda niat akan jamak taqdim dhuhur dg asar itu sebelum salam pada shalat dhuhur.

maka anda dhuhur tetap 4 rakaat dan lanjutkan dg asar 2 rakaat (qashr).

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Penentuan Waktu Solat

Assalamualaikum wr wb.

Salawat dan salam selalu tercurah kepada Junjungan Kita semua Yaitu Mahluq yang paling Agung dan Mulia Dunia dan Akherat. Muhammad Rasulullah SAW.

Semoga Habib Munzir dalam Perlindungan dan Inayah ALLAH SWT.
Habib Saya Mau Bertanya

* Bagaimana menentuka waktu2 Sholat lima waktu tanpa adanya Jam seperti sekarang ini. Dulu jaman Rasulullah dan Sahabat , kemudian Tabiin belum dikenal adanya Jam seperti sekarang, Seperti Sholat Zuhur jam 12 siang, begitu juga solat yg lain.
jadi bagaimana mentukan bahwa waktu sudah masuk sholat Subuh dan seterusnya.
* Pertanyaan kedua:

Saya Mohon Saran dan petunjuk dari Habib, saya sekarang berumur 38 tahun.
saya tidak pernah masuk madrasah atau pesantern .tapi sewaktu saya kuliah di Peguruan tinggi Umum.saya sering ikut Da’wah Majelis Tabligh dan sering menyampaikan Da’wah dimasjid masjid. padahal Pemahamna dan kemampuan saya terhadap ajaran islam sanagat terbatas, tapi semangat dan gairah dan kecintaan saya dengan Agama dan Da’wah Rasulullah sangat tinggi, pada saat ini saya merasa malu dan tidak pantas kalau disuruh menyampiakan Da;wah atau ceramah. dan saya niat untuk belajar lebih mendalam ttg Risalah Rasulullah, maunya masuk Pesantern tapi kendala saya punya tangung jawab untuknafkah anak dan istri jadi saya masih terikat dengan pekerjaan saya. Bagaimana menurt habib? dan kepada siapan di jakarta ini yg saya harus belajar dengan kondisi seperti ini,saya hobi dan senang menbaca buku agama, tapi sya ingin harus mempunyai guru.
* Sya ingin belajar mendalami bahasa Arab dan Alquran (Tajwid yang Benar) dimana dan kepadas siapa saya harus belajar.di jakarta ini (saya tinggal di daerah Mampang)
Mudah2han petunjuk dan saran dari Habib bisa meberikan kekuatan kepada saya untuk belajar. dan Hasrat dihati saya untuk mendalami Agama bisa terslurkan.

Wasalam

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,

shalat subuh diketahui dg : terbitnya diakhir malam cahaya lurus vertikal lurus kelangit, namun itu bukan tanda subuh, itu hanya tanda subuh sudah dekat, karena cahaya yg lurus vertikal itu akan sirna, dan akan kembali gelap gulita, kemudian akan muncul garis horizontal yg datar, itulah masuk waktu subuh.
shalat dhuhur diketahui dg tergelincirnya matahari dari zawal, zawal adalah titik nol pertengahan siang hari, jika anda menaruh sebuah kayu lurus, lalu bayangan matahari semakin kecil sampai bayangan hilang, jika anda di katulistiwa, jika anda bukan di katulistiwa maka yg jelas bayangan yg terkecil dari timur, nah.. itu disebut zawal, maka ketika mulai muncul bayangan ke barat maka itu tanda masuk waktu dhuhur,
waktu dhuhur berlanjut sampai bayangan seseorang atau sesuatu menjadi dua kali lipat, misalnya kayu sepanjang 50cm tegak lurus, maka bayangannya menjadi 100cm, maka itu tanda masuk waktu asar, dan berlanjut hingga matahari hampir terbenam,
jika matahari hilang dan muncullah cahaya merah violet dan matahari sdh tiada, itulah waktu magrib, berlanjut tidak lama cahaya muali sirna, itulah akhir waktu magrib.
jika sudah gelap gulita sama sekali maka itulah awal waktu isya.
jika awan, maka dg perkiraan, jika terbukti salah maka qadha.
saran saya anda belajar prifat dg seorang guru yg shalih dan cukup mendalam dalam syariah, maka anda bisa sambil bekerja, prifat seminggu sekali, seminggu dua kali, siang atau malam, anda dapat membantunya dengan sedikit hadiah jasa, dan anda berpengetahuan semakin mendalam
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      najis hukmi dan was was

assalamualaikum ya habibana..

saya dengar kabar bahwa habibana sedang sakit samapai dirawat di RS?

Ya Allah berikanlah kesembuhan dan kekuatan pada guru kami habib Munzir agar ia senantaiasa dalam keadaan sehat wal afiat dan dapat melanjutkan dakwah dijalanMu ya Rabb..
Bib, saya punya pertanyaan lagi masih seputar najis..

1. Jika najis yang ainnya sudah tidak ada lagi, baik warna, bau dan rasaya sudah tidak ada maka ia kan dihukumi najis hukmi.. nah najis hukmi ini jika terdapat dilanatai, maka apakah ia harus dialirkan air agar suci?

akan sangat merepotkan bib jika kita harus mengalirkan air ke lantai yang saluran pembuangan (lubang pembuangan air) berada agak jauh.. yang ada saya malah akan menambah genangan air yang membanjiri seluruh lantai..

maka selama ini saya berusaha mensucikan lantai yang terkena darah (misalnya), dengan mengelap darah tersebut sampai hilang 3 indikatornya, mengelap dengan lap basah (dengan sumber air mutlak), mengerinkannya lalu mengelap lagi dengan lap basah yang sudah dibilas dengan air mutlak lagi..

apakah sudah benar cara thaharah saya tersebut?

yang jadi pertanyaan saya sebetulnya maksud “mengalirkan” air itu bagaimana? dikucurkan, atau dibasuh/digosok?

2. jika air yang telah dipakai mensucikan najis ain, tentulah mutannajis..
namun jika dipakai untuk mensucikan najis hukmi, yang sama sekalai tidak ada 3 indikator najisnya, lalu air tersebut beberapa tetesannya terciprat pada pakaian kita, apakah termasuk najis yang dimaafkan?

3. Apakah najis hukmi dimaafkan dalam shalat? karena saya pernah membaca, didalam mazhab kita najis yang dima’fu adalah najis yang tidak terlihat oleh mata kita..
4. Apakah najis hukmi bisa menular? misalnya lantai yang terkena setetes air mutannajis yang tidak memiliki 3 indikator najis, telah mengering lalu terinjak kaki yang basah? lalu kaki tersebut menginjak sajadah..

apakah sajadah tersebut duhukumi najis??
saat ini saya sedang dilanda rasa was2 yang disebabkan oleh kedangkalan ilmu fikih saya bib..

sungguh, niat saya adalah setulus2nya untuk menjalankan syar’i yang benar agar amal ibadah saya diridhai Allah..

namun akhir2 ini perasaan was2 ini semakin menghantui saya..

mohon bimbingannya bib..

jazzakullah
Wass

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,
Saudaraku yg kumuliakan,

1. caranya, guyurkan air pada tempat tsb maka ia telah suci, dan disapukan air itu kearah pembuangan air sebisanya, maka telah suci dan sisa sisa air itu ma’fu (dimaafkan).
2. tidak menjadi najis jika tidak diyakini adanya najis, misalnya begini, ada air najis dan ada air suci didepan kita, lalu ada banyak lalat hinggap pada keduanya, dan salah satu lalat menempel ditubuh atau dibaju anda, dan terasa lalat itu basah, maka hukumnya tetap suci selama tidak ada satu dari 3 sifat najis.
3. najis jika diyakini adanya, jika tidak yakin maka ma;fu.
4. jika kering maka tidak menjadi mutanajis, sebagaimana kaidah fiqih Aljaaf bil Jaaf, tohir bilaa khilaaf, yaitu kering bersentuhan dg kering, suci tanpa ada khilaf lagi, misalnya najis kering, bersentuhan dg anggota tubuh atau apapun yg kering pula, maka tidak berpindah najis tsb, dan yg tersentuh tetap suci.

kecuali jika salah satunya basah, maka yg menyentuhnya menjadi mutanajis
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

1.jadi sebaiknya saya menyiram seluruh lantai lalu menyerok/mendorong airnya sampai keluar rumah?
karena jika selama ini saya salah dalam cara mengepel lantai rumah, maka saat ini lantai rumah saya pastinya dihukumi mutannajis.. begitukah bib?

Apakah tidak ada cara lain yang lebih ringan bib? seperti menyiram, lalu mengeringkan dengan lap kering samapai airnya terserap lalu mengeringkan lantainya dengan kipas angin?
2.Apakah dalam mazhab kita ada najis yang dimaafkan dalam shalat? seperti najis yang sangat sedikit (darah nyamuk,bisul/jerawat dll), kalau tidak salah dalam ihya ulumuddin Imam Ghazali bahkan meringankan beberapa jenis najis yang sulit dihindari.. fatwa mufti kesultanan Brunei yang bermazhab syafi’i bahkan meringankan percikan air kencing yang sulit dihindari. Bagaimana ini bib? Sepertinya permasalahan hukum air dan najasah (bab Thaharah), hanya mazhab kita yang paling ketat.. yang saya ketahui, dalam mazhab hanafi bahkan untuk najis basah dimaafkan sampai ukuran setelapak tangan.. sedangkan najis yang mengering dipakaian sebesar dirham.
ketika saya membaca bab thaharah dalam al majmu syarah al muhadzdzab, saya jadi merasa amat sangat sulit memenuhi kriteria thaharah yang benar dalam mazhab syafi’i..
padahal saya sangat mencintai syar’i dalam mazhab ini..

Imam Nawawi bahkan menjelaskan bahwa imam Syafi’i tidak menganggap sah shalat yang wudhunya membuat ia ragu, bahkan jika diperlukan maka orang yang ragu tersebut harus mandi setiap kali mau melaksanakan shalat sampai ia yakin ia suci.
hampir setiap kali buang air kecil saya menjadi paranoid, hati2 sekali dalam beristinja..
namun kadang2 sulit sekali untuk menghindari percikan air istinja yang menetes kedalam toilet lalu terciprat mengenai kaki kita.

sebelum saya mengetahui tentang air tergenang, saya akan dengan tenang menyiram kaki yang terkena percikan sisa istinja itu dan lalu berwudhu..
namun setelah saya membaca dan membaca, ternyata jika setetes percikan dikaki saya itu mutannajis (walaupun warna,bau dan rasanya tidak berubah), maka jika ia menetes kepada genangan air dilantai, maka seluruh lantai yang tergenang air menjadi najis pula..
lalu air untuk wudhu saya yang dari pipa ledeng itu mengalir terus kelantai lalu terciprat kesana kemari, tidak dapat dihindari jika ada yang mengenai tubuh atau pakaian saya.. lalu jika meliat hukum air tergenang, maka akhirnya saya harus mengganti baju dan mandi karena saya tidak dapat memastikan letak yang terkena najis dari tubuh dan pakaian saya (kaidah harus mencuci seluruhnya jika yakin pakaian terkena najis namun tidak jelas letak terkenanya). Karena tidak mungkin saya sholat dengan mencuci baju tersebut (yang sebelumnya saya pakai) karena pastinya masih basah kuyup.

inilah yang sering terjadi pada saya sehingga saya bisa sampai 3 kali ganti baju dalam satu hari hanya karena percikan air mutannajis.

lalu air yang tergenang dilantai itu bib, apa memang sudah benar pendapat saya seperti diatas?

lalu kaidah: kering bertemu kering = tidak tertular najis, basah bertemu basah = tertular najis..
jika lembab bagaimana bib? karena sering sekali kaki saya sudah saya keset dengan handuk, namun untuk menjadi benar2 kering agak sulit. lalu kaki saya itu menginjak lantai yang terdapat najis hukmi yang sudah kering (dari tetesan air mencuci pakaian yang terkena najis, namun warna, bau dan rasanya tidak berubah dari air mutlak). apakah kaki saya menjadi mutanajis?
itulah sekelumit keadaan saya dari yang saya pusingkan setiap hari..
saya merasa kehilangan kekhusyukan dalam sholat2 saya akhir2 ini, padahal pada awalnya niat saya adalah menuju kepada kesempurnaan shalat. Namun pada akhirnya hakikatnya tidak tercapai, malah saya semakin was-was.

 

saya sudah mengamalkan pengusir was-was dari syaitan dari hadits riwayat imam bukhary, berta’awuz lalu meniup kekiri 3x, berdzikir dengan asma ya hayyul ya qayyum..

namun saya merasa ini asalnya bukan dari syaitan lagi, melainkan kecetekan saya dalam ilmu fiqh.. Wallahu alam..
lalu mengenai najis hukmi bib, bolehkah saya ambil pendapat para ulama yang menyatakan air yang dipakai untuk mensucikan najis hukmi dihukumi musta’mal saja, bukan mutannajis? karena dengan begitu saya dapat lebih mudah dalam perihal bersuci.
saya sering menangis karena hal2 ini bib..

saya ingin dekat dengan Allah Azza Wa jalla..

saya ingin memperbanyak ibadah..

saya tidak ingin kebodohan saya dalam fiqh thaharah menghambat saya dalam beramal..
mohon maaf kalau saya malah jadi curhat..

mohon jawaban penenangan jiwa dari habib..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

 

Saudaraku yg kumuliakan,

1. lantai rumah anda sudah suci, diguyur saja lalu disingkirkan airnya dan selesai, tidak usah terlalu was was saudaraku, berbuatlah semampunya, sisanya mohon maaflah pada Allah swt.
2. dalam shalat najis dimaafkan, jika mengalir darah sekalipun tetap shalat tidak batal, asal jangan berpindah/menetes ke anggota tubuh lain, misal darah di kepala, lalu mengalir terus sampai ke kaki, tetap shalatnya tidak batal, yg membatalkan shalat adalah jika darahnya berpindah, misalnya dari wajah ke dagu, lalu menetes ketangan, maka batal shalatnya, jika mengalir tanpa menetes maka tidak membatalkan shalat.

jika darah itu belum sebesar uang dirham maka dimaafkan, demikian dalam madzhab syafii, justru saudaraku madzhab syafii adalah madzhab yg paling ringan, sebagaimana madzhab hanafi harus berwudhu dari air yg memancur, tidak sah wudhu dari bak sebagaimana madzhab syafii.

saudaraku, yg dimaksud di majmu. nawawi itu adalah jika ia ragu sudah wudhu atau belum?, maka wajib wudhu, namun jika ia sudah wudhu dan ragu apakah sudah batal atau belum maka tidak batal wudhunya.
anda tak perlu was was dengan air itu, air yg tidak jelas apakah ada najisnya atau tidak maka hukumnya suci, jika ternyata ada najisnya maka ma’fu, kecuali anda temukan sifat satu dari 3 sifat najis tsb, maka baru hukumnya mutanajis.

jika lembab saja tanpa basah maka tetap suci.
saudaraku, Rasul saw bersabda : Agama ini mudah, siapa yg mempersulitnya maka ia akan dipersulit oleh agamanya sendiri. (Shahih Bukhari).
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

alhamdulillah.. saya jadi sedikit tenang membaca jawaban habibana..

jadi tetesan air yang telah mengalir diatas najis pun harus diyakini dulu kemutanajisannya (dalam artian benar2 tercampur dengan najis / berubah 3 sifatnya), baru dapat dihukumi mutanajis?
jika benar, maka was2 saya hilang seketika..

 

lalu 1 pertanyaan lagi bib, jika satu tetes air yang kita yakini sebagai air mutananjis (walaupun tidak ada 3 sifat kenajisannya), lalu menetes ke ember yang berisi air sedikit (kurang dari 2 qullah) maka seluruh air di ember tersebut mutlak tertular kenajisannya?

lalu apakah ember tersebut harus dibilas dengan air mengalir dari kran/ledeng? atau cukup disiram dengan gayung, lalu menggosok2nya?

itulah bib, saya ini seorang hamba Allah SWT yang fakir, cetek ilmu, namun senantiasa ingin berada diatas sunnah Rasulullah SAW..

hanya modal membaca buku, masih sangat perlu bimbingan dari seorang guru yang fasih seperti habibana Munzir Almusawa..

 

Terimakasih banyak Bib.. Sungguh banyak sekali ilmu yang saya dapat langsung dari jawaban2 habib..
Semoga Allah SWT membalas segala amal baik Habib, melimpahkan rahmat dan kasih sayangNya pada Habib dan keluarga.

Jazzakullah..
Wass

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,
Saudaraku yg kumuliakan,

was was adalah dosa, tinggalkanlah was was anda, Yang Maha Mengampuni tak akan menyusahkan hamba Nya, saudaraku saran saya mundurlah dari segala keraguan tsb, ada hal hal besar pada diri kita yg menanti untuk pembenahan, seperti khusyu nya shalat, sempurnanya puasa, maka tenanglah dan sejuklah saudaraku dari kerisauan anda.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 7.      shalat dan khutbah hari raya

Assalam’alaikum wrwb.

Semoga habib munzir dan keluarga selalu dalam keadaan sehat. Saya ingin menanyakan ttg hukum ttg shalah hari raya, walau idul adha baru saja lewat.
1. Apa saja syarat dan rukun khutbah hari raya menurut madzab syafii. Dibandingkan dgn shalat dan khutbah jum’at, apa bedanya? Misal harus takbir sekian kali, dsb.
2. Apakah khutbah hari raya termasuk rukun ibadah, sebagaimana jumat. Dan apakah juga harus 2 (dua) kali sebagaimana Jumat?
3. Apakah takbir (7 kali dan 5 kali) di dalam shalat hari termasuk rukun? Demikian juga takbir di dalam khutbah, apakah rukun juga.
4. Di hari raya kemarin, ada info seorang khotib khutbah hanya sekali (tidak ada duduk di antara dua khutbah), dan tidak (atau jarang) mengumandangkan takbir. Bagaimanakah ini, batalkah khutbahnya? Sempurnakah ibadah id nya?
Terima kasih habib. Mohon dijelaskan, syukur2 ada rujukan kitabnya. Saya kira ada org2 yg tak tahu mengenai hal ini, termasuk saya yg fakir ilmu ini.
Semoga habib munzir selalu dalam keadaan sehat, sukses dalam berdakwah. Semoga dakwah majelis rasulullah selalu dijayakan Allah swt sampai akhir zaman. Amien. Salam rindu yaa habibana.. doakan kami agar cepat pulang. Amien.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. mengenai khutbah ied, rukunnya adalah rukun khutbah jumat, mengenai takbirnya adalah sunnah, demikian dalam madzhab syafii.
2. shalat idul adha hukumnya sunnah muakkadah, demikian pendapat terkuat dalam madzhab syafii

mengenai khutbah Ied dan Khutbah Jumat, telah disepakati seluruh madzhab mestilah dua khutbah, dan itu merujuk pada hadits shahih riwayat Imam Bukhari dll.
3. keduanya adalah sunnah, dan jika ditinggalkan tidak disunnahkan sujud sahwi
4. Takbir sunnah saja, namun khutbahnya tidak sah, namun shalat iednya sah
rujukan dari segenap kitab madzhab syafii diantaranya Syarah Baijuri, Yaqutunnafis, AL Majmu’ dll.
salam rindu tuk anda di Thailand,

semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 8.      sholat tobat

assaalamualaikum wr wb

habib muzir yg saya hormati gmn hukum sholat tobat setiap hari?

karna ana merasa tiap hari ada aza kesalahan

terima kasih sebelum nya

wassalamualaiku wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

 

Saudaraku yg kumuliakan,

hal itu diperbolehkan, dan sangat mulia, sebagaimana Rasul saw bertobat pada Allah lebih dari 70X, dan ada para shalihin yg berdoa pada Allah agar Allah jadikan setiap nafasnya adalah tobat,

maka tidak menjadi larangan, bahkan baik jika melakukan shalat taubat setiap hari.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

Makmum pada imam wahabi dan Sholat Jum’at dll

  1. 1.      sendekap dalam sholat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

semoga habib munzir senantiasa dimuliakan oleh alloh,
begini bib, pada saat kita sholat yakni saat takbirotul ikhrom sebaiknya ujung tangan kita sampai batas apa? harus sampai telinga atau sampai bahu saja?

kemudian pada saat sedakep, tangan diatas dada atau diatas pusar perut bib?
karena dulu saat saya ngaji diajarkannya diatas pusar perut, sedang dari suber lain tangan harus diatas dada.

selanjutnya do’a iftitah yang benar yang mana bib? yang kabiirowalhamdulillah…dst atau allohumabangitbaini..dst.

yang terakhir saya mohon ijazah dari habib untuk semua amalan dan do’a yang telah habib tulis di website ini, karena terus terang saya sudah menghafal beberapa do’a yang habib tulis dan mengamalkannya, sehingga saya merasa salah karena belum mendapat izin dari habib, untuk itu saya minta maaf lahir dan batin kepada habib.

demikian habib, sekali lagi saya mohon maaf bila merepotkan, dan saya ucapkan terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. ujung jari sejajar dg ujung telinga, demikian yg paling shahih dalam madzhan syafii.
2. dalam posisi sidakep (qiyam) tangan diatas pusar, demikian yg paling shahih menurut Imam Syafii, yaitu posisi jenazah saat selepas dimandikan dan dikebumikan
3. banayak riwayat shahih dalam doa ifititah dan yg digunakan oleh madzhab kita adalah Allahu Akbar kabiira, walhamdulillahi katsira dst.
4. saya Ijazahkan pada kesemua yg telah saya Ijazahkan di web ini, semoga membuka gerbang jebahagiaan dunia dan akhirat bagi anda
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Cara buang air kecil dan Sholat Sunnah

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Yg Mulia Hb Munzir Al Musawa,

Semoga Habibana selalu dalam keadaan sehat walafiat dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.
1. Ya Habibana, bagaimanakah cara (maaf) buang air kecil Rasul SAW? Apakah berdiri atau disunnahkan untuk berjongkok?
2. Apakah pengobatan dengan cara berbekam adalah Sunnah dari Rasul SAW
3. Apakah tdk ada sholat qobliyah Maghrib dan Sholat Ba’da Ashar dan Ba’da Shubuh?

demikian Ya Habibana semoga antum selalu dalam keadaan sehat walafiat,

Wassalamualaikum Wr. Wb,

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
shalat ba;dyah magrib ada, namun sebagian ulama madzhab syafii tidak melakukannya.

mengenai ba;diyah subuh tidak dilakukan karena diharamkan shalat sunnah setelah shalat subuh, namun sebagian ulama membolehkannya jika orang tsb tidak sengaja meninggalkan shalat qabliyah subub maka melakukannya pada selesai shalat subuh,

mengenai ba;diyah asarpun demikian
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. soal cadar dll……..!!!!

Assalamu’alaikum

ahmaduhu ‘alaa ni’matil iman wal islam….w’ala kulli ni’am
allahumma sholli w sallim ‘alaa sayyidinaa w maulanaa Muhammadin ‘alaa alih w ashhabih…
bismillahirrahmaanirrahiim

alhamdulillah,habib telah menjawab pertanyaan alfagiroh yang lalu….

syukron bib….Insya Allah bermanfaat

ana ad beberapa pertanyaan bib

 

1.ana ini sekarang Alhamdulillah pakai hijab(cadar)dan Insya Allah ingin terus<doain y bib biar terus….>..yg ingin an tnykan apa pakai hijab itu Wajib di baiat?kalau sudah dibaiat blh dilepas g?misal krna tuntutan suami/cln suami atau OT??
apa hkmnya ssorg mmakai cadar tetapi OT/suami tdk setuju(tdk ridho)tp dia ttp pakai secara diam2….apa dosa???

2.hbb setuju ga dengan adanya masjid berjubah mas…yg an lihat bnyk yg dtg spt rekreasi….klau org dtg hanya ‘penasaran’ hny angin mlht kubah nya ya tp skalian sholat…apa niatnya benar???an dgr itu tdk bagus…apa dosa krn slh niatnya???
3.ttg penykit KLEPTO….bagaimana hukumnya??
4.apakah seorang mar’ah klu sdh dmnta itu g bkh ditolak???krn dlm Al-QURAN ALKARIIM dlm S.Al-Ahzab sehubungan cerita Sydtina Zainab yang awalnya tidak mau menikah dgn Sydina Zeid lalu ALLAH S.W.T menurunkan ayat (afwan bib ana lupa ayatnya)klo tdk slh isinya krg lbh..<apakah apa yg ALLAH ingin tetapkan kepadamu lalu kamu menolaknya???…> apakah begitu???
dan masih dlm S Al-Ahzab….ayat(Yaa Nisaa an Nabiy…..)itu maksudnya dzurriyat Rasul S.A.W?? berarti hukum di ayat itu jatuh kpd kita aja(bani ‘alawi)???
afwan bib klo kt2nya agak membingungkan…

w Syukron Katsiran jazakumullah khoiran katsiran atas sudinya habib untuk manjawab pertanyaan alfagiroh…
al fagiroh mhn maaf…

wsslm’alakm WrWb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kasih sayang dan Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,
Saudariku yg kumuliakan,
1. menggunakan cadar dengan bai’at tak ada sangkut pautnya satu sama lain, bai;at adalah janji setia, dan cadar adalah syariah islam, maka keduanya tak mempunyai suatu hubungan yg saling mengikat satu sama lain.

dan penggunaannya atau tak menggunakannya, atau memakai sementara kemudian membukanya atau sebaliknya, hal itu kembali pada kemampuan diri masing masing dalam menjalankan syariah.

2. masjid Kubah emas ini memang tak selayaknya, namun apa mau dikata suadariku, di dunia masih banyak masjid masjid lain yg lebih mewah dari kubah emas ini, seperti masjid Nabawiy, Masjidilharam, dan masjid masjid lain diseputar Iraq, Jordan, Iran, Mesir, Yaman dll, maka kita tak perlu terlalu kritis karena hal itu akan menyebabkan semakin banyaknya ikhtilaf dan perbedaan pendapat,
mereka yg datang tuk bertamasya atau sebaliknya yaitu ber I’tikaf maka mereka mendapatkan apa yg mereka niatkan,
3. penyakit ini jika diakui oleh tim medis yg terpercaya, dan dua orang yg siap bersaksi bahwa orang tsb memang mengidap kleptopia yg kronis, maka hukumnya bukanlah sebagaimana orang lain yg mencuri, namun dikenakan Ta’zir (semacam teguran keras atau hukuman ringan).
4. wanita bebas menolak dan menerima lamaran, dan ayat tsb tak merujuk keharusan bagi wanita harus menerima lamaran yg datang padanya, dosa dan tidaknya tergantung pada sikon pria yg melamar dan wanita yg dilamar,
bisa menjadi dosa jika wanita lebih memilih pria fasiq dan menolak lamaran pria yg shalih, demikian pula sebaliknya.
Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a’lam

 

  1. Mentup mata kaki ktk shalat

Assalamu’alaikum Wr. Wb semoga crahan rahmat dan karunia Allah trlimpahkan yg tiada henti2nya kpd Habib yang ku muliakan…Sukron katsiro tlh meluangkan waktu mnjwab pertanyaan ane yg InsyaAllah brmamfaat wat ane n smuanya.Habib ane yg dhaif n fakir mo tanya:

1.Ane pernah baca api neraka akan menyentuh kakinya apabila ketika shalat kain/celana kita menutupi mata kaki,p itu benar adanya n adakah hadits yg menyatakan seperti itu?

2.Apakah seorang imam wajib ktika slesai shlat ia harus membalikkan badannya ksbelah kanan?

3.Ane pernah mendengar dr slah satu guru ane blang,shalat tahyatul masjid bs dlakukan kpn saja walaupun pd waktu yg diharamkan untuk melakukan shalat,bagaimana bila dilakukan ktika kt sudah du2k trlbih dhulu?
4.Ane mohon ijazah Habib ttg amalan2 yg ada di forum tanya jwab ini,dan ijazah untuk menyebarluaskan ke tmn2 sy.
Demikian pertanyaan dr ane yg dhaif lg fakir ini,maaf karena trlalu sering brtanya karena ane ingin menimba ilmu dr Habib.Sukrom katsiro atas segala jwabannya…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

1. hal itu disebut isbal , Isbal (tidak membuat pakaian menjela/memanjang dibawah mata kaki) adalah sunnah Rasul saw dalam sholat dan diluar shalat,
Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg menyeret nyeret pakaiannya (menjela pakaiannya/jubahnya krn sombong maka Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat (murka)” lalu berkata Abubakar shiddiq ra : Wahai Rasulullah…, pakaianku menjela.., maka berkata Rasul saw : “Sungguh kau memperbuat itu bukan karena sombong” (Shahih Bukhari Bab Manaqib).
berkata Hujjatul islam Al Imam Ibn Hajar mengenai syarah hadits ini : “kesaksian Nabi saw menafikan makruh perbuatan itu” (Fathul Baari bisyarh shahih Bukhari Bab Manaqib).
jelaslah sudah bahwa perbuatan itu tidak makruh apalagi haram, kecuali jika diperbuat karena sombong,
dimasa itu bisa dibedakan antara orang kaya dg orang miskin adalah dilihat dari bajunya, baju para buruh dan fuqara adah pendek hingga bawah lutut diatas matakaki, karena mereka pekerja, tak mau pakaiannya terkena debu saat bekerja,

dan para orang kaya dan bangsawan memanjangkan jubahnya menjela ketanah, karena mereka selalu berjalan diatas permadani dan kereta, jarang menginjak tanah,
maka jadilah semacam hal yg bergengsi, memakai pakaian panjang demi memamerkan kekayaannya, dan itu tak terjadi lagi masa kini, orang kaya dan miskin sama saja, tak bisa dibedakan dengan pakaian yg menjela.

jelas dibuktikan dengan riwayat shahih Bukhari diatas, bahwa terang2an abubakar shiddiq ra berpakaian spt itu tanpa sengaja, namun Rasul saw menjawab : “Kau berbuat itu bukan karena sombong”

berarti yg dilarang adalah jika karena sombong.

2. hal itu sunnah dan tidak wajib.
3. berikhtilaf ulama madzhab kita dalam hal ini, sebagian mengatakan shalat tahiyyatul masjid tidak dilakukan disaat waktu waktu yg dilarang shalat sunnah padanya, sebagian mengatakan tetap dilakukan, namun yg dilakukan Guru guru kita adalah tidak melakukannya.

jika sudah duduk maka telah hilang kesempatan tahiyyatul masjid, demikian pendapat jumhur dalam madzhab kita.
4. saya Ijazahkan pada anda semua amalan yg telah diijazahkan di web ini, semoga dalam kemuliaan dan terikat selalu dg para salafushhalih dan kemuliaannya, dunia dan akhirat
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Mandi hadats

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Semoga Habib dan kluarga slalu dlm curahan rahmat Allah SWT,dan diberi kshatan selalu shingga dpt menuntun umat islam dalam koridor islam yg sesungguhnya.InsyaAllah.Amin…
Habib ane yg dhaif lg fakir mau tanya?

1.Apakah batal kita mandi hadast apabila (maaf) menyemtuh kemaluan kita?
2.Apakah bila kt menyentuh anak kecil umur 7-10an,menyentuh rambut perempuan.Apakah bs membtalkan wudhu?Soalna ane prnah alami seorang imam brslman pd anak kecil yg br masuk islam sktar umur 9an tp imam melanjutkan shalatna?
Demikian pertanyaan dr ane yg dhaif lg fakir.Atas jwabannya ane ucapkan sukron katsiro

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,

 

1. betul, wudhunya batal namun mandi junubnya tetap sah, caranya adalah mandi dg menggunakan sarung sebagaimana Nabi saw, namun jika tidak mampu dan ingin mandi janabah tanpa wudhu lagi, maka mulailah mandi junub dg membasuh qubul dan dubur dg tangan, setelah itu baru mengguyur seluruh tubuh tanpa menyentuh qubul dan dubur lagi, maka selepas mandi ia tidak perlu wudhu lagi.

2. tidak batal menyentuh kulit wanita yg belum baligh, jika rambut maka tidak batal wudhu walau wanita tsb sudah dewasa.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Semua bacaan Diartikan allah

Asslmkm wr.wb,Ya Habib ana mohon diberikan kejelasannya,Apakah boleh jika kita Sholat Smua bacaan Sholat kita Artikan didalam hati Smuanya Allah…Allah…Allah.Demikian saja pertanyaan ana,Smoga Habib skluarga sehat slalu,Jazakallahu Khoiron katshiron Jaza
Wasslamualaikum Wr.wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

hal itu boleh saja demi mencapai kekhusyuan, namun yg terbaik adalah memahami setiap ucapan itu yg merupakan percakapan dg Allah, bicara dg Allah dengan menyucikan Nya dan memuji Nya, dan dalam ayat ayat kita merenungkan inilah surat Allah untukku, alangkah indah suratmu pada hamba Mu rabbiy..
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Makmum pada imam wahabi dan Sholat Jum’at

Assalamualaikum Habib,

Semoga habib selalu dalam lindungan Allah SWT

Bib Saya mau tanya nih seputar sholat
1. Apa hukumnya kita bermakmum kepada orang wahabi ? sedangkan saya merasa tidak begitu cocok bermakmum kepada dia.

 

2. Saya pernah mendapat pelajaran bahwa syarat sahnya sholat jum’at adalah bahwa adzan antara masjid yang satu tidak terdengar di masjid yang lainnya, padahal saat ini banyak sekali masjid yang mendirikan sholat Jum’at. bagaimana hukumnya, apakah harus diganti sholat jum’at nya dengan sholat Dhuhur.
Terima kasih atas jawaban Habib

Wassalam

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

1. bermakmum pada mereka sah, namun.., jika ada jamaah lainnya saya lebih baik memilih imam lain, namun jika terpaksa atau terjebak waktu dan sikon, sungguh shalat dibelakang mereka sah selama mereka muslim.
2. mengenai syarat yg dimaksud, adalah jika masjid yg kedua terlalu dekat, dan makmumnya akan kurang dari 40 jika ada masjid tsb, maka jika salah satu masjid itu menjadi kurang dibawah 40 orang penduduk setempat, maka masjid kedua tidak sah jumatnya, namun jika makmum banyak disana sini dan masing masing mencapai 40 atau lebih maka keduanya sah.

dan adzan yg dimaksud adalah adzan tanpa speaker, adzan dg speaker tidak diakui sah dalam syariah, walaupun boleh demi syiar, namun hukum hukum adzan jatuh jika dg adzan speaker, misalnya perintah Nabi saw untuk mendatangi jamaah di masjid jika terdengar adzan, maka kita perhitungkan seandainya masjid itu muadzinnya berdiri ditempat tertinggi di masjid itu dan adzan tanpa speaker, apakah kira kira kita mendengarnya?, jika kira kira kita mendengar suara adzannya maka terkena perintah tsb, jika tidak maka tidak, dan tidak wajib menjawab adzan dari speaker atau dari televisi/radio, walau boleh menjawabnya.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

batal imam dll

  1. 1.      Masbuk termasuk jama’ah

Assalamualaikum Warhmatullahi Wabarakatuh

Limpahan Kelembutan ilahi semoga tetap terus mengalir dan limpahan kasih sayang Nya semoga terus mengalir sehingga kesehatan pembimbing kita dapat terus membimbing ummat Sayyidina Muhammad saw

Sudilah kiranya alfaqir sedikit menyita waktu sayyidil habibana ubtuk menjelaskan :
Bagaimana ketika seorang yang masbuk dalam shalat fardhu misal dhuhur kemudian ketika Imam telah rakaat keempat orangtersebut langsung duduk, setelah Imam shalat salam orang tersebut masbuk 4 rakaat,

Apakah orang yang masbuk tersebut dapat kategori berjamaah?

 

Dan mohon do`a nya agar menjadi salah satu yang dicintai Allah dan Rasulu Nya

Demikianlah pertanyaan alfaqir, tetap semangat habibana mudah2an jamaah MR tetap semangat yang dapat cepat memproses penyembuhan habibana.
Jazakumullah Syukron Katsiron khairul jaza

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

jamaahnya sah, namun tentunya hal itu salah dan tidak benar, tentu karena ketidak gahamannya, maka tentunya tiak berdosa jika tidak tahu.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. hukum jamaah

assalamu’alaikum
habib mundzir yang kami hormati,dipentingkan yang mana jamaah di rumah bersama istri yang jaga anak dirumah atau jamaah di masjid? nyuwun sewu,maaf,nash dalilnya ada di kitab apa? matur nuwun jazakalloh khoirol jazaa

wassalamu’alaikum warahmatulloh..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
berjamaah di masid dalam Madzhab Syafii adalah fardhu kifayah, bukan ardhu ain, maka jika masjid sudah ada yg shalat padanya maka kita boleh shalat dirumah bersama istri, demikian bisa dirujuk pada Al Majmu oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi, Busyralkarim dan Syahar Baijuri pada bab shalat jamaah
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 3.      Shalat di Qodlo

Assalamualaikum Yaa Habibana……..

Alhamdulillah….
S’moga habib & keluarga slalu dilimpahkan Nikmat sehat wal afiah..

Ya habibana….

Alfakir.. agung hadi mulyo ingin bertanya..

 

Sering kali saya melalaikan shalat diantara 5 wkt…. tp. yg namanya hutang tetep Hutang apalagi sama Allah Swt, sebagaimana yg habibana jelaskan.
1.saya sering mengqadha 2 waktu shalat.. di saat waktu yg ke tiga…
apakah hal ini diperbolehkan??
2.saat kita dlm keadaan Hadast besar (junub) Apakah boleh menyebut asma Allah Swt.
& bershalawat.??

sekiranya tidak memberatkan habibana,saya mohon di doakan…

karna sampai saat ni saya msh sering berbuat hal’ yg mengundang Murka Allah.
“ya Robbiy lindungilah habibana guru kami yg mulia serta lindungilah keluarga & anak2nya…”
Amaan Allahumma Amiin.
Terima kasih….

Assalamualaikum warahmatullah.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

saya tidak mengerti dan kurang jelas pada pertanyaan anda yg pertama. hendaknya anda memperjelasnya, yg jelas meng Qadha shalat yg tertinggal boleh kapan saja selagi ada kesempatan.

2. boleh mengamalkan dzikir dan shalawat saat junub.

 

saudaraku yg kumuliakan, iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian, ingatlah mati..,
ketika tangan tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita kedalam lahad dengan airmata kesedihan, tahukah keadaan kita?, seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan..

tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yg lembab itu….

lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita..
setelah itu kita sendiri disana…, dalam kesempitan dan kegelapan.., panas.. gelap..

sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

tak bisa curhat…, tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna, yg ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus menghantui kita kelak..

ketika mengingat ini maka leburlah segala kekerasan hati, iapun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yg melihat keadaan kita saat itu..

hanya Dialah yg ada saat itu.. untuk inilah kita ibadah.. agar Dia swt tak melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yg telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun..

 

tangan penuh dosa ini berharap keridhoan Nya swt dengan membantu bermunajat kepada Mu wahai Rabb pemilik jiwaku dan jiwa Muhammad saw, agar Engkau kabulkan harapan saudaraku ini, hingga ia bahagia dan gembira dengan segenap pengabulan atas hajatnya, dan ia memuji syukur kepada Mu Rabbiy, salahkah bila aku berharap hamba Mu bersyukur dan memuji Mu Rabb..

maka kabulkanlah munajat hamba Mu ini, jadikan ia bersyukur dan menyaksikan kedermawanan Mu Rabbiy.., Demi Sayyidina Muhammad Nabiy pembawa Rahmat .., amiin.

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      Sholat di kereta

Assalamu’alaikum wr wb

semoga Allah selalu merahmati habib

Habib,

Apakah setiap sholat musafir wajib di qodho?

Bagaimana sebenarnya cara sholatnya?Apakah harus menghadap kiblat?

Bagaimana jika di kereta, pesawat, mobil?
Waktu saya kuliah dulu, jika saya dalam perjalanan pulang ke madura denga kereta, Saya selalu mengerjakan sholat magrib, isya, dan subuh di kereta? dan saya sholat dengan duduk dengan mengahadap se arah denga jalannya kereta?

Apakah salat saya sah?

Apakah saya harus meng qodha sekarang, jika memang wajib di qodho?

Padahal banyak sekali 🙁
Mohon penjelasannya

Jazakumullah

 

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

Musafir adalah orang yg mengadakan perjalanan,
1. tamasya dan atau semua perjalanan kita yg bukan niat maksiat atau niat berbuat hal yg makruh, maka boleh melakukan jamak, dg syarat sudah keluar dari batas kota/wilayahnya.
2. Qashar adalah untuk musafir yg perjalanannya melebihi 82km
dan anda boleh mukim disuatu wilayah untuk singgah dan terus diperbolehkan jamak dan atau qashar selama 4 hari selain hari datang dan hari pulang (total 6 hari).
misalnya anda di Jakarta dan musafir ke Bandung, maka anda masih terus boleh jamak dan qashar selama 6 hari, selebih itu sudah tidak diperbolehkan lagi jamak dan atau qashar dalam pendapat yg mu’tamad pada madzhab syafii.

 

masalah : jika anda sampai di bandung dan berniat duduk lebih dari 6 hari misalnya, maka sejak anda masuk kota bandung maka anda sudah tak boleh lagi jamak (dari hari pertama masuk bandung).

sebaliknya jika anda masuk bandung berniat duduk 2 hari saja misalnya atau 4 hari atau kurang dari 4 hari, lalu terjadi perubahan rencana, maka anda membatalkan pulang dan menundanya lagi, maka anda boleh terus jamak, batasnya hingga 6 bulan, selama tak berniat duduk di kota tsb lebih dari 6 hari.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

anda melakukan shalat sambil duduk ditempat, kemudian meng Qadha nya jika telah selesai safar, tak dibenarkan meninggalkan shalat kecuali jika di Jamak,
jika anda sering bepergian maka usahakan bawa kompas, jika di pesawat dan di kereta api atau di kapal laut bisa kita lakukan shalat jika memungkinkan, dengan menghadap kiblat karena arahnya jarang berubah, namun jika tak memungkinkan pun maka shalat duduk dan meng Qadha nya kemudian,
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Assalamu’alaikum wr wb

Terima kasih atas jawaban admin MR

Namun saya masih belum puas dan lega , karena sholat kan wajib dikerkjakan dalam keadaan apapun dan merupakan ibadah yang utama

Apakah saya harus meng-qodho semua sholat yang saya kerjakan di kereta waktu yang dulu ?
Mohon habib beri penjelasan, karena saya masih belum tenang bib

Jazakumullah khoiron katsiro

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
betul, qadha kesemuanya, namun semampunya, anda tak perlu risau karena shalat fardhu yg diqadha boleh dipadu niatnya dg shalat sunnah, misalmnya anda shalat qabliyah subuh 2 rakaat, maka padukan niatnya dg qadha subuh yg lalu lalu,

anda shalat witir di ramadhan nanti atau pada malam malam lainnya sebanyak 3 rakaat, padukan niatnya dg qadha shalat magrib,

anda mungkin melakukan qabliyah dhuhur 4 rakaat, atau ba;diyah atau qabliyah asar atau shalat dhuha yg jumlahnya 4 rakaat, maka padukan dg qadha shalat fardhu yg berjumlah 4 rakaat.
dan berbuatlah semampunya, Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kita
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

  1. Sholat jama’ atau qodho?

Assalamu’alaikum wr wb

Guruku habib Munzir Rahimahullah, Semoga Allah SWT selalu merahmati habib

 

Saya ada ganjalan hati ttg sholat saya bib,

Kemarin rabu, saya melakukan perjalanan dari pasar minggu ke tanah abang,
Saya sudah memperkirakan tidak tertinggal sholat duhur Saya berangkat dari pasar minggu jam 10:30 an , istri saya sudah bawa mukenah Setelah sampai di tanah abang, adzan dhuhur berkumandang Waktu itu saya juga sedang melakukan transaksi jual beli, sambil bertanya musollanya ada dimana?

Kata penjual musulla di lt 12, saya ada di lt 2, tapi ada yang lebh dekat untuk tempat sholat yaitu di lt 2 tsb

Setelah selesai transaksi, saya mencari tempat sholat yang di lt. 2 tsb, tetapi setelah di tanya lagi, tempat tsb belum di buka , jadi harus ke lt 12. Waktu itu jam 1 an
Karena barang bawaan saya berat (sekitar 20 kg & badan sudah terasa capek banget), maka saya memutuskan untuk sholat shuhur di rumah saja, Insya Allah masih bisa
Tetapi , keadaan nya lain, saya sampai di rumah pas adzan asar (sekitar jam 15:20),
Saya bingung bib, dosakah saya & istri karena lalai dalam solat dhuhur tsb? Dan bagaimana cara sholat nya?

Waktu itu saya memutuskan untuk sholat jamak ta’khir dengan asar? Setelah sholat saya tanya ke temen saya, dan temen saya menyarankan sholat qodho, maka saya & istri sholat qodho (padahal sudah sholat jama’)

Jadi, bagaimana ya habib sebenarnya hukumnya, dan mana yang sebenarnya harus di kerjakan?
Mohon penjelasan nya ya guruku habib Munzir karena hati saya masih belum tenang krn kejadian tsb

Dan mohon doanya habib karena ummi (ibu) saya lagi sakit, mudah2an beliau cepat sehat
Jazakumullahu Khoiron katsiro, Jazakumullahu Khoiron jaza’

Wassalamu’alaikum Wr Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
anda lakukan qadha setelah sampai dirumah, dan bukan jamak, kecuali jika anda sudah niat menjamak ta’khir shalat anda saat diperjalanan.

jika anda sudah lakukan qadha, sudah lakukan jamak, maka selesai kewajiban anda, namun jika terulang lagi hendaknya shalat sebisanya dijalan, walau dalam keadaan duduk, dan bertayammum walau pada kursi kendaraan anda jika memungkinkan, lalu sesampai dirumah baru qadha.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. batal imam

Assalamu`alaikum..Ya Habibana Munzir yg ku muliakan semoga Allah SWT selalu menaungi hari-hari antum dengan berkah dan kesehatan,amin.
Ya Habib kali saya ingin menanyakan beberapa hal :
– ketika kita menjadi imam dlm sholat berjamaah (di rumah/masjid) dan tiba2 batal,sementara dalam tempat tersebut tidak ada pintu keluar khusus buat imam yg biasanya tersedia di dekat tempat imam.bila hal itu terjadi apa yg sebaiknya kita lakukan?
– bila kondisi kita menjadi makmum di tengah2 jamaah,dan kita batal sementara kita berada di tengah jamaah n tidak mungkin untuk lewat di depan jamaah lain yg sedang sembayang.apa yg sebaiknya kita lakukan?
Sekian dari saya Ya Habib,maafkan atas ketidak tahuan saya dan bila mengganggu waktu antum Ya Habib.
Syukron.
Wassalamu`alaikum..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
keduanya mempunyai hukum yg sama, yaitu meninggalkan shalat dan memperbaharui wudhu dan kembali ke shaf,

imam bisa mundur dan menarik makmum yg dibelakangnya untuk maju lalu ia meninggalkan shaf.

namun jika malu untuk berbuat demikian, ada satu metode yg diajarkan para fuqaha, yaitu memegang hidung seakan akan keluar darah (mimisan), lalu terburu buru meninggalkan shaf.
orang akan menyangka ia mimisan saja dan memang membatalkan shalat, karena akan menetes kemana mana.

namun perbuatan itu bukan dusta, karena hanya menutup hidung saja, bukan mengatakan bahwa ia mimisan dan itu bisa menjadi dusta, dan perbuatan itu tentunya makmum menganggapnya mimisan walaupun ia batal karena hal lain.

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

 

Assalamu`alaikum,Wr.Wb…Ya Habibana Munzir guru yg ku muliakan,semoga keberkahan selalu menaungi hari-hari antum.Afwan ya Habib,atas ketidak tahuan ana yg fakir ini,ana kurang paham dengan penjelasan antum ya Habib,setelah imam batal lalu menarik maju makmum yg berada di belakangnya apakah dia kemudian berjalan lurus ke belakang dan membelah jamaah? dan bolehkah kita lewat di depan orang sholat bila keadaan kita mendesak? maaf sebelumnya Ya Habib sungguh ana tidak bermaksud tuk bertanya yg berbelit-belit,ini semata-mata karena ketidak tahuan ana dan masalah ini kadang2 terjadi dalam keseharian ana,afwan sebelumnya.
Ya Habibana,bila berkenan ana ingin minta ijazah thariqat alawiyah dan pemakaian cincin yg seperti Habibana pakai.

Maaf bila mengganggu waktu antum Ya Habib.

Syukron
Wassalamu`alaikum,Wr.Wb..

 

 

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

sebaiknya membelah jamaah langsung ke belakang, karena melewati depan orang yg shalat makruh hukumnya kecuali jika terpaksa, dan haram hukumnya jika orang itu menaruh batas, atau shalatnya menghadap tembok atau tiang, maka tidak boleh dilewati.

saya Ijazahkan Thariqah alawiyah kepada anda, sebagaimana sanadnya yg saya terima dari guru mulia hingga Imam Faqihilmuqaddam, yg bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw.

mengenai cincin boleh dipakai tanpa ijazah karena ia adalah sunnah, namun dengan Ijazah afdhal, maka saya Ijazahkan pada anda, sebagaimana ijazah yg saya terima dari Guru Mulia kita yg sanadnya bersambung hingga Rasul saw
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. dalil mengeraskan bacaan surat

Assalaumlaikum wr wb ya habibana….

semoga ALLOH SWT sesalu melimpahkan curahan Rahmat kepada Habib dan sekeluarga……

 

yang pertama saya mau menayakan apakah ada dalil tentang mengeraskan bacaan Surat Alfatihah dan surat lainnya pada sholat magrib isya subuh juga pada sholat jumat dan sholat Ied..

kedua pada seetiap saat akan sholat tarawih 2 rakaat bilal mengucapkan “Assholatu jamiah ramihakhumullah” apakah ada dalilnya juga atau cuma unutk pembri semangat aja ?
syukron katsiran atas penjelasan dari habib

wassalam.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
gerakan gerakan shalat, waktu shalat, jumlah rakaat, bacaan sirr dan Jahr adalah dajarkan Jibril as kepada Rasul saw, dan Rasul saw bersabda : “Shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku shalat” (Shahih Bukhari).
jibril as melakukan shalat diawal waktu dhuhur, awal waktu asar, awal waktu magrib, awal waktu isya, awal waktu subuh, lalu hari kedua Jibril as mengajari shalat diakhir wakrtu dhuhur, akhir waktu asar, akhir waktu magrib, akhir waktu isya, akhir waktu subuh, lalu Jibril as berkata : diantara dua waktu waktu itu wahai Rasulullah” (Shahih Bukhari)
shalat Ied dan Jumat Rasul saw mengeraskan bacaan fatihah dan suratnya, demikian dalam shahih Bukhari dan lainnya.

mengenai Tarawih, seluruh Madzhab mengikuti kebiasaan para sahabat yg diawali oleh Khalifah Umar ra, diteruskan oleh Khalifah Utsman ra dan Khalifah Ali kw, bahwa dalam shalat tarawih tidak dilanjutkan langsung kecuali diselingi doa, maka disebut tarawih (tarawih = istirahat diantara sesuatu yg sedang dilakukan), yaitu setiap beberapa rakaat tidak langsung meneruskan melainkan istirahat beberapa saat dengan membaca doa apa saja, apakah dg menyebut nama para Khalifah dan Rasul saw, atau shalawat, atau lainnya.
ucapan : shalatul Jamiah rahimakumullah, maksudnya menjelaskan pada jamaah bahwa shalat yg akan dilakukan bukan shalat fardhu, tapi shalat sunnah berjamaah, apakah witir maka disebut : shalatul witr jamiaan rahimakumullah, atau jika tarawih : shalatuttarawih jami’an rahimakumullah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Bacaan Sholat dgn Cepat dll

  1. Shalat Sunnah Rawatib

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Limpahan seluruh rahasia kemuliaan ramadhan semoga selalu tercurah kepada sayyidil habib, keluarga dan jamaah majelis rasulullah saw

Sayydil habib yang kumuliakan dan yang kucintai

 

Untuk shalat qobliyah shubuh/shalat sunnah fajar afdhol nya kapan dilakukan?
Apakah dilakukan menjelang adzan shubuh ataukah setelah adzan shubuh?
Demikianlah semoga sayyidil habib terus dalam rahasia kemuliaan ramadhan.

Wassalam

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
shalat sunnah fajr adalah shalat sunnah qabliyah subuh, shalat fajar adalah shalat subuh, saya sering menemukan kesalah fahaman pada muslimin kita di indonesia yg membedakan antara shalat fajar dg shalat subuh padahal maknanya sama, shalat qabliyah fajar adalah shalat sunnah fajar, yaitu shalat qabliyah subuh, maka dilakukannya adalah setelah adzan subuh sebelum shalat subuh.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 2.      Sh0lat sunah qobliyah ba’diyah

Assalamu’alaikum wr wb…

Habib mundzir yg sangat saya muliakan..

 

Saya ingin bertanya tentang sh0lat sunnah k0bliyah & ba’diyah…

  1. Apakah di setiap waktu sh0lat fardhu selalu di lakukan k0bliyah dan ba’diah?!..
  2. Berapa rakaat kah mengerjakan sh0lat sunnah k0bliyah & badiyah??..
  3. Apakah bacaan sh0lat k0bliyah & ba’diah sama seperti sh0lat fardhu??..

 

Sekian pertanyaan dari saya sebelumnya terima kasih..

Assalamu’alaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. terdapat hadits shahih bahwa setiap shalat fardhu ada shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah nya, namun adapula riwayat yg mengatakan tiada shalat ba;diyah subuh dan ba;diyah asar, para ulama kita memilih pendapat kedua.
2. qabliyah subuh 2 rakaat,

qabliyah asar boleh 2 rakaat dan boleh 4 rakaat, ba;diyah dhuhur boleh 2 rakaat dan 4 rakaat,

qabliyah asar 4 rakaat (riwayat terkuat).

qabliyah magrib 2 rakaat (sebagian ulama kita dalam madzhab syafii tidak melakukannya karena sempitnya waktu magrib namun ada juga yg melakukannya jika waktu masih senggang.

qabliyah isya 2 rakaat atau 4 rakaat, ba;diyah isya 2 rakaat atau 4 rakaat.
3. betul sama dg shalat fardhu dalam melakukannya, namun tentu hukumnya tetap sunnah, boleh dilakukan dan boleh tidak, atau jika sibuk maka qabliyah bisa dipindahkan melakukannya setelah shalat, atau diqadha pada waktu lainnya tanpa dosa, berbeda dg shalat fardhu yg tak boleh memindahkan waktunya kecuali dalam safar atau sakit.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 3.      Air sedikit yang ditambahin

Assalaamu a’laikum wr.wb , smg Habib&keluarga sll dianugrahi gerbang2 pintu2 ni’matnya Allah swt umumnya seluuruh jama’ah MR…SUBHANALLAAH ana baru jadi member kmarin2 bib…kirain pertanyaan2 ana ga pada nyampe ketangan habib(anak bnyk yg salah dlm membuat pertanyaan),ternyata sampe juga ya bib…SUBHANALLAAH..,Mau nanya lg ni yg Habibiy…gmn hukumnya air yg kurang dari 2 kulah(air musta’mal) kita tambahi air yg berjalan(air keran,air kerannya terus berjalan) , gmn bib…hukumnya? Dan boleh ga’ dibuat mandi Hadats besar,syukron katsiron yahabibiy . Wassalaamu a’laikum wr.wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
air yg kurang dari dua kulak tetap suci dan boleh dipakai wudhu dan mandi jika saat menciduknya kita tak niat menyucikan tangan tapi hanya niat menciduk, niat menciduk tidak membuat air itu musta’mal walau kurang dari dua kulak.

namun jika sudah musta’mal karena disentuh dg niat menyucikan bukan menciduk, maka dg aliran air yg terus menerus dan banyak maka ia suci.

berbeda dg air yg mengalir terus disungai walau kecil maka ia suci karena air terus mengalir.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      Pengganti tarawih

ssalammualaikum Wr.Wb.

Ya…Habibana perkenankan saya mengajukan pertanyaan.

Pada forum sebelumnya Habib menuliskan bahwa tidak ada anjuran sholat tarawih sendirian pada seluruh mazhab dan begitupun saya dengar dari salah seorang ustadz dan dia mengatakan bahwa ada sholat-sholat atau ibadah2 lain yang utama yang dapat dijadikan penggantinya, namun sayangnya beliau menerangkannya dalam sebuah buku yang di tulisnya kebetulan uang yang saya bawa kurang untuk membelinya. Mohon sarannya dari Habib untuk saya khususnya dan mungkin juga untuk saudara2 kita yang lain yang harus bekerja di malam hari sehingga harus melewatkan tarawih berjamaah ataupun tidak dapat berjamaah karena tak ada orang lain yang dapat di ajak berjamaah, ibadah apakah yang baik/utama menurut Habib untuk dapat kami kerjakan. Sungguh saya teramat bangga pada Habib, karena menurut kami Habib adalah seorang Alim yang dermawan dengan ilmunya.
Wassalammualaikum Wr.Wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
sungguh Allah swt tidak menutup kesempatan bagi kita untuk beribadah, dan hendaknya anda bisa menjalankan shalat malam sendiri, boleh 20 rakaat, witir 3 rakaat, atau shalat kurang dari 20 rakaat, berapa saja semampunya, atau lebih.

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Bacaan Sholat dgn Cepat

Assalamua’laikum wr. wb. ya Habibana..

Semoga Allah SWT selalu mencurahkan RahmatNya kepada Habib dan sekeluraga..

Habib pernah mnejelaskan bahwa Rasulullah saw pernah melakukan sholat dengan secepat kilat,  kalau tidak salah hadist riawayat Imam Bukhori,
Boleh tahu hadist no berapa atau dalam kitab dan bab apa hadist tersebut.?
Mohon pencerahnnya ya Habib apakah seharusnya saya lakukan mengingat dikantor saya ada pengajian dengan ustdaz yg setiap pengajiannya selalu bertentangan dengan faham kita (wahabi)?

saya kasihan melihat orang2 dikantor saya yg baru mau belajar agama tetapi mendapat ustadz yg berpaham wahabi?
afwan apa bila ada kata2 yg kurang berkenan

Syukron katsiran ya Habib atas jawabannya…

Wassalam,

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
berikut haditsnya :

bahwa Ummu Hani ra melihat Nabi saw melakukan shalat dhuha, beliau saw mandi di hari fatah makkah (saat itu) lalu shalat 8 rakaat, dan tidak pernah kulihat Rasul saw shalat secepat itu, namun beliau menyempurnakan rukuk dan sujud.

(Shahih Bukhari Bab Al Jum’ah). hadits yg sama teriwayatkan pada shahih Bukhari Bab Al Jum’at pula, hadits yg sama teriwayatkan pada Shahih Bukhari Bab Al Maghaziy.
dari Hafshah ra sungguh Rasul saw menanti muadzin untuk subuh, dan melakukan shalat qabliyah subuh dg ringan (cepat) sebelum shalat subuh

(Shahih Bukhari Bab Adzan.
dari Aisyah ra berkata : Rasul saw sangat cepat melakukan shalat qabliyah subuh, hingga aku berkata dalam hati apakah beliau saw membaca fatihah atau tidak (dari cepatnya) Shahih Bukhari Bab Al Jum’ah).

hadits diatas dari aisyah ra yg menyaksikan shalat Nabi saw sedemikian seakan tidak membaca fatihah teriwayatkan pula pada shahih Muslim pada Bab shalatul musafirin wa qashriha), teriwayatkan dua hadits yg sama pada bab yg sama.
jelas sudah diperbolehkannya shalat sunnah dengan cepat, demikian teriwayatkan pula pada Jami’ul ulum walhikam oleh Ibn Rajab bahwa diantara ulama salaf melakukan shalat sunnah 1.000 rakaat, (Jami’ul ulum walhikam hadits kedua dan hadits no.50).
bagaimana seorang melakukan shalat 1000 rakaat ?, kecuali ia melakukannya dg cepat.
jelas sudah diperbolehkannya shalat sunnah dg cepat, namun yg dimaksud menyempurnakan rukuk dan sujud adalah tumaninah, kadar tumaninah adalah sekadar seorang membaca 1x subhanallah, (kurang dari 1 detik), maka jika seorang melakukan shalat, pada i’tidal, rukuk, duduk, dan sujud ia harus berdiam segenap tubuhnya sekadar minimal kadar diatas, jika kurang dari itu maka tidak sah shalatnya.

sebagaimana beberapa hadits shahih bahwa Rasul saw menegur orang yg shalat cepat dan mengatakan kau belum shalat, karena ia terus bergerak tanpa berhenti sekadar tumaninah.

mengenai sahabat anda tsb, bisa anda download dua buku saya di kiri web ini yaitu Jawaban atas pertanyaan akidah, dan kenalilah akidahmu, keduanya penuh dg permasalahan yg menjawab hujjah para wahabisme
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      Imam salah rukun

Assalaamualaikum Wr. Wb,

Yg Mulia Habib Munzir Al Musawa semoga antum selalu dalam keadaan sehat walafiat.

 

Ya Habibana ana mau tanya misalkan ada seorang imam yg salah rukun dalam sholatnya misalnya seharusnya tahiyyat awal tp si Imam langsung berdiri lagi untuk rakaat ketiga. kemudian makmum mengingatkan dengan membaca Subhanallah. Tapi Imam tidak menghiraukan (mungkin mantap dengan hatinya/tidak mendengar) sehingga Imam pun meneruskan shalatnya. Apa yg Harus dilakukan oleh makmum bib? apakah mengikuti imam atau keluar dari shalatnya?

Demikian Terimakasih atas jawaban Antu,

Wassalaamualaikum Wr. Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tahiyat awal bukan rukun shalat, jika ditinggalkan dg sengaja hukumnya makruh dan tidak batal shalatnya, jika ditinggalkan dg sengaja dg niat meremehkan sunnah maka haram hukumnya dan menjadi dosa besar.
jika ditinggalkan tidak sengaja, dan imam sudah tegak berdiri, maka memang seharusnya ia tidak kembali duduk untuk tahiyat awal, justru jika ia telah tegak berdiri lalu diingatkan makmum lalu ia kembali duduk untuk tahiyat maka shalatnya batal, karena berdiri adalah fardhu, dan tahiyat awal adalah sunnah muakkadah.
maka imam anda telah mendalami hal tsb, dan ia tidak kembali duduk, namun jika imam tidak mengerti lalu duduk lagi, maka dimaafkan atas ketidak tahuannya dan shalatnya tetap sah, namun ia berdosa karena tidak mempelajari rukun shalat jika di wilayah yg banyak para fuqaha dan ulamanya, dan dimaafkan / tidak berdosa jika muallaf atau di wilayah yg jarang atau tidak ada ulamanya.
dan disunnahkan jika ia lupa tahiyat awal tsb, sunnah sujud sahwi, dan jika tidak sujud sahwi pun shalatnya sah karena sujud sahwi hukumnya sunnah.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 7.      Membaca fatihah bagi makmum

Assalamualaikum Habib yg dihormati,
1) Semasa menjadi makmum solat jemaah, selepas imam membaca Al-Fateha, wajibkah selepas itu makmum membacanya kerna selepas imam baca Fateha diteruskan baca surah? Dalam situasi begitu, haruskah makmum mendengar saja imam baca surah dan imam tanggung Fateha makmum ataukah makmum harus membaca sendiri Fatehanya?
2) Apabila saya mengajar isteri saya Al-Quran di rumah, wajibkah isteri saya menutup aurat ketika membaca Al QURAN?
3) Jikalau saya dan isteri mahu menziarah Hadramaut dan Darul Mustofa, adakah hotel yg berdekatan yg mana saya boleh tinggal buat beberapa hari?
4) Kitab edisi kedua ‘Kenali Aqidahmu’ akan Habib menjual kitabnya ataukah akan ada online di website?

5) Habib, ana nak tanya kalau Markas Habib ada khidmad printing? Ana sangat suka poster Hb Umar di dewan halaman markas tu. Sungguh besar dan kualitasnya bagus. Kalau print aje sama size dan kualitas, harganya berapa tanpa frame? Ana dah email pada Admin MR seperti Habib sarankan dan katanya kalau email sizenya sungguh besar sekali. Kalau mahu turun di Markas, dan mereka boleh buatkan. Kalau boleh dan Habib izinkan, lain kali ana turun Jakarta, ana nak beli poster itu dgn size dan kualitas yg sama. Harap Habib dapat tolong ana yg keinginan sangat.

Syukran Habib.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. betul, kita wajib membaca fatihah, oleh sebab tu, imam hendaknya diam selepas membaca fatihah seberapa detik, untuk berikan kesempatan makmum baca fatihah, namun jika fatihah kita belum selesai dan imam sudah lanjut dg surat maka kita teruskan fatihah sampai selesai, namun jika imam rukuk karena ia cepat sangat dalam membaca surat, maka rukuklah, tinggalkan sisa fatihah, dan imam menanggungnya.
2. tidak diwajibkan menutup aurat dalam hal ini, namun dari Bab adab pada alqur’an maka hendaknya menutup aurat yg batas sopan saja, tidak perlu menutup aurat seperti berhadapan dengan pria non muhrim.
3. ada hotel di kota Tarim, ia di pusat kota tarim, namun untuk kerumah Guru Mulia kira kira berjarak 2km, tapi jika anda ingin dekat dengan rumah Guru Mulia, maka ada banyak rumah rumah kosong milik orang saudi dan lainnya yg disewakan jika mereka tak ada, mereka jarang datang, cuma buat rumah dekat habib saja, rumah mereka kosong, dan diamanatkan pada Hb Abdullah Mauladdawilah untuk dirawat, dibersihkan, dan dijaga, maka rumah itu diizinkan untuk disewakan, uangnya untuk biaya perawatan rumah itu.

bila anda nak ke Hadramaut dan ke Tarim dan tak nak tinggal di hotel, tapi nak tinggal di dekat rumah hb umar, saya dapat hubungi fihak tarim tuk siapkan tempat dan kabarkan harga sewanya, rumah bagus bagus, ada dapur (kitchen room), air conditioner dan lainnya lengkap.
4. kitab tsb masih ada perbaikan dan edit, jika selesai maka akan dijual, dan tidak ditampilkan di web sebab dia sama dengan kenalilah akidahmu edisi satu yg ada diweb, cuma ditambahkan beberapa tanya jawab di forum, yg memperjelas beberapa masalah, jika kitab sudah ada akan diumumkan pada tex berjalan di web.
5. tak payah, akan saya kirimkan ke alamat anda di s’pore dalam cd. bukan satu foto, tapi beberapa foto guru mulia dg resolusi besar, jika dicetak sebesar apapun akan hasilnya bagus insya Allah.
anda sms kan alamat anda ke sekertaris saya Muhamad ainiy di : +628170760030.

saya kirim senin insya Allah.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

menunjuk pada Tahiyyat dll

  1. 1.      Khutbah jum’at dan I’tikaf

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ya Sayyidi, perkenankan saya bertanya sama yang mulia,
1. Bolehkah membaca sholawat dengan lisan, saat khotib sedang khutbah di atas mimbar.
2. Samakah nilainya antara itikaf di masjid dengan di mushola.
Demikian pertanyaan ini Ya Sayyidi, dan atas perhatiannya kami menghaturkan banyak terima. kasih b

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. hal itu makruh, kecuali saat imam membaca nama Nabi saw, maka sunnah menjawabnya.
2. sebagian ulama mengatakan tidak sah i;tikaf kecuali di masjid, sebagian membolehkan di musholla selama sudah diwakafkan.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 2.      Nifas

assalammualaikum wr wb. Semoga habib selalu dalam keadaan sehat.

ya habib ana mau tanya bagaimana jika waktu sahur ana masih ada sedikit darah nifas kemudian setelah waktu duha bersih atau tdk keluar darah lagi dan mandi besar, karena ana blm makan dan minum jd ikut puasa apakah puasa ana sah? sekian dan terima kasih

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudariku yg kumuliakan,

hal itu masih belum sah puasanya, namun bukan imsak perhitungannya, tapi adzan subuh, jika adzan subuh masih keluar darah tsb maka puasa dihari itu belum sah.
Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. soal shalat – 2009/09/09 18:41assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh…

semoga Habib dan kluarga sehat selalu…

 

afwan bib…saya mau tanya klo misalnya kita masbuk….pada waktu imam tahiytul akhir kita posisi duduknya seperti imam yang duduk tahiyautl akhir ( afw sepengetahu sya yg miskin ilmu ini, kaki yang kiri di letakkan di bawah yang kanan)…atau duduk seperti tahuiyatul awwal…karena kita rakaatnya kurang……

syukron bib atas jawabnnya..oh ya ana juga klo boleh minta ijn untuk membuat pin dengan logo MR ?? pin itu untuk sy pribadi bukan untuk dijual atau bisnis yg lain..maksud hati untuk syi’ar dg mencantumkan alamat web mr dan lgonya saja…

 

syukron bib….semoga kesehatan dan rahmat Allah selalu menyertai habib dan keluarga serta seluruh jama’ah mr…

wassalam…

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
posisi duduk boleh tahiyat awal, atau tahiyat akhir, namun masbuk sebaiknya posisi tahiyat awal, karena duduk tahiyat akhir adalah untuk mereka yg akan salam, dan akan menyulitkan jika sudah duduk posisi tahiyat akhir, lalu berdiri meneruskan rakaat.
boleh saudaraku, saya sudah izinkan pin atau apa saja diperbanyak untuk sendiri atau untuk dijual, kita tidak pakai sisitim hak cipta,

karena web ini dibaca banyak orang, maka silahkan saja jika yg ingin jual vcd saya, poster MR atau lainnya sudah saya izinkan, karena kita ingin lebih syiar, walau diambil untung dg dijual, saya dan seluruh crew MR mendapat transferan bunga pahalanya.

itu yg kami lebih butuhkan daripada hak cipta yg justru membatasi pahala abadi mengalir.

untuk anda maka tentunya jika untuk sendiri sangat boleh saudaraku.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      menunjuk pada Tahiyyat

Assalaamualaikum Wr. Wb,

Ya Habibana Munzir yg Ana cintai ada pertanyaan sbb:
1.Apa hukumnya menunjuk pada waktu tahiyyat dan apa maknanya? adakah riwayat dari Nabi yg menjelaskan perihal ini?
2. Menanggapi shalat sunnah dengan cepat bagaimanakah penerapannya? apakah setiap bacaan disingkat, misal Ruku membaca Subhanallahi wabihamdih 1X kemudian, sujud juga bacaan hanya 1X atau bagaimana, karena ana jg termasuk orang yg bekerja pada malam hari dan tidak bisa shalat dalam waktu lama.
3. Ana ingin tahu bagaimana cara Rasul SAW tidur, dari mulai berbaring di tempat tidur (apakah beliau bersiwak terlebih dahulu) sampai bacaan atau dzikir yg beliau baca menjelang tidur.
Demikian pertanyaan hamba yg ingin menyempurnakan Ibadah kepada Allah. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dan keberkahan kepada Habib dan keluarga.

waafwaminkum. wassalaamualaikum.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Berikhtilaf para Imam Madzhab dalam hal ini :

Menunjukkan jari telunjuk saat tahiyyat merupakan sunnah Rasul saw, demikian diriwayatkan dalam shahih Muslim, lalu dijelaskan bahwa khilaf antara empat Imam Madzhab mengenai caranya sbg br :

 

Menurut Imam Malik, jari telunjuk digerakkan kekiri dan kekanan.

Menurut Imam Syafii jari telunjuk menunjuk saat ucapan ILLALLAH, dan tidak menggerak2kannya (untuk memperkuat kekhusyuan dan keseriusan sangat mengucap kalimat itu.

Menurut Imam Hanafi mengangkat jari telunjuk saat ucapan LAA ILAAHA, lalu menjatuhkannya sejajar lurus saat ucapan ILLALLAH

Menurut Imam Hanbali bahwa telunjuk menunjuk setiap mengucapkan lafadz Allah. (Syarh Ibanatul Ahkam hal 435/436)
Kedua riwayat, yaitu menggerak2kan jari telunjuk dan tak menggerak2kannya merupakan kabar yg shahih menurut Imam Baihaqi, namun tidak menggerak2kannya merupakan hal yg lebih mantap utk khusyu. (Syarh Imam Al Baijuri Ahkam shalat hal 255).

Menggerakkan jari jari tidak membatalkan shalat, demikian ittifaq 4 madzhab.
2. hal itu adalah batas minimal, namun umumnya tarawih cepat mereka membaca lengkap bacaan sujud namun hanya 1X, yaitu subhana rabbiyal a;la wabihamdih. demikian umumnya, namun sekurang2nya adalah sekadar ucapan subhanallah.
3. Rasul saw selalu berusaha bersiwak dalam mengawali segala kegiatan beliau saw, maka jika akan tidur bersiwak maka hal itu sunnah, karena akan dilanjutkan dzikir,

lalu diantara sunnah tidur adalah mengebutkan tempat yg akan ditiduri dengan tangan, hal itu sunnah, dan Rasul saw bersabda barangkali ada binatang buas atau lainnya yg berbahaya (mungkin duri, jarum atau benda yg penting dan berbahaya jika tertindih spt hp kacamata dll).

 

beliau membaca dzikir sebelum tidur, dan banyak riwayatnya, ada riwayat beliau saw membaca ayat kursiy, ada riwayat membaca al ikhlas 3x lalu alfalaq dan annas dan menghembuskannya ke kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh beliau saw semampunya, ada riwayat lain beliau saw mengajarkan membaca subhanallah 33X., alhamdulillah 33x dan Allahu akbar 34X sebelum tidur, siapa yg membacanya maka saat bangun tubuhnya akan diberi kesegaran oleh Allah, dan ini mujarab dan saya selalu melakukannya.

disunnahkan tidur menghadap kekanan, dg posisi wajah menghadap ke kiblat,

disunnahkan tidur dg menaruh telapak tangan kanan untuk ditindih wajah bagian kanan (berbantalkan telapak tangan kanan dan boleh dg bantal namun telapak tangan kanan diatas bantal untuk membantali wajah).

disunnahkan tidur mematikan lampu.

disunnahkan tidur menutup aurat.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Shalat Sunnah Setelah Witir

Alhamdulillah setelah berhari-hari saya menunggu Quota pertanyaan akhirnya baru sekarang kesampaian..

Assalamualaikum Wr Wb

Semoga Habaib selalu dalam limpahan Rahmat Allah SWTdan Kemulian Bulan Ramadhan ini..

saya mau sedikit bertanya pada Habaib,

 

Apakah Boleh kita melaksanakan solat Sunnah yang lain, setelah kita melaksanakan solat Witir???

sebab ada 2 pendapat, yang membuat saya bingung…

saya mohon maaf bila ada salah dalam penulisan kata, ,

Saya sangat mengharapkan penjelasan dari Habaib..
Terima Kasih,

Wassalamualaikum Wr Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

hal itu diperbolehkan, yg dimaksud hadits Rasul saw : Jadikanlah akhir shalatmu ganjil (Shahih Bukhari)
adalah makruh melakukan witir dua kali, namun jika witir cuma sekali, maka sebanyak apapun ia shalat malam sesudah atau sebelum witir, maka jumlah akhir shalat malamnya tetap ganjil, berbeda dg yg melakukan witir dua kali, maka jika dijumlahkan jumlah shalat malamnya akan menjadi genap.
namun para fuqaha membolehkan witir dua kali jika yg kedua diniatkan qadha witir yg lalu lalu

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Fatihah satu nafas

Assalamualaikum wr wb

Semoga habib selalu dalam lindungan Allah SWT

Habib Munzir yang ana muliakan

Mohon maaf jika mengganggu

Ana ada pertanyaan Bib…
1. Bagaimana jika kita tarawih imannya membaca Al Fatihah atau surah sesudahnya (surah pendek) dalam satu nafas…sedang kita membaca Fatihah sesudah imam sehingga kita tidak bisa menyelesaikan fatihah kita tetapi menyebabkan kita tertinggal rukun … Apa kita tertinggal rukun walau tidak sampai 2 rukun panjang, atau membaca Al Fatihah bersama dengan imam saja?……Atau ikut mazhab lain yang menyatakan Fatihah sudah ditanggung imam?…bagaimana ya bib? atau ada cara yang lebih baik?
2. Teman ana… ana sebut aja namanya Rahmani pengen minta ijazah untuk pakai gamis dan rida(selendang)

Selamat menunaikan ibadah puasa buat habib Munzir dan seluruh Anggota majelis Rasulullah…buat semua kaum muslimin mohon maaf lahir dan bathin
Sebelumnya terima kasih

Wassalam wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. jika memungkinkan dan ia memperkirakan bisa meneyelesaikan fatihah tanpa tertinggal dua rukun panjang maka teruskanlah fatihahnya, jika tidak maka fatihah semampunua dan sisanya ditanggung imam.

mengenai shalat tarawih cepat, hal itu merupakan pengenalan sunnah pula, karena Rasul saw pernah melakukan shalat sunnah yg sangat cepat sebagaimana riwayat shahih Bukhari dan shahih Muslim, bahwa sedemikian cepatnya seakan beliau itu tidak shalat, namun beliau menyempurnakan tumaninahnya.
ukuran tumaninah adalah 1X mengucap subhanallah, yaitu sekitar kurang sedikit dari satu detik. namun hal ini masih asing diantara muslimin masa kini
2. mengamalkan sunnah tidak perlu ijazah, namun dengan ijazah afdhal, saya ijazahakan pada anda dan teman anda seluruh sunnah Rasul saw dan kebiasaan paa shalihin, semoga dilimpahi keberkahan dalam hari hari kita, amiin.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Hukum kultum sebelum Tarawih

Assalaamu’alaikum Ya Habibana,

Semoga Habib sekeluarga senantiasa dalam keadaan sehat,Mohon ampuun guru…, ananda menyita waktu istirahat Habibana. Nanda sering menemui di bulan Ramadhan ada kegiatan kultum sebelum Tarawih yang mana ada sejumlah jamaah shalat isya menjadi tidak Tarawih berjamaah karena lamanya menunggu selasai ceramah sebab mereka akan kerja sift malam.Bagaimana ini guru…apakah hukumnya dalam Syariat Islam menyikapi fenomena ini ? Terima kasih sebelumnya.
Wassalaamu’alaikum,

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
keduanya penting, tarawih adalah sunnah muakkadah yaitu memperbanyak shalat malam di bulan ramadhan, dan kultum pun penting karena menuntut ilmu, saran saya anda ajukan pada pengurus masjid utk memundurkan kultum setelah tarawih sebelum witir, maka anda bisa dapat tarawih dan mendengar kultum lalu witir sendiri dirumah.

namun jika kultum yg disampaikan berbobot, berupa ilmu fiqih, atau syariah yg penting, maka hadir mendengarnya lebih afdhal dari tarawih, dan dirumah atau ditempat kerja lakukan shalat malam semampunya sendiri atau berjamaah,

namun jika kultum sekedar nasihat nasihat saja, maka hendaknya disarankan pada pengurus masjid agar tarawih lalu mendengar kultum sebisanya. dan anda bisa meneruskan witir sendiri
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Menjadi Imam sholat tarawih dll

  1. 1.      Gerakan Sholat

Assalamu’alaikum wr wb

Habib Munzir yg di Muliakan Allah,hamba mhon penjelasannya mengenai gerakan sholat
1.sewaktu takbiratul ikhram,dlm madzhab syafii tangan di angkat hingga sejajar telinga atau sampai dada?krn sy pernah membaca riwayat bhw takbiratul ikhram hanya smpai di dada.
2.cara bersedekap bib?krn sangat bnyk versi yg saya lihat,ada yg di letakkan di dada,ulu hati,pusar,jantung,di bwh pusar.
3.Utk kembali berdiri stlh sujud,tangan menopang ke tanah dahulu.Sewaktu menopang,tangan di genggamkan/mengepal atau tdk bib?krn kmrn sy membaca artikel bhw tangan menggenggam/mengepal sewaktu mau berdiri.
4.Bib,adakah jadwal Habib dakwah di Solo atau Jogja dlm wkt dekat?

Demikian bib,trma kasih atas jwbnnya dan mhon bila mengganggu kesibukan Habib.

Wassalamu’alaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. dalam madzhab syafii saat takbiratul ihram kedua tangan sejajar dada, telapak tangan terarah kekiblat dan kedua ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah (tempat anting bagi wanita) dan semua jar jari mencapai atas telinga.
2. dalam posisi sidakep (qiyam) tangan diatas pusar, demikian yg paling shahih menurut Imam Syafii, yaitu posisi jenazah saat selepas dimandikan dan dikebumikan, bukan didada, di kiri atau dikanan

3. tangan tidak terkepal sepanjang shalat, demikian dalam madzhab syafii, namun jika terkepal maka tidak membatalkan shalat.
4. untuk sementara ini belum ada skedul kesana saudaraku, Insya Allah akan ada waktu saya kunjung kembali kesana.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Sholat Sunnah Bergeser tempat

Assalamu’alaikum ya Habiibanaa

 

ketika kita selesai melakukan satu shalat sunnah apakah harus bergeser atau berpindah tempat untuk melakukan shalat sunnah yg lain.
Mohon jawabannya

Salam rindu

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
hal itu mustahab, yaitu hal yg sebaiknya dilakukan, bukan harus dan wajib.

Bumi yg kita gunakan untuk ibadah akan bersaksi kelak dihari kiamat, demikian pula bagian bumi yg kita gunakan maksiat, maka dilakukanlah shalat bergeser ke tempat lainnya, agar bumi yg menyaksikan lebih banyak, dan bumi yg disentuh ibadah lebih banyak.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. sholat jamak

assalamualaikum wr wb,

Habib yang kucintai

Kalau dalam perjalanan sy suka melaksanakan sholat dhuhur ada’an tapi ashar jamak qosor jadi setelah sholat dhuhur berjamaah sy langsung berdiri untuk melaksanakan jamak qosor ashar diwaktu dhuhur.
Apakah itu boleh ?
Wassalamulaikum

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

hal itu bukan ada’an, tapi jama taqdim, anda mesti niat jama taqdim saat shalat dhuhur, boleh saat takbiratul ihram, atau selambat2nya anda niat akan jamak taqdim dhuhur dg asar itu sebelum salam pada shalat dhuhur.

maka anda dhuhur tetap 4 rakaat dan lanjutkan dg asar 2 rakaat (qashr).
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      sholat membaca mushaf

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam sebanyak makhluk-Nya..
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya..amin

Habib yang kumuliakan..

saya mempunyai beberapa pertanyaan mengenai fiqih:
1. Boleh kah kita saat sholat sunnah sambil membaca mushaf Al- Quran dikarenakan tidak hafal, padahal kita ingin membaca 1 juz misalnya saat tarawih atau surat ad-dukhan saat sholat hifidh sementara kita belum hafal?
2. sebenarnya apa saja yang kita lakukan saat itikaf dimasjid bib? boleh kah kita berbicara?
3. tata cara membayar fidyah bagaimana bib? bolehkah kita membeli 1 bungkus nasih+lauk untuk tukang becak?
4. bagaimana hukum qunut saat witir bib?
Terimakasih ya babiby..

semoga Allah selalu mencurahkan kasih sayangNya kepada habib..amin

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. boleh saudaraku, banyak bergerak dalam memegang dan menaruh Alqur;an tidak membatalkan shalat, berbeda dg gerakan umum diluar tujuan ibadah yg bersangkutan dalam shalat, amaka 3X gerakan berturut turut membatalkan shalat.

maka siapkan meja disamping anda untuk menaruh Alqur;an saat sujud dan ruku, atau mengempitnya diketiak tapi dg meja afdhal.

saya sering melakukannya, saya memakai program Alqur’an di HP, maka saya selalu mengaji dg hanphone, lebih ringkas dan bisa dikantongi dikantong atas dan bisa dibawa kemana saja, karena jika program Alqur;annya ditutup maka sudah tidak tampil hurufnya, maka boleh disaruh dimana saja, dan hp alqur;an boleh disentuh tanpa wudhu.

Guru Mulia kita walau hafal Alqur;an namun shalat malam beliau selalu memegang Mushaf Alqur;an, demikian pula saat mengimami tarawih, dan beliau menjelaskan untuk shalat sunnah afdhal memegang mushaf, karena mata turut mendapat pahala pembacaan Alqur;an walaupun hafal.

2. boleh diam saja, ibadah, dan boleh bicara dll kesemuanya amal yg bukan ibadah menjadi pahala selama kita i;tikaf, kecuali berbuat dosa.
3. tergantung fidyahnya, jika fidyah nya cuma memberi bahan pokok maka bahan pokok, ditambahi lauk afdhal, namun jika fidyahnya seperti (naudzubillah) jimak dg istri disiang hari ramadhan saat puasa, maka puasa dua bulan berturut turut atau memberi makan 60 orang miskin, maka memberi makan orang miskin berarti bukan bahan pokok saja, tapi berikut lauknya.
4. Qunut bukan hal yang wajib, Qunut hukumnya sunnah, Qunut pada shalat witir diriwayatkan dengan hadits shahih pada Shahih Imam Ibn Khuzaimah hadits no.1095, Sunan Imam Addaarimiy hadits No.1593, Sunan Imam Baihaqy Alkubra hadits No.4402, Sunan Imam Abu Dawud hadits No.1425, dan diriwayatkan pula bahwa membaca qunut witir adalah sesudah setengah pertama ramadhan, yaitu pada setengah kedua (mulai malam 15 ramadhan demikian dalam madzhab syafii) (Al Mughniy Juz 1 hal 448)

tak ada madzhab manapun yang mengharamkan Qunut di subuh, di witir, bahkan hal ini merupakan sunnah dengan hujjah yang jelas, maka bila muncul pendapat yang mengharamkan Qunut maka jelas bukanlah muncul dari ucapan ulama ahlussunnah waljamaah.
salam rindu sedalam dalamnya untuk anda saudaraku tercinta.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Sholat berjamaah niat wajib ikut imam sholat sunat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam sebanyak makhluk-Nya..
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya..amin

Habib yang kumuliakan..

saya mempunyai beberapa pertanyaan mengenai fiqih:
1. Apakah kita boleh menjadi makmum atas orang yang sholat sendiri (setelah kita sentuh pundaknya) apabila orang yang bersangkutan sholat sunat (asumsinya kita tahu atau tidak tahu dia sedang sholat sunat) namun kita yang menjadi makmum berniat sebagai makmum dalam sholat wajib.
2. atau sebaliknya sang imam sholat wajib namun kita sebagai makmum berniat dalam makmum sholat sunat.
3. Saat bulan Ramadhan kemarin saya melakukan pemeriksaan kesehatan, karena pernah membaca di forum majelis rasulullah bahwa apabila disuntik (pada pembuluh nadi) maka akan membatalkan puasa maka saat sesi pertama cek kesehatan berakhir (sudah diambil darah) saya kemudian berniat membatalkan puasa, namun pada saat proses penantian (menunggu sesi berikutnya 3 jam mendatang) saya ragu2 bahwa jarum suntik tersebut apakah dimasukkan pada pembuluh nadi (arteri) atau tidak (vena), yang lalu saat dimulai sesi kedua pemeriksaan kesehatan saya memberanikan diri bertanya pada dokter yang memeriksa ternyata pengambilan darah (suntik) dilakukan bukan pada pembuluh nadi, sehingga saya terus menjalankan puasa (sampai akhir waktu buka), namun disertai keraguan apakah puasa saya sah karena pada tenggang waktu sesi 1 dan 2 pemeriksaan kesehatan saya telah berniat membatalkan puasa (karena ketidak tahuan saya sblm bertanya kepada dokter).
Jadi apakah puasa saya sah, atau perlu mengulang kembali ?
Terima kasih, kepada Habib mohon doakan kami selalu agar mendapatkan rahmat, petunjuk dan kesabaran dari Allah dan Rasulullah dan semoga Habib dan keluarga mendapatkan rahmat dan kesejahteraan dari Allah dan RasulNya,

Wassalam.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,

 

boleh bermakmum pada Imam walau ak tahu ia shalat wajib atau shalat sunnah asalkan ia tak menolaknya setelah disentuh bahunya, jika ia menolak dengan menjatuhkan tangan kanannya / kirinya dan mengarahkan telapak tangannya kebelakang yaitu kearah anda, selama ia tak menolak maka sah makmum padanya, demikian pula jika anda shalat sunnat dan berniat bermakmum.

mengenai pengambilan darah tidak membatalkan puasa, yg membatalkan puasa adalah mnasuknya cairan / obat pd suntikan ke urat nadi yg itu akan membuat obat tersebut mengalir ke jantung, maka batal puasanya,

karena salah satu yg membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke aljauf, aljauf adalah tubuh antara bawah leher hingga diatas kemaluan (perut dan dada), selain itu tak membatalkan shalat, misalnya cuma suntikan bius lokal, ia hanya masuknya cairan obat dibagian tubuh tsb tanpa mengalir ke jantung, selama bius lokal bukan dibagian perut dan dada,
demikian pula pengambilan darah, karena jika jarum suntik menembus urat nadi, ia hanya mengambil darah saja, bukan memasukkan cairan obat ke urat nadi.

maka puasa anda sah sdrku.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      Cara wudhu

ya habibna…minal aidzin ya habibi munzir….smoga rahmat selalu menyertai keluarga habib munzir dan para umat islam…dan shalawat selalu tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita muhammad saw….ya habib munzir saya ingin bertanya tentang wudhu…bagaimanakah cara berwudhu dengan benar..terima kasih atas jawabanya ya habib munzir…wasalmualaikum wr.wb…

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

cara wudhu yg benar dan sah, saya sebutkan yg fardhu saja, jika dengan sunnahnya sangat banyak.
1. niat saat membasuh muka yaitu mulai dari ujung pipi yg tersambung pd telinga kiri dan kanan, dan mulai ujung dahi atas tempat awal tumbuhnya rambut sampai bawah dagu. wajibnya adalah 1x, sunnahnya 3x.
2. membasuh tangan kanan lalu kiri dari ujung jari hingga siku, sunnahnya dilebihkan sedikit diatas siku 1x sunnahnya 3x
3. membasuh kepala 1x walau hanya beberapa helai rambut, sunnahnya seluruh rambut.
4. membasuh kedua kaki mulai mata kaki hingga ujung kaki.1x sunnahnya 3x.
5. tertib, yaitu mengikuti aturannya dan jangan mendahlukan suatu anggota tubuh kecuali menurut urutan diatas.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Menjadi Imam sholat tarawih

Limpahan rahmat Allah SWT semoga meliputi kita semua ya habibana

Ana mau bertanya ya bib

 

Di musholla tempat saya itu dahulu pada saat ramadhan melaksanakan solat tarawih 8 raka’at + 3 witir raka’at, kemudian saya dengan pengurus ta’mir yang lama dan disepakati jama’ah mengubah jadi 20 raka’at tetapi itu hanya berjalan 2 ramadhan saja, dan pada ramadhan tahun ini terjadi pergantian ta’mir baru tarawih jadi 8 raka’at + 3 witir raka’at lagi memenuhi tuntutan yang punya musgholla ma’lum bib musholla belum diwakafkan tapi kepengurusan diserahkan warga. Bagaimana sikap saya jika diminta menjadi imam tarawih 8 raka’at + 3 witir raka’at sedangkan saya berkeyakinan tarawih 20 raka’at + 3 witir . Apakah saya hanya mengimami tarawih saja 8 raka’at kemudian saya melanjutkan sendiri dirumah ? Mohon solusinya ya habibana….?
Syukran………

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tarawih 8 rakaat tidak dilakukan oleh seluruh madzhab, namun tidak ada larangannya melakukannya 8 saja, maka boleh anda mengimaminya dan boleh meneruskannya dirumah, namun jelaskan pada jamaah bahwa tarawih 8 rakaat tidak diakui oleh seluruh madzhab, namun boleh saja dilakukan jika kebanyakan orang tua yg udzur atau orang yg sangat sibuk dan lemah iman hingga daripada tidak tarawih maka afdhal melakukannya berapa saja termasuk 8 rakaat.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

doá sholat sunnah dll

  1. sholat memakai kaos kaki

assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

semoga alhabib selalu dalam karunian kasih sayang allah taala

langsung saja ya habib saya mempunyai beberapa pertanyaan
1.apa hukumnya(mazhab imam syafii) sholat memakai kaus kaki?
2.bagaimana cara dan niatnya membayar sholat(fardhu) yg tertinggal dan bolehkah diniatkan(bersamaan) pada saat sholat fardhu ataw harus terpisah?
3.bagaimana caranya wudhu dengan air aqua 1 liter dikarenakan ditempat tersebut tidak ada nya air wudhu?
4.minta doanya bib semoga ana bisa istiqoma dalam beribadah.
sukran jazilan atas jawaban habib jazakallah khair dan semoga allah selalu membaerikan kesehatan dan panjang umur kepada habib
wassalam..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. boleh, tidak ada ikhtilaf dalam seluruh madzhab dalam membolehkannya.
2. boleh meng qadha nya dg niat dan shalat tersendiri, boleh dipadu niatnya dg shalat sunnah, namun tidak bisa dipadu niatnya dg shalat fardhu, demikian dalam madzhab syafii.
3. sangat bisa saudaraku, Rasul saw wudhu dg air 1 mudd (4 mudd = 3,5 liter). jika sulit maka cukup sekali sekali saja tidak perlu 3x pada tiap anggota wudhu, karena wajib nya adalah 1 x, dan sunnah 3x.

4. semoga Allah swt menerbitkan cahaya istiqamah dan keluhurannya pada hari hari anda, dan wafat sebagai ahlul istiqamah, dan kita dibangkitkan dihari kiamat bersama mereka, dan ketahuilah saudaraku bahwa usaha mencapai istiqamah maka itu sudah mendapat pahala istiqamah.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. shalat sambil duduk

Assalamu’alaikum Yaa Habybana,

semoga rahmat Illahi selalu atas Habybana sekeluarga dan seluruh pecinta Rasulullah SAW

Habybana,ana pernah mengalami kecelakan motor,tepatnya pada harike empat bulan ramadhan 1428 H.dalam kecelakaanitu ana menderita luka yanglumayan parah, terutama di bagian lutut dan betis.karena luka yang lumayan parah di bagian lutut itu, lutut ana susah untuk dilipat,karena kalau dilipat akan sangat sakit dan luka akan pecah dan keluar darah.hal ini membuat ana bingung dalam melaksanakan shalat.

pertanyaan ana ya habyb,;
1.sebenarnya ana masih sangat mampu untuk shalat sambil berdiri,tapi tidak bisa sujud dan duduk antara dua sujud dan duduk tahiyat dikarenakan kondisi lutut ana yang demikian,lalu ana shalat sanbil duduk dengan kaki diluruskan.SECARA RUKUN,APAKAH SHALAT ANA SAH?

2.lutut ana di perban,sebelum diperban sih sudah dibersihkan,dan darah sudah tidak keluar lagi.tiga hari baru perban ana dibuka,dan pada saat dibuka ternyata perban berdarah yang sudah kering.LALU BAGAIMANA DENGAN SHALAT ANA YANG TIGA HARI ITU,APAKAH SAH?

3.di bagian betis ana terda pat luka karena tergares aspal yang lumayan,panjang lukanya kira-kira 15 cm dan lebarnya kira-kira 3-4 cm.dri luka tersebut,selama tiga hari keluar getah bening.saat hendak shalat,luka tersebut ana bersihkan kemudian ana lap hingga kering dan saat shalat ana tutup dengan kain yang suci.tapi setelah selesai shalat ana cek dan ternyata getah bening tersebut masih keluar dan tembus ke sarung ana,ana tidak tahu apa hukumnya getang bening tersebut ,najis atau tidak,sehingga setiap shalat ana ganti sarung hingga sarung ana habis.SEBENARNYA,GETANG BENING TERSEBUT NAJIS ATAU TIDAK,YA HABYBANA,DAN BAGAIMANA PULA DENGAN SHALAT ANA YANG PADA WAKTU SHALAT KELUAR GETAH BENING TERSEBUT?

kejadian itu memeng sudahlama,tapi ana masiih belum mendapatkan pencerahan akan hal-hal yang ana tanyakan di atas,karena ana belum pernah menenyakannya pada siapapun juga.
seharusnya musibah trsebut memberikan hikmah yang besar bagi ana yaitu agar ana lebih tahu lebih banyak tentang hukum islam,yaitu untuk hal-hal yang ana tanyakan di atas,sehingga meskipun kejadian itu sudah cukup lama,ana tetap ingin tahu akan hal tersebut,untuk menambah ilmu kalau -kalauhal itu terjadi lagi di masa yang akan datang.
syukron yaa habybana.afwan jika ana kurang sopan dalam tulisan ana ini.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. baiknya di Qadha semampunya. karena jika mampu berdiri maka wajib kita berdiri
2. sebaiknya di Qadha semampunya yg 3 hari itu, sebab pemakaian ferban jika tidak dalam keadaan wudhu maka wajib qadha dalam madzhab syafii.
3. cairan itu tergolong nanah, karena getah bening adalah cairan yg keluar bukan sebab luka gores, dan nanah hukumnya najis.
saran saya anda qadha lah semampunya shalat shalat anda tsb, dan Allah swt tidak memaksa kita berbuat lebih dari kemampuan kita.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Qodho Witir

Assalamualakum ya habibi

Semoga Allah swt memberikan kesehatan serta umur yang panjang untuk habib beserta keluarga
Syukur Alhamdulillah acara-acara guru mulia telah berjalan dengan sukses, semoga membawa percepatan dakwah Sayyidina Muhammad di negeri kita.

Senang rasanya forum dibuka kembali tapi sedih juga rasanya dengan dibukanya forum ini berarti guru mulia sudah meninggalkan negeri kita, karena di text berjalan dikatakan forum ditutup selama penyambutan hingga kepulangan guru mulia.

 

Begini bib, kondisi keimanan saya lagi down, yang habib utarakan di monas yg lalu sangat mengena pada saya, dimana kita setiap hari setiap detik harus berhijrah dalam keluhuran, namun kondisi saya saat ini justru hijrah dalam kenistaan bib.

1. Bagaimana cara mengatasi kondisi seperti diatas ya bib
2. Sekian lama saya mendawamkan sholat witir, namun sekarang sudah beberapa kali lalai, dan saya ingin mengqodhonya, sedangakan menurut habib kalo tidak salah, witir itu sebgai peng-ganjil dalam hitungan sholat kita perhari, jika saya mengqodhonya, otomatis akan kembali menggenapkan sholat sunnah saya, karena yang semula ganjil (dg witir) ditambah dengan qodho witir maka menjadi genap, bagaimanakah caranya bib? karena saya beberapa kali lalai, mungkin sudah 7 kali lalai dalam witir

3. Saya juga ingin menyempurnakan sholat 5 waktu saya bib, barangkali ada kelalaian dalam sholat atau wudhu yg tidak sempurna, pakaian yg terkena najis, namun seingat saya, tidak ada hutang atau lalai dalam 5 waktu, tapi saya kuatir jika ternyata ada kelalaian tanpa saya ingat, demi menyempurnakannya apakah bisa saya qodho semua waktu sholat, karena saya pernah mendengar ada kebiasaan ulama melakukan hal semacam itu (saya lupa istilahnya sholat apa), jika memang hal ini dibenarkan dlm syariah bagaimana cara pelaksanaannya
4. Antum adalah mahluk yang mulia disisi Allah, dan dicintai sayyidina Muhammad, Untuk itu mohon kiranya untuk mendoakan supaya Allah mencintai saya dan juga mohon daonya agar saya dapat terus berhijrah secara continue kedalam keluhuran hingga ajal saya dalam husnul khotimah

Syukron bib atas berkenannya membaca keluhan saya ini, dan tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas kerja keras habib sehingga rindu kami kepada imam kami bisa terobati dengan digelarnya acara2 guru mulia.
Assalamualaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian, ingatlah mati..,

ketika tangan tangan para kekasih mengusung kita dan menurunkan tubuh kita kedalam lahad dengan airmata kesedihan, tahukah keadaan kita?, seluruh tali pengikat kafan dibuka, lalu wajah dibuka dari kafan..

tubuh ditaruh dalam posisi miring menghadap ke kanan yaitu kiblat, lalu punggung kita diganjal batu bata agar tubuh tidak terlentang lagi, yaitu tetap miring menghadap kiblat, dan wajah kita ditempelkan ke dinding kubur, agar terus wajah kita mencium tanah dinding kubur yg lembab itu….

lalu kayu kayu papan ditaruhkan diatas tubuh kita bersandarkan dinding kubur, menutup seluruh tubuh kita agar tanah tidak langsung menimpa tubuh, lalu tanah mulai ditumpahkan diatas tubuh kita..
setelah itu kita sendiri disana…, dalam kesempitan dan kegelapan.., panas.. gelap..

sendiri.. bukan sebulan atau dua bulan, tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

tak bisa curhat…, tak bisa berhubungan dg siapapun.., tak bisa bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna, yg ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

yg ditunggu adalah sidang akbar pertanggungan jawab.. harap harap cemas diselingi putus asa dan penyesalan.. itulah yg terus menghantui kita kelak..

ketika mengingat ini maka leburlah segala kekerasan hati, iapun mencair, dan jiwa terpanggil untuk sujud sambil menangis, mengadu pada Allah jika ingat akan hal itu karena hanya Dialah yg melihat keadaan kita saat itu..

hanya Dialah yg ada saat itu.. untuk inilah kita shalat.. agar Dia swt tak melupakan kita saat itu dan mengasihani kita yg telah terbujur kaku didalam tanah lembab ribuan tahun..
2. dalam hal ini ada dua cara, anda bisa memadukan dua niat dalam witir itu, yaitu shalat witir disertai niat qadha witir yg lalu.

atau anda tetap melakukan witir, dan shalat sunnah qadha tidak merubah angka jumlah shalat anda, karena malaikat akan mencatatkannya untuk waktu yg lalu yg kita niatkan untuk di qadha.

3. boleh dilakukan namun tidak wajib selama tidak yakin
4. tangan penuh dosa ini berharap keridhoan Nya swt dengan membantu bermunajat kepada Mu wahai Rabb pemilik jiwaku dan jiwa Muhammad saw, agar Engkau kabulkan harapan saudaraku ini, hingga ia bahagia dan gembira dengan segenap pengabulan atas hajatnya, dan ia memuji syukur kepada Mu Rabbiy, salahkah bila aku berharap hamba Mu bersyukur dan memuji Mu Rabb..

maka kabulkanlah munajat hamba Mu ini, jadikan ia bersyukur dan menyaksikan kedermawanan Mu Rabbiy.., Demi Sayyidina Muhammad Nabiy pembawa Rahmat .., amiin.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      sholat jamaah kelebihan rokaat

Assalamualaikum wr wb

Semoga habib selalu dalam Rahmat taufik dan hidayah Allah Swt

Habib Munzir yg ana muliakan….

Bagaimana keadaan habib saat ini apakah sudah sehat lagi?…

Ana ada pertanyaan nich bib….begini bib..
1. a. Iman kelebihan rakaat pada rakaat ketiga kembali duduk tahiyat awal….sehingga menjadi 5

rakaat bagaimana ana sebagai makmum?…

b. apakah ana ikut duduk tahiyat pada rakaat ketiga sedang ana sadar bahwa itu sudah rakaat ketiga?..
c. apakah ana pada rakaat ke empat duduk saja tahiyat akhir menungggu imam atau ikut imam jadi 5 rakaat aneh rasanya kalo ikut imam bib?…

d. semisal imam sujud sahawi pada rakaat 5 apakah ana ikut sujud?…
2. Bolehkah sujud syukur atau sajadah diluar sembahyang tanpa rukun? Asal sujud?….
3. Adakah cara mengetahui ulama itu termasuk Salafus shalihin, mujtahid dan mutaakhirin?….
Sebelumnya terima kasih

Wassalam

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

alhamdulillah keadaan saya baik namun agak sibuk beberapa hari ini tidak online karena mengedit dua buku terbaru saya yg akan segera diterbitkan insya Allah.
1. anda baiknya mengucap subhanallah dg keras untuk memperingatkannya, jika ia tidak berubah maka sebaiknya niat mufaraqah (memisahkan diri) dan menyempurnakan shalat dg benar.
2. boleh saudaraku, namun yg terbaik adalah bertakbiratul ihram, lalu langsung bersujud, jika sedang duduk mengaji maka bertakbiratul ihram dalam keadaan duduk lalu bersujud.
3. ulama salafusshalih adalah ulama terdahulu, yaitu para Imam imam masa lalu setelah masa Tabiin (tabiiin adalah generasi setelah sahabat), gelar ini terus berlangsung bagi ulama yg hidup beberapa abad yg silam.

Mujtahid adalah ulama yg sudah mendalami seluruh madzhab dg sempurna dan pakar dalam alqur’an dan hadits, maka selama fatwanya tak bertentangan dg ulama terdahulu maka boleh diikuti.
ulama mutaakhirin adalah ulama masa kini
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Rambut menutupi Dahi ketika sujud

Assalamu’alaikum wr wb.

Habib hamba ingin bertanya lg:
1.jika sujud kalau kita tdk pakai tutup kpla lalu rambut menutupi dahi,hukumnya bgmn bib?
2.Stlh wudhu lalu merokok.Apakah wudhunya batal ?
3.Dlm madzhab syafii ketika mengangkat tangan ketika berdoa,kedua tangan di renggangkan ataukah di rapatkan?
4.stlh itidal tangan seharusnya lurus dg badan ya bib?tp ada jg yg kembali bersedekap,apakah ada dalilnya?
Demikian yg sy tnykan habibana,trima ksh sebelum dan sesudahnya.
Wassalamu’alaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. jika keseluruhan Dahi tertutup rambut maka tidak sah sujudnya, namun jika ada bagian kulit dahi yg terkena tempat sujud maka sudah sah, namun sunnah seluruh bagian dahi tdk terhalang rambut saat sujud.

2. merokok tidak membatalkan wudhu, namun sebaiknya membatalkan wudhu dg buang air kecil lalu berwudhu, agar lebih suci dan mulia shalat kita.

 

3. keduanya teriwayatkan, yaitu merapatkan tangan atau merenggangkannya, dan keduanya diakui dalam semua madzhab.
4. berikhtilaf ulama akan hal itu, berlandaskan dalil bahwa setelah rukuk maka kembali pada posisi saat sebelum rukuk,

dalam madzhab syafii maka saat berdiri setelah membaca fatihah dan surat, maka sebelum rukuk tangan sudah dijatuhkan sejajar dg pinggang, baru rukuk, maka saat i;tidal tangan tetap lurus dengan pinggang.tanpa perlu sidekap lagi.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      sholat jumat dan ied

assalamulaikum
ya habib, semoga limpahan rachmat dan anugrahNya tercurah kepada habibana beserta keluarga,ya habib saya yang lemah ini mau bertanya kepada habibana
1)kemaren sewaktu hari ied jatuh pada hari jum’at banyak yangmengatakan bahwa sholat jumat tidak perlu dilkasanakan karena berpacu pada salah satu hadits nabi saw,betulkah hadits tersebut ya habib?

2)saya melihat akhir2 ini habib sewaktu di majelis agak risau dan gelisah, gerangan apa yang membuat habib gelisah dan risau?
wassalamualikum

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. hadits itu telah diperjelas dg riwayat shahih Muslim bahwa Rasul saw jika berpadu Iedul adha dg Jumat maka beliau membaca pada keduanya surat yg sama, yaitu Al A’la dan Al Ghasyiah (Shahih Muslim).
hadits ini menjadi dalil bahwa Rasul saw melakukan keduanya.

dalam penjelasan para fuqaha, bahwa Rasul saw memberikan udzur tidak perlu jumat lagi bagi mereka yg tinggalnya jauh dari madinah, karena dimasa itu shalat jumat dan shalat Ied hanya di Madinah, maka mereka datang dari lembah lembah yg jauh menempuh berjam jam perjalanan, maka jika sudah shalat ied yg mungkin mereka mulai tengah malam menempuh perjalanan, lalu hadirs shalat ied, lalu pulang, maka akan menyulitkan mereka kembali lagi shalat jumat, maka Rasul saw memberi keringanan tdk perlu jumat lagi.

beda dg masa kini yg tidak seperti itu sulitnya menghadiri id dan jumat dalam satu hari yg sama.

2. saya cuma kelelahan, dan peradangan di otak belakang saya kambuh, jadi sering kesakitan ditengah majelis, mohon doanya sdrku
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. doá sholat sunnah

Assalamuálaikum warah matullahi wabarkaatuh

semoga dilimpahi kenikmatan iman islam, sehat n panjang umur untuk ayahanda beserta keluarganya.

Ya habibana, doánya kalo kita habis sholat awwabin dan shalat tasbih? Alhamdulillah semoga istiqomah dan minta doánya dapet melaksanakan kedua sholat sunnah tersebut dengan baik sesuai saran ayahanda untuk dilakukan habis sholat maghrib.

Apakah benar kita tidak boleh membagikan daging qurban untuk tetangga kita yg non muslim?
terimakasih ayahandaku atas segala doá dan perhatiannya selama ini.
wassalamuálaikum warah matullahi wabarakaatuh

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tidak ada suatu doa yg wajib dibaca setelahnya saudaraku, maka berdoalah dengan doa yg anda inginkan, jika saran saya, bacalah doa Nabi khidir as, tex dan terjemahnya ada di forum tanya jawab ini di : file arsip majelis rasulullah. anda temukan judul : doa Khidir as.
doa tsb untuk agar kita didekatkan kepada Allah, diselesaikan dari segala masalah, dan dikabulkan hajat kita dan terampunkan dosa dosa.

mengenai Qurban, demikian dalam madzhab syafii, tidak dibolehkan untuk non muslim, namun daging aqiqah sebagian pendapat mengatakan boleh diberikan pada non muslim.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

dzikir sholat dhuha & sholat malam dll

  1. melagukan adzan dan kumandang sahur

assalamu’alaikum wr wb.

Habib,smga engkau sllu dlm limpahan Rahmat-Nya.amin..

Mau nanya nih bib;
1.Bgmn sbnrnya hukum melagukan adzan?krn ada juga ketika adzan mrk hnya lantang sj dan tdk melagukannya?

2.Kemudian bgmn tentang kumandang menjelang sahur di masjid.Krn ada yg berpendapat bhw hal itu justru mengganggu sebagian org,terutama yg tdk puasa.
Mohon habib sudi menjelaskan kedua hal di atas.

Syukron ya habibana.

Wassalamu’alaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. kumandang dg berlagu lagu dalam adzan tidak disunnahkan karena banyak memakan waktu, namun sebagian ulama membolehkannya selama suaranya indah dan diharapkan bisa menarik simpati muslimin untuk shalat, namun yg terbaik adalah jangan terlalu memanjangkannya, kecuali di masjid masjid besar seperti masjidinnabawiy, masjidil haram, yg memang jamaahnya ratusan ribu yg akan melakukan shalat, panjangnya azan membantu mereka utk memberi waktu pada yg wudhu, sebaliknya jika di masjid masjid kita, apalagi makmumnya hanya puluhan saja, itu banyak membuat muslimin keberatan, karena sebagian azan bisa mencapai 10 menit hinggga 15 menit, mereka yg bekerja, sekolah, dan mempunyai kesibukan akan terganggu dg itu, maka hal itu tercela dalam syariah.

2. mengenai tarhim adalah sunnah, riwayat shahih Bukhari bahwa Rasul saw memerintahkan azan dua kali, pertama saat menandakan masuknya waktu sepertiga malam terakhir, lalu adzan kedua di waktu subuh yg sebenarnya.

namun yg juga saya sayangkan, sebagian musholla dan masjid bukan hanya adzan saat tarhim itu, mereka terus membaca bermacam macam zikir sampai waktu subuh, dalam hatiku berkata : wahai pemegang mikrofon, tak kah kau beri waktu aku sujud dan doa dg tenang walau beberapa saat antara adzan pertama dan kedua, layaknya waktu itu hening,

mungkin boleh saja mengingatkan waktu sahur misalnya setiap 15 menit sekali, dg kalimat pendek saja, lalu biarlah jamaah yg akan sahur, akan ibadah, berdoa dll bisa mendapat kesempatan, tidak buyar konsentrasi dan husyu dg kerasnya loud speaker,

dan yg lebih membuat saya menyayangkannya adalah, shalat pun disiarkan di speaker / toa masjid dan musholla, lalu zikir selepas shalat pun dg sangat keras diperdengarkan, lalu bagaimana orang yg tak shalat di masjid, mereka terbata bata dalam bacaan dan terganggu khusyu nya dg kerasnya suara zikir selepas shalat dari Toa musholla dan masjid yg bisa memakan waktu hingga 15 menit atau setengah jam.

hal ini selayaknya dibenahi, kita menggunakan toa hanya utk hal hal yg penting saja, sisanya silahkan lah yg mau berdxzikir di masjid nya sebelum atau sesudah shalat tanpa perlu diperdengarkan di toa.

demikian pendapat saya, sayapun melarang toa di majelis saya saat majelis saya belum memenuhi masjid, baru beberapa ribu oranh saja, namun setelah massa sudah sampai keluar masjid, maka kita tambahi dg sound system, tetap toa tidak digunakan, namun kemudian permintaan masyarakat, yg terus meminta, maka kita pakai toa, itupun setelah hadirin mulai diatas 20 ribu muslimin muslimat. dan kini hadirin di majelis setiap malam selasa mencapai 50 ribu muslimin muslimat

demikian pula di majelis majelis saya di wilayah, kita menggunakan toa hanya saat acara dimulai, dan dg melihat jumlah hadirin, jika diatas 10 ribu muslimin muslimat maka kita gunakan toa, jika massa sedikit maka toa dipadamkan, cukup sound system saja, demikian yg saya jalankan
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 2.      sholat lailatul sya’ban dan kitab lima mazhab

Assalamu’alaikum wrwb.

semoga habibiy al habib munir almusawa sekeluarga selalu dilimpahkan Allah nikmat2 yang tak terduga dari Allah sehingga dapat selalu exist dalam menyampaikan al-Haq dari Allah dan Baginda rosululluah SAW kepada seluruh umat muslim.

 

Habibiy, ahmad mau tanya tentang dasar2 sholat sunat lailaltul sya’ban. apakah disyariatkan oleh islam atau tidak. trus yang kedua ahmad mau bertanya tentang kitab fiqih lima mazhab karangan muhammad jawad almughniyah. bagaimana menurut habib?
sekian pertanyaan dari ahmad ya habibiy.

wassalamu’alaikum wrwb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

terimakasih atas doanya, dan sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa.
mengenai shalat sunnah dimalam nisfu sya’ban dalilnya dhoif (lemah), namun hal itu mustahab (baik dilakukan dan boleh), karena disunnahkan pd malam itu utk memperbanyak ibadah, dan tentunya shalat adalah salah satu ibadah terluhur

dan pelarangan atas hal itu adalah kemungkaran dan dosa besar.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Shalat Jum’at di bukan Negeri Muslim

Assalaamu’alaikum warahmatullahi warabarakatuh.

Semoga Habib selalu dilimpahi kesehatan dan umur panjang. Amin..

Maaf Habib, saya langsung kepada pertanyaan.

 

Adik saya sedang kuliah di Jepang. Sangat sulit melaksanakan shalat Jum’at karena tempat shalat yang jauh dan/atau bentrok dengan jadwal kuliah. Apa yang harus adik saya lakukan? Mohon saran Habib.
Mengenai hukum musafir, apakah adik saya masih termasuk musafir? Ia di Jepang sudah 1 tahun dan masih 3 tahun lagi tersisa. Mohon penjelasan, Habib.
Salam rindu dan takhdim,

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. ia bisa memilih, dalam madzhab syafii ada pula pendapat yg membolehkan shalat jumat walau hanya 8 orang, jika tak memungkinkan maka tak wajib baginya jumat, misalnya masjidnya jauh atau tak ada yg mau melakukan jumat dari muslimin yg sangat sedikit.
2. jika ia niat tinggal 6 hari atau lebih disuatu wilayah maka sejak ia masuk wilayah itu walau belum 6 hari ia sudah bukan musafir.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      Tahiyat Akhir dan Salam

Ass y habib

semoga keberkahan Alloh senantiasa bersama habib..

Yg ingin sy tanyakan sbb:
1. Apakah ada riwayat pd saat bangun dari duduk tahiyat awal kita menapak tangan ke lantai seraya menekukan tangan hampir seperti sujud lalu bangun berdiri?
2. Ketika mengucapkan salam apakah ada riwayat yg membenarkan adanya gerakan membalikan tangan ketika mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri?
3. Sebenarnya tata cara sholat dlm mazhab syafii yang benar yg mana y habib? Karena sepertinya bnyak buku2 yg mengklaim mazhab syafii tapi bisa berbeda dg karangan yang lain?
4. Ada yg mengatakan bahwa dalam membaca al-quran tidak boleh ada huruf yg tidak dibaca, contoh dlm syahadat asyhadu alla ilaa ha yg benar dibaca asyhadu an la ilaa ha.. Atau walam yakun lahu kufuwan… Apakah benar seperti itu y habib?
Mohon maaf banyak pertanyaanya habib maklum mumpung dapet jatah kuota 🙂

jzk. Ya habib.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. dalam adab shalat saat bangun dari sujud dan dari tahiyat awal adalah menaruhkan kedua telapak tangan kebumi didepannya untuk bangun.
2. saya tak menemukan riwayat shahih akan hal itu, dan Jumhur (pendapat terbanyak dan terkuat) dalam madzhab syafii tak melakukannya.
3. untuk buku dasar, buku tuntunan shalat keluaran Depag sudah berjalan dg Jumhur madzhab syafii, untuk buku fiqih lanjutan, bisa merujuk pada Safinatunnaja, Fathul Muin, Zubad Ibn Ruslan, Muqaddimah Hadramiyah, dan untuk buku fiqih induk yg menjelaskan tentang dalil dalil pd madzhab syafii dan madzhab lainnya adalah Al Majmu’ oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah, beliau juga bermadzhab syafii dan menunjukkan dalil dalil penguat pada madzhab syafii.
untuk tata cara secara keseluruhan saudaraku saya tak mampu menyebutkan kesemuanya karena memakan waktu sangat banyak, 100 sunnah lebih dalam setiap shalat kita, mengenai rukun rukunnya saja, maka telah kita ketahui sebagaimana pada buku fiqih dasar.

4. itu adalah salah satu pendapat dalam qira’ah, namun riwayat yg kita pegang adalah yg sebagaimana kita ketahui dan diajarkan dalam tajwid, yaitu hadful huruf / menghapus huruf demi kesempurnaan qira;ah, namun didalam adzan sebagian ulama dari guru guru kita yg bermadzhab syafii mengajarkan dalam menyebut asyhadu anna muhammadarrasuulullah, sebaiknya dibaca asyhadu anna muhammadan Rasulullah., namun pada kalimat lainnya dlm adzan tidak, dan tidak pula pada bacaan Alqur’an, namun dalam membaca kitab selain Alqur;an, seperti hadits, atau kitab lainnya memang demikian, berbeda dg saat membaca Alqur;an justru diajarkan hadful huruf untuk kesempurnaan qira;ah, sebagaimana diajarkan dalam tajwid.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Mensucikan Najis Mughalazah yang Ragu-Ragu

Waktu itu, siang hari terik(sudah lama), umur saya sekitar 11 tahun, saya melihat seekor anjing, secara tidak sengaja dia menyenggol saya, dia melewati antara dua kaki saya, namun palanya sudah lewat, tetapi badannya masih menyangkut. saya tidak tahu terkena liurnya atau tudak sampai sekarang. Yang saya tahu bulunya sudah pasti kena, tapi waktu itu siang hari panas.
1. Jika Saya terkena liurnya dan dulu tidak segera membersihkannya karena tidak tahu, apakah seluruh benda yang saya pegang terkena najis juga?
2. Apakah Najis mughallazahnya menyebar ke seluruh tubuh?
3. Jika ya, bagaimana cara mensucikan barang atau tubuh yang tertular kenajisannya?
Saya was-was, saya takut sholat dan ibadah saya selama ini tidak diterima oleh allah swt
Assalamu’alaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. najis yg ragu tidak dihukumi najis, najis yg hanya berlaku jika yakin dan ada sifatnya, 3 sift najis adalah bau, rasa, dan warna. jika salah satu sifat itu ada maka itu bukti bahwa terkena najis.
selama anda tdk yakin bahwa najis mengenai anda maka hukumnya suci.
2. najis hanya menajiskan bagian tubuh/bagian pakaian yg tersentuh najis, tidak mejadikan seluruh tubuh najis, dan najis tidak membatalkan wudhu, misalnya anda dalam keadaan suci atau selepas berwudhu, kaki masih basah, lalu tersentuh anjing, maka anda membasuhnya 7x dg air lumpur/air yg bercampur tanah hanya pada tempat yg tersentuh, dan anda tidak perlu mengulangi wudhu karena najis yg menyentuh tubuh tidak membatalkan wudhu.
3. jangan risau saudaraku, najis yg sudah lama dimaafkan oleh Allah swt, Allah swt bukan Murka kecuali bagi para pendosa, atau yg meremehkan syariah, jika kita meremehkan najis dan tak mempedulikannya maka kita terkena dosa.
anda lihatlah orang non muslim yg siang dan malamnya selalu makan najis mughaladhah seperti anjing dan babi, lalu ia bersyahadat, maka seluruh tubuhnya suci, padahal mungkin sejak kecil ia sudah dipenuhi najis, dan tubuhnya berkembang dg najis yg sudah mendarah daging, Allah swt memaafkannya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. dzikir sholat dhuha & sholat malam

Assalamualaikum Wr. Wb.

habibana semoga kesehatan, kesejahteran dan rahmat serta keselamatan tetap tercurah kepada habibana..
habibana saya ingin sekali minta didoakan oleh habibana agar selalu diberi hati yang tetap dalam keimanan dan keimanan yang di ridhoi Allah.

selama ini saya selalu mengambil materi dan doa – doa yang habibana cantumkan diwebsite ini, karena itu saya ingin meminta ridho dan doa dari habibana agar semua yang saya ambil bermanfaat di dunia dan akhirat .

 

habibana bolehkah saya meminta dzikir / wirid untuk sholat dhuha, hajat dan tahajud karena selama ini yang saya tau hanya doanya saja sedangkan dzikir sebelum doa tersebut belum saya ketahui. karena itu saya mohon habibana mau mengijazahkan dzikir / wirid yang biasa dilakukan oleh habibana.

demikian habibana yang mulia, semoga habibana tetap diberikan rahmat dan keselamatan dari Allah sehingga tetap dapat memberi manfaat dengan keilmuan yang habibana miliki untuk orang – orang yang dangkal seperti saya.

Jazakumullah Khoiron Katsiran, Wassalamualaikum Wr. Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

semoga Allah swt mencurahkan pengabulan dan keberkahan pada ibadah ibadah anda, dan menerbitkan cahaya ilmu yg bernafaat pada segala yg anda pelajari, amiin
mengenai doa sebelum shalat sunnah, adalah doa yg mutlak, yaitu tidak tertentu, boleh dzikir, doa, atau membaca surat pendek, namun sesudah shalat sunnah maka masing masing shalat sunnah ada dzikir yg teriwayatkan dari hadits beliau saw sebagaimana yg umum dan masyhur kita ketahui
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. berbagai masalah tentang air

Assalamu alaikum habib…

alhmdulillah bisa tanya2 lagi… udah lama banget saya gak dapet jatah kuota di MR ini :))

habib, sya mau tanya:
1. apa perbedaan antara air mutanajis dengan air musta’mal?

karena sy pernah diberitahu (sy dlu sering was2 wktu cuci kaki dengan air yang terciprat tsb) bhwa air yg tciprat tsb dhukumi musta’mal? apa bukan mutanajis?

 

2. musim hujan sperti ini air byk tergenang di jalan2. kalau ban kendaraan kita melewati jalan yang ada (maaf) kotoran hewannya gt, gmn dg air yang terciprat wkyu kita melintasi jalan tergenang tsb? kadang bannya udah kering, tapi seringkali tidak diketyahui secara pasti.
3. air yang digunakan utk mensucikan najis hukmi itu hkumnya apa?
4. sya sekarang sepertinya mulai was2 lagi, Bib.. ketika mencuci kaki stelah wudhu mis.nya, kan suka ada air mnetes dari gayung ditu trus nyiprat lg ke kaki kita. tapi klo dihindari juga susah. bgaimana BIb?
5. mohon jelaskan tentang ruthubah. katanya tidak najis ya Bib? tapi gmna cara ngebedain nya dg yg lain sperti madzi?
6. habib, kdang di bantal gitu suka ada darah nyamuk yg udah kering. hkumnya gmn klo tsentuh, kdang waktu gantu sarung bantal gitu ‘n tangan agak berkeringat. spertinya gak mgkin jg klo dicuci.

Bib, sy ingin sembuh dari was2 ini sbelum semakin mengganggu hidup dan ibadah saya. kdang biar gak was2, mnmal sy pastikan tngan sy keing sblum myentuh apapun. tapi pmasalahannya, sy phatikan kdang telapak tngan sy berkeringat walau berupa titik2 kecil di pori2. klo sy trusin, jd was2 tar jgn2 tangan sy jd nyebarin najis kmna2. tp klo di anggap basah, jd bgng harus sering2 cari tempat utk cuci tangan. gmn solusinya Bib?
Mhon maaf jika pertanyaannya terlalu banyak, soalnya mmpung dapet kuota Bib. Terimakasih byk atas jwaban dan nasihat habib.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

\Saudaraku yg kumuliakan,

beribu maaf jika quota sangat sedikit, sebab jika dibuka sungguh saya tak bisa bergerak 24 jam dari depan komputer utk terus menjawab, namun sudah sekitar 10 ribu pertanyaan yg sudah terjawab di forum ini, maka saya menganggap sebagian besar apa yg akan ditanyakan, sudah bisa didapati di forum ini pd kotak pencarian di kanan web, maafkan saya saudaraku.
1. air musta;mal suci, namun tidak bisa dipakai berwudhu atau mandi junub, karena sudah dipakai berwudhu atau mandi junub, namun jika jumlahnya diatas dua kulak (60cm P X L X T), yaitu 60 cm panjangnya, lebarnya dan tingginya, maka ia tetap suci walau terus dipakai bersuci selama tak terkena najis yg membuatnya berubah salah satu dari 3 sifat najisnya, yaitu bau najis, rasa, atau warnanya, jika berubah dg salah satu sifat najis itu, maka air banyak sekalipun menjadi najis.
rata rata bak mandi kita sudah mencapai 2 kulak.

air mutanajis adalah air yg kurang dari dua kulak dan terkena najis.atau air yg lebih dari dua kulak tapi terkena najis hingga berubah menjadi terkena salah satu 3 sifat najis diatas.

air yg terciprat jika mutanajis maka wajib membasuhnya, namun air musta;mal tidak demikian, ia tetap suci, namun tidak bisa lagi dipakai bersuci.

sebagaimana jika anda berwudhu dari ember, tentunya boleh saja, walau ia kurang dari dua kulak, namun hati hati jangan membenamkan anggota tubuh yg akan disucikan kedalamnya, jika anda membenamkannya maka ia menjadi musta;mal, maka tak bisa dipakai berwudhu dan mandi junub,
namun jika hanya menciduknya, lalu terciprat beberapa tetes dari air yg sudah mengenai tubuh kita saat wudhu atau mandi junub, maka tetap dimaafkan, asalkan cipratannya tidak banyak.
2. jika terkena najis itu dan genangan airnya diperkirakan banyak hingga diperkirakan melebihi dua kulak, maka tubuh dan pakaian anda tetap suci, kecuali jika ada salah satu dari sifat najis diatas yg menempel dibaju atau tubuh, maka basuhlah, maka anda suci.

jika najis itu sudah kering dan tubuh kita atau baju kita kering, maka tidaklah menjadi najis tubuh kita dan pakaian kita, karena najis kering hanya najis pdnya, tidak pindah ke yg lain.

3. air itu dinamakan air mutanajis.

 

4. jika air bekas wudhu, tidak membatalkan wudhu, air najis pun tidak membatalkan wudhu, namun air najis cukup dibasuh saja sampai sifat najisnya hilang, jika air bekas wudhu maka tidak mengapa, dan tidak perlu dibasuh, karena ia tak membatalkan wudhu anda. ia suci, namun tidak mensucikan.

5. ruthubah adalah suci hukumnya, yaitu basahnya vagina jika terkena rangsangan, berbeda dg madzi, ia muncul saat penis ereksi, hukumnya najis.warnanya bening dan kental, bukan putih.
6. hal itu dimaafkan.

dan najis hanya dihukumi najis jika diketahui dg pasti, jika tidak maka tidak menjadi najis.

contohnya misalnya di toilet anda ada najis air seni misalnya dipojok toilet, lalu di lantai lainnya ada genangan air suci atau bak air, lalu banyak lalat beterbangan, ada yg menempel di air seni, ada yg menempel di air suci, lalu seekor lalat menempel dikulit anda dan terasa basah, sedangkan anda tidak tahu lalat yg mana yg menempel ditubuh anda, anda tetap suci selama tak ada salah satu dari 3 sifat najis itu yg terasa.
saudaraku tidak perlu was was, Allah tak memaksa kita lebih dari kemampuan kita, sekedar penghilang was was anda, jika tubuh kita berlumpur dosa saja Allah swt bisa memaafkannya dg tobat kita, apalagi najis tubuh, sedangkan kotoran dosa jauh lebih buruk dari kotoran jasad.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Sholat dan Sah nya Sholat dll

  1. 1.      Mengangkat Tangan ketika sholat

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh,

Semoga Habibana senantiasa diberikan sehat afiah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, aamin.

Alhamdulillah terbuka lagi quota pagi ini dan dari itu ananda mohon maaf yang sebesar-besarnya lahir dan batin dan ananda ijin untuk langsung bertanya pada Habibana.

Pertanyaan ananda adalah:
1. Di bagian manakah di dalam sholat kita disunnahkan mengangkat tangan?
2. Apakah ada dalil dan penjelasan tentang membuka tangan saat melakukan salam (dimana posisi tangan sebelumnya di atas paha)? Dan apakah hukum melakukannya?

 

Demikian sementara hal yang ingin ananda tanyakan dan atas penjelasa yang Habibana berikan ananda haturkan terima kasih.

Mohon doa juga dari Habibana buat ananda sekeluarga agar bisa istiqomah dan dijauhkan dari lemahnya diri dalam beribadah kepada Allah..

Salam rindu dan ta’zhim,

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
Saudaraku yg kucintai dan kumuliakan dan kurindukan,

 

1. dalam shalat mengangkat tangan pada takbiratul ihram, lalu pada saat akan menuju rukuk dari berdiri, lalu saat mengangkat tubuh dari rukuk menuju berdiri, lalu saat berdiri dari tahiyat awal jika shalat yg lebih dari 2 rakaat.
2. saya belum menemukan dasar yg kuat atas perbuatan itu, banyak ulama dan ustaz disini melakukan itu, tapi saya tidak melihat guru guru kita melakukannya atau mengajarkannya, maka jawaban dari saya adalah saya belum temukan dasar apalagi sanadnya yg kuat, namun hal itu tidak membatalkan shalat.

.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 2.      Rokaat Sholat Terawih

ssalamu Alaikum Wr.Wb. Tolong Habib Dalil yg Shahih ttg sholat Tarawih BAGINDA SAW ? 8 rakaat (Aisyah Ra : Aku tdk pernah melihat Rasulullah lebih drpd 11 rakaat di malam bulan Ramadhan ) atau 20 rakaat…? Bgmn ttg 4 Mazhab ttg sholat Tarawih (Contoh : Imam Malik sampai 39 rakaat) ttg haddist Aisyah tsb. Syukron Katsiron Toyyiban Mubarkan Fiy…Wassalam

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

justru itulah dalilnya, bahwa Rasul saw tak pernah shalat sunnah melebihi 11 rakaat di ramadhan dan selain ramadhan, ini menunjukkan bukan tarawih, karena kalau tarawih maka beliau tak menjalankannya diluar ramadhan, maka kita berpegang pada pendapat 3 khulafa’urrasyidin dan jumhur (kesepaklatan terbesar) para sahabat untuk mrlakukannya 20 rakaaa atau lebih.

 

sebasgaimana adzan 2 X pd shalayt jumat yg tidak pernah dilakukan oleh Rasul saw, tidak pula pada Khalifah Abubakar shiddiq ra, tifsk puls di masa khalifah umar ra, ia baru diberlakukakn pada masa khalifah utsman bin Affan ra, diteruskan oleh khalif=fah Ali kw, dan diteruskan oleh seluruh madzxhab, sebabnya adalah bertambahnya jumlah muslimin,
demikian pula penjilidan Alqur;an yg dimasa Nabi saw belum dijilidkan, “Bahwa Sungguh Zeyd bin Tsabit ra berkata : Abubakar ra mengutusku Ketika terjadi pembunuhan besar – besaran atas para sahabat (Ahlul Yamaamah), dan bersamanya Umar bin Khattab ra, berkata Abubakar : “Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an, aku berkata : “Bagaimana aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh Rasulullah..??, maka Umar berkata padaku bahwa “Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah mencatat wahyu, dan sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah Alqur’an..!” berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung daripada gunung – gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw??”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga ia pun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih Bukhari hadits No.4402 dan 6768).

Nah saudaraku, bila kita perhatikan konteks diatas Abubakar Asshiddiq ra mengakui dengan ucapannya : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”. Hatinya jernih menerima hal yang baru (bid’ah hasanah) yaitu mengumpulkan Alqur’an, karena sebelumnya Alqur’an belum dikumpulkan menjadi satu buku, tapi terpisah – pisah di hafalan sahabat, ada yang tertulis di kulit onta, di tembok, dihafal dll. Ini adalah Bid’ah hasanah, justru mereka berdualah yang memulainya.
Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw :

“Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikit pun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim Bab Zakat dan Bab Al ‘Ilm).

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 3.      Qadha Sholat

Assalamu alaikum wr.wb ,,,,

afwan yaa habib atas kelancangan ana, ana mau bertanya :
1. saya membaca di forum ini kalau shalat yang pernah ditinggalkan bisa di qadha, kalau dulu qta pernah khilaf dan meninggalkan shalat apakah bisa di qadha sekarang ?
2. wanita diberi keringanan oleh allah azza wa jalla dalam 1 ( satu ) bulan mendapat haidh, apakah selama qta mendapat haidh sholatnya di qadha juga, mohon penjelasan ya habib ?
3. ana mohon di ijazahkan semua amalan dan do’a yang habib amalkan ?
4. ana adalah wanita pendosa ya habib, banyak dosa dan kesalahan ana dimasa lalu, ana sudah bertaubat, amalan apa yang harus ana laksanakan ya habib ?
5. yaa habib, ana mohon di do’akan agar ana selalu dalam perlindungan allah azza wa jalla, ana selalu merasa was-was akan dosa ana dimasa lalu ?
syukron ya habib,,, wassalam

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudariku yg kumuliakan,

selamat datang di web pecinta Rasulullah saw, kita bergabung dg keluhuran,
1. betul saudariku, bisa diqadha semampunya, tanpa perlu tergesa gesa, namun selagi ada kesempatan maka qadha lah, jika sdri ingin lebih mudah, bisa dipadu sg shalat sunnat yg jumlah rakaatnya sama, misalnya qabliyah subuh 2 rakaat, niatnya bisa dipadu dg qadha subuh yg lalu, maka sdri mendapat pahala qadha subuh, sekaligus pahala shalat sunnat qabliyah subuh, niatnya : Ushalli fardhusshubhi qadh’an, ma’a qabliyyatissubhi sunnatan lillahi ta’alaa (Aku niat shalat fardhu subuh qadha, bersama shalat qabliyah subuh sunnah, karena Allah ta’ala.

misalnya juga qadha shalat dhuhur dipadu dg qabliyah dhuhur, namun jumlah rakaatnya mesti 4 rakaat, dg niatnya sama dg diatas tinggal mengganti kalimat subuh dg dhuhur, maka sdri mendapat keduanya.
shalat magrib yg 3 rakaat bisa dipadu dg shalat witir yg juga tiga rakaat, samakan rakaatnya

aka itu lebih mudah dan tidak menyita waktu lain, pahala qadha didapat, sekaligus pahala shalat sunnah pun didapat.

jikapun tersisa misalnya hingga kita wafat belum terqadha kesemuanya, maka Allah swt akan memaafkannya, karena kita sudah berusaha membayar hutang kita pada Allah, sungguh hutang pada Allah lebih berhak ditunaikan daripada hutang pada makhluk, namun Allah swt adalah Yang Maha Baik dari semua yg dihutangi.
2. .tidak saudariku, haidh tidak perlu meng qadha shalat, yg perlu diqadha adalah puasa ramadhan jika diwaktu haidh
3.saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad (para ima imam periwayat hadits) dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra (para wali Allah termulia dan para nabi dan Rasul) , kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin
4. saya sarankan saudari membaca dzikir Subhanallahi wabihamdih, bacalah 100X setiap pagi dalam keadaan suci, dzikir ini disarankan oleh Nabi saw sebagaimana sabda beliau saew : Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdih 100X setiap harinya maka berjatuhan dosa dosanya walau sebanyak buih dilautan (Shahih Bukhari)

dan sabda Rasulullah saw : “Kalimat yg paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih” (Shahih Muslim)

dzikir ini mencerahkan wajah, menenangkan hati, menyejukkan jiwa, dan membuka banyak kemudahan,
kenapa?
karena kita menyukai dan mencintai dan mengamalkan ucapan yg dicintai Allah, maka Allah akan memberi apa apa yg kita senangi dan sukai, yaitu kecerahan wajah, kemudahan hidup, dan ketenangan hati
5. semoga Allah swt melimpahkan cahaya keimanan, ketabahan dan kesejukan pada anda, dan cahaya keluhuran dihati sdri hingga selalu terjaga dari terjebak pd dosa, amiin
Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

 

  1. Sholat dan Sah nya Sholat

Assalamu alaikum Wr Wb Yang Mulia Tuan Guru ,

Sholawat dan salam atas junjungan Nabi Muhammad SAW,

Pertanyaan saya :
1. Bagaimana Hukum nya sholat yang tidak sesuai sunnat Nabi Muhammad SAW
, Karena ketidak tahuan atau Lupa dan tidak mau menggali Ilmu nya
2. Bagaimana Hukumnya Sholat dmn kita belum sempat Mandi Hadats besar dan mohon di uraikan cara2 Mandi Hadats besar
3. Mohon Ijazah Wirid agar bisa sy amalkan
Wassalamualaikum Wr Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
1. jika bertentangan dg rukun shakat maka shalatnya tidak sah, jika tidak melanggar hal yg membatalkan shalat maka makruh, dan bagi yg berbuat salah hingga shalatnya tidak sah maka sebagian ulama mengatakan meng qadha seluruh shalatnya, sebagian mengatakan cukup shalat yg terakhir ia lakukan saja, dan yg sebelumnya berobat.

namun ia mendapat bonus dosa karena tdk mempelajarinya jika ada padanya wkt luang
2. jika air sangat dingin atau disrisaukan akan membawa mudharat pd tubuh maka ia berwudhu untuk menggani shalatnya, atau jika berwudhu pun sulit maka bertayammum, lalu selepas ia mampu mandi maka ia mengqadha semua shalatnya yg dia lakukan dg mengggantinya dg wudhu atau tayammum.

cara cara mandi besar sudah sering saya jawab, admin II akan membantu anda menampilkannya.

3. saya sarankan anda membaca dzikir Subhanallahi wabihamdih, bacalah 100X setiap pagi dalam keadaan suci, dzikir ini disarankan oleh Nabi saw sebagaimana sabda beliau saew : Barangsiapa membaca Subhanallahi wabihamdih 100X setiap harinya maka berjatuhan dosa dosanya walau sebanyak buih dilautan (Shahih Bukhari)

dan sabda Rasulullah saw : “Kalimat yg paling dicintai Allah adalah Subhanallahi wabihamdih” (Shahih Muslim)

dzikir ini mencerahkan wajah, menenangkan hati, menyejukkan jiwa, dan membuka banyak kemudahan,

kenapa?
karena kita menyukai dan mencintai dan mengamalkan ucapan yg dicintai Allah, maka Allah akan memberi apa apa yg kita senangi dan sukai, yaitu kecerahan wajah, kemudahan hidup, dan ketenangan hati

diriwayatkan bahwa Rasul saw berhikayat ketika nabi nuh as berwasiat pada putranya, kuwasiatkan kalian dua kalimat mulia, yaitu subhanallahi wabihamdih, dan Laa ilaaha illallah, karena kalimat subhanallahi wabihamdih adalah shalatnya seluruh makhluk, dan dari kalimat itu Allah swt memberi rizki pd seluruh makhluk, dan kalimat Laa ilaha illallah, kalimat ini jika ditimbang dg alam semesta ia jauh klebih berat. (Adabul Mufrad Imam Bukhari).

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Solat jamak qashar dan wudhu

Assalamulaikum guruku Habib Munzir.. Semoga engkau dalam keadaan sehat selalu.. Semoga selalu dilimpahkan kelembutanNya padamu…

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, semoga tidak merepotkan habib..
1. Solat jamak dan solat qashar

Saya bekerja di Jakarta, setiap hari jumat malam saya pulang ke bandung, lalu setiap senin pagi saya berangkat ke Jakarta. Begitu seterusnya setiap minggu sudah berjalan sekitar 3 tahun. Dimanakah saya bias melaksanakan solat jamak dan qashar? Apakah di Jakarta? Karena saya secara administratif terdaftar sebagai penduduk di Bandung(KTP Bandung). Apakah di Bandung? Karena saya tinggal di Jakarta lebih lama dari pada di Bandung( di Jakarta 5 hari di Bandung 2 hari). Saya yang miskin ilmu ini minta tolong petunjuk habib, karena banyak yang bernasib seperti saya..
2. Ijazah

Sebenarnya saya tidak pantas meminta ini bib, tapi karena kecintaan hamba pada engkau dan pada Rasulullah SAW, hamba penuh dosa ini meminta ijazah keguruan dari engkau..
jazakallah..

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

1. jamak shalat anda adalah di Jakarta sdrku, karena anda penduduk bandung, dan jamak shalat itu hanya diperbolehkan 6 hari atau kurang, yaitu 4 hari selain hari datang dan hari pergi, maka jika anda datang ke jakarta hari senin, dan pulang ke bandung jumat, maka anda boleh jamak selama di jakarta.
(di edit pada 2 oktober 2011)
2. saya Iazahkan pada anda sanad keguruan saya kepada anda, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      Tentang Sholat tahajud

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Dari sekian banyak persoalan dan informasi mengenai Sholat tahajud, ada satu pertanyaan saya yang sampai sekarang saya belum temukan jawabannya. Dari situs dan di forum ini, semoga Habib bisa memberikan jawabannya..

Kasus
“Saya biasanya sampai di rumah pada pukul 8. dengan kondisi badan yang sangat capek, biasanya saya langsung tidur/tertidur dengan kondiri belum menunaikan sholat isya. Saya biasanya terbangun lagi 2-3 jam kemudian.

Pertanyaan saya adalah, begitu terbangun, setelah menunaikan sholat isya, apakah saya bisa melanjutkan sholat tahajud???

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web pecinta Rasulullah saw, kita bergabung dg keluhuran,

 

saudaraku yg kumuliakan, hendaknya anda melakukan shalat isya lalu tahajjud, shalat sunnah sebelum isya dihukumi bukan shalat tahajjud.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

 

  1. 7.      mimpi indah

assalamualaikum wrwb..

bib saya ingn bertany msalah sholat…,
1. bib yng sya tau masalh sholat qodho itu sharus ny dilksanakan hnya per orngan,, gmn hukum nya klo sholat qodho dilaksanakan secara berjama’ah..??

 

2. bib apa yng hrus aq lkukan untuk slalu ber taqwa kpada allah swt..??
3. bib dulu saya per nah bermimmpi bertemu dngan pra sahabat rasulullah saw, dan mereka mnyuruh saya selalu untuk mmper bnyak sholawat,, jdi sholawat ap yng harus amal kn..?? trs ap btul pra sahabat yng datang pda mimpi saya…???
smga saja pertayaan dari saya tidak merpotkan habib.., smoga saja allah slalu mlindungi habib dan mmbri kesehatan kpada hbib…,

wassalamualaikum wr wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

hamba pendosa mohon beribu maaf atas keterlambatan menjawab,
1. demikian saudaraku, tapi jika dilakukan bersama tak ada larangannya, bahkan afdhal, karena shalat fardhu berjamaah adalah sunnah muakkadah, maka meng qadha nya dg berjamaah pun lebih afdhal, saya sering melakukan itu, misalnya jika opname, shalat sambil duduk dg tayammum, hal itu mesti di qadha jika shalat fardhu dilakukan demikian, maka setelah saya sembuh saya shalat berjamaah spt biasa, lalu ikut lagi shalat bermakmum dg jamaah lain dg niat qadha, walau mereka bukan melakukan qadha, boleh saja bermakmum padanya untuk qadha, asal jumlah rakaatnya sama.

2. banyak hal saudaraku untuk mencapainya, cara termudah adalah dg mencintai Allah, atau mencintai Rasul saw, atau mencintai keduanya, dan merindukan keduanya, akan mudah bagi kita bertakwa. dan usaha untuk mencapai takwa sudah tergolong orang yg bertakwa.
3. selama mereka tak menyebutkan suatu shalawat, maka anda boleh memilih shalawat apa saja, dan mimpi itu benar, karena sabda Rasul saw : mimpi baik adalah dari Allah, dan mimpi buruk adalah dari syaitan (Shahih Bukhari) maka selama mimpi kita baik dan tidak mengajak pada kemungkaran, maka mimpi itu dari Allah, maka mimpi itu benar, karena Allah swt tidak berdusta
terimakasih atas doanya saudaraku tercinta, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

salam rindu terdalam

 

Apakah ada dalil mengenai gerakan SHOLAT ????????????

  1. 1.     ttg solat qadha

Assalamualaikum Wr Wb
Habib Munzir yg saya cintai menyambung pertanyaan saya yg lalu ttg mengqada salat wajib,bagaimanakah tata pelaksanaannya,niatnya dsb,
mohon maaf sebelumnya, terimakasih

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh


1. mengqadha shalat fardhu bila diwaktu siang maka dibaca sirran, walaupun itu shalat yg mestinya  jahran, misalnya mengqadha shalat magrib, atau Isya atau Subuh, kebetulan kita mempunyai waktu siang hari, maka dibaca sirran

namun sebaliknya bila mengqadha shalat diwaktu malam maka dibaca jahran, walaupun shalat yg mestinya dibaca sirran, misalnya mengqadha shalat dhuhur, atau ashar, kebetulan kita akan mengqadhanya diwktu malam maka dibaca jahran.


mengqadha shalat fardhu boleh kapan saja, tidak terbatas waktu, dan saran para Fuqaha bila telah banyak meninggalkan shalat fardhu, maka sebaiknya mengqadhanya pada setiap selesai melakukan shalat Fardhu.., misalnya setelah kita shalat dhuhur, maka shalatlah dhuhur sekali lagi untuk merngqadha dhuhur yg terlewat dahulu.


contohnya kita tertinggal sebulan melaksanakan shalat fardhu, maka Qadhalah setiap ba’da shalat.., maka dalam sebulan akan selesai hutang kita pd Allah.


hal ini merupakan sekedar saran para fuqaha, karena memudahkan kita agar tidak jemu, dan sementara waktu bolehlah kita meninggalkan shalat sunnat ba’diyah dan atau Qabliyah, karena mengqadha shalat fardhu lebih berhak didahulukan dari shalat sunnah (nawafil).


2. Niatnya mudah saja : Ushalli Fardhu ……(dhuhur/ashar dll) arba’a raka’at/rak’atain/dlsb, Qadha’an Lillahi ta’ala.


inilah lafadz niat yg ringkas dan boleh saja dengan bahasa Indonesia didalam hati, dan jangan lupa bahwa tempat niat adalah saat Takbiratul Ihram didalam hati, sementara lidah mengucapkan Takbir


terimakasih atas perhatian anda,

wallahu a’lam

 

  1. Lebih baik mana, taraweh berjama’ah atau sendiri ?

 

Assalamualaikum Ya Habib.
Saya mo tanya mana yang lebih baik, sholat taraweh berjama’ah di masjid atau sendiri2 dirumah. Kata teman saya, Lebih baik sholat taraweh sendiri2 dirumah dari pada berjama’ah di masjid, karena kata dia Rasulullah SAW sendiri hanya 3x sholat taraweh berjama’ah di masjid, selanjutnya beliau (SAW) selalu sholat taraweh sendiri, apa benar kata teman saya itu bib?
Saya juga pernah denger katanya kalo sholat sunnah itu lebih baik dilakukan sendiri2 daripada berjama’ah. Mohon pencerahan dari habib.

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Sangat benar bahwa Rasul saw mengerjakan shalat tarawih hanya 3X saja, dan meneruskannya dirumah adalah sebagai tanda bahwa Tarawih bukanlah shalat fardhu, namun sunnah sebagaimana Hadits Aisyah ra, maka ketika sahabat semakin banyak mengikuti tarawih dan mereka mulai berdatangan dari wilayah2 yg jauh, maka beliau meninggalkan berjamaah, agar tak disangka bahwa tarawih adalah shalat fardhu yg keenam.
kita melihat pd perlakuan sahabat radhiyallahu’anhum ajma’in, Sayyidina Umar ra, bersama seluruh sahabat yg diantaranya Ali bin Abi Thalib kw, Ibn Abbas ra, Ibn Umar ra, Utsman bin affan ra, dan Ijma’ keseluruhan sahabat (tak ada khilaf atau satupun yg menentang dari puluhan ribu sahabat saat itu). kesemuanya mereka sepakat menjalankan tarawih berjamaah setiap malamnya.
apakah kita lebih mulia dari para sahabat atau lebih memahami sunnah dari para sahabat sehingga muncul satu fatwa baru mengalahkan Jumhur Ijma para sahabat?, dan bila memang yg terbaik adalah tarawih sendiri sendiri, maka pastilah para sahabat akan melakukannya, karena merekalah yg lebih mengerti mana yg lebih baik dilakukan, atau paling tidak, akan ada sekelompok dari mereka yg mengerjakannya sendiri, namun tak seorangpun yg mengerjakannya sendiri dan mereka kesemuanya melakukannya berjamaah.
maka melaksanakan tarawih sendiri tidaklah dilarang, namun pahalanya lebih besar bila dikerjakan secara berjamaah, demikian Jumhur dan Ijma para ulama. yg berdalilkan Ijma para sahabat radhiyallahu’anhum.

melakukan ibadah shalat sunnah sendiri (tersembunyi) memang disunnahkan, namun ada beberapa ibadah shalat sunnah yg dikerjakan dg berjamaah diantaranya shalat Iedul Fithri, shalat Iedul Adha, lalu shalat witr (berjamaah hanya di bulan ramadhan), dan shalat tarawih hanya di bulan ramadhan.
saya kira demikian penjelasan saya, memang masih banyak saudara saudara kita yg terjebak kebodohan dalam menukil fatwa dari kedangkalan pemahaman mereka terhadap Syari’atul Muthahharah.. Hadaanallah wa iyyahum ajma’ien
terimakasih atas pertanyaan anda

wallahu a’lam

 

  1. 3.     Apa arti Sholat

 

Assalamu’alaikum wr.wb

Limpahan puji kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan NIKMAT-NIKMATNYA serta sholawat dan salam kami haturkan kepada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman yang penuh barokah serta penuh rahmat ini.

Almukarom AlHabib Munzir Almusawa yang saya muliakan serta saya hormati.
saya ingin bertanya kepada habib :
1. Apa arti sholat ????

2. Saya pernah mendengar dari seseorang tentang melakukan sholat.Seperti ini dia berkata sholat adalah DOA yang sebenarnya tidak perlu dengan gerakan. BAGAIMANA PENDAPAT HABIB dengan pernyataan ini.

3. Apa arti dan maksud dari gerakan dalam sholat itu sendiri mohon dijelaskan satu persatu seperti gerakan :
* Takbiratul ihram
* Bersedekap
* Ruku
* I’tidal
* Sujud
* Duduk di antara dua sujud
* Tahiyatul
* Menunjukkan jari ketika sedang tahiyatul
* Salam “Saya pernah mendapat penjelasan tentang salam ketika sholat dari HABIB yaitu memberikan salam pada kaum Muslim yang masih hidup dan yang sudah meninggal itu kalau saya gak salah dengar dan maaf bila salah dan saya juga pernah mendapatkan penjesan dari orang lain katanya salam dalam sholat itu adalah memberikan salam dengan malaikat roqib dan atid” mohon dijelaskan kembali

4. Apakah ada dalil mengenai gerakan SHOLAT ????????????

5. apakah suatu keharusan salam harus menengok kanan kiri (ini juga pernah HABIB bahas tapi saya mohon dijelaskan kembali dengan dalilnya

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan TERIMA KASIH atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Semoga HABIB, Keluarga serta Seluruh umat MUHAMMAD SAW selalu dilimpahkan Keridhoan,Kesehatan, keberkahan, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya yang tidak ada batasannya AMin Ya Robbal’alamin.

Wassalamu’alikum wr.wb

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Terimakasih atas doa mas hamdan pada saya dan keluarga,

1. Apa arti sholat ????
Shalat secara bahasa adalah Doa dengan kebaikan
secara Syar?an adalah : Ucapan ucapan, gerakan gerakan tertentu yg diawali dengan Takbiratul ihram dan diakhiri dg salam. Mengenai gerakan gerakannya merupakan rukun shalat, bersandarkan pd Hadist hadits Shahih.

2. mengenai pendapat itu jelas jelas adalah pendapat mereka yg diluar Islam, karena shalat seperti itu (hanya doa) adalah shalat secara bahasa, bukan shalat dalam ajaran Nabi Muhammad saw, shalat Ummat Muhammad saw adalah shalat yg mengikuti beliau sebagaimana hadits hadits shahih yg bertebaran diseluruh kutubul hadits, dengan sandaran Hadits beliau saw ?Shalatlah sebagaimana kalian melihatku melakukan shalat?.

3. Apa arti dan maksud dari gerakan dalam sholat itu sendiri mohon dijelaskan satu persatu seperti gerakan :
* Takbiratul ihram
Takbiratul Ihram berasal dari dua kata : Takbir (ucapan Allahu Akbar) dan Ihram (pengharaman), ketika dua kalimat ini digabung maka bermakna : Ucapan takbir yg memulai pengharaman dari melakukan hal hal yg dilarang dalam shalat. Seperti makan, minum, berbicara kpd selain Allah dan Rasul saw dan hal hal yg diajarkan Rasul saw sebagai mubthilat (yg membatalkan) shalat.
* Bersedekap
Sedekap ini bukan merupakan rukun shalat, bila tak dikerjakan tak membatalkan shalat, yg merupakan rukun adalah berdiri dalam shalat wajib bagi yg mampu dan membaca Fatihah padanya.
* Ruku
Ruku secara bahasa adalah menunduk
Secara Syar?an adalah menundukkan badan hingga kedua telapak tanganna meraih/bersandar pada kedua lututnya, dan bahwa Ruku?nya Rasul saw itu tepat dalam posisi 90 derajat, hingga andai ditaruh sebuah gelas dipunggungnya niscaya tak tumpah, menunjukkan lurusnya posisi punggung beliau dalam 90 derajat
* I’tidal
Secara bahasa adalah tegak lurus
Secara syar?an adalah tegak berdiri kembali ke posisi semula sebelum ruku?nya.
* Sujud
Secara bahasa adalah merendahkan diri serendah rendahnya
Secara syar?an adalah meletakkan 7 anggota sujudnya pada bumi tempat ia melakukan shalat, yaitu kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua kaki, dan Dahinya, dengan mengangkat belakang tubuhnya lebih tinggi dari posisi dahinya, melambangkan kerendahan yg serendah rendahnya atas dahi.
* Duduk di antara dua sujud
Duduk antara dua sujud secara bahasa adalah duduk sebagaimana yg kita fahami, dan secara syar?an pun demikian, duduk dalam posisi apapun yg disebut duduk tetap sah shalatnya, misalnya bersila, tetap sah shalatnya, dan sunnah adalah duduk dengan Iftirash dengan menegakkan telapak kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri sebagaimana kita lihat orng yg melakukan duduk dalam shalat.
* Tahiyatul
Tahiyyah secara bahasa adalah kemuliaan, secara syar?an adalah Salam kepada Allah, sebagaimana para sahabat mengucapkan salam pada Rasul saw, salam pd sesama muslim, merekapun mengucapkan salam kepada Allah, maka Rasul saw bersabda : ?Jangan ucapkan salam pd Allah, karena Allah adalah Assalaam, tapi ucapkanlah Attahiyyatu lillah? (Syarh Baijuri Bab Shalat)
Mungkin yg anda maksud adalah Tasyahhud, secara bahasa adalah mengucapkan syahadat, secara syar?an adalah terbagi dua, Tasyahhud awwal dan Tasyahhud Akhir, tasyahhud awal adalah duduk setelah sujud kedua pd rakaat kedua, lalu membaca doa tasyahhud awal sebagaimana dijalankan oleh muslimin dan yg itu semua telah diajarkan oleh Rasul saw, demikian pula Tsyahhud Akhir, yaitu ucapan yg merupakan percakapan antara Allah dan Rasul saw di malam Mi?raj beliau, sebagaimana Rasul saw menceritakannya : aku bersujud dan berucap : ?Attahiyyatulmuba?dst.? Lalu Allah menjawab Assalaamu alaikua Ayyuhannabiyy??, lalu aku menjawab : Assalaamu alaina..?, maka percakapan ini dijadikan kewajiban utk selalu diucapkan oleh setiap ummatnya, karena saat itu lah diwajibkannya shalat, maka shalat menyimpan rahasia kemuliaan Mi?raj beliau saw kepada Allah swt.
* Menunjukkan jari ketika sedang tahiyat
Merupakan Ittiba? lirrasul saw (berpanut pd perbuatan Rasul saw)
* Salam
Salam adalah ucapan dari rukun shalat yg terakhir dg niat selesai dari shalat, ucapan salam yg pertama merupakan rukun shalat, dan salam yg kedua adalah sunnah, mengenai kpd siapa ucapan tersebut memang banyak khilaf, namun bukan itu daripada tujuan utama mengucapkan salam, karena tujuan utama dari salam dan seluruh gerakan shalat adalah Ittiba? lirrasul saw dengan landasan perintah Allah swt dengan puluhan ayat pd Al Qur?anulkarim yg memerintahkan kita taat kepada Rasul saw, dan mengikuti perintah beliau saw

4. Apakah ada dalil mengenai gerakan SHOLAT ????????????
Dalil mengenai gerakan shalat dapat anda rujuk ratusan hadits pada Shahih Bukhari, Muslim dan seluruh buku buku Hadits Bab Shalat, bagaimana dijelaskan sujud beliau saw, ruku beliau saw, perintah beliau untuk meratakan shaf, mengeraskan suara pada bacaan fatihah dan surat di shalat magrib, isya dan subuh, dan seluruh rukun shalat berlandaskan hadits shahih.

5. apakah suatu keharusan salam harus menengok kanan kiri
menengok ke kanan dan kiri hukumnya sunnah dan merupakan Ittiba? birrasul saw (Syarh Busyralkariim Bab Sunanusshalat hal 183)

mengenai hikmah dari setiap gerakan gerakan shalat saya tak mungkin menuliskannya disini mengingat waktu yg sempit, namun satu hal yg harus kita pegang adalah setiap gerakan shalat, juga haji, puasa, zakat dlsb mengandung hikmah hikmah luhur, namun bukan kewajiban kita untuk mengetahuinya, namun kewajiban kita adalah mengamalkannya, karena kita akan terjebak oleh hukum akal bila selalu menghendaki jawaban dari maksud setiap Ajaran Rasul saw, ya bila kita menemukan jawabannya, bila tidak?, apakah lalu kita menolak mengamalkannya?, maka dengan itu kita menyembah akal karena hanya taat pd hal yg diterima akal, alangkah sempitnya akal dan segala isinya yg hanya sekepalan tangan ini untuk memahami hikmah ilahiah, yg ada sebelum akal ada.

Pertanyaan ?mengapa?, merupakan pertanyaan berbahaya bila terus diikuti, karena puncaknya akan menjurus pd Allah swt dan syak wasangka pd Allah swt, mengapa Allah memerintahkan ini dan itu?, mengapa tidak seperti ini?,

maka tanpa kita sadari kita terjebak pemahaman untuk merubah diri kita sebagai Pencipta, dan Allah menjadi Hamba, karena kita ingin Allah taat pada keinginan kita, dan berbuat menurut kehendak kita, dan agar tidak berbuat terkecuali hal yg kita fahami, dan membatasi kehendak Nya untuk berbuat dengan hal yg bertentangan dengan akal kita.

Wallahu a?lam
sumber :
? Syarh Busyralkariim Imam As Syeikh Abdullah Abdurrahman Ba Fadhl
? Syarh Imam Baijuri
? Yaqutunnafiis ala madzhab Ibn Idris As Syafii
? Bulughul Maraam Al Imam Ibn Hajar

terimakasih atas doa anda, dan mohon maaf saya meringkas jawaban saya seringkas mungkin mengingat masih banyaknya pertanyaan yg harus saya jawab. Semoga Allah melimpahkan segala anugerah Nya kepada anda dan keluarga, amiin

Wassalamu’alikum wr.wb

 

  1. 4.     Wudhu & Imam 

Assalam Mualaikum Wr Wb
Ahlan Wasahlan Ya Habibana Munzir Bin Fuad Bin Abdurahman Almusawa
Semoga Habib Dlm Keadaan Sehat Wal Afiah & tidak kekurangan suatu apapun
sehingga Habib dapat menegakkan bendera & panji panji DATUKnya Sayyidina Wa
Habibina Wa Maulana MUHAMMADIN SAW Wa Barik Ali Waa”alih.
Ya Habib Afwan karena ana selalu banyak bertanya, semoga Habib tidak marah & tidak
bosan untuk menjawab pertanyaan ana.Habib,ana mau tanya masalah Wudhu & lain2

1.Setelah selesai Wudhu kadang mulut kita mengeluarkan darah,apakah wudhu kita itu
sah atau kita harus berwudhu kembali atau hanya berkumur saja ?

2.Bila kita Imam & makmumnya istri kita apakah itu bisa disebut sholat berjamaah &
berapakah jarak yg afdol untuk istri atau wanita yg menjadi makmum & posisi
menjadi makmunnya dimana ?

3.Kapan Haulnya Habib Abubakar Bin Salim Ainat diadakan di Cidodol & setiap tgl
berapa diadakan setiap tahunnya ?

Ya Habibana Munzir Bin Fuad Bin Abdurahman Almusawa,ana mohan maaf yg
sebesar2nya atas pertanyaan ini,atas jawabannya ana ucapkan Jazakumullah Khairon
Katsir.
Assalam Mualaikum Wr Wb

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
Marhaban Bikum atas munajat dan doa antum, semoga Allah swt terus membanjiri antum dengan Rahmat dan Keluasan dhahir dan bathin beserta keluarga, mengabulkan segala hajat antum dan menyelesaikan segala permasalahan antum, amin

1. Darah yg keluar dari Gusi tidak membatalkan wudhu, walau banyak sekalipun, karena yg membatalkan wudhu hanya empat macam saja, yaitu :
? sesuatu yg keluar dari qubul dan dubur, apakah berupa darah, cairan atau apapun selain air mani
? bersentuhan antara kulit lelaki dan wanita yg keduanya telah baligh, tanpa penghalang, selain gigi dan rambut
? menyentuh Qubul atau dubur manusia (tidak termasuk hewan) dengan telapak tangan terbuka (hanya telapak tangan)
? Tidur atau pingsan atau tak sadarkan diri, terkecuali tidur yg dalam posisi duduk.
Selain empat hal diatas maka tidak membatalkan wudhu, dan bila terkena najis maka wajib membasuhnya, dan wudhunya tetap sah.
Mengenai darah yg keluar dari gusi hukumnya ma?fu anhu (dimaafkan) tak perlu dibasuh terkecuali bila banyak.

2. shalat bersama istri termasuk shalat berjamaah, istri/wanita yg bermakmum pd suami/lelaki dalam shalat berjamaah jaraknya pada shaf kedua, bukan sebagaimana bila kita berjamaah dua orang, maka makmum harus maju setengah shaf di kanan Imam, namun untuk wanita/istri, shafnya tetap di jajaran shaf kedua, di posisi kanan.

3.Mengenai perayaan haul ini, memang tak ada jadwal tetapnya, yg jelas undangan dari fihak Al Habib Muhsin bin Idrus Alhamid mengundang kedatangan Guru Mulia Al Allamah Alhabib Umar bin Hafidh dari Tarim Yaman untuk menghadiri haul, maka jadwal dipasrahkan kepada beliau, yg jelas memang selalu diadakan di bulan Muharram, pada hari ahad.
Mengenai tanggal tepatnya, hingga kini kita masih menanti jawaban beliau dari Yaman karena disesuaikan dengan jadwal beliau, Insya Allah bila sudah ada kabar jadwal tepatnya, akan saya tampilkan di halaman depan ?Home? website ini.

Begitu wahai saudaraku yg mulia, dan saya mohon kalau jawaban saya sering terlambat, sebab kesibukan yg demikian padat, dan jangan bosan bertanya, terimakasih atas kunjungan dan partisipasi antum di forum ini

wassalam

 

  1. 5.     hukum mengusap muka saat shalat 

Assalamu’alaikum Wr.WB

habieb yang dirahmati Allah SWT.

bagaimana hukumnya :
1, mengusap muka setelah shalat apakah diperbolehkan. karena ana baca buku hal-hal yang bid’ah dalam shalat dan juga mendengar dari seorang pengajar di masjid di kantor ana bahwa itu adalah bid’ah yg tidak diajarkan oleh rasulullah. dan kalau pun diajarkan oleh rasulullah tentunya para sahabat sdh melakukannya. (kata pengajar tadi) mohon penjelasan habieb munzir.
2. saat tahiyatul banyak sekali yang menggerakan jari telunjuk habieb.? apakah itu tidak membatalkan shalat ? karena mengerakan jari-jarinya lebih dari tiga kali seperti yang saya ketahui itu membatalkan shalat, kalau tidak membatalkan seperti apa habieb gerakan yang membatalkan shalat itu? dan mana yang lebih kuat dalilnya menggerakan jari telunjuk selama tahiyat atau tidak menggerakan jari telunjuk. (maksud menggerakannya adalah terus menerus). mohon dijelaskan habieb.
3. Saat berwudhu ada yang mempermasalahkan kalau saat memulai tidak boleh baca doa mau wudhu. cukup bismillah (tidak boleh dilenkapkan dan ditambahkan) karena kalau dilengkapkan dan ditambahkan tentunya itu menambah-nambah ajaran yang telah sempurna dari nabi kita. itu bagaimana yah habieb mohon dijelaskan juga
4. Apakah kita boleh menggunakan dalil-dalil yang tidak kuat atau dhoif maupun maudhu sebagai hujjah.?.
karena hal-hal tersebut diatas tentunya sangat menggangu sekali hati saya ini , sebab pengetahuan agama saya masih sangat minim dan ana mencoba terus bertanya kepada habieb setiap permasalahan yang saya temukan ditempat saya bekerja. mohon habieb munzir yang dimulaikan Allah SWT kiranya bisa menjelaskan semuanya itu apakah memang benar yang dikatakan pengajar itu.

Syukron kastiran.

Wasalamu’alaikum Wr.WB

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

1. Hadits shahih Dari Ibn Sunni Riwayat Anas ra, bahwa Rasul saw bila selesai dari shalat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya, lalu berkata : ?Asyhadu an Laa ilaah illallahu Arrahmaanurrahiim, Allahumma Idzhib ?anniy alhammu walhazn?. (Al Adzkar Imam Nawawi hal.69)

2. Menunjukkan jari telunjuk saat tahiyyat merupakan sunnah Rasul saw, demikian diriwayatkan dalam shahih Muslim, lalu dijelaskan bahwa khilaf antara empat Imam
Madzhab mengenai caranya sbg br :
? Menurut Imam Malik, jari telunjuk digerakkan kekiri dan kekanan.
? Menurut Imam Syafii jari telunjuk menunjuk saat ucapan ILLALLAH, dan tidak menggerak2kannya
? Menurut Imam Hanafi mengangkat jari telunjuk saat ucapan LAA ILAAHA, lalu menjatuhkannya sejajar lurus saat ucapan ILLALLAH
? Menurut Imam Hanbali bahwa telunjuk menunjuk setiap mengucapkan lafadz Allah. (Syarh Ibanatul Ahkam ? hal 435/436)

Kedua riwayat, yaitu menggerak2kan jari telunjuk dan tak menggerak2kannya merupakan kabar yg shahih menurut Imam Baihaqi, namun tidak menggerak2kannya merupakan hal yg lebih mantap utk khusyu. (Syarh Imam Al Baijuri ? Ahkam shalat hal 255).
Menggerakkan jari jari tidak membatalkan shalat, demikian ittifaq 4 madzhab.

yg membatalkan adalah menggerakkan tangan, kaki, kepala, siku, lutut dll (selain jari jari) dengan tiga kali gerakan yg berturut turut. Dan tidak membatalkan bila tidak berturut turut.dan tidak membatalkan shalat bila gerakan itu untuk ibadah, misalnya emengambil alqur?an, atau menyingkirkan anak kecil, atau binatang buas, dlsb dari gerakan gerakan yg darurat. (Syarh Imam Al Baijuri hal 256)

3. Riwayat Imam Nasa?I dan Imam Ibn Sunni dalam kitab Amalal yaum wallailah dengan sanad shahih, dari Abu Musa Al Asy?ari ra berkata : aku membawakan air wudhu kepada Rasul saw, lalu beliau saw berwudhu dan kudengar beliau saw berdoa:??
Imam Ibn Sunni berpendapat bahwa ini adalah doa beliau saw ditengah tengah wudhu nya (bukan sebelum atau sesudah), namun Imam Nasa?I berpendapat bahwa ini adalah doa setelah wudhu.
Para Imam Imam Muhadditsin ber ittifaq bahwa doa ditengah tengah wudhu merupakan hal yg sunnah. Dan tak ada satupun dari mereka yg melarangnya, kecuali Madzhab sempalan abad ke 20 yg mengingkarinya dan melarang tanpa dalil.
kalau mereka mampu silahkan munculkan satu hadits shahih atau bahkan dha?if sekalipun, yg melarang doa saat berwudhu?

4. saran saya, anda tak usah terlalu was was dengan pertanyaan mereka, berbuat hal dengan mengada ada tanpa dalil, selama itu baik, maka itu sunnah dan diperbolehkan Rasul saw sebagaimana Hadits beliau saw : ?Barangsiapa yg membuat buat didalam islam suatu bimbingan/ajaran yg baik, lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya pahalanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah pahalanya dikurangi sedikitpun, dan barangsiapa yg membuat buat didalam islam, suatu bimbingan/ajaran yg buruk, dan lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya dosanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah dosanya dikurangi sedikitpun?. (Shahih Muslim no.1017)

wallahu a’lam

 

  1. 6.     syarat takbiratul ihrom…..?????? 

asalamualaikum wr wb ……….
salam sejahtera. bib ana mau tanya apakah syarat takbiratul ihrom…???? terima kasih atas jawabannya.

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

Syarat sah nya takbiratul ihram ada 16 :
1. Berdiri pada shalat Fardu bila mampu. (tidak wajib berdiri pada shalat sunnah, boleh saja duduk, dan sah, dan baginya setengah pahala yg berdiri). Tidak wajib berdiri bila tak mampu seperti sakit yg parah.

2. Diucapkan dengan Bahasa Arab (kalimat : ALLAHU AKBAR)

3. Diucapkan dengan Lafadh Jalaalah (ALLAH) dan lafadh AKBAR, (bila ia mengucapkan : ARRAHMANU AKBAR, maka tak sah).

4. Diucapkan dengan lafadh AKBAR ( bila ia ucapkan ALLAHU A?DHAM maka tidak sah).

5. Berurutan dalam dua lafadh tersebut (bila ia berucap AKBARU ALLAH, maka tak sah).

6. Tidak memanjangkan hamzah pada Lafadh Jalalah, bila ia memanjangkannya maka tak sah (contohnya : AAAAALLAHU AKBAR, terkecuali memanjangkan huruf Laam, maka tak mengapa, contohnya : ALLAAAAAHU AKBAR).

7. Tidak memanjangkan huruf Baa pada kalimat Akbar (ALLAHU AKBAAAAR), bila ia memanjangkannya maka tidak sah.

8. Tidak mentasydidkan huruf Baa pada kalimat Akbar (ALLAHU AKBBBBAR).

9. Tidak menambahkan huruf Waaw antara dua lafadh (bila ia mengatakan ALLAHUWAKBAR, maka tidak sah)

10. Tidak menambahkan Waaw sebelum kalimat Jalaalah (WALLAHU AKBAR)

11. Tidak memutus antara dua kalimat (ALLAHU?????.AKBAR), terkecuali dengan maksud bernafas/tanpa sengaja.

12. Sedikit mengeraskan suara takbirnya hingga ia mendengar suara takbirnya sendiri. (bila ia tak mendengar takbirnya sendiri maka tak sah, bila ia seorang Tuna Rungu, atau sakit telinga hingga tak mendengar suaranya, maka ia mengeraskan suara sekiranya sebagaimana suara orang secara umum mendengar takbir mereka sendiri).

13. Masuk waktu bila shalat yg terikat waktu. (tidak sah takbiratul ihramnya bila ia niat shalat dhuhur misalnya, lalu ia ber takbiratul ihram sebelum masuk waktu dhuhur, dan atau shalat shalat sunnat yg terikat waktu, misalnya shalat dhuha, atau qabliyah dll.)

14. Melakukannya (Takbiratul ihram) sedang ia dalam keadaan menghadap Kiblat.

15. Tidak meninggalkan/menghilangkan satu hurufpun dalam ucapan takbiratul ihramnya. (dimaafkan bila ia orang yg jahil dan tak/belum memahami cara cara shalat yg benar)

16. Tidak mendahului atau menyamai takbiratul ihram imam (bila ia mendahului atau sebagiannya menyamai/bersamaan dg Imam, maka tak sah.
Demikian syarat Takbiratul ihram.
Sumber (Kitab Naylurraja, Bisyarah Safinatunnaja hal.83). dan masih banyak pendapat lain namun tidak jauh berbeda sebagaimana dalam Kitab Busyralkarim hal 143-144)

demikian saudaraku.

wassalam

 

  1. 7.     Larangan Wanita yang sedang HAID

Assalamu`alaikum wr.wb

Ayahanda yang saya cintai, Semoga ALLAH SWT selalu memberikan ni`mat sehat kpd ayahanda. Amin……………
Ayahanda saya ingin menanyakan perihal larangan -larangan apa saja yang tidak boleh dikerjakan oleh wanita yang sedang dalam keadaan HAID?
Saya baca dalam kitab SAFIINATUN NAJAAH yang disusun oleh SALIM BIN SMIR AL-HADLROMI bahwasanya wanita yang sedang HAID itu haram melakukan atas 10 perkara, ysitu :
Shalat, Tawaf, Menyentuh Qur`an, Membawa Qur`an, Berdiam di Mesjid, Membaca Qur`an, Puasa, Talak, Lewat di dalam mesjid (takut mengotori mesjid) dan Menikmati bagian tubuh antara pusar dan lutut.
Ayahanda yang tercinta saya masih bimbang dengan larangan berdiam diri di dalam mesjid, Sebenarnya apa boleh kita masuk mesjid dalam keadaan HAID walaupun hanya di halaman atau di samping mesjid atau tempat ta`limnya? Apa boleh kita mengikuti Majelis seperti Majelis Rasulullah SAW?
Bagaimana dengan pendapat yang mengatakan ” Jangankan Masuk mesjid, melewati mesjid saja tidak boleh” Tolong bantu saya ayahanda, karena masih banyak teman-teman saya yang melakukan itu.
Jazakillah Khairan Katsir…………………….
Wassalamu`alaikum wr.wb.

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Allah melimpahkan atas anda cahaya ketenangan dan kesejukan sanubari

mengenai hukum wanita yg sedang haid memang tidak diperkenankan untuk masuk ke masjid,lewat diperbolehkan, tidak dilarang, tapi dg syarat aman dari kemungkinannya tercecer bagian haid hingga mengotori masjid, hal ini hampir mustahil terjadi karena kini sudah ada pengaman untuk haidh.

namun untuk hadir di majelis Almunawar, maka itu diperbolehkan, karena saya telah mengutus beberapa kordinator untuk menghadap para tokoh masjid, dan mereka mengatakan bahwa bangunan yg digunakan untuk Nisa (wanita) itu memang dibangun untuk madrasah khusus kaum wanita, maka bukan termasuk masjid, segalanya terpisah, bahkan listriknya pun terpisah, maka diperbolehkan saja wanita haid memasukinya,

walau melewati halaman masjid, namun sebagaimana saya jelaskan, bahwa lewat hanya dilarang bila ada kemungkinan mengotori masjid.

maaf atas keterlambatan, tertimakasih atas perhatian anda, semoga sehat selalu,

wassalam

 

Menyimak Khutbah Jum’at dll

  1. 1.      Sholat berjamaah di perahu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Semoga habib sekeluarga dan seluruh jama’ah MR selalu di rahmati Allah swt
1. Bagaimana doa iftitah yg biasa habib baca?

2. Apakah membaca doa iftitah dan doa yg lainnya selain surat al qur’an memakai tajwid? Contohnya pada iftitah, pada bagian Wa subhanallahi bukratan wa ashiila atau wa subhanallahi bukrataw wa ashiila? atau pada tasyahud asyhadu an la ilaha illalah atau asyhadu al la ilaha illallah?

 

3. Sampai manakah akhir bacaan tasyahud awal? Apakah menggunakan kata sayyidina?
4. Bila makmum masbuk pada saat imam tahiyyat akhir, maka makmum membaca tahiyyat awal atau tahiyyat akhir?

 

5. Dalam buku shalat seperti nabi yg saya beli di kios nabawi, shalat di perahu bila arah perahu berubah sehingga wajah tidak lagi menghadap kiblat, maka wajib kembali menghadap kiblat. Tapi bila merubah posisi dalam berjamaah, maka nantinya posisi makmum tidak di belakang imam dong, bib? Mungkin bisa di samping atau mungkin malah didepan imam jika perahu berbalik 180 derajat?
6. Mana hadits yg benar tentang sabda nabi saw: aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka yaitu kitab Allah dan ahli baitku atau kitab Allah dan sunnah ku?
7. Apakah humkumnya shalat pake sandal atau kaos kaki?
8. Rasul saw kalo motong kuku pake apa, bib? apakah sunnah digigit?
9. Apa judul buku sudais yg mendhoifkan shahih bukhari?
10. Dimana saya bisa mendapatkan buku2 guru mulia habib umar bin hafidh seperti Dhakhira Musyarofah, Muhtar Ahadits, Nurul Iman, Durul Asas & Tsaghafatul Khatib?
11. Apakah semua qasidah dalam buku maulid dhiya’ullami’ adalah buatan guru mulia Habib Umar bin Hafidh?

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. banyak doa iftitah yg teriwayatkan, namun saya pribadi membaca yg paling singkat, Allahu Akbar kabiira, walhamdulillahi katsiira, wasubhanallahi bukratan wa ashiila.
ini adalah doa iftitah yg tersingkat.
2. tidak disunnahkan memakai tajwid selain dalam membaca Alqur’an, dan hal itu adalah penyempurna saja, karena ilmu tajwid tidak diajarkan dimasa Rasul saw, maka tajwid hanya dipakai dalam membaca Alqur’an, dalam shalat atau diluar shalat, dan diluar itu tidak digunakan tajwid yaitu dalam doa dan lainnya, namun menggunakannya pun tak ada larangannya, namun hal itu asing, dan sebagian ulama kurang menyukainya karena menyamakan dg bacaan Alqur’an, dan tentunya bacaan Alqur’an layaknya dibaca lebih indah yaitu dg tajwid
3. ikhtilaf ulama banyak dalam hal ini, demikian pula dalam ucapan sayyidina, namun kesemuanya mempunyai dalil yg bisa dipertangggungjawabkan, dan kita dan guru guru besar dalam madzhab syafii kita mengakhiri tahsyahud awal pd kata shalawat pada Sayyidina Muhammad, tanpa membaca wa ala ali sayyidina Muhammad dst

mengenai kata “sayyidina” maka tidak ada satu imam pun yg melarangnya, namun ada yg memakainya dan ada yg tidak, namun melarangnya adalah dosa besar karena mengingkari nabi sebagai pemimpin tunggal seluruh manusia.
4. tahiyat akhir

 

5.setidaknya hal itu jarang terjadi, dan layaknya jika kapal besar, nakoda tak menggeser posisi kapalnya saat shalat kecuali darurat, namun jikapun terjadi arah jauh berubah atau sampai 180 derajat maka imam niat mufaraqah, dan makmum terbelakang yg berubah menjadi terdepan maju satu orang untuk menjadi imam, alu imam yg ada dipaling belakang menjadi masbuk, hal itu jika langkah imam akan lama, jika hanya satu dua shaf, maka imam melangkah selangkah demi selangkah membelah shaf, dg langkah yg terpisah dg jeda waktu beberapa detik.
6. keduanya hadits
7. boleh dalam seluruh madzhab
8. yg disunnahkan adalah memotong kuku, jika dg menggiitnya maka mubah karena nabi saw tak melakukannya, dimasa itu sudah ada pemotong kuku tentunya modelnya bukan seperti masa kini tapi sangat sederhana, mirip dg gunting
9. saya pernah membacanya dan bukan pada satu buku, tapi banyak ucapannya di internet, di surat kabar, dan dibuku buku, jika anda mengerti bahasa arab anda bisa membuka face book2 wahabi dan menyaksikan tanya jawab dg beliau yg banyak sekali mendhoifkan dan menyudutkan imam bukhari dan seluruh imam ahlussunnah waljamaah.

ia banyak mengkiritk shahih Bukhari dan Shahih Muslim, banyak lagi dan saya tak mampu menampilkan kesemuanya, namun diantaranya adalah pada fileh arsyil multaqa ahlul hadits, dan ia berbahasa arab tentunya.
10. jika anda di jawa timur anda bisa menghubungi hb Jamal Baagil yg ma’hadnya di wilayah Malang 0818592903, jika anda diwilayah jawa timur yg dekat dg situbondo atau probolinggo, anda bisa menghubungi hb hasan bin ismail Almuhdhor di 08123496453, jika anda di jakarta anda bisa menghubungi hb ahmad jindan di 08121018257.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Membaca fatihah bagi Imam

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Semoga habib sekeluarga dan seluruh jama’ah MR selalu di rahmati Allah swt
1. Dalam shalat rida’ di taro di pundak atau di tempat sujud?
2. Membaca ta’awudz dalam shalat hanya pada fatihah atau surat yg lainnya juga? Apakah dibaca stiap rakaat?
3. Apakah setelah membaca amin imam perlu menunggu makmum membaca fatihah?
4. Apakah makmum perlu mempercepat bacaan fatihahnya atau biasa aja?
5. Kalo imam salah dalam bacaan ketika makmum sedang membaca surat Al-fatihah bagaimana?
6. Apakah menunggu makmum imam selesai membaca Allahuakbar/samiallahulimanhamidah? Atau bergerak bersamaan dengan bacaan takbir imam?
7. Bagaimana tangan kanan saat tasyahud? Apakah di kepal dari awal seperti angka 53?
8. Bagaimanakah salam dalam shalat yang benar, apakah jika imam salam ke kanan kita juga salam ke kanan, atau menunggu imam salam ke kiri baru kita salam ke kanan?
9. Kan sebagian besar ulama tidak mengesahkan tahiyyatul musholla, lalu apakah kita tidak perlu tahiyyat bila di musholla?
10. Apa hukumnya menjawab salam dari non muslim? Bagaimana cara menjawabnya?

11. Mohon habib mengijazahkan penggunaan gamis, rida’, imamah, siwak & sunnah rasul lainnya. Tapi saya merasa belum pantas menggunakan imamah.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)

1. ditaruh ditempat sujud, demi tidak mengganggu gerak gerik shalat, namun jika ditaruh dipundakpun tak ada larangannya
2. ta’awwudz hanya dibaca di awal fatihah dg suara pelahan, dan dalam madzhab syafii tidak membacanya pada surat lain setelah fatihah dalam shalat. dan memang ta’awwudz disunnahkan dibaca setiap akan mulai membaca alqur’an, dan fatihah dengan surah hanya berjeda waktu yg sedikit dan tak ada ucaoan ditengah tengahnya, sebagaimana disunnahkan jika berhenti membaca alqqur’an karena berbicara dg orang lain, maka disunnahkan memulainya dg ya’awwudz tanpa basmalah kecuali di awal surat.
3. betul saudraku, demikian dalam seluruh madzhab dan demikian yg diakukan Rasul saw, namun jeda waktunya walau sebentar..
4, jika imamnya lambat memberi waktu maka makmum bisa membaca dg santai
5. pembahasan ini sudah sering saya jawab dan admin II akan membantu anda menampilkannya
6. bergeraklah setelah imam berhenti demikian yg disunnahkan

 

7, demikian dalam madzhab syafii

 

8. menanti imam selesai salam kekiri baru kita salam kekanan.
9. mereka yg tidak mengesahkannya namun tidak melarangnya. karena ikhtilaf ulama dalam hal ini sebagian mengatakan tetap mendapat pahala, bagaimana shalat sunnah yg merupakan ibadah bisa dikatakan tidak dapat pahala selama tak ada larangannnya,.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses

10. cara menjawabnya adalah dengan mendoakan hidayah untuk mereka dan kesuksesan duniawi, demikian belasan hadits shahih yg mendukung hal ini
11. seluruh sunnah Nabi saw tak perlu ujazah pada hakekatnya, karena sudah ijazah langsung dari Rasul saw, namun demi memperkuat hubungan ruh kita maka diadakanlah ijazah,
saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin
dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. Makmum maju menjadi imam…

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Habibana Mundzir yang kami cintai dan muliakan, semoga selalu dalam naungan lindungan dan rahmat Allah SWT . Semoga Habibana juga diberikan kesehatan dan umur yang panjang sehingga Habibana dapat terus memimpin dakwah Majelis Rasulullah . Amin
1. Jika Habibana berkenan ana dan keluarga mohon diberikan ijasah dari Habibana agar lebih mantap pada saat zikir, wirid, ratib, atau ibadah lainnya. Mohon juga Do’anya agar ana yang lemah ini diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah baik yang wajib maupun sunnah
2. Bib pada saat masih kuliah di bandung ana sering sholat berjamaah di mesjid UNPAD Bandung. Pada saat imam telah selesai sholat, maka diantara ma’mum yang masbuk biasanya ada yang maju untuk menjadi Imam bagi ma’mum yang masbuq lainnya.Kadang setelah imam tesebut selesai sholat maka akan ada lagi yang maju sebagai imam untuk para jamaah masbuq setelahnya. Adakah hal tersebut pernah dicontohkan oleh Rasulullah bib?
Demikain Bib Permohonan dan pertanyaan dari ana, seperti mimpi rasanya mendapat kesempatan yang mulia ini.

Wassalamualaykum Wr. Wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1. saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin
Semoga Allah swt meluhurkan setiap nafas anda dg cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing untuk mudah mencapai tangga tangga keluhuran istiqamah, dan wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul istiqamah
2. ikhtilaf ulama dalam hal itu, namun pendapat yg lebih kuat adalah membuat jamaah baru agar kesemuanya tak kehilangan takbiratul ihram bersama imam.

mengenai masbuq jumat ia jika hanya mendapat 1 rakaat maka ia meneruskannya menjadi shalat dhuhur.
demikian yg sesudahnya.

 

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 4.      Menyimak Khutbah Jum’at

Asalamualaikurm wr wb,

Sebelumnya saya mengucapkan selamat hari kelahiran kpd Habibana Munzir, semoga Habibana bisa terus membimbing kami dalam keluhuran. Amiin

Mohon maaf menggangu Habibbana dengan pertanyaan hamba :

 

1. ketika khotib jumat sedang khutbah, apakah kita boleh menyimak nya sambil berdzikir ?
2. dosa ke sesama manusia tdk akan Allah maafkan kalau bukan manusia tsb yg maafkan, apakah itu artinya bila A (si pendosa besar yg semua dosa pernah dilakukannya) menzolimi si B, maka A tdk akan bisa ke surga bila si B tdk memaafkannya walau ketika wafat si A taubat dgn tetap mengesakan Allah ?

3. Salah satu dosa besar adalah menuduh seseorang berzina, terkadang hati ini sangat kotor sehingga menuduh orang lain spt itu, bgmana cara tobat dari dosa tsb walopun dilakukan dari dalam hati (menuduh zina namun dari dalam hati) ?
4. Berkenankah Habib ijazahkan shalawat yg Habibana cintai kepada saya
Mohon maaf atas segala pertanyaan bodoh saya.

Wassalamualaikum wr wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
saudaraku tercinta, beribu maaf saya sungguh telah menjawab pertnyaan anda, dan sudah terkirim, namun mungkin karena kemarin web kita terkena gangguan maka mungki jawaban saya terhapus, akan saya ulangi insya Allah,
1. boleh saudaraku, karena dzikir tidak dilarang kapanpun bahkan disunnahkan kapanpun mengingat Allah, namun baiknya tidak dilafadzkan, dan menyimak khutbah, maka menyimak khutbah sambil mengingat Allah afdhal
2. berusahalah meminta maaf pada orang yg telah kita dholimi atau kita punya dosa padanya, karena Allah tak mau memaafkan dosa antara hamba Nya, namun bisa saja jika hamba Nya dicintai Allah, Allah akan membelanya dihari kiamat dg menawarkan pengampunan bagi penuntut dosa, demi hamba yg dicintai Nya selamat.
3. menuduh zina dalam hati tidak terkena hukum pidana syariah dan tidak sebesar dosa orang yg menuduh dg membukanya pada orang lain, namun hal itu termasuk pada sangka buruk dan ia merupakan dosa yg layak disucikan, ingatlah barangkali kita pernah berbuat dosa yg lebih besar darinya, namun tak diketahui orang, atau mungkin Allah sudah mengampuni dosanya dan belum mengampuni dosa kita yg jauh lebih kecil, dan obati sangka buruk itu dg mendoakan si pendosa agar dilimpahi hidayah dan pengampunan, maka anda mendapat pahala dan bebas dari sangka buruk
4. saya ijazahkan pada anda shalawat yg paling saya cintai, yg diajarkan langsung oleh Rasul saw pada saya dalam mimpi, yaitu : ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD, WA AALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM

anda boleh membacanya kapan saja dan berapa saja tanpa batas waktu dan jumlah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Rokaat Shalat Istikhoroh dan hajat

assalamualaikum
mengenai qodho sholat, jika ktika wktu dulu2 prnh mninggalkan sholat, kmudian diqodho, ana mhon penjelasan mengenai rukun2nya, syaratnya, mhon penjelasanya

 

bib, klo hb ali aljufri dr yaman, blum prnah ke indonesia, mengapa ? nanti hb umar dtg, pakah dia ikut ?

arti syafaat secara luas, bagaimana ?

klo sholat ISTIKAROH SM HAJAT, BRAPA RAKAAT PALING SDIKIT & PLING BNYAK ? KAPN SAJA WKTU UNTK MENGERJAKANYA & KAPAN JUGA WKTU AFDOLNYA ?

suqran….

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

1. mengenaiu qadha shalat yg lalu maka sama rukun dan syaratnta, cuma jika shalat yg siang akan di qadha malam maka suaranya agak dikeraskan seperti shalat yg dilakukan malam, misalnya shalat qadha dhuhur di waktu isya, maka dilakukan seperti shalat Isya, demikian sebaliknya, shalat magrib ingin di qadha diwaktu siang maka suaranya sirran seperti shalat dhuhur dan asar, namun tetap 3 rakaat.

jika anda ingin meng qadha shalat yg dilakukan dalam safar saat itu misalnya, lalu and akan mengqadha nya diwaktu anda sudah tidak safar lagi, maka tidak boleh jamak dan qshar, karena anda sudah tidak safar, sebaliknya jika anda shalat yg dilakukan ditempat yg dirumah atau tempat yg anda tidak jamak atau qashar, tapi and akan mengqadhanya ditempat yg anda sedang dalam perjalanan, maka boleh di jamak tanpa qashar., dan boleh di qashar jika perjalanan melenbihi 82km, walau saat anda meninggalkan shalat itu anda bukan dalam perjalanan jamak atau qashar atau jamak qashar.

perlu diketahui, jamak adalah memadukan shalat dhuhur dg asar di waktu dhuhur, atau diwaktu asar, dan memadukan shalat magrib dan isya diwaktu magrib atau diwaktu isya.
jika perjalanan anda niat melebihi 82km maka boleh qashar yaitu yg 4 rakaat dijadikan 2 rakaat. misalnya anda dari bandung, ingin ke jakarta, walau belum sampai bandung sudah boleh jamak dan qashar, walau belum mencapai 82km karena niat sudah menutupinya,
dan perlu diketaui bahwa qashar tak mesti jamak, misalnya anda dari jakarta akan ke bandung, anda sudah shalat dhuhur di bandung, dalam perjalanan ada perhentian dan sudah masuk waktu asar, anda boleh shalat asar dua rakaat (qashar) tanpa harus mengulanginya lagi.
2. Alhabib Ali Jufri ditugaskan untuk dakwah dibagian lain yaitu timur ytengah dan negara barat, untuk kali ini dari nama nama yg sampai pd saya tak tercantum nama beliau akan datang bersama Guru Mulia
3. Syafaat adalah pertolongan, itulah makna secara luasnya, secara ringkasnya adalah pertologan dari Rasul saw dan amal shalih untuk pendosa, berupa selamat dari neraka, selamat dari siksa kbur, selamat dari musibah dunia, dan terangkat lebih tinggi derajatnya di sorga, ada yg mendapatkan salah satunya, ada yg sebagiannya,a, ada yg kesemuanya, semoga kita mendapat kesemuanya, amiin.
4. 2 rakaat saudaraku, demikian dalam shahih Bukhari dan lainnya, dan saya tak menemukan riwayat yg lebih dari itu

waktu yg terbaik di sepertoga malam terakhir, dan boleh diwaktu lain kecuali waktu yg ada larangan shalat sunnah padanya
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      Sholat Subuh berjamaah tanpa Qunut

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam rindu untuk Habib Munzir yang saya cintai, Smoga Allah selalu merahmati habib dan keluarga.

Habib, suatu hari saya menginap dirumah teman di waktu subuh kami sholat berjamaah di masjid bersama orang2 kampung, mereka tidak membaca doa qunut. apa yang seharusnya saya lakukan bib? apabila kejadian tersebut terulang kembali.

mohon maaf bila saya salah kata. terima kasih habib.

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
saudaraku tercinta dalam mazhab kita yaitu madhab syafii Qunut bukan rukun shalat, maka tak membacanya bila shalat sendiri, bermakmum atau menjadi imam, tidak membatalkan shalat, namun sunnah jika shalat sendiri atau menjadi imam untuk sujud sahwi jika disebabkan lupa, namun jika disengaja maka tetap sah shalatnya.

namun tentunya anda sedang berkunjung ke tempat teman, jika untuk seterusnya sebaiknya carilah imam yg berqunut agar sesuai dg nmadzhab kita.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

  1. 7.      Cara Mandi Wajib

Assalamu’alaikuum, Habibana yg saya muliakan,

ada beberapa masalah fiqh yg saya kurang paham Bib, mohon bantuannya….
1. Habib, bagaimana hukumnya bila seseorang tidak sengaja salah atau terputus nafasnya dlm membaca surah Al-Fatihah ketika sholat?

Apakah dimaafkan karena tdk sengaja, atau mengulangi ayatnya dr awal, ataukah batal sholatnya..?

Bagaimana bila itu terjadi pada bacaan/doa2 yg lainnya?
2. Bolehkah seseorang membasuh bagian tubuh dari kepala hingga ke paha di kamar mandi, lalu dari paha kebawah ia basuh di kran diluar kamar mandi (sambil memakai handuk). Sah kah mandi junub semacam ini Bib?
3. Saat seseorang selesai mandi junub, lalu keluar kamar mandi. Ia teringat ada yg belum di basuh (lupa), apakah ia harus mengulangi lagi mandi junubnya dari awal??
4. Habib, apakah kotoran ikan itu termasuk najis? Lalu air dikolam lele yg telah menjadi keruh dan anyir itu apa juga dihukumi najis??
Sekian Habib, mohon maaf jika kurang berkenan. Terima kasih.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

1. ikhtilaf ulama dalam hal itu saudaraku, namun pendapat yg terkuat adalah mengulang ayatnya, bukan mengulang dari awal surat alfatihah. dan hal ini hanya pada Fatihah dalam shalat, karena ia rukun, jika dalam doa maka hal itu tidak mengapa, ini jika putus nafas.

jika salah dalam membacanya, ikhtilaf ulama pula dalam hal ini, pendapat terkuat mengatakan fatihahnya batal, maka shalatnya pun tidak sah, namun jika tidak sengaja dimaafkan, jika tidak tahu maka wajib diberitahu dan ditegur, jika kesemuanya tidak tahu maka dimaafkan namun ia terkena dosa karena tidak mempelajarinya, dan dimaafkan bagi pemula atau muallaf.

yg berat adalah jika salah baca fatihah nya sampai merubah makna, maka sangat kuat pendapat yg mengatakannya tidak sah.

namun dimaafkan jika diwilayah yg tiada pengajar/ustaz yg mengajarinya, bahkan jika belum bisa fatihah, seperti muallaf misalnya, maka cukup membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar, dan ia wajib terus mempelajarinya.

jika karena bawaan logat, atau lidah yg tak mampu mengucapkannya, maka sebaiknya ia tak menjadi imam.
2. sah mandi junubnya, dan belum sah hingga semua bagian tubuhnya terkena air.
3. tidak saudaraku, cukup ia membasuh bagian yg belum terkena air tsb.dg niat menyempurnakan mandi junubnya tentunya.
4. hukumnya semua hewan yg hidup di air adalah suci saudaraku, demikian secara syariah, namun secara adab kepada Allah dalam beribadah afdhalnya kita membasuh bau busuk yg ada pada tubuh kita apapun bentuknya walau bukan najis

namun maaf jika kotoran manusia, yg bercampur di kolam lele, maka tentunya bukan suci hukumnya, dan air itu jika sedikit maka menjadi najis, jika banyak namun berubah baunya atau warnanya, atau rasanya, maka menjadi mutanajis hukumnya, mensucikannya adalah dg membasuhnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Sholat Jama’ah, makmum dimana dulu

  1. 1.      Sholat Jama’ah, makmum dimana dulu

Assalamu’alaikum Wr Wb. Mohon maaf ya habibana, saya mengambil 2 quota ini.
Saya masih bodoh dlm pemahaman agama bib. Mohon maaf ya bib sudah merepotkan…
1. Yg saya ketahui apabila kita sholat berjamaah hny 2 orang, posisi makmum ada disebelah kanan Imam dan jaraknya tidak trlalu jauh diblakang imam. Apakah itu benar ya habibana ? Jika itu benar, apabila ada makmum yg datang lagi bagaimanakah sikap kita ?

 

Terima kasih ya hbibana

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

 

betul saudaraku, harus posisinya dibelakang imam, tapi tidak noleh terlalu dekat posisinya mengambil setengah shaf saja, sebab bila ada makmum lain masuk, ia hanya perlu selangkah mundur, jika terlalu maju maka ia butuh dua atau tiga langkah mundur, maka bisa membatalkan shalat,
kedua, jika ia terlalu maju, maka saat ia bersujud dan imam bangkit dari sujud, bokong makmum akan mendepani imam, sedangkan mendepani imam membatalkan shalat
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

Assalaamu’alaikum wr wb…

Maaf ya habibana saya mengambil 2 quota pada sore ini, semoga habibana ridho…

Melanjutkan tanya jawab yang di atas, bagaimana cara makmum tersebut mundur dari posisi awal, dengan kaki kanan terlebih dahulu atau kaki kiri terlebih dahulu ?

Habibana, saya juga ingin meminta ijazah amalan2 yg ada di situs ini.

terima kasih ya habibana…

 

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
ia mundur dg kaki kanan terlebih dulu selangkah, lalu diam beberapa saat, lalu langkah kedua ia bisa menyesuaikan mana yg lebih tepat untuk posisinya, apakah dg kaki kiri atau dg kaki kanan, dan dengan kaki kanan afdhal
saya ijazahkan seluruh amalan dan semua yg telah saya ijazahkan di web kepada anda saudaraku tercinta.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Alqur’an, usahakan semampunya jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam.

 

  1. Duduk Tahiyat Ma’mum Masbuk

Assalamu’alaikum wr wb…

Saya doakan selalu supaya habibana selalu sehat wal’afiah dan segar bugar. senang rasanya kami memandang wajah habibana pada malam selasa lalu yg nampak terlihat sangat sehat.

 

Habibana ada beberapa hal yg ingin saya tanykan:
1. Bagaimana cara duduk dan bacaan tahiyat ma’mum masbuk saat imam tahiyat akhir ?

2. Apakah tinta pulpen dapat menghalangi air wudlu ?

 

Saya minta doanya ya habibana untuk kakak saya yang saat ini belum mendapat pekerjaan. Beliau juga baru saja menikah pada hari minggu kemarin, minta doa agar keluarga beliau menjadi keluarga yg sakinah, mawadah warahmah dan mendapat anak yg soleh dan solehah. Terima kasih habibana, maaf kalau saya sudah merepotkan.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1. ia boleh duduk dg duduk dg posisi tahiyat awal, karena masalah duduk tahiyat akhir adalah bagi yg akan mengakhiri shalatnya, sedangkan anda akan berdiri setelah imam salam, maka posisi duduk adalah posisi yg siap untuk bangkit kembali, mengenai bacaannya, anda membaca bacaan tahiyat akhir mengikuti imam.
2. tinta pulpen yg cair tidak menghalangi wudhu, namun tinta yg berwujud, yg dimaksud berwujud adalah yg sangat tebal seperti cat, yaitu jika digaruk atau digesek dg cari, ia berlepasan seperti cat, maka ini menghalangi wudhu sampai kekulit,

berbeda dengan tinta biasa, jika kita gesek dg tangan maka jikapun lepas hanya warna saja, tidak ada wujudnya yg terasa oleh telapak tangan seperti cat yg jika dikorek oleh kuku atau lainnya, terlihat wujudnya seperti sesuatu yg pecah berserakan, maka ini menghalangi wudhu dan mesti dibersihkan sebelum disentuh air wudhu.

jika sudah lama dan sudah shalat dan sudah lama baru diketahui, maka dimaafkan.

semoga Allah swt melimpahkan keberkahan dan membuka pintu pintu kemudahan pada saudara anda saudaraku, dalam mencari nafkah di Bumi Nya, Rabbiy curahkan padanya kemakmuran.., amin

tangan penuh dosa ini berharap keridhoan Nya swt dengan membantu bermunajat kepada Mu wahai Rabb pemilik jiwaku dan jiwa Muhammad saw, agar Engkau kabulkan harapan saudaraku ini, hingga ia bahagia dan gembira dengan segenap pengabulan atas hajatnya, dan ia memuji syukur kepada Mu Rabbiy, salahkah bila aku berharap hamba Mu bersyukur dan memuji Mu Rabb..

maka kabulkanlah munajat hamba Mu ini, jadikan ia bersyukur dan menyaksikan kedermawanan Mu Rabbiy.., Demi Sayyidina Muhammad Nabiy pembawa Rahmat .., amiin.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. 3.      Baca Sholawat pada Tahiyat Awal

Assalamualaykum Ya Habibana,

Ananda mohon dimaafkan karena sudah mengambil quota lebih dari 1, namun semoga Habibana berkenan dan ridho adanya.

 

Anandan ingin bertanya perhat batasan bacaan saat Tahiyat Awal, apakah bacaan sholawat itu harus dilengkapi hingga membaca ” wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad” ataukah hanya sebatas sholawat kepada Baginda Nabi Saw, yakni ” Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad” saja?
Mohon penjelasan dari Habibana atas hal ini dan atas penjelasan Habibana ananda haturkan terima kasih.
Salam ta’dhim,

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
dalam madzhab syafii tidak dibaca shalawat untuk keluarga Nabi saw di tahiyat awal, namun ia dibaca pada tahiyat akhir, dan jika dibaca pada tahiyat awal tidak membatalkan shalat.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Alqur’an, usahakan semampunya jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam.

 

  1. 4.      sholat jumat di kantor

assalamualaikum
semoga habibana selalu sehat dan dipanjangkan umurnya dalam keadaan sehat

 

begini habib dijabotabek ini banyak kantor yg mengadakan sholat jumat..namun jarak antara kantor dan masjid di daerah setempat berdekatan.bagaimana hukum sholat jumat dikantor? dan mana yg lebiih utama untuk diikuti sholat jumatnya? bisa disebutkan syarat sah sholat jumat..
nb untuk masjid dikantor ini biasanya jamaah sholat hanya ada sampai magrib. ( isya dan subuh tidak ada yg jamaah) dikarenakan karyawan sudah pulang..hanya security yg ada
wassalamualaikum

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

saudaraku tercinta, shalat jumat tidak disyaratkan di masjid, boleh dimana saja, namun masalahnya apakah 40 orang itu penduduk setempat atau pendatang?

disinilah letak ikhtilafnya,

namun sebagian ulama mengesahkannya mengingat keadaan zaman yg berbeda, mengingat sulitnya muslimin mencapai masjid yg padanya ada 40 orang penduduk setempat, terutama di wilayah perkantoran, mereka sudah tak ada lagi penduduk setempatnya walau masjidnya ada, atau sekedar musholla di gedung tsb, jika dipaksakan harus demikian maka kemungkinan ribuan bahkan puluhan ribu karyawan atau siswa atau mahasiswa tidak melakukan jumat, maka tentunya lebih baik mengambil pendapat kedua yg mengesahkan Jumat walau kurang dari 40 orang dari penduduk setempat, dan boleh melakukan dhuhur lagi jika ragu.
dan walaupun pendapat terkuat dalam madzhab syafii harus 40 orang yg penduduk setempat (mustawthin, yaitu yg tinggal selama setahun diwilayah itu tanpa keluar dari wilayahnya kecuali akan kembali). namun ada pendapat dalam madzhab syafii yg mengesahkan walau dibawah 40 orang yg penduduk wilayah tsb/mustawthin.
syarat sah nya jumat adalah 6 poin :

  1. kesemuanya berlangsung diwaktu dhuhur
  2. diadakan di tempat yg ramai dg penduduk (utk demi mencapai jumlah yg memadai yaitu 40 orang penduduk setempat minimalnya)
  3. agar para makmum kesemuanya niat berjamaah sampai sempurna rakaat pertama, jika pada rakaat kedua ada yg batal atau niat memisahkan diri dari jamaah, maka Jumatnya sah, asalkan sudah sempurna rakaat pertama
  4. minimal jumlah yg shalat 40 orang, yaitu mustawthin, (demikian pendapat yg terkuat).
  5. tidak didahului oleh shalat jumat yg sama ditempat yg berdekatan, (jika jumatan ditempat yg mendahului itu sudah penuh dan tempat sudah tidak memadai, maka sah yg jumatan ditempat lain, jika tidak maka batal jumat ditempat yg terdahului karena tempat pertama masih memadai.
  6. didahului oleh dua khutbah sebelum shalat jumat.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

 

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Tahiyat Makmum mengikuti Imam

assalamualaikum wr.wb

semaoga limpahan rahmat dan kebahagian menangungi habib dan keluarga.hamba mau bertanya habibana

1. hamba pernah mendengar kajian di suatu masjid, sang penceramah menjelaskan ketika ada makmum masbuq yg baru berjamaah ketika imam

mendapat rakaat ketiga, maka ketika imam tahiyat terakhir si makmum tahiyatnya bukan tahiyat pertama melainkan tahiyat mengikuti imam, jd jika pas rakaat ketiga nanti

si makmum yg masbuq ini wajib tahiyat pertama.alasannya karena makmum masbuq itu tahiyatnya harus tiga kali,betulkah pendapat tersebut habib? dan jika imam tahiyat terakhir maka makmum masbuq wajib mengikuti duduk imam, yaitu duduk tahiyat terakhir.

 

2. hamba memberikan usulan habibana, bagaimana ketika majelis malam minggu namun habib berhalangan hadir, maka ziarah Qubro tetap dilaksanakan siapapun yg mengatikannya.
dan jika diperkenankan pemasangan umbul2 ditambah banyak habib sehingga terlihat rame bahwa disekitar derah tersebut akan dilangsungkan tablig akbar,
cukup sekian pertanyaan dari hamba dan usulan hamba, semoga habib diberikan umur panjang dan sehat wa alfiat.

wassalamualaikum wr.wb

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1. tidak demikian saudaraku, yg benar adalah semua yg dilakukan imam kita ikuti, tahiyatnya, duduk tahiyatnya, semua yg anda sampaikan benar, kecuali tahiyat akhir, makmum yg masbuk tetap membaca tahiyat akhir, bukan tahiyat awal, karena tahiyat awal bukan rukun shalat, jika tidak dilakukan tidak membatalkan shalat dan sunnah sujud sahwi, jika tidak sujud sahwi pun shalat tetap sah, sedangkan tahiyat akhir rukun shalat. ringkasnya, di akhir tetap membaca tahiyat akhir, jika tidak maka batal shalatnya.

2. saudaraku, bahkan saat saya hadir pun kadang tidak ziarah, karena semakin banyaknya jamaah semakin berkurang tempat ziarah yg memadai, kita kehabisan tempat, karena jika seperti dulu, mengunjungi banyak tempat, akan menutup ruas banyak jalan dan mengacau lalu lintas, maka saya mengurangi ziarah konvoi, dan jika bukan saya yg memimpin, banyak crew mwngeluhkan jamaah banyak bubar dan pulang.

mengenai umbul2 kita, terus terang saya mengeluhkan saudaraku, crew kita sedikit, karena majelis akbar kita setiap malam, maka crew ada yg sekolah, bekerja dll, mereka bukan staf, beda dg staf markas yg kesibukannya fokus di MR. oleh sebb itu pemasangan umbul2 yg banyak memberatkan mereka karena hanya beberapa personil saja, insya Allah jika crew kita makin bertambah nanti, kita bisa menjalankan saran anda.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. 6.      Bersuci ketika Buang Air Besar

assalamualaikum ya Habib yg kucintai..ana Khairul Amir dr Malaysia hnya prnah brjmpa Habib 3 kali sms dkwh Habib d Mlysia dn sntisasa mrndui untk brjmpa lg..kli terakhir brjmpa d mjls Darul Murtadza dn brsalam dgn Habib swaktu Habib mnaiki mobil d luar msjid..jka Habib msih ingt..smg Allah mmbrkati Habib..

 

ana mhon brtnya soalan bab taharah..jka slpas buang air bsar (qadha hajat) dgn air mtlak, tgn yg dgnakn untk brsuci msh ad sdkt brbau..adkah ia dmaafkan jka tgn itu sdah dcuci dgn air mtlak brulang kli dgn sbaik mgkn ataupn adkh wajib mnggunakn sabun untk mnghlngkn bau dtgn itu?
akhr skli mhon doa Habib agar Allah mngrniakan cnta Allah dan Rasulullah saw kpd ana dan dbri kkuatan untk mngkt jln Sang Nabi saw brsma org2 Soleh.sykran

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
Insya Allah saya tidak lupa wajah anda saudaraku tercinta,
mengenai masalah, jika sudah diusahakan berkali kali dg air mutlak tidak bersih, maka hukumnya sudah suci, dan akan hilang, namun jika dg sabun cuci dibersihkan maka hal itu afdhal karena membuat kita lebih tenang, namun secara hukum is telah suci jika sudah berusaha dicuci semampunya

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. shalat mutlaq

Assalamualaikum wr wb

Semoga maghfiroh,cahaya keluhuran sunnah baginda Rasullullah SAW selalu tercurah pd guru mulia hb munzir

Mohon maaf sebelumnya atas kesalahan ana.
Pertanyaanya: ana diajari shalat mutlaq dgn cara rakaat 1 alfatihah 11x surah alikhlas 11x,rakaat ke2 alfatiha 11x alkautsar 11x.bagaimana itu bib? Dan yg sesuai dgn sunnah baginda Rasulullah SAW bagaimana?

Terima kasih seblmnya,dan tolong doakan agar hamba yg pendosa ini dpt istiqomah dan dpt menjalankan sunnah sesuai dgn kemampuan ana.

Terima kasih,wassalam

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

 

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
hal itu mustahab daan boleh dilakukan, dimasa Nabi saw ada orang yg setiap selesai fatihah ia membaca surat al ikhlas, baru disusul surat lainnya, ia menjadi imam di masjid Quba, maka makmumnya protes, kenapa al ikhlas terus dibaca, maka dilaporkan pada Rasul saw dan Rasul saw memaggilnya dan bertanya kenapa ia berbuat demikian, ia menjawab : aku cinta pada surat Al ikhlas wahai Rasul.., maka Rasul saw bersabda : cintamu pada surat al ikhlas akan membuatmu masuk sorga. (Shahih Bukhari)
maka perbuatan yg anda tanyakan itu walau saya belum menemukan sumber yg shahih dari Rasul saw, namun dalil diatas sudah cukup, karena dijelaskan oleh Hujjatul Islam Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam fathul baari bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya memilih salah satu surat di alqur’an untuk diulang ulang semaunya, dan itu tak bisa dituduh mengucilkan surat lain, karena dalil diatas sudah membenarkannya.
mengenai membaca surat al ikhlas berkali kali dalam shalat malam, hal itu juga teriwayatkan dalam shahih Bukhari, namun tak menyebutkan angka, maka kesimpulannya hal itu tak bisa dipungkiri atau dilarang, bahkan terpuji.
semoga Allah swt meluhurkan setiap nafas anda dg cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing untuk mudah mencapai tangga tangga keluhuran istiqamah, dan wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul istiqamah
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

Shalat perjalanan dan kendaraan dll

  1. Shalat perjalanan dan kendaraan

Assalamu’alaikum habibana munzir

Smga habib sekeluarga dan jama’ah MR sehat wal ‘afiat dan dibhgiakan oleh Allah Swt dunia – akherat,aamiin

Bib ana mau tya ,maaf kalau prtnyaanya membingungkan

 

1.Alhamdulillah Sekarangkan ana krj dimalang bib,,saya kan mau pulang kesolo dari malang kurang lbh jam 13.00 /stlh dhuhur bib, terus keterminal surabaya,smpai srbya krang lbh sekitar 2 jam an,dan insya Allah saya bisa shlt ashar ditrminal surbaya ,dan yg saya mau tanyakan bgaimana saya melaksanakan shlt magreb & isya’ padhl surbya solo kurang lbh 6 jam an bib,dan mgkn saya smpai rumah sudah ba’da isya’ sdgkan shlt jama’ kalau dah smpai wlyhnya kan gk boleh ,, bgaimana bib sebaiknya menurut habib,apakah bleh jama’ ashar dgn magreb?

2.Misal, apkh apbila dari malang kesolo shlat magreb & isya’ bleh diqoshor ditmpat madiun bib,bgaimna niatny?

 

3..Dan ketika melakukan perjalanan dikereta bib bgaimana hukumnya sholat didalam kereta,sebab perjalananya kurang lebih 8 jam an bib,sebaiknya shlt dikereta atau stelah smpai distasiun?
Mhn jwbnya ya bib

 

4. habib saya brhrap dpt mlhat lgsung habib ,habib tolong sekali” mengadakan tablig akbar dimalang bersama habib ahmad jamal bin thoha ba’agil majlis arridhwan / disolo bersama habib syech assegaf majlis ahbaabul musthofa,saya ingin sekali bib bisa bertemu lgsung dgn habib didalam majlis,,Alhamdulillah dimalang pemudanya byak brshlwtn diasuh habib ahmad jamal tiap hari senin bib,

 

Saya mh0n doanya ya bib smga keinginan hamba dikabulkan Allah dan smga habib slalu diberi kshatan dan smga Allah mengizini habib agar dpt mengadakakn tablig akbar disolo/dimalang,Aamiin,
Slm rindu habib ,,,

Maaf ya habib telah mengganggu wktu istrtht habib

Wassalamu’alaikum

 

Habib Munzir menjawab

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)

Saudaraku yg kumuliakan,

 

1.tidak demikian, asar hanya bisa jamak dg dhuhur, dan magrb hanya bisa dg isya, maka jika memungkinkan, anda istirahat di suravaya hingga magrib, jika terlalu lama, maka jangan naik kereta api, tapi naik angkutan bus atau lainnya yg disaat magrib anda bisa turun dan shalat jamak taqdim magrib dg isya sebelum sampai di solo.
2. jika mencpai 82km atau lebih sudah boleh qashar, mengenai niatnya sudah sering saya jawab, anda telusurilah kolom kosong dikanan atas halaman ini, ketik : qashar maka semua pembahasannya akan tampil insya Allah,
3. jika anda bisa memastikan sampai stasiun masih ada waktu maka tunggulah sampai tiba di stasiion, jika anda ragu, maka shalatlah sambil duduk di kursi dg kiblat mengarah kedepan, selepas turun kereta anda bisa men qadhanya kapan saja.
4. insya Allah… salam pd akhina sayyidil fadhil alhabib jamal baagil
dan saudaraku jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Wallahu a’lam.

 

  1. 2.      Maksud jarak jauh dan mukim dalam sholat qhosor

Makasih ya bib atas jawbnya

Maaf bib tya lg krn blm pahamnya kami ,,

 

1.yg dimaksud sudah mencapai jarak 82 km ,apakah jaraknya dari malang ke solo ataukah malang ke tempat berhentinya melaksanakan shalat qhosor itu bib

 

2.kan ada salah satu syarat yaitu tidak boleh mukim melebehi 4 hari ,,padahal saya krj dimalang dan pulang kesolo sekitar 1 minggu apakah saya tetep dpt melaksanakan shalat jamak/qhosor bib?

Dan yg dimaksud tidaak mukim melebi hi 4 hari itu gimana bib?
Insya Allah bib ,doakan saja smga dpt mnyampaikan salam habibana,

Apakah habib seangkatan dgn habib ahmad jamal didarul musthofa?

 

Habib Munzir menjawab

 

1.yg dimaksud sudah mencapai jarak 82 km adalah jarakdari malang ke solo, anda baru keluar kota malang 1 meter menuju solo anda sudah boleh qashar
2.maksimalnya 6 hari yaitu 4 hari mukim ditambah hari datang dan hari pulang., namun sebelum anda mencapai kota tujuan anda masih boleh jamak dan qashar, kalau sudah masuk koyta tujuan dg niat tinggal lebih dari hari diatas maka selesailah sudah izin jamak dan qashar.
3. yg dimaksud adalah anda niat tingggall kurang dari 6 hari (4 hari tinggal dan 1 hari kedatngan dan 1 hari kepulangan
ahmad jamal murid dari murid saya.

salam hormat untuknya karena saya menghargainya sebagai orang yg semangat dalam jiwa dakwahnya, dan sebenarnya pertanyaan anda ini anda tanyakan pada beliau sudah cukup tanpa perlu memenuhi quota sempit di web ini yg tak memungkinkan tanya jawab secara bebas

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Wallahu a’lam.

 

  1. 3.      Batas waktu Sholat SUbuh

Assalamu’alaikum
Alhamdulillah ,makasih bib atas jawabannya ,smga ìlmu ini bermanfaat

Mengenai pertnyaan yg terakhir hamba mh0n maaf yg sbsar”nya ya habib telah bertanya tentang hal yg mgkn tidak pantas dtnyakan diweb ini ,,,,sebab saya bru 4 kali mghdiri majls arridwan dan saya dimalang bru 3 bulanan ,sekali lg mh0n maaf bib

mavkan sya bib jika brtny lg
1. Batas waktu sholat subuh itu kira” sampai jam berapa ya habib?
Atau kira” selisih berapa menit dgn mulainya adzan
Minta doanya ya habib agar akhlak kami dibimbing Allah SWT & hajat kami diqobulkan Allah SWT,,

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

batas waktu subuh adalah mulai adzan dan berakhir saat isyraq, dan isyraq di negeri kita sekitar 1.45 menit hingga 1.50 menit dari adzan subuh. (bukan dari shalat subuh, tapi perhitungan adalah dari adzan subuh)
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
Wallahu a’lam

 

  1. 4.      Bermakmum pada imam yang berantakan fatihahnya

Assalamualaikum wr wb.

Limpahan keberkahan lailatul qadr,keagungan alquran,dan kemulian bulan suci semoga selalu tercurah kpd Tuan Guru dan keluarga.

Mohon ampun dr hamba murobby, sayidy,habiby,mursyidy.
1.Tuan guru didalam rukun shalat itu salah satunya surat alfatihat terdapat tasydid yg harus dipenuhi seluruhnya,bagaimana bila hamba misalkan lebih bagus bacaannya bermakmum kpd imam yg bacaan surat alfatihah berantakan tasydidnya,kacau,memang karena dia dalam proses mempelajari ilmu shalat,alquran,tajwid dll,sahkah shalat hamba,karena hamba ingin mencari pahala berjamaah?

2.Bolehkah shalat sunat rakaat 1,dilakukan berdiri dan rakaat 2,dilakukan dlm keadaan duduk?

3.Bolehkah shalat witir kita gabungkan niatnya dengan shalat sunnah lainnya?

4.Bagaimana bila membayar zakat fitrah dengan uang,bukankah harus dengan apa yg kita makan sehari hari,karena orang tidak mau repot

 

5.Haruskah seorang anak melakukan dzikir fida karena orang tuanya yg sdh wafat tidak pernah melakukan shalat?Atau harus mengqodhokan untuknya
6.Pernah ada seorang Ustadz mengatakan kpd hamba

(sy pernah hampir menjadi wali karena mengamalkan hizib autad(kalau tidak salah namanyap),selama sy mengamalkan itu 40 hr sy tidak keluar kamar dan berbicara dengan seorang pun),saat ini ustadz ini berbaiat kpd toriqah qadiriyah naqsyabandiah.
Apa bisa instan seperti itu tuan guru?
7.hamba pernah membaca literatur tariqah tijaniyah,disitu dipaparkan wirid wiridnya,dan berbagai pantangannya antara lain,tidak boleh membaca aurod yg telah diijazahkan kpdnya dr mursyidnya,jg tidak boleh berziarah selain kpd syaikh tariqah tijaniyah,jika dilakukan maka batalah baiatnya,benarkah demikian,atau memang hanya fitnah ?
Sekian dr hamba

Wassalamu alaikum wr wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

 

Saudaraku yg kumuliakan,

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
saudaraku tercinta, hamba belum pantas menjadi murid yg baik, bagaimana hamba menjadi guru, apaagi murabby, atau mursyid, kita bersaudara dan saling menasihati karena Allah, namun sanad keguruan anda telah berpadu dg sanad keguruan hamba hingga kepada Rasul saw,
1. betul saudaraku, 14 tasydid pada fatihah jika tidak dibaca batal shalatnya, ada pendapat jika jauh dari ulama maka dimaafkan, namun yg terbaik anda menjadikannya imam dan anda menegurnya dari belakang saat ia salah, maka anda berjamaah sekaligus mengajarinya.
2. boleh walau tidak ada udzur. dalam shalat fardhu pun boleh namun harus ada udzur
3. ikhtilaf ulama, pendapat yg terkuat mengatakan tidak boleh, namun ada pendapat yg membolehkannya.

4. jika fuqaranya yg minta uang saja, maka sebagian pendapat membolehkan, namun pendapat terkuat adalah dg bahan pokok setempat.
5. layaknya ia yg meng qadhanya, namun boleh diganti dg fidyah 1 mudd setiap shalat, jika tidak mampu maka tidak wajib, karena Allah swt lebih berhak dibayar hutangnya daripada hutang pada makhluk, namun Allah adalah Yang Maha Baik yg dihutangi hamba Nya
6. wallahu a’lam, setahu saya menjadi wali Allah itu mengamalkan hal yg fardhu dan yg sunnah sampai Allah mencintainya, demikian riwayat hadits qudsiy Shahih Muslim
bukan baca wirid lalu jadi wali, lalu buat apa ada syariah dan makrifah?

 

7. kalau itu benar maka sesat, jika fitnah maka layaknya disebarluaskan
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. 5.      Posisi bermakmum

Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Habiby yg sangat kucintai semoga selalu dalam afiyah,dalam sakinah dzohir dan bathin

 

1.Habiby didalam membuat shaf shalat,untuk shaf yg berikutnya darimanakah yg benar untuk memulainya,apakah dr posisi TENGAH ataukah dr posisi KANAN dahulu,dan apakah tidak beraturannya shaf itu dapat mempengaruhi sah atau tidaknya shalat,misalkan kita shalat tidak menyatu dishaf shalat,jauh dr jamaah,berdiri sendiri,namun dalam keadaan shalat berjamaah.

 

2.Syarah kitab Syamailul Muhammadiyah yg terjemahan adakah terbitannya tuan guru,kitab yg dibeli dikios hanya terjemahan haditsnya saja soalnya tanpa syarahnya.
3.Bagaimana tuan guru sikap tuan guru atas terbitan buku KETIKA SANG HABIB DIKRITIK kalau nda salah judulnya,siFiranda(sawah)yg membuat,hamba buka situsnya pembahasannya selalu berkaitan dengan tuan guru,kalau sy hycker sdh sy hancurkan semua situs situs sawah itu,emosi kadang,TEKA,BAGED kalau diberi hujjah atau dalil,kadang mereka mencaci,hamba ingin mencaci balik namun ingat pesan tuan guru untuk pakai AKHLAK.
4.Ada satu situs sawah,mengatakan kitab ADABUL MUFRAD itu imam bukhari tidak dapat menjamin keshahihannya,ada ada saja.
5.Doakan habiby semoga hamba dapt pekerjaan yg halal dan berkah,seperti perintah dr habiby
Sekian dr hamba
Salam ta’dzim

Wassalamu alaikum wr wb.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1. dimulai dari kanan, jika sudah dua orang maka ia mundur dan yg satu mengisi yg belakang, kemudian kiri belakang dst.

dalam madzhab syafii bersentuhan kaki bukan rukun shalat, tapi sunnah muakkadah.
makruh agak berjauhan dg orang disebelah kita, jika sengaja maka berdosa, kecuali kita atau orang sebelah kita itu udzur, misalnya sangat tua, atau sangat gemuk, atau sakit dikaki atau tangannya, maka jangan paksa menempelkan shaf,

hukum menempelkan shaf dalam madzhab syafii sunnah muakkadah penyempurna shalat.

yg disunnahkan itu rapat shafnya, bukan kaki harus bersentuhan, demikian pula shalat yg shafnya lurus, jika ada yg tidak lurus yaitu ada yg sedikit kedepan dan ada yg sediki kebelakang, tidak lurus, maka mengurangi pahala shalat.

dalilnya adalah belum pernah Rasul saw atau ara sahabat memerintahkan orang utk mengqadha shalatnya jika shalatya tidak rapat kakinya, berarti bukan rukun, tapi pasti ditegur meratakan shaf adalah kesempurnaan shalat

kalau shalatnya batal mestilah disuruh ulangi utk mengqadhanya.
2. belum ada terjemah dan syarahnya dari aswaja saudaraku.
3. web nya sudah ada, dan bkunya sudah ada, saya malas menjawanya, tapi dijawab di kaskus oleh budhizjunior dan teman2 aswaja.

biar saja, MR tambah besar, mereka tambah morat marit berantakan, cuma akhir2 ini saya tegas terhadap wahabi di majelia majelis, karena mereka mulai berani terang terangan meolak megikuti sidang itsbat, dulu sembunyi2 saja, sekarang terang terangan, maka saya hantam terang2an di majelis majelis, sambil membahas yg lainnya
4. imam bukhari mengatakan itu di kitab mana?, bab apa?, halaman berapa?, cetakan th berapa?, paling2 dari guru2 wahabi yg tidak punya sanad keguruan, sanad keguruan wahabi berakhir di ibn abdulwahab, setelah itu gurunya aswaja, dia saja membuat buat itu, dan orang yg bicara tanpa sanad, fatwanya batil, dan tidak boleh mengikutnya.
5. semoga Allah swt segera membuka gerbang kemudahan pada anda, dg mempermudah anda mendapat pekerjaan yg baik dan membawa keberkahan,
semoga Allah swt melimpahkan kemudahan dan kesuksesan atas niat mulia anda sdrku,
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. membaca al fatihah dengan washol

assalamu’alaikum…
alhamdulillah, akhirnya bisa bertanya di forum yang saya cintai ini.
semoga habibana senantiasa diberikan kesehatan yang sempurna oleh Allah SWT.

ijinkan hamba bertanya ya habibana…

 

bagaimanakah cara membaca al fatihah ketika shalat dengan di washol?
mohon dijelaskan dengan tulisan ya habibana…

itu saja pertanyaan saya.

terima kasih atas jawaban habibana…

wassalamu’alaikum.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
washol itu artinya disambung saudaraku, tidak diputus putus
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

  1. 7.      Cara wudhu dengan berjilbab

Assalamualaikum habibana tercinta. Smga habib snantiasa dberikan nikmat sehat jasmani & ruhani oleh Yg Maha Pemurah, Allah SWT, Sholawat & slm tercurah pd baginda Rasulullah SAW, amiin. Bib, mhon penjelasannya pd sy yg faqir ilmu ini, bgmn cara berwudhu yg bnr utk wanita berjilbab sdgkn tmpt wudhunya tdk khusus wanita sehingga jika melepas jilbab akañ t€r£íhat ö£€h oräñg £äíñ yg ßdg wüdhü. Bíb, ädäkäh çäbäñg MR dí Bäñdüñg? ßäyä hätürkäñ t€rímäkäßíh ߀b€£üm Ö ß€ßüdähñyä. Wä$ä£äm..

Máäf bíb förmät käräkt€rñyä b€räñtäkäñ, ßäyä öñ£íñ€ dr hp.

 

Habib Munzir menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,

selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan

terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
untuk hal itu adalah udzur yg dimaafkan, selama wanita tersebut berusaha menghindar dari kepadatan pria, tentunya pria akan banyak menghindari wanita ditempat wudhu jika temnpat wudhunya tidak terpisah, karena masing masing tidak mau bersentuhan hingga batal wudhunya, maka usaha yg terbaik carilah waktu yg saat sepi dari pria dan agak jauh dari pintu masuk untuk wudhu, karena umumnya orang akan wudhu ditempat yg dekat dg pintu masuk, baru sesudahnya dan sesudahnya dan seterusnya.

jika bersama teman teman maka satu yg berwudhu yg lain mengerubutinya saja, untuk menghalangi tembusnya pandangan pria pada wanita tsb yg sedang wudhu.

saya haru dg keindahan dan semangat saudari dalam menjaga kesucian agama apalagi dalam bersuci, Yaa Rabb tumpahi saudariku anugerah, ketenangan, kebahagiaan, dunia dan akhirat, amiin,

mengenai Majelis Rasulullah saw cabang bandung belum ada kunjungan berkala, namun kita mempunyai hubungan erat dg KH Muhiyiddin di Sumedang yg muridnya pria dan wanita banyak juga yg berdomisili di bandung, dan ia ketua umum Masjid Agung Bandung (Masjid Alun2 Bandung).
saudari bisa menanyakan padanya kapan saja KH Muhyiddin mengajar di Masjid Agung Bandung, karena ia mengajar secara berkala, saya lupa entah bulanan entah mingguan, saudari dapat menghubungi sekprinya : KH Anwar di 08122065980.

sampaikan salam saya pada beliau jika saudari menghubunginya, dan sampaikan padanya bahwa saudari dapat no ini dari saya.
demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
dan jangan Lupa membaca Aqur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a’lam

 

Bermakmum shalat dengan imam berbaju sutra

 

  1. 1.     air suci – 2007/01/03 23:43Assalamu ‘alaikum Wr Wb
    limpahan puji kehadirat allah SWT,semoga shalawat serta salam tercurah kepada imamul akbar sayidina Muhammad SAW,semoga limpahan kemuliaan Allah dan Rasul NYA selalu menaungi habibana,keluarga dan para penggerak dakwah rasulullah SAW.afwan yaa habibana,ana mau nanya,di rumah ana nda ada bak mandi yang ada hanya bak kecil,mungkin kapasitasnya hanya 30 liter,lalu bagaimana hukumnya bila ana mandi hadats besar dgn air tsb dan kemungkinan besar bekas cipratan saya mandi pasti ke bak tsb,dan berapa liter air kah yang suci dan mensucikan itu. afwan yaa habibana atas ketidak sopanan dalam saya menyusun kata-kata ini. wassalamualaikum Wr.Wb

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Keindahan hari jumat semoga selalu menerangi anda dan keluarga dg kebahagiaan,

mengenai air percikan itu tidak berpengaruh dan ma’fu.

perlu diketahui bahwa bila air sebanyak dua kulak maka suci walaupun kita menenggelamkan tubuh yg junub, atau berwudhu dan mengembalikan air bekas wudhu kepada air itu, maka air itu tetap suci, dengan syarat air itu mencapai dua kulak atau lebih.

dua kulak adalah satu seperempat hasta P X L X T.
satu hasta adalah 50cm,
satu seperempat hasta adalah 62,5cm
maka Bak air yg berisi 62,5cm3 (62,5cm kubik) maka hukumnya suci walaupun ditumpahi air musta’mal, bahkan walaupun ditumpahi najis ia tetap suci selama tak berubah warnanya, rasanya dan baunya.

demikian dalam madzhab kita Assyafii.

wallahu a’lam

 

 

 

  1. 2.     Sholat Sunat Isryo’ – 2006/12/26 04:56Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

    Semoga limpahan rachmat tercurah kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW beserta keluarga, sahabatnya beserta Habib dan keluarga juga seluruh muslimin dan muslimat.

    Habib yang saya hormati, saya mau bertanya mengenai sholat sunat Isryo’.

    1. Pada jaman Nabi benarkah sholat tersebut pernah beliau kerjakan? Kalau pernah ;
    2. Pada waktu / jam berapakah sholat tersebut dikerjakan
    3. Apa fadhilah melakukan sholat sunat tersebut

    Demikian pertanyaan saya atas perhatian Habib diucapkan terimakasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

HABIB Munzir menjawab :

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keagungan Arafah semoga selalu menerangi hari hari anda sepanjang tahun,

1. Shalat Isyraq merupakan hal yg sunnah.
2. Dilakukan saat terbitnya matahari, para fuqaha memperkirakannya adalah 1.45 menit (105 menit) setelah adzan subuh maka masuklah waktu isyraq dan berakhirlah waktu subuh, maka bila adzan subuh pk 4.00 tepat misalnya, maka isyraq adalah pk 5.45 menit.
3. Sabda Rasulullah saw : ?Barangsiapa yg shalat subuh lalu duduk berdzikir hingga terbitnya matahari (Isyraq) maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna (HR Imam Tirmidziy hadits no.586)

Demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a?lam

 

 

  Read more »