perubahan dalam pendidikan

sering sekali sebelum adanya perubahan kebijakan dalam hal pendidikan, maka pemegang kebijakan tersebut melakukan hal baik dengan mengujinya dahulu sebelum ditetapkan dan berlaku secara menyeluruh.

tetapi menurut saya ada hal yang kurang, yaitu, mengapa yang menjadi pilot project selalu sekolah yang mapan? dimana pendukungnya sudah memadai, dan mungkin sedikit lupa bahwa “sekolah” seperti itu hanyalah bagian yang sangat kecil dari semua yang ada. bagaimana perbandingannya?

bukankah lebih baik bila dicobakan di sekolah yang sangat minim, kemudian mengevaluasinya.

tapi haruslah diingat, bahwa manusia bukanlah kelinci percobaan, sehingga apabila ada sesuatu yang kurang, maka harus dengan legowo dan harus berfikir keras untuk mengatasi masalah tersebut. ingatlah, pendidikan adalah untuk mempersiapkan masa depan, bukan hanya mengumbar keinginan ego.

Bila, SEKOLAH YANG MINIM SAJA DAPAT MEMENUHINYA BAGAIMANA DENGAN SEKOLAH YANG LEBIH MAPAN? maka harusnya mereka akan memberikan hasil yang lebih baik.

dimana-mana didengungkan bahwa kita memerangi korupsi dll, dan itu semua bersumber dari mental KEJUJURAN.

bila pemerintah berpijak dari hasil penelitian di “sekolah mapan” kemudian diterapkan untuk semua termasuk “sekolah yang kurang”, apa yang mungkin terjadi? bila seseorang mustahil untuk melakukannya sedang bila tidak melakukannya maka ia akan berhadapan dengan bahaya. Dalam kondisi darurat seperti ini, apa yang mungkin ia lakukan? bagaimana “sekolah yang kurang” yang tidak bisa memenuhi hasil ideal dari “sekolah mapan” ? sangat mungkin ia akan melakukan “sesuatu” untuk memenuhinya, dan bahkan “stick holder” juga perlu melakukan sesuatu untuk menutupi rasa malu akibat keputusannya.

bagaimana generasi masa depan, jika hidup dalam lingkungan seperti itu?

mungkin kita bisa melakukan “penilaian-penilaian”, “angka-angka baik”, tulisan-tulisan baik” atau “kalimat-kalimat indah” tetapi bagaimanapun hati kecil akan mengetahui kebenaran.

pembelajaran dengan hati ……

Ketuntasan minimal yang usaha kita capai

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. dengan mempertimbangkan :

1. Kompleksitas

Kompleksitas merupakan tingkat kesulitan materi pada tiap indikator, kompetensi dasar maupun standart kompetensi. Semakin tinggi tingkat kompleksitas maka semakin kecil skor yang dipakai.

2. Daya Dukung

Faktor ini lebih ditujukan pada ketersedian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah dalam menunjang Kegiatan Belajar Siswa. Sekolah yang memiliki daya dukung tinggi maka skor yang digunakan juga tinggi. Pada aspek daya dukung rentang nilai yang digunakan sangat fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah.

3. Intake

Intaks merupakan tingkat kemampuan rata-rata siswa. Intaks bisa didasarkan pada hasil/nilai penerimaan siswa baru dan nilai yang dicapai siswa pada kelas sebelumnya (menentukan estimasi).

dari penjelasan tersebut, kelihatannya sangat baik sekali, dan secara pribadi sangat setuju, tetapi ketika dipaksakan melalui peraturan bahwa nilai KKM nasional adalah 70 (misalkan), bagaimana bisa digunakan secara nasional bila kemampuan anak (intake) masih banyak yang kelas bawah, daya dukung masih kurang mendukung baik fasilitas sekolah maupun gurunya. kedua hal ini kalau boleh jujur maka sangat bervariasi, hanya kompleksitas materi saja yang dapat dibilang sama. trus bagaimana dapat memenuhi KKM nasional dengan jujur?

Bagi peserta didik yang “mempuni” dan sekolah yang “baik” maka KKM tersebut sangatlah mudah, tetapi bagi peserta didik yang dari dasar “dikatrol” ditambah daya dukung yang “dipaksakan” bagaimana KKM dapat tercapai oleh mayoritas peserta didik?

Jadi pendapat saya, yang katanya reformasi mental, atau basis karakter (istilah pendidikan yang wah), kita mulai saja dech dengan KOMPETENSI “JUJUR”, kan kita lagi aktif memerangi korupsi yang dengan kata lain “ketidakjujuran” adalah jalannya. KKM nasional atau lokal dihilangkan sementara beberapa tahun hingga, guru nyaman berbuat jujur menilai intake siswanya juga daya dukung sekolah dan dirinya. hingga tidak perlu siswa atau guru merasa terancam hingga harus berbuat curang dalam memenuhi KKM, dan guru lebih fokus kepada proses. bagaimana anak dengan nilai awal 20 menjadi 70, menurut anda, anak nilai 60 dan 90 baik mana?

secara sekilas, maka akan berpendapat nilai 90 adalah lebih baik, tetapi bila kemudian melihat anak nya, pada saat masuk awal siswa tersebut mendapat nilai 30 kemudian setelah proses 3 tahun, nilainya menjadi 60 (selisih 30), sedang yang nilai 90 berasal dari anak yang nilai awalnya 95 (selisih -5), dalam pendidikan, berhasil mana?

untuk dapat jujur, lebih baik lagi dimulai dari saat pendidikan calon guru, dilatih jujur, seperti yang disaat microteaching, benar-benar alamiyah, hingga mereka merasakan kondisi sebenarnya yang kelak dihadapi dan bersiap-siap, tidak perlu adanya drama yang diatur agar pembelajaran kelihatan berjalan baik, dan lagi, uji coba, pilot project dalam peluncuran kurikulum baru itu, diuji coba kepada sekolah-sekolah yang “minimal” baik fasilitas dan kemampuan siswanya. bila hal tersebut berhasil maka tentu dapat dilaksanakan di sekolah yang “lebih baik”. bila diuji ke sekolah yang “bonavit” (kemampuan siswa tinggi, keperdulian dan kemampuan ortu tinggi, daya dukung sekolah memadai) trus ketika pelaksanaan, bagaimana sekolah “minimalis” dapat memenuhinya?

dan yang lebih penting lagi adalah stickholder pembuat skenario pembelajaran nasional adalah orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi, memiliki cita-cita tinggi, dan mengerti kondisi masyarakat dari tingkat bawah hingga tingkat tinggi, dan pernah merasakan mengajar di golongan mereka masing-masing, hingga dapat meramu resep yang bagus, yang mengadopsi kebhineka ikaan Indonesia. yang bukan hanya berpegang pada formalitas, tetapi perduli akan generasi mendatang yang akan memegang Indonesia di masa mereka. plus orang-orang yang tidak ada agenda “lain” selain ingin generasi mendatang yang lebih baik.

dimana anak bangsa, bukan hanya sebagai bahan percobaan, trial and error. yang akibatnya akan terasa 20/30 tahun mendatang ketika mereka telah dewasa.

hidup pendidikan Indonesia !

Sifat dan tugas guru

membaca buku “sistem pendidikan menurut Al Ghazali” sangat menarik sekali, Salah satu isi yang ingin saya share adalah Apa saja sifat-sifat khusus dan tugas-tugas tertentu yang harus dimiliki guru? membacanya harus berkaca diri, sudahkah kita memilikinya? apakah pendidikan keguruan di perguruan tinggi te;ah menyiapkannya? atau hanya sebagai wacana?

Berikut poin-poinnya :

1. Kalau praktek mengajar dan penyuluhan sebagai keahlian dan profesi seorang guru maka sifat terpenting yang harus dimilikiny adalah rasa kasih sayang. Seorang guru bertindak sebagai ayah dari muridnya.

2. Bagi yang mempelajari sejarah secara umum atau sejarah pendidikan khususnya akan menegtahui dengan jelas bahwa menuntut upah mengajar itu bukanlah sesuatu yang diterima atau dibenarkan oleh setiap anggota masyarakat, apapun jenis dan corak masyarakatnya. bahkan Al Ghazali menerangkan “…siapa yang memberi ilmu untuk mendapatkan harta, maka ia sama dengan orang melap bagian bawah sandalnya dengan mukanya sendiri, ia jadikan orang yang dilayani menjadi pelayan dan pelayan menjadi orang yang dilayani.”  Al Ghazali mengumpamakan guru dengan seorang pekebun yang menanam tumb-tumbuhan yang baik di lahan orang lain. Manfaatnya akan dirasakan penanam bukan pemilik tanah, artinya pahala yang akan diterima murid, mengapa harus meminta upah bila yang mendapat keuntungan itu ia sendiri?

3. Bahwa seorang guru selayakna ia bertindak sebagai petugas penyuluh yang jujur dan benar dihadapan murid. Ia tidak boleh membiarkan muridnya mempelajari pelajaran yang lebih tinggi sebelum ia menguasai pelajaran sebelumnya. Ia tidak dibenarkan membiarkan waktu berlalu tanpa peringatan kepada murid bahwa “tujuan pembelajaran itu adalah mendekatkan diri kepada Allah”

4. Al Ghazali telah menyadari bahwa menyebarluaskan kesalahan anak-anak dapat membuat mereka berjiwa keras dan menentang atau dapat menimbulkan perasaan dalam diri mereka bahwa kesalahannya begitu besar sehingga mereka beralih menjadi menentang dan mempertahankan diri.

5. Mengingat guru sebagai teladan yang akan ditiru dan dicontoh murid, maka sikap pertama yang harus dimiliki guru adalah kebaikan hati dan sikap toleran. dan tidak selayaknya seorang guru mencela ilmu-ilmu yang bukan asuhannya dihadapan murid. membuat hubungan yang mengikat antara mereka berdiri di atas penghormatan, penghargaan, dan toleransi yang timbal balik.

6. prinsip mengakui dan memperhatikan penjagaan perbedaan-perbedaan antar individu.  kemudian guru hendaknya membatasi diri dalam mengajar sesuai dengan kemampuan pemahaman murid, ia tidak perlu memberikan sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal muridnya karena dapat menimbulkan antipati atau merusak akal.

7.  Seorang guru perlu mempelajari kejiwaan murid, dengan demikian ia mengetahui bagaimana seharusnya ia memperlakukan muridnya sehingga terjauh dari syak dan gelisah. dan juga menganjurkan agar fikiran murid tidak dikacaukan seperti mengajarkan teori-teori atau pendapat-pendapat yang saling bertentangan.

8. Al Ghazali sangat merasa perlu untuk menjelaskan bahwa berpegang pada prinsip serta berupaya untuk merealisasikannya merupakan sifat yang harus dipunyai guru.  agar seorang guru tidak hanya meneriakkan prinsip atau melakukan perbuatan yang berlawanan dengan prinsip tersebut.

Entrepreneurship dan latihan kepemimpinan

Dewasa ini sangat marak sekali dimana-mana mengadakan pendidikan kepengusahaan dan kepemimpinan. bahkan seperti menjadi menu wajib bagi semua orang.

Tapi sedikit menyimpang dari pemikiran tersebut. Berapakah banyak orang yang menjadi pengusaha dari pada pegawai? berapakah banyak yang menjadi pemimpin daripada bawahan? mana yang lebih banyak?

Mengapa pendidikan selama ini lupa akan pihak terbanyak yang ada dalam masyarakat ini? dimana pendidikan untuk menjadi pegawai yang baik? dimana pendidikan untuk menjadi bawahan yang baik? dimana pendidikan untuk menjadi rakyat yang baik?

Semua berfikiran untuk menjadi “orang atas” semua hal mendoktrin untuk menjadi “orang terpandang” semua lupa dimana posisinya berada. Kemudian dimana letak kerendahan Hati? sehingga semua belajar berbicara, semua belajar untuk menang? apakah islam hanya mengajarkan itu? apakah itu bukan malah mengajarkan orang congkak bin sombong?

Islam mengajarkan bagaimana cinta kepada guru, islam mengajarkan bagaimana cinta kepada orang tua, islam mengajarkan cinta kepada anak-anaknya, Islam mengajarkan cinta kepada teman-teman, Islam mengajarkan cinta kepada tetangga, Islam mengajarkan cinta kepada lingkungan. Islam mengajarkan cinta kepada apapun, karena semua adalah ciptaan Allah. Islam mengajarkan cinta Ilahiah, cinta karena Allah.

Sehingga tidak ada “rasa-rasa” dengan tawadlu’ mereka melayani saudaranya, dengan suka cita mereka membahagiakan saudaranya, dengan tanpa pamrih mereka mengangkat saudaranya. Semua hal mereka lakukan untuk semua orang tanpa membedakan, yang ada pada dirinya hanyalah ALlah. Hanya orang yang mampu melayani orang lain dengan cinta tulus, maka ia yang mampu memimpin dengan cinta dan ketulusan. Hanya orang yang mempu melihat orang lain dengan cinta dan pengabdian, maka ia mampu berkarya dan kreatif untuk masyarakat sekitarnya yang ia cintai.

menarik sekali melihat “tetangga ziarah”, merah putih

kemaren waktu diampel dan giri ada serombongan yang sangat menarik hati. kelihatan  mereka begitu polos dan benar menginginkan berkah dari ziarah. bahkan diiringi doa, tawasul dengan menggunakan syi’ir jawa. Heran juga mengapa teduh banget ngikuti syi’iran mereka. hmmm.

dan juga inspiratif ketika melihat penanda mereka, mereka menggunakan pita merah putih yang ditaruh di jilbab mereka. Selain mengajarkan cinta Indonesia juga sebagai tanda kelompok mereka. Fikiran saya, wah ini lebih simpel dari pada memakai baju seragam.  Karena Baju seragam tidak mungkin dipakai terus-menerus apalagi dalam jangka yang sangat panjang. Bisa bau plus gatal-gatal ya? hmmmm good idea.

Moga semua yang berziarah mendapat barokah para Aulia dan dikabulkan semua hajatnya. Amin

mana bendera merah putih?

benar juga ya, hari pemilu ini semakin gencar dimana-mana dipasang foto-foto caleg, dimana-mana berkibar bendera partai.

kecintaan kepada bangsa dan negara kian jelas,

mana bendera merah putihnya? mana foto pahlawan kemerdekaan? mana foto para ulama?

pantas difikirkan ulang.

bagaimana nasib bangsa dan negara ke depan?

 

belajar dari fb

bukan rahasia umum, ni anak-anak sampai orang tua kerajingan facebook (termasuk aku nggak yaa??). tapi yang buat gak enak tu ketika membaca status-status yang “gak nggenah”.

baru-baru ini saya buka akun fb SMK Al-Amin yang lama gak ditengok, dikit-dikit baca status yang berteman dengannya. kemudian berfikir, west, biar anak-anak ada juga yang dibaca dan berguna, maka saya pasang saja rss gravity seperti yang dipasang diakun saya fz fuadi. berlangganan apa saja tu, permatahikma,nu online, sarkub. infokomputer, ilmugrafis, dan gak ketinggalan blogku ini (girasngirus promosi, he3 -> jngan lupa dibaca n dikunjungiloh ->tapi gak dosa kok bila ndak 🙂

harapan dengan memasang feed dari macam-macam web, setidaknya yang berteman jadi dikit masukan pengetahuan atau hikmah, dibaca alhamdulillah, gak dibaca ya -> lain kali baca ya!!!

bisa belajar pelajaran agama, kabar dunia, komputer juga multimedia dll -> moga ada manfaat

oh ya -> terutama guru atau teman, bila ada link tersebut yang isinya “kurang pantas” mohon beritahu saya ya, agar bisa distop langganan postingnya karena saya juga tidak selalu memantaunya. trims

 

hak cipta > royalti vs pahala

copas-copas tanya jawab habib Munzir di web majelisrasulullah.org tentang sholat, sambil ngedit sambil belajar.

hingga ingin share perkataan beliau yang mungkin sangat sulit sekali dicari di zaman ini,

boleh saudaraku, saya sudah izinkan pin atau apa saja diperbanyak untuk sendiri atau untuk dijual, kita tidak pakai sistim hak cipta,  karena web ini dibaca banyak orang, maka silahkan saja jika yg ingin jual vcd saya, poster MR atau lainnya sudah saya izinkan, karena kita ingin lebih syiar, walau diambil untung dg dijual, saya dan seluruh crew MR mendapat transferan bunga pahalanya. itu yg kami lebih butuhkan daripada hak cipta yg justru membatasi pahala abadi mengalir.

Semoga pahala tak terputus dan berlimpah untuk beliau selalu

Alokasi Harta Zakat

beberapa hari yang lalu, mendengar rekaman pengajian oleh KH. Wahid jateng mengenai zakat. Terima kasihku untuk ustd. Habib karena dengan beliau ke Surabaya banyak manfaat yang dapat saya ambil, salah satunya banyak file2 yang ditinggalkan di komputer pondok yang dapat saya copy. Catatan ini terinspirasi dari rekaman tersebut, semoga tidak ada kesalahan dan membawa manfaat bagi yang membaca.

Seperti diketahui, bahwa mustahiq zakat terdiri atas 8 golongan. Tapi ini akan membahas sedikit tentang 4 golongan diantaranya yang biasanya selalu ada dalam suatu daerah.

1. fakir, orang yang mempunyai penghasilan kurang dari 50% kebutuhannya sehingga tidak dapat memenuhinya. Orang seperti ini menurut beliau, lebih baik diberikan konsumtif, karena walau diajak berusaha, akan sulit untuk berkembangnya.

Read more »

daftar penerbit yang menerima naskah

serching-seching karena ingin membantu adek yang lagi hobi nulis cerpen juga novel, pernah ikut lomba tapi belum menang sih, dan menurut teman-temannya cerita-ceritanya bagus dan enak dibaca, walaupun isinya ya remaja ini, kurang cocok sih untuk pembelajaran, tetapi bisa digunakan untuk masukan bagi orang tua atau guru dalam mengerti jiwa anak remaja sekarang dengan berbagai “intrik ” dalam hatinya.
berikut daftar penerbit yang aq temukan di blognya mbak http://afiifahizzah.blogspot.com
contoh karya2nya q cantumkn di catagories lia el muslich, monggo lihat …
TEKNIS STANDARD PENGIRIMAN NASKAH
Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.
Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe,gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga. Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.
Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp. Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN . Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim. “Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….” Selesai.
Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin. Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!
BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dantabloid yang menerima kiriman CERPEN. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.

Mendongkrak Penerimaan Siswa baru

Sekolah Swasta Keuangannya biasanya sangat tergantung pada banyaknya siswa yang mendaftar di sekolah itu. Dengan berbagai kondisi, adakalanya Siswa yang mendaftar itu banyak dan terkadang juga sedikit. Karena itu bukan rahasia umum bahwa sekolah-sekolah mengadakan banyak strategi untuk mendongkrak perolehan siswa baru.

Terfikir juga bagaimana strategi yang dapat dilakukan sekolah menengah kejuruan (smk) baru ya dalam menjaring peserta didik baru? berikut sedikit yang terfikir, semoga ada manfaatnya dengan saya share disini, sebagai masukan, atau ada yang menambahkan, karena isi kepala setiap orang berbeda, dan dalam menyelesaikan persoalan, dua kepala lebih baik dari pada satu kepala, tiga kepala lebih baik dari pada dua dan seterusnya …..

1. Kepala sekolah beserta seluruh staf, guru dan karyawan, berkumpul menyamakan visi dan tujuan, dan bahkan harus mengingatkan semua komponen bahwa “KITA DALAM KEADAAN DARURAT “PERANG”, BILA KITA TIDAK BERTINDAK BISA JADI SEKOLAH KITA KOLAPS, PENERIMAAN SISWA KITA SEDIKIT DAN KALAU PARAH< SEKOLAH INI BISA BUBAR
Penyamaan visi dan misi ini dapat dilakukan apabila masing-masing komponen tidak saling menunjukkan ego masing-masing, harus sering memberi nyaman dan berbagi rasa. karena loyalitas tidak dibangun dengan paksaan.

Read more »

malam roghoib

Berniat browsing tentang malam jum’at pertama bulan rajab, tapi hasilnya juga mencengangkan, dihalaman muka google banyak yang membahas masalah bid’ah. Waduh serasa bosan juga membaca begituan.
Teringat rekaman yang pernah saya dengar dulu oleh syekh nadzim tentang bid’ah yang menganggap ibadah terlalu banyak.
Dengan bijak beliau menjelaskan ayat , Tidaklah Alloh menciptakan Jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah.

Kalau dipahami, ibadah kita memang kurang ya, kita diperintahkan beribadah setiap saat, setiap keadaan, tapi apa yang kita lakukan didunia ini, masih sibuk mencari hal duniawi, walau terkadang kita beralasan (alibi) kita mencari dunia kan untuk digunakan ibadah. ha3, kita memang makhluk yang suka membuat makar tetapi lupa bahwa Alloh adalah pembuat makar yang lebih baik.

Terkadang ketika kangen ma yang kita cintai, eh, kok tidak ada keperluan, maka biasa kita akan membuat-buat alasan agar kita dapat bertemu dengannya. Mengapa ketika ada orang-orang yang mencintai Alloh dan ingin selalu menghadap, mi’roj kepadaNya, banyak orang yang tidak suka? siapakah makhluk yang tidak suka kepada orang-orang yang ingin dekat dengan Alloh?

ya Alloh dekatkanlah aku dan keluargaku dengan orang-orang yang ahli ibadah dan dekat denganMu ya Alloh

Amalan Enteng Tapi MasyaAllah

buka-buka email, sungguh nasehat dari ustad yusuf mansur yang pantas dilaksanakan, berikut isi emailnya

 

Assalamu\’alaikum wr.wb
Berikut ini ada beberapa amalan enteng tapi masya Allah :

Amalan Enteng Tapi MasyaAllah bag.1
Jangan ampe enggak, baca subhaanallaahi wabihamdih, 100x sehari.Sempetin.
Kalo perlu biasain, bikin daftar absen sendiri. Sebab yang enteng ini, kalo ga ada hidayah Allah, taufiq dari Allah, bisa-bisa lewat kita gak ngerjain.
Kalo kita baca ini : Subhaanallaahi wabihamdih (Maha Suci Allah, dan Segala Puji Bagi-Nya) 100x, dosa kita dihapus sehapus-hapusnya. MasyaaAllah kan?…
Sedangkan yang bikin kita diantaranya, jadi sulit rezeki, susah hidup, banyak bala, banyak masalah, penyakitan, miskin, adalah dosa.
Yaaah, walaupun ada juga orang yang diuji dengan semua itu, namun rasanya orang sekarang, banyak yang sebab dosa jadi pada susah, sulit, menderita.
Maka, baca bacaan ini efektif sekali.

AmalanEntengTapiMasyaaAllah bag.2
Laa hawla walaa quwwata illaa billaah
Baca ini wirid. Sehari 100x dah atau 300x, anti galau he hehe, anti susah.
Hajat juga gampang kekabulnya.
Seorang bapak, ketemu saya sambil berkaca-kaca matanya. Beliau mengaku sebel sekali ngeliat anaknya yang ga kunjung bekerja, padahal udah lulus lama.
Pas denger saya bilang tentang wirid “laa hawla walaa quwwata illaa billaah ini, beliau baca sepenuh hati sepenuh harap. 100-300x, kemudian beliau berdoa. Ga sampe 2 pekanan, kalo ga salah, di istiqomahin, anaknya bekerja. Dan beliau berpesan ke anaknya, jangan ampe ditinggal.
Buat kawan-kawan KuliahOnline, baik peserta lama maupun yang akan daftar besok-besok ini, bener-bener jangan ditinggal ini wirid.
Nama lain wirid ini : Hawqolah.
Melambangkan ketidak berdayaan di hadapan Allah. Bagus untuk nenangin pikiran, perasaan, kepenatan.
Selamat mencoba yaaa, disiplinin loh, jangan sekali kali doang bacanya.
Read more »

pelajaran wajib oleh para anak muslim

kemeren sepulang dari jum’atan, di rumah ibu menyalakan TVRI yang menyiarkan sholat jum’at di masjid Istiqlal, Menurut saya ada yang menarik yang ngin saya bagikan dari apa yang di sampaikan khotib.

 

Beliau menjelaskan bahwa nabi memerintahkan setiap orang tua mengajari anak untuk …

1. mencintai dan menghargai Nabi dan keluarganya

2. membaca Al Qur’an

3. berolah raga

 

trus ?

Apakah ketika pelajran ini sudah masuk dalam kurikulum sekolah?

selamat hari buruh 1 mei

Sudah menjadi budaya disetiap ada moment, dilakukan ceremony berupa demonstrasi, dimana-mana timbul demo untuk menuntut sesuatu, entah ini benar atau hanya untuk acara kumpul-kumpul dan mencari perhatian. Tapi ya menurut saya diantara banyak kejadian, ada lah segelintir orang yang benar-benar mempertaruhkan nasibnya ke acara demo tersebut.

Ormas-ormas Islampun ternyata sangat banyak juga yang melakukan demonstrasi, bahkan menjadi acara rutin mereka????? Teinspirasi oleh nasehat salah seorang ulama, tentang jangan demo di jalan-jalan tapi lakukanlah dimasjid

Jadi Punya pemikiran gini,

Ketika buruh menuntut kenaikan gaji ke perusahaan, kumpulkan saja (dikoordinir) para buruh pabrik tersebut setelah pulang kerja, gelar tikar di area pabrik, di lorong-lorong, dimanapun, kemudian bareng-bareng sholat hajat kemudian berdoa ” ya Alloh, naikkan gaji para buruh di pabrik ini, berikan keuntungan yang lebih untuk dapat memberikan gaji yang lebih pula untuk para buruh”. Tidak perlu bolos kerja, dilakukan sehabis pulang kerja/ sebemlumnya, bila sekali tidak didengar, teruskan saja selama 40 hari, apa mungkin Alloh tidak mendengar jeritan hajat para buruh? para atasan di pabrik itu tidak mendengar? tambahin doa saja gini “ya Alloh bila pabrik ini tetap tidak mau menaikkan gaji buruhnya, semoga parik ini menjadi bangkrut” he3. tdk dianjurkan sih yang terakhir ini.

Jangan meninggalkan kewajiban, tetap tunaikan kewajiban, kemudian menuntut hak, jangan merugikan orang lain bila tidak ingin dirugikan orang lain, Bagaimana perusahaan menaikkan gaji bila pemasukan mereka merosot?

Demo yang dipenuhi pahala, Demo yang tidak merugikan orang lain, dengan berisik, macet dll yang menyakiti/ merugikan orang lain (yang bisa jadi berdoa jelek kepada para pendemo, lah loh jadi gimana hasilnya?)

Coba bayangkan para pendemo yang menjamur di jalan-jalan?

Gimana ya bila semua orang islam di Indonesia, keluar dari rumah, serempak diseluruh negri, sholat hajat bersama, kemudian berdoa untuk kesejahteraan negeri kemudian berdoa agar BBM tidak naik, apakah Alloh tetap tidak acuh atas permintaan seluruh Indonesia?

he3, maaf, yang nulis juga cuman bisa koar-koar tog, ndak ada jluntrungannya, tapi gimana ya bila ini di galakkan?

hujan penanda musim

Di pagi hari dengan suasana dingin, msuk ke lab komputer yang berAC, tambah dingin deh, nyeletuk “pagi-pagi kok hujan ya” pak kholiq yang mendengarnya menjawab “iya, kalau sering turunnya hujan itu di pagi hari itu menandakan bahwa akan datang musim kemarau”

Kalau kesimpulannya diubek bisa jadi gini

1. sering turun hujan di pagi hari menandakan akan datang musim kemarau

2. musim kemarau, hujannya hampir tidak ada

3. sering turun hujan di sore hari menandakan akan datang musim penghujan

4. musim penghujan, turun hujannya sering dan tidak bergantung waktu (setiap saat)

semoga info ini benar dan bermanfaat

Duit kecil, rame-rame beli barang BESAR.

email dari cspatunganusaha, asuhan ust. yusuf mansur,

sungguh inspiratif, semoga terlaksana dan sukses

 

Duit kecil, rame-rame beli barang BESAR.

Ini lah konsep Re-Distribusi Aset.

Bismillaahirrahmaanirrahiim, dengan memohon izin Allah seraya berharap Ridha, Rahmat, dan Perkenan serta Pertolongan-Nya… Saya mendorong ekonomi kerakyatan. Ekonomi yang dipegang langsung oleh rakyat. Selama ini kan ekonomi dikendalikan oleh pengambil keputusan, bank, pemerintah, dan bahkan orang per orang, atau lembaga. Kita bersatu, tapi bersatunya kita, seperti bukan untuk kita, melainkan untuk orang lain. Contoh: Ada potensi lahan sawit. Seorang kepala daerah memanggil pengusaha, berdiskusi dengan seorang pengusaha, atau sebaliknya, pengusaha tersebut yang berdiskusi dengan kepala daerah. Lalu diputuskanlah untuk mengelola lahan sawit, dari sebelum tanam sampai jadi pengolahan kelapa sawit.

Nah, terjadi peristiwa lazim yang merupakan ketidakutuhan pembelaan dan kebaikan informasi. Seorang Kepala Daerah seyogyanya membawa kepentingan total dari masyarakatnya, daerahnya. Total. Semua. Tapi tidak sedikit yang saya sebut ketidakutuhan pembelaan dan kebaikan informasi. Apa itu peristiwanya? Potensi, peluang, kesempatan, membuka lahan sawit, harusnya menjadi maslahat dan manfaat buat semua. (Insya Allah saya masih baik sangka, husnudzdzan, kepada semua orang, termasuk kepala-kepala daerah dan pengusaha-pengusaha. Jika ada sebagiannya yang membawa kepentingan pribadi, saya mengingatkan dan mendoakan). Sebisa-bisanya dari a a/d z sudah dipikirkan untuk tidak hanya menjadi kepentingan satu dua orang, satu dua kelompok.

Saya ilustrasikan. Berbekal surat keputusan kepala daerah tersebut, pengusaha sawit yang diundang ini mengajukan pembiayaan ke bank. Banknya pun bank daerah atau bank nasional cabang daerah. Daerah mana? Ya daerah di mana sawit itu bakal ditanam. Pengajuan disetujui, dikucurkan, digelontorkan. Atau bahkan pengusaha ini sudah duluan punya bank, he he he.

Sampai sini, harusnya kita berkerenyit.

Read more »