300 Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Mukjizat merupakan kejadian luar biasa yang berlaku pada nabi dan rasul dengan izin Allah SWT. Mukjizat tidak mampu ditiru oleh manusia biasa. Kali ini SICOM memuat mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad SAW yang melebihi 300. Semoga dapat membawa manfaat.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya. Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj tidak sampai satu hari.

Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf.

Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad. Berikut ini adalah  mukjizat-mukjizat yang dimiliki Nabi Muhammad.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW sangat banyak, namun SICOM hanya berhasil mengumpulkan beberapa mukjizat Rasulullah yang melebihi 300 mukjizat. Di antara mukjizat Rasul adalah:

Mengerti bahasa binatang seperti Nabi Sulaiman.
Memerintah bumi dan pohon seperti Nabi Musa.
Diberi mukjizat seperti Nabi Ibrahim.
Anak yang meninggal bangkit hidup kembali. (mirip mukjizat Nabi Isa AS)

Menyembuhkan orang buta.
Menyembuhkan orang lumpuh.
Menyembuhkan orang cacat sejak lahir.
Mengetahui isi hati.

Memberi makan beribu orang dengan satu makanan.
Memberi minum beribu orang dengan sedikit air.
Mengeluarkan air di tengah padang gurun.
Mengeluarkan air dari sela jari untuk wudhu beribu orang.
Menyembuhkan putri raja yang cacat tanpa tangan dan kaki.

Membelah bulan menjadi 2 bagian. Dan ini telah dibuktikan oleh para astronot yang menghabiskan dana ratusan juta dollar.

Mengetahui apa yang telah terjadi.
Mengetahui apa yang sedang terjadi.
Mengetahui apa yang akan terjadi.
Melihat yang di belakang punggungnya seperti dari depan.

Musuh bergetar tak mampu membunuh.
Bumi memakan orang yang hendak membunuh beliau.
Musuh tak dapat melihat beliau.
Tidak dapat dibunuh musuh.

Rombongan berkuda para sahabat dapat menyeberang laut dengan berkuda saat mengejar musuh yang lari dengan kapal layar, atau pun mukjizat lainnya.

Semua mukjizat ini tersebut dalam hadist shohih Bukhori dan shohih Muslim atau Shohih Ahmad yang lengkap dan bukan sekedar ringkasan hadist.

Sebelum Masa Kenabian

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Muhammad SAW sudah diliputi banyak mukjizat. Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim.

Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad SAW memperoleh namanya dari mimpi ibunya, Aminah binti Wahab ketika mengandungnya.

Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang konon menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki.”

Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad SAW adalah anak yang luar biasa. Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada saat kelahiran dan masa kecil Muhammad SAW:

* Aminah binti Wahab, ibu Muhammad SAW pada saat mengandung Muhammad SAW tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.

* Saat melahirkan Muhammad SAW, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.

* Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.

* Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.

* Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad SAW dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya. Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad SAW karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad SAW. Selama dengan Halimah, Muhammad SAW hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.

* Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad SAW. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”

* Dikisahkan saat Muhammad SAW berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi ketika Muhammad SAW sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad SAW dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah. Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran terperinci bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengeluarkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad SAW di-Isra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.

* Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad SAW, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad SAW pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.

* Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad SAW. Muhammad SAW saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad SAW saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad SAW dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.

* Mukjizat lain adalah Muhammad SAW pernah memperpendek perjalanan. Kisah ini terjadi saat pulang dari Syiria. Muhammad SAW diperintahkan Maisarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Muhammad SAW sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat, Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad SAW. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad SAW dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Muhammad SAW.

Pada Masa Kenabian

Fisik

* Dapat melihat dengan jelas dalam keadaan gelap.

* Wajah Muhammad memancarkan cahaya di kegelapan pada waktu sahur.

* Dua Sahabat Muhammad dibimbing oleh dua cahaya, setelah bertemunya.

* Peluh yang keluar dari tubuh Muhammad memiliki bau harum, jika Muhammad berjabat tangan dengan seseorang maka aroma harum itu akan membekas selama beberapa hari ditangan orang tersebut.

* Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak dibunuh oleh Syaibah bin Utsman pada Perang Hunain.

* Muhammad sanggup menghancurkan batu besar dengan tiga kali pukulan, dikala menjelang Perang Khandaq, padahal pada saat itu Muhammad belum makan selama 3 hari.

* Muhammad sanggup merubuhkan seorang pegulat bertubuh tinggi dan kekar, Rukanah al-Mutthalibi bin Abdu Yazid hanya dengan dua kali dorongan saja.

* Suara Rasulullah SAW ternyata tidak hanya merdu saja, namun juga memiliki kekuatan suara yang cukup dahsyat sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara beliau.

Kharisma

* Tatapan mata membuat Umar bin Al-Khaththab dan Abu Jahm lari terbirit-birit, ketika mereka berencana untuk membunuh Muhammad pada malam hari.

* Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang sedang menghunus pedang ke arah leher Muhammad SAW.

*Allah melumpuhkan Hay bin Akhtab dan para sahabatnya, ketika hendak melemparkan batu yang besar kepada Muhammad.
* Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
* Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad SAW, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang dan menidurkan musuh

* Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan
* Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad SAW ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.
* Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.
* Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir. Kemudian ia berhasil melalui orang-orang yang menunggunya di pintu rumahnya untuk membunuhnya.

*Melemparkan segenggam pasir ke arah musuh sehingga mereka dapat dikalahkan pada Perang Hunaian dan Perang Badar.

Fenomena Alam

*Menghentikan gempa yang terjadi di Mekkah dan Madinah, dengan cara menghentakkan kakinya dan memerintahkan bukit supaya tenang.

*Menurunkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijrah di Madinah yang saat itu mengalami musim kemarau.

*Berbicara dengan gunung untuk mengeluarkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.

*Menahan matahari tenggelam.

*Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.

*Bumi menelan seorang Quraisy yang hendak membunuh Muhammad dan Abu Bakar pada saat hijrah.

Bayi, binatang, tumbuhan, dan benda mati

*Seorang bayi berumur satu hari bersaksi atas kerasulan Muhammad.

*Bayi berumur 2 tahun memberi salam kepada Muhammad.

*Persaksian seekor srigala dan dhab (sejenis biawak pasir) terhadap kerasulan Muhammad.

*Seekor kijang berbicara kepada Muhammad.

* Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.
* Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad SAW.
* Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
* Dua Sahabat Nabi SAW dibimbing oleh cahaya.
* Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.
* Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad SAW.
* Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
* Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
* Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.

* Unta besar yang melindungi Muhammad dari kejahatan Abu Jahal.

* Seekor burung mengadu kepada Muhammad tentang kehilangan anaknya.

* Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.

* Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.

* Sebuah tandan kurma yang bercahaya diberikan kepada Qatadah bin Nu’man sebagai obor penerang jalannya pulang.

* Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang dusun (Arab Badui).

* Memerintahkan pohon untuk menjadi penghalang ketika Muhammad hendak buang hajat pada suatu perjalanan.

* Batang kayu yang kering menjadi hijau kembali di tangannya.

* Permadani yang besaksi atas kerasulan Muhammad atas permintaan Malik bin as-Sayf.

* Batu, pohon dan gunung memberi salam kepada Muhammad.

* Batu kerikil bertasbih ditelapak tangan Muhammad.

* Memanggil batu agar menyeberangi sungai dan mengapung, menuju kearah Muhammad dan Ikrimah bin Abu Jahal.

* Memberinya sebatang kayu yang berubah menjadi pedang kepada Ukasyah bin Mihsan, ketika pedangnya telah patah dalam sebuah pertempuran.

* Secara tiba-tiba ada sarang laba-laba, dua ekor burung yang sedang mengeramkan telur dan cabang-cabang pohon yang terkulai menutupi mulut gua di Gunung Thur, sewaktu Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang Quraisy.

Makanan dan minuman

* Makanan yang dimakan oleh Muhammad SAW mengagungkan Nama Allah.
* Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.
* Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
* Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
* Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.
* Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.
* Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad SAW.
* Air memancar dari sela-sela jari. Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.
* Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas izin Allah.

*Paha kambing yang telah diracuni berbicara kepada Muhammad setelah terjadi Perang Khaibar.

*Ikan al-anbar menjadi hidangan bagi 300 pasukan Muhammad.

*Wadah yang selalu penuh dengan air, walau sudah dituangkan hingga habis.

*Mengeluarkan air dari sumur yang ada di tengah gurun pasir, ketika Khalid bin Walid pada saat itu masih menjadi musuhnya.

*Mengeluarkan mata air baru untuk pamannya Abu Thalib yang sedang kehausan. *Mengeluarkan air yang banyak dari bejana milik seorang wanita penunggang unta.

*Semangkuk susu yang bisa dibagi-bagikan kepada beberapa orang-orang Shuffah, Abu Hurayrah dan Muhammad.

*Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit orang Urainah

Mendo’akan dan menyembuhkan

* Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad SAW meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa merasakan sakit sedikit pun.
* Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad SAW mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
* Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
* Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.
* Menyembuhkan daya ingat Abu Hurairah yang pelupa.
* Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.

* Menyembuhkan kaki Abdullah bin Atik yang patah sehingga pulih seperti sedia kala.

* Menyembuhkan luka sayatan di betis Salamah bin al-Akwa pada Perang Khaibar.
* Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.

* Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam Perang Khaibar.

* Menyembuhkan sakit kepala Ali bin Abi Thalib.
* Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
* Menyambung tangan orang Badui yang tangannya putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri setelah menampar Muhammad SAW.

* Menyembuhkan luka bakar di tubuh anak kecil yang bernama Muhammad bin Hathib dengan ludahnya.

* Menyembuhkan luka bakar Amar bin Yasir yang telah dibakar oleh orang-orang kafir.
* Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.
* Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.

* Menyembuhkan anak yang bisu sejak lahir, sehingga bisa berbicara.

* Menyembuhkan mata ayah Fudayk yang putih semua dan buta.

* Air seni Muhammad pernah terminum oleh pembantunya yang bernama Ummu Aiman, sehingga menyembuhkan sakit perut pembantunya.

* Mengembalikan penglihatan orang yang buta.

* Menyembuhkan penyakit lumpuh seorang anak.

* Mengobati penyakit gila seorang anak.

* Menyembuhkan penyakit kusta istri Mu’adz bin Afra’ dengan tongkatnya.

* Menyembuhkan penyakit kusta Sa’id bin Abyadh bin Jamal dibagian wajahnya.

* Menyembuhkan putri raja yang cacat tanpa tangan dan kaki.

* Mengusapkan wajah Qatadah bin Milhan yang telah berusia lanjut, sehingga wajahnya tetap terlihat muda dan cerah.

* Menyembuhkan sakit perut Ubaidah bin Rifa’ah.

* Menghidupkan anak perempuan yang telah mati lama di kuburannya.

* Berdoa agar hujan dialihkan ke sekeliling kota Madinah, jangan menimpa kota Madinah. Maka awan-awan yang bergerak di atas kota Madinah pun segera bergerak, tidak lagi berada di atas kota Madinah tetapi berada di pinggir kota Madinah.

Hal ghaib dan ru’yah/ramalan

* Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.
* Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.
* Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan di sekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad SAW.
* Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad SAW.
* Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunan Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun.
* Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.

* Mendapatkan bantuan dari Malaikat Jundallah ketika dalam Perang Badar.

* Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya.

* Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi.

* Sanggup melihat di balik punggungnya seperti melihat dari depan.

* Sanggup melihat dan mendengar apa yang ada di langit dan bumi.

* Sanggup mengetahui isi hati sahabat dan lawannya.

* Mengetahui yang terjadi di dalam kubur.

* Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.

* Mengetahui nasib cucu-cucunya dikemudian hari, seperti nasib Hasan yang akan bermusuhan dengan Mu’awiyyah bin Abu Sufyan beserta keturunannya. Nasib Husain yang akan dibantai tentara Yazid, anak lelaki Mu’awiyyah di sebuah Padang Karbala.

* Mengetahui akan adanya Piagam Pemboikotan oleh tokoh-tokoh Quraisy.

* Rasulullah menunjuk komandan pada Perang Mu’tah untuk memimpin pasukan muslimin terbunuh. Yang pertama terbunuh adalah Zai bin Haritsah. Setelah Zaid terbunuh, komandan pasukan digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib. Kemudian, Ja’far bin Abi Thalib juga terbunuh. Sebelum kematian dua komandan itu sampai ke Madinah,  Rasulullah  telah memberitakan kematian Zaid bin haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib kepada para shahabatnya.

* Mengabarkan munculnya dua nabi palsu sepeninggalnya. Terbukti, dua nabi palsu tersebut adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Al-Aswad Al-Ansi.

* Mengabarkan Kerajaan Persia dan Romawi akan dikalahkan oleh kaum muslimin. Selain itu, harta simpanan Persia dan Romawi akan dimiliki oleh muslimin. Dan itu terbukti.

* Hingga akhir zaman akan selalu ada sekelompok umatnya yang selalu menampakkan kebenaran Islam dan membelanya.

Mukjizat Terbesar

* Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah. Saat itu nabi menerima perintah salat dalam waktu tidak sampai satu malam.
* Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf.

dari berbagai sumber : http://www.siagaindonesia.com/2015/02/300-mukjizat-nabi-muhammad-saw

Ayah Bunda Nabi Muhammad saw

“Pecahlah ‘telur’ penciptaan Nya di alam mutlak yang tak terbatas ini. Menyingkap keindahan yang bisa disaksikan pandangan mata, mencakup segala kesempurnaan sifat keindahan dan keelokan.” Demikian ungkapan Habib Ali Al-Habsyi saat menggambarkan penciptaan nur Muhammad hingga kelahiran Rasulullah Saw.

Napak Tilas Nur Muhammad (bagian 3);  AYAH BUNDA TERMULIA SEPANJANG MASAMeresapi perjalanan cahaya nan agung ini dapat membawa pikiran kita pada satu kesadaran: adalah wajar jika kelahiran seorang Nabi yang dikehendaki Allah dengan penuh kemuliaan sejak awal penciptaannya hingga penjagaan pada seluruh generasi leluhurnya, dibarengi dengan terjadinya peistiwa peristiwa luar biasa, sebagai pertanda kemuliaan dan keagungannya. Maka betapa ulama tidak mengatakan bahwa hari kelahiran Nabi Muhammad saw adalah hari raya terbesar bagi umat islam?

Alkisah, Abdul Muthalib dianugerahi putra yang ia namakan ‘Abdullah’, buah pernikahan nya dengan Fathimah binti Amr. Syaikh Nawawi Banten mengisahkan didalam Madarijush Shu’ud, bayi Abdullah tumbuh besar dalam perkembangan yang begitu cepat. Setiap yang memandangnya berdecak kagum melihat kemilau cahaya yang anggun berwibawa dari wajahnya dan berbagai keajaiban yang terjadi pada dirinya.

Beranjak remaja, semakin tampak lah keistimewaan pada dirinya. Dalam As-Sirah An-Nabawiyyah, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan menceritakan, “Sesungguhnya Abdullah adalah seorang Quraisy yang terindah diri dan kepribadiannya pada saat itu. Pada wajahnya, nur Muhammad bersinar kemilau. Tidak sedikit wanita Quraisy yang terpikat hatinya kepada Abdullah.

Read more »

99 Nama-nama baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wa sallam

99 Nama-nama baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wa sallam

1. Sayyiduna Muhammad sallallahu alayhi wa sallam
2. Sayyiduna Ahmad sallallahu alayhi wa sallam
3. Sayyiduna Hamid sallallahu alayhi wa sallam
4. Sayyiduna Mahmud sallallahu alayhi wa sallam
5. Sayyiduna Qasim sallallahu alayhi wa sallam
6. Sayyiduna Aqib sallallahu alayhi wa sallam
7. Sayyiduna Fatih sallallahu alayhi wa sallam
8. Sayyiduna Shahid sallallahu alayhi wa sallam
9. Sayyiduna Hashir sallallahu alayhi wa sallam
10. Sayyiduna Rashid sallallahu alayhi wa sallam
11. Sayyiduna Mashhud sallallahu alayhi wa sallam
12. Sayyiduna Bashir sallallahu alayhi wa sallam
13. Sayyiduna Nadhir sallallahu alayhi wa sallam
14. Sayyiduna Da’i sallallahu alayhi wa sallam
15. Sayyiduna Shafi sallallahu alayhi wa sallam
16. Sayyiduna Hadi sallallahu alayhi wa sallam
17. Sayyiduna Mahdi sallallahu alayhi wa sallam
18. Sayyiduna Mahi sallallahu alayhi wa sallam
19. Sayyiduna Munji sallallahu alayhi wa sallam
20. Sayyiduna Naji sallallahu alayhi wa sallam
21. Sayyiduna Rasul sallallahu alayhi wa sallam
22. Sayyiduna Nabi sallallahu alayhi wa sallam
23. Sayyiduna Ummi sallallahu alayhi wa sallam
24. Sayyiduna Tihami sallallahu alayhi wa sallam
25. Sayyiduna Hashimi sallallahu alayhi wa sallam
26. Sayyiduna Abtahi sallallahu alayhi wa sallam
27. Sayyiduna A’ziz sallallahu alayhi wa sallam
28. Sayyiduna Haris Alaikum sallallahu alayhi wa sallam
29. Sayyiduna Ra’uf sallallahu alayhi wa sallam
30. Sayyiduna Rahim sallallahu alayhi wa sallam
31. Sayyiduna Thaha sallallahu alayhi wa sallam
32. Sayyiduna Mujtaba sallallahu alayhi wa sallam
33. Sayyiduna Tasin sallallahu alayhi wa sallam
34. Sayyiduna Murtada sallallahu alayhi wa sallam
35. Sayyiduna Ha-mim sallallahu alayhi wa sallam
36. Sayyiduna Mustafa sallallahu alayhi wa sallam
37. Sayyiduna Ya-sin sallallahu alayhi wa sallam
38. Sayyiduna Aula sallallahu alayhi wa sallam
39. Sayyiduna Muzammil sallallahu alayhi wa sallam
40. Sayyiduna Wali sallallahu alayhi wa sallam
41. Sayyiduna Mudaththir sallallahu alayhi wa sallam
42. Sayyiduna Matin sallallahu alayhi wa sallam
43. Sayyiduna Musaddiq sallallahu alayhi wa sallam
44. Sayyiduna Tayyib sallallahu alayhi wa sallam
45. Sayyiduna Nasir sallallahu alayhi wa sallam
46. Sayyiduna Mansur sallallahu alayhi wa sallam
47. Sayyiduna Misbah sallallahu alayhi wa sallam
48. Sayyiduna Amir sallallahu alayhi wa sallam
49. Sayyiduna Hijazi sallallahu alayhi wa sallam
50. Sayyiduna Nazari sallallahu alayhi wa sallam
51. Sayyiduna Quraishi sallallahu alayhi wa sallam
52. Sayyiduna Mudari sallallahu alayhi wa sallam
53. Sayyiduna Nabi At-Tauba sallallahu alayhi wa sallam
54. Sayyiduna Hafiz sallallahu alayhi wa sallam
55. Sayyiduna Kamil sallallahu alayhi wa sallam
56. Sayyiduna Sadiq sallallahu alayhi wa sallam
57. Sayyiduna Amin sallallahu alayhi wa sallam
58. Sayyiduna Abd-allah sallallahu alayhi wa sallam
59. Sayyiduna Kalim Allah sallallahu alayhi wa sallam
60. Sayyiduna Habib Allah sallallahu alayhi wa sallam
61. Sayyiduna Naji Allah sallallahu alayhi wa sallam
62. Sayyiduna Safi Allah sallallahu alayhi wa sallam
63. Sayyiduna Khatam Al Anbiya sallallahu alayhi wa sallam
64. Sayyiduna Hasib sallallahu alayhi wa sallam
65. Sayyiduna Mujib sallallahu alayhi wa sallam
66. Sayyiduna Shakur sallallahu alayhi wa sallam
67. Sayyiduna Muqtasid sallallahu alayhi wa sallam
68. Sayyiduna Rasal Ar Rahmah sallallahu alayhi wa sallam
69. Sayyiduna Qawi sallallahu alayhi wa sallam
70. Sayyiduna Hafi sallallahu alayhi wa sallam
71. Sayyiduna Ma’mun sallallahu alayhi wa sallam
72. Sayyiduna Ma’lum sallallahu alayhi wa sallam
73. Sayyiduna Haqq sallallahu alayhi wa sallam
74. Sayyiduna Mubin sallallahu alayhi wa sallam
75. Sayyiduna Mutii sallallahu alayhi wa sallam
76. Sayyiduna Awwal sallallahu alayhi wa sallam
77. Sayyiduna Akhir sallallahu alayhi wa sallam
78. Sayyiduna Zahir sallallahu alayhi wa sallam
79. Sayyiduna Batin sallallahu alayhi wa sallam
80. Sayyiduna Yatim sallallahu alayhi wa sallam
81. Sayyiduna Karim sallallahu alayhi wa sallam
82. Sayyiduna Hakim sallallahu alayhi wa sallam
83. Sayyiduna Sayyid sallallahu alayhi wa sallam
84. Sayyiduna Siraj sallallahu alayhi wa sallam
85. Sayyiduna Munir sallallahu alayhi wa sallam
86. Sayyiduna Muharram sallallahu alayhi wa
. Sayyiduna Mukarram sallallahu alayhi wa sallam
88. Sayyiduna Mubashshir sallallahu alayhi wa sallam
89. Sayyiduna Mudhakkir sallallahu alayhi wa sallam
90. Sayyiduna Mutahhar sallallahu alayhi wa sallam
91. Sayyiduna Qarib sallallahu alayhi wa sallam
92. Sayyiduna Khalil sallallahu alayhi wa sallam
93. Sayyiduna Mad’u sallallahu alayhi wa sallam
94. Sayyiduna Jawwad sallallahu alayhi wa sallam
95. Sayyiduna Khatim sallallahu alayhi wa sallam
96. Sayyiduna Adil sallallahu alayhi wa sallam
97. Sayyiduna Shahir sallallahu alayhi wa sallam
98. Sayyiduna Shahid sallallahu alayhi wa sallam
99. Sayyiduna Rasul Al malahim sallallahu alayhi wa sallam

Dikutip dari kitab Jawahir al-Auliya (Permata dari orang suci) karya Makhdum Jahaniyan dari Ucch (Pakistan) pada suatu bab yang menjelaskan pada kebajikan dan kekuatan berkah dari 99 nama baginda Rasul saw, syaikh Abdul qadir Jailani ( semoga allah selalu memberkahi beliau) barangsiapa membacanya 1x dalam sehari semalam maka ia akan dipertahankan dari segala macam penderitaan, dan imannya akan selalu tetap tidak terganggu.
Menurut nenek Moyang penulis apabila pembacaan nama-nama mulia ini setelah sholat subuh akan menyebabkan semua Dosa,baik besar dan kecil,terbuka maupun tersembunyi maka akan diampuni.
Menurut Sultan Sayyid Mahmud Nasiruddin Bukhari mengatakan bahwa siapapun mereka yang mengucapkan 7x setelah sholat siang maka tidak akan pernah diganggu oleh burung atau binatang.
Menurut seorang sufi dari buku Elevenfold ( sebelas Lipatan ) yang bernama Makhdum Jahaniyan saat beliau bertemu baginda Rasul di Madinah apabila nama-nama ini dibaca 12x setelah sholat Malam, maka baginda nabi berjanji bahwa ia pasti membawa orang tersebut ke surga, dan tidak akan memasukinya tanpa dia ( orang2 yang membaca nama-nama mulia ini ).

Kalam Al-Habib Zein bin Ibrahim Bin Sumaith

Nabi Muhammad SAW adalah As-Sayyid Al-Kamil (junjungan yang sempurna), Al-Fatih (sang pembebas) dan Al-Khatim (penutup para Nabi dan Rasul). Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhir bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma’d bin Adnan. Adnan adalah salah seorang keturunan Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.

Ibu beliau adalah Aminah binti Wahhab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah, dan seterusnya seperti yang terdapat pada jalur nasab ayah beliau.

Sedangkan Nama beliau banyak sekali, diantaranya Muhammad, Ahmad, Al-Mahi, Al-Hasyir, Nabi Ar-Rahmah, Nabi At-Taubah, Rasul Al-Malahim, Al-Khatim, Al-Fatih, Thaha, Yasin, dan Abdullah.

Diriwayatkan dari Ibn Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Namaku di dalam Al-Qur’an adalah Muhammad, dalam Injil adalah Ahmad, dan dalam Taurat adalah Ahid. Aku diberi nama Ahid karena aku menyelamatkan umatku dari neraka Jahannam.” Read more »

Sayyidina Husein dan Sayyidina Hasan

Ad Dailami meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Said ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata, “Kemurkaan Allah swt amat besar kepada orang yang menyakitiku dengan cara menyakiti keturunanku.”

 

Hasan

Nama Hasan (Abu Muhammad)
Nama Bapak Ali bin Abi Thalib
Nama Ibu Fatimah binti Muhammad saw
Tempat dan Tanggal Lahir Madinah, 15 Ramadhan 3 H
Jenis Kelamin Laki laki
Nama Istri
  1. Ummu Farwa (ibu dari Qasim bin Hasan)
  2. Khaulah binti Mansur al Fazariyah (ibu dari Hasan al Mutsanna)
  3. Ummu Bashir
  4. Saqfia
  5. Ramlah (ibu dari Abu Bakar bin Hasan)
  6. Ummul Hassan
  7. Binti Umrul qais
  8. Ju’dah binti Asy’ath bin Qays
  9. UmmuIshaq binti Talhah (ibu dari Talhah bin Hasan)
Nama Anak Zeid, Hasan al-Mutsanna, Qasim, Abu Bakar, Abdullah, A’mr, Abdurahman, Hasan al-Astram, ya’qub, isma’il, ibrohim, fatimah, muhammad
Tempat dan Tanggal Wafat Madinah, tahun 49 H
Tanda Tanda Jasmani Putih kemerah merahan, bermata jeli, berparas bundar, berambut hitam, berjenggot tebal, paras beliau mirip dengan paras Nabi saw
Tanda Tanda Istimewa 1- Teliti dan berhikmah dalam mengambil keputusan. Rasulallah saw pernah bersabda “Sesungguhnya anakku ini (Hasan) penghulu semoga Allah menjadikanya pengishlah antara dua golongan besar”

2- Dibaiat pada bulan Ramadhan 40H sebagai Khalifah kelima setelah wafat ayahnya Ali ra selama 6 bulan kemudian beliau menyerahkan kekhilafaanya kepada Muawiyah bin Abi Sufian. Dinamakan tahun itu tahun Jama’ah, tahun persatuan suara muslimin.

Husein

Nama Husein (Abu Abdullah)
Nama Bapak Ali bin Abi Thalib ra
Nama Ibu Fatimah binti Muhammad saw
Tempat dan Tanggal Lahir Madinah, 5 Sya’ban 4 Hijrah
Jenis Kelamin Laki laki
Nama Istri Rabab binti Imrul Qais
Nama Anak Ali Al-Akbar, Ali Zainal Abidin, Ali Al-Ashghar, Abu Bakar, Umar, Abdullah, Muhammad, Ja’far
Tempat dan Tanggal Wafat Karbala’ dekat Kufah, 10 Muharam 61 Hijrah
Tanda Tanda Jasmani Berperawakan kuat dan perkasa, bertubuh sedang, berkening luas, berjenggot tebal, berdada lebar, bertulang besar, berambut tebal, hitam, suaranya berwibawa dan enak didengar.
Tanda Tanda Istimewa 1- Tegas dan berani mengambil keputusan, tidak takut melawan musuh, mati syahid di Karbala’ dalam membela kebenaran

2- Berparas mirip dengan Nabi saw. Rasulallah saw bersabda “Husein dariku dan aku dari Husen”

3- Sangat dicintai Nabi saw, beliau bersabda “Telah dicintai Allah siapa yang mencintai Husen”.

4- Pemuda ahli surga sesuai dengan sabda Nabi saw “Siapa yang ingin melihat pemuda dari surga maka lihatlah Husein”.

Dan masih banyak tanda tanda istimewa yang tidak bisa disebut di buku kecil ini.

 

Dikisahkan Suatu hari Sayyidina Husein kecil (Cucu Rasulullah SAW) mendatangi bundanya Sayiddah Fathimah, sambil menangis ia berkata….

“Bundaku, Kakek (Muhammad SAW) lebih mencintai kakakku Hasan”

“Mengapa duhai anakku” jawab Fathimah penuh kelembutan.

“Kakek sering mencium bibir Hasan & hanya mencium leherku”

Segera Fathimah membawa Sayyidina Husein pada kakeknya Nabi Muhammad SAW & menceritakan keluhan Sayyidina Husein….

Sambil menatap tajam & lama, Rasul mulia pun berkata…

” Anakku Fatimah, Hasan selalu ku kecup bibirnya, lantaran ia akan mati diracun oleh orang terdekatnya & seluruh isi perutnya akan terburai keluar lewat mulutnya.

Sedangkan engkau….”, Rasul menatap Husein lama sekali, Rasul tak bisa meneruskan ucapannya & pingsan beberapa saat.

Setelah siuman beliau kembali menatap tajam Sayyidina Husein kecil sambil terus menangis berguncang dadanya, lantas bertutur…

“Sedangkan engkau, Husein, sering kucium lehermu karena kau akan syahid dgn leher terputus….”

Rumah mungil penuh cahaya surgawi itupun pecah oleh tangisan Rosulullah. SAW yg mengguncangkan alam semesta..

اَللّهُ اَكْبَرُ
آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ

 

sumber :

http://hasanalsaggaf.wordpress.com/

https://www.facebook.com/pages/MAJELIS-RATIB-DAN-MAULID-HABIB-ABU-BAKAR-BIN-ALWI-ALHABSY/109415579086250

http://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_bin_Ali

 

DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW

♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

 

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, ” Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur’an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku”

 

Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.

 

Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, ” Rasululloh akan meninggalkan kita semua” keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

 

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, “bolehkah saya masuk?’

tanyanya.

 

Fatimah tak mengijinkan masuk. “Maafkan ayahku sedang demam.”

Read more »

nur Nabi Muhammad dari nabi Ismail ke Sayyid Abdullah

Pada garis keturunan ‘Adnan, dari satu generasi ke generasi selanjutnya, terdapat pribadi pribadi yang di sulbinya tersipan nur Nabi Muhammad saw.

Napak Tilas Nur Muhammad (bagian 2)  ...BERLABUH KEPADA MA’AD, SAATNYA SEMAKIN DEKAT...Istri Nabi Ibrahim As yang bernama Sarah tak dapat menyembunyikan rasa cemburunya saat melihat jariyah-nya, Hajar, yang telah menjadi istri kedua Nabi Ibrahim, melahirkan anak lelaki, bernama Isma’il. Nabi Ibrahim As amat memahami perasaan sang istri. Karena itu, ia yang saat itu bermukim di Syam, berniat hendak menjauhkan putranya bersama Hajar dari Sarah. Ia pun membawa keduanya pergi hingga tiba di sebuah tempat yang dikehendaki Allah kelak menjadi tempat tinggal anak cucu Isma’il As , yaitu lembah gersang di tengah Makkah.

Setiba di tempat itu, Nabi Ibrahmim As meninggalkan Hajar bersama putranya, Isma’il As, dengan menunggang untanya berjalan pulang ke Syam.

Sambil mengemban sang putra, Hajar berjalan tergopoh gopoh mengikuti suaminya dari belakang unta seraya bertanya, “Kepada siapa engkau meninggalkanku bersama anakku ini?”

Ibrahim As menyahut singkat, “Kepada Allah Azza wa Jalla”

Jawaban itu sama sekali bukan karena ia ingin berlepas diri dari tanggung jawab seorang kepala keluarga, namun tak lain karena ia sepenuhnya memahami apa yang akan terjadi kelak, atas kehendak Allah.

Sejak saat itu Isma’il As tinggal di kota Makkah, hingga menurunkan banyak keturunan. Diantara keturunannya, terdapat kaum yang dikenal sebagai ‘Adnaniyyun, atau keturunan ‘Adnan. Karena berbagai kelebihan yang mereka miliki, kaum ini memiliki posisi istimewa di tengah tengah penduduk Makkah kala itu.

Di antara keistimewaan yang ada pada mereka adalah, pada garis keturunan ‘Adnan, dari satu generasi ke generasi selanjutnya, terdapat pribadi pribadi yang didalam sulbinya tersimpan nur Muhammad Saw.

Siapa Menanam Keburukan…

Putra putra ‘Adnan tentunya menjadi generasi pertama kaum ‘Adnaniyyun. Di antara mereka ada yang bernama Ma’ad. Isyarat akan keberadaan nur agung pada dirinya terlihat dari namaya, Ma’ad, yang berasal dari a’addahu,  maksudnya ia dijadikan sebagai persiapan untuk suatu masa.

Read more »

perjalanan hidup Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam memiliki nama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib yang juga dipanggil nama Syaibatul Hamd bin Hasyim bin Abdu Manaf, alias Mughirah bin Quraisy, alias Zaid bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Al-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Itulah nasab Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam yang disepakati para ulama. Adapun tentang kelanjutan silsilah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam di atas Adnan, para ulama masih bersilang pendapat. Dari pendapat-pendapat yang ada, tidak ada satu pun yang dapat dianggap paling shahih. Akan tetapi, semua ulama sepakat menyatakan bahwa Adnan memang keturunan langsung dari Nabi Isma’il ‘alaihisalam bin Khalilullah Ibrahim ‘alaihissalam.

Jadi, terlihat jelas bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sengaja memilih utusan dari kabilah paling bersih dan garis keturunan paling suci yang sama sekali tidak dikotori noda jahiliah.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah diantara anak keturunan Isma’il, dan Dia telah memilih Quraisy diantara Kinanah , dan memilih Hasyim diantara Quraisy, dan memilih aku diantara Hasyim.”

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam dilahirkan pada Tahun Gajah. Disebut demikian karena pada tahun itu Abrahah Al-Asyram berusaha menyerang Mekah untuk menghancurkan Ka’bah. Allah subhanahu wa ta’ala mematahkan niat jahat Gubernur Yaman itu dengan salah satu tanda kekuasaanNya. Peristiwa tersebut kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an Al-Karim. Menurut pendapat paling kuat, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam  dilahirkan pada hari Senin, malam 12 Rabi’ul Awwal.

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam terlahir dalam keadaan yatim. Sang ayah yang bernama ‘Abdullah wafat ketika ibundanya tengah mengandung beliau selama dua bulan. Setelah lahir, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam berada di bawah asuhan kakeknya, Abdul Muthalib. Dialah yang mencarikan untuknya seorang ibu susu, sebagaimana umum dilakukan masyarakaat Arab pada masa itu. Abdul Muthalib lalu menyerahkan Muhammad kecil kepada seorang perempuan Bani Sa’d bin Bakr yang bernama Halima binti Abi Dzuaib.

Para perawi sirah sepakat menyatakan bahwa pada saat itu, Bani Sa’d sedang dilanda paceklik. Kemarau panjang melanda daerah tempat tinggal mereka. Akan tetapi, ketika Muhammad kecil tiba di kediaman Halimah dan menetap di sana untuk disusui, lambat laun tanah di sekitar kediaman Halimah kembali subur. Tanaman kembali menghijau sehingga domba-domba yang dipelihara keluarga Halimah dapat merumput dan kembali ke kandang dalam keadaan kenyang dan dipenuhi susu.

Read more »

Foto-foto peninggalan Rosululloh

(Foto-foto ini kebanyakan adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …)

أللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد و ذريته و اصحابه و امته الي يوم الدين

__________________________

the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW

the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek)

jubah-rasulullah1

Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW

Read more »

CahaYA Rosululloh dari nabi Adam sampai Adnan

Tak henti hentinya Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Agung, memindahkan nya dari rangkaian tulang sulbi yang mulia dan melewati rahim rahim yang suci…

Napak Tilas Nur Muhammad; SANG CAHAYA, DARI ADAM SAMPAI ‘ADNANSaat bulan Maulid tiba, umat islam di berbagai belahan dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Di sana sini, mereka merayakan momentum datangnya bulan kelahiran Rasulullah Saw ini dengan berbagai cara dan beragam ekspresi. Ketika itu, mereka memperdengarkan perjalanan hidup sang Manusia teladan, disamping juga mengisahkan detik detik kelahirannya.  Kesemuanya itu diselenggarakan dengan harapan agar umat dapat bercermin dari keteladanan hidup Rasulullah saw dan semakin menambah kecintaan kepadanaya.

Selain itu, ada pula yang mengulas seputar sejarah penciptaan cahaya Rasulullah yang diyakini sebagai awal mula keberadaan segala makhluk ciptaan Allah , atau yang populer dengan istilah  nur Muhammad.

Membicarakan nur Muhammad tak terlepas dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdurrazzaq bin Umar bin Muslim ad-Dimasyqi Ash-Shan’ani (126-211 H/744-826 M), yang menceritakan kala sahabat Jabir bin Abdullah Al-Anshari RA bertanya kepada Rasulullah, “Demi ayah dan ibuku, ya Rasulullah, beritahukan lah kepadaku sesuatu yang pertama kali dicilptakan Allah sebelum yang lainnya.”

Maka jawab Rasulullah, “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah telah menciptakan nur nabimu, Muhammad, dari nur-Nya, sebelum Dia menciptakan segala sesuatu.”

Sebagaimana yang dikemukakan Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dalam kitab Al-Anwar al-Muhammadiyyah,  konsep Nur Muhammad itu memiliki dua sisi. Sisi pertama yaitu sebagai konsep makhluk yang pertama diciptakan, kemudian segala sesuatu tercipta darinya. Sisi kedua dari sisi hakikat nur Muhammad yang Allah letakkan pada diri Nabi Adam As, kemudian berpindah kepada Siti Hawa,  lalu kepada putranya, Syits AS, dan terus berpindah pindah kepada para nabi dan orang orang suci yang tak lain adalah para leluhur Nabi Muhammad Saw.

Banyak riwayat dan perjelasan dari para ulama yang mengisahkan perjalanan cahaya nan agung itu. Tulisan ini mencoba mengumpulkan nya, mulai dari keterangan awal penciptaannya hingga perpindahannya dari generasi ke generasi.

Kalau bukan karenanya…

Mengutip dari kelanjutan hadits diatas, desebutkan bahwasannya kemudian nur itu beredar  haitsu sya Allah,  dengan ketentuan yang dikehendaki Allah, saat itu, tidak ada sesuatu apapun lainnya yang ada. Tidak lauhil mahfuzh, al-qalam, surga dan neraka, para malaikat, tidak pula langit ataupun bumi. Tiada pula matahari, rembulan, bintang, jin, ataupun manusia. Belum ada sesuatu pun yang diciptakan, kecuali nur ini. Kemudian Allah dengan iradat-Nya, menghendaki adanya ciptaan.

Nur Muhammad itu sedemikian agung. Hingga disebutkan, bila bukan karena Nabi Muhammad saw, Allah tak akan menciptakan segala sesuatu. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits qudsi, “Kalau bukan karena engkau (Wahai Muhammad), sungguh Aku tak akan menciptakan alam semesta.”

Imam Suyuthi, dalam kitab Ad-Durarul Hisan fil Ba’tsi wa Na’imil Jinan Hamisy Daqa’iqul Akhbar, menuturkan bahwasanya nur Muhammad itu senantiasa bertasbih kepada Allah dengan diikuti oleh para malaikat dan arwah dialam malakut, puluhan ribu tahun sebelum wujudnya Adam As. Hal senada  juga desebutkan oleh Ad-Diba’i dalam kitab Maulid-nya dengan mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas Ra.

Nur Muhammad dan sosok Muhammad Saw itu sendiri merupakan kesinambungan yang tak terpisahkan. Kedudukan nya sebagai seorang nabi telah ditahbiskan jauh hari sebelum kelahirannya. Syaikh Al-Barzanji melukiskannya dengan ungkapan “Beliau adalah nabi terakhir dalam wujud, namun nabi pertama secara maknawi”.  Ungkapan itu sejalan dengan sebuah hadits yang dicantumkan oleh As-Suyuthi dalam Jami’ ash-Shagir –nya dan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsy dalam kitab Maulid-nya Simthud Durar, “Aku adalah nabi yang pertama dalam hal penciptaan, tapi yang terakhir dalam hal kebangkitan.”

Read more »

Ringkasan masa sebelum kenabian

Penghulu kita Muhammad bin Abdullah dan Aminah Al Quroisyah ialah penutup sekalian nabi-nabi dan utusan Allah kepada semua nabi, supaya mereka menyembah Allah semata-mata, dan supaya mereka tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah.

Dilahirkan Nabi saw di Mekah, pada hari senin, tanggal 12 Robiul Awal. Ayah beliau meninggal sebelum beliau dilahirkan dan dikubur di Madinah. Lalu ibunya yang mengasuh beliau. Sesudah ibunya, beliau disusui oleh Tsuwaibah Al Aslamiyah, kemudian oleh Halimah As Sa’diyah.

Pada umur 6 tahun, meninggallah ibu Nabi di Abwaa’. Lalu beliau dipelihara oleh Ummu Aiman dan ditanggung oleh datuknya. Pada umur 8 tahun, meninggallah pula datuknya, lalu beliau ditanggung oleh pamannya, yaitu Abu Tholib.

Ketika berumur 9 tahun, berlayarlah nabi bersama pamannya. Abi Thalib, ke negri Syam. Seorang pendeta bernama Buhairaa melihat nabi dan mengenal akan beliau.

Pada masa umur 25 tahun. Rosululloh saw berlayar dengan membawa dagangan siti Khadijah dan sesudah kembalinya dua bulan, Nabi menikah dengan Khadijah. Sedang Siti Khadijah pada waktu itu berumur 40 tahun. Ketika berumur 35 tahunbeliau bersatu dengan kaum Quroisy dalam mendirikan ka’bah dan beliau memberi putusan diantara mereka tentang perletakan Al Hajarul Aswad di tempatnya.

Beliau termasyhur antara kaumnya dengan sifat-sifatnya yang terpuji. Mereka cinta kepadanya dan menghormatinya hingga mereka gelarkan beliau “Al Amien”

Sesungguhnya Allah telah memelihara nabi dari amal-amal orang jahiliyah. Beliau suka menjauhkan diri dari pergaulan dengan manusia ketika umurnya hampir 40 tahun. Adalah Nabi suka menjalankan ibadahnya di Gua Hira’ menurut agama datuknya yaitu nabi Ibrahim.

RIngkasan masa kenabian nabi

Tatkala umur nabi saw 40 tahun, Allah mengutus beliau sebagai rahmat  bagi manusia. Wahyunya, mulai dengan impian yang benar. Kemudian Jibril turun kepada nabi ketika nabi sedang beribadah dalam gua Hira’. ia mengajar nabi bagaimana beliau harus memimpin manusia ke jalan yang lurus.

Nabi mulai ajarkan beliau dengan sembunyi. Yang pertama beriman kepada beliau ialah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib dan zaid bin Haritsah, lalu beliau mengumpulkan kaumnya dan mmengancam mereka dengan adzab Akhirat.

nabi mengumpulkan ahli dan kaum kerabat beliau dan menyampaikan kepada mereka agama Allah, tetapi paman beliau, Abu Lahab, menolak dengan cara yang tidak baik.

tidak lama sebelum kebangkitan nabi, orang arab menyembah berhala-berhala, membunuh anak-anak laki dan menanam anak-anak perempuan mereka, sebagian mereka membunuh sebagian yang lain, lantaran sekecil-kecil sebab. Maka tatkala Rosululloh mengajak mereka menyembah Allah yang maha Esa, dan mengajak mereka meninggalkan kepercayaan mereka, marahlah mereka.

bertukarlah kecintaan mereka menjadi kemarahan kepada nabi, dan asalnya mereka membenarkan nabi, sekarang bertukar jadi mendustakan.

Tatkala Rosululloh mengejek tuhan-tuhan mereka, dan menyesatkan bapak-bapak mereka, pergilah mereka kepada paman beliau tiga kali, dan pada tiap-tiap kali menjawab mereka dengan baik.

Sesungguhnya sesudah kedatangan orang-orang itu yang belakangan sekali, paman beliau meminta daripadanya supaya beliau berhenti, tetapi Rosululloh enggan tetap menyiarkan agama, sedang paman beliau tetap pula membela.

Dimana orang-orang Quroisy melihat hal itu, mulailah mereka menyakiti nabi dan mengejek beliau, tetapi nabi selalu menghadapi mereka dengan sabar, tenang dan suka memaafkan. Kemudian gangguan itu ditujukan kepada sahabat-sahabat nabi. Tiap-tiap kabilah menyiksa siapa saja yang masuk islam dari golongan mereka dengan siksaan yang sangat. lalu Nabi memerintahkan mereka berhijrah ke Habasyah. berhijrahlah 10 orang sahabat dan 5 orang perempuan, dan mereka kembali sesudah 3 bulan, inilah pertama hijrah dalam islam.

Pada waktu itu Hamzah, paman nabi saw dan Umar bin Khatab masuk Islam.

Read more »

ringkasan kejadian di tahun ke 1 Hijriyah

Pada tahun pertama hijiryah Rosululloh mendirikan masjidnya yang mulia, dan dalam tahun itu diadakan Adzan.

Dalam tahun itu pula orang-orang yahudi madinah menampakkan permusuhannya terhadap kaum muslimin, yang dibantu oleh orang-orang munafiq madinah. Kemudian Rosululloh mengadakan perjanjian dengan mereka.

Dalam tahun itu pula Rosululloh mengutus pamannya dengan satu sariyah, untuk menyerbu kafilahQuroisy. Setelah itu berturut-turutlah peperangan selanjutnya. Adapun peperangan dimana Rosululloh tidak ikut serta ada 47 kali dan dimana Rosululloh ikut serta ada 27 kali.

Pada tahun itu pula, Ustman bin mazh’un meninggal dunia. Setelah dimakamkan mayatnya itu. Rosululloh memerintahkan untuk  menyiram makam itu dengan air. Oleh beliau kemudian diletakkkan batu diatas makam itu seraya berkata :” batu ini untuk menandai makam saudaraku”

ringkasan kejadian di tahun ke 2 Hijriyah

Pada tahun kedua hijriyah terjadilah perang Waddan, Buwath, Usyairah, Badar pertama dan Qarqaratul Kadar. tetapi kesemuanya tidak sampai terjadi pertempuran.

Dalam tahun itu pula perang badar besar (kubro), dimana Rosululloh keluar dengan 313 orang lelaki untuk menyerbu kafilah Qurosiy. Ketika mereka mengetahui demikian, lalu mengirimkan 650 orang, hingga terjadilah perang dahsyat dam mereka kalah. Orang-orang islam menawan mereka, mengambil harta bendanya,

Dari pihak orang Quroisy yang terbunuh ada 70 orang dan yang ditawan ada 70 orang pula. Sedang dari pihak orang islam yang terbunuh hanya 14 orang. Rosulullloh menentukan tawanan-tawanan itu dengan tebusan. bagi orang kaya, lalu meeka ditebus oleh orang QUrkoisy. Sedang yang miskin sebagai tebusannya, mereka disuruh mengajar menulis dan membaca pada 10 anak orang islam di madinah.

Dada tahun ini juga terjadi perang bani qunaiqa’ (qunaiqa’ adalah golongan orang-orang yahudi madinah, yang menghianati perjanjian) hingga bala tentara islam mengepoung serta mengusirnya dari madinah.

Dalam tahun itu pula qiblat dipindahkan dari baitul Maqdis ke Ka’bah. Ummmat islam diharuskan puasa bulan ramadhan, diwajibkan zakat fitrah dan zakat harta. Dan pada tahun itu pula disunnahkan shalat dua hari raya, dan terjadi pula perkawinan antara Ali dengan Fatimah. Ketika itu Ali berumur 21 tahun sedang fatimah berumur 15 tahun.

Dalam tahun itu pula Rosululloh kawin dengan Aisyah. Ketika kawin itu Aisyah baru berumur 9 tahun. Dalam tahun itu pula puteri Rosululloh Ruqiyah meninggal dunia.

ringkasan kejadian di tahun ke 3 Hijriyah

Pada tahun ketiga hijriyah terjadilah perang Ghathafan, Bahran dan Hamraul Asad, tetapi kesemuanya tidak sampai terjadi pertempuran.

Dalam tahun itu pula terjadi peperangan Uhud, berangkatlah kaum quroisy dengan sekutu-sekutunya berjumlah 3000 orang, mereka datang ke Uhud akan membalas dendam atas kematian kawan-kawannya dalam perang badar.  Rosulullohpun menyiapkan balatentaranya sebanyak 1000 orang. Ditengah jalan kembalilah Abdulloh bin Ubai bersama-sama pengikutnya, orang-orang munafiq, sebanyak 300 orang. Kemudian Rosululloh menyuruh ahli panah untuk mempertahankan gunung Uhud. Setelah itu mulailah peperangan, hinggga orang-orang musyrik sama lari. Pada waktu itu hampir saja kemenangan ditangan orang Islam. tetapi orang-orang ahli pemanah yang mempertahankan gunung Uhud itu meninggalkan perintah Rosululloh. Akhirnya bala tentara quroisy yang dikepalai oleh Khalid bin Walid menyerbu orang-orang Islam dari belakang, hingga banyak orang Islam yang lari dan terbunuh. Korban orang Islam sebanyak 70 orang, diantaranya ialah Hamzah paman nabi Sendiri. pada waktu itu pula seorang bernama Ubai bin Khalf hendak membunuh Rosululloh, tetapi dengan tangkas beliau mencabut tombak dari salah seorang sahabatnya lalu ditusukkan kepadanya hingga menyebabkan kematiannya. Dalam seumur hidup, beliau tidak pernah membunuh seorang pun kecuali hanya sekali itu saja.  Dalam perang itu beliau terperosok ke dalam sebuah lubang hingga luka dua lututnya, berdarah mukanya, pecah gigi serinya dan luka pula pelipisnya. Begitu pula pengikutnya yang tetap dengan beliau menderita luka parah yang banyak juga.

Dalam tahun itu Rosululloh mengawinkan puterinya yang bernama Ummi Kulsum dengan Ustman bin Affan.

Dalam tahun itu pula Rosululloh menikah dengan Hafsah anak umar bin Khatab dan kawin dengan Zainab anak Khuzamah Al Hilaliyah.

Dalam tahun itu pula lahirlah Hasan anak ALi.

dan tahun itupula arak (minuman keras) diharamkan selamanya.

ringkasan kejadian di tahun ke-4 hijriyah

Dalam tahun keempat hijriyah terjadilah perang banu Nadlir. (Banu Nadlir adalah golongan orang yahudi madinah yang menghianati perjanjiannya). karena itu maka Rosululloh lalu mengepung dan mengusir mereka dari kota madinah. Dalam tahun itu pula juga terjadi perang Dzatur-Riqa’, tetapi tidak sampai terjadi pertempuran.

Bahkan pada tahun itu juga turunlah malaikat Jibril memberi pelajaran sholat Khauf dan dalam perang itu orang-orang islam diberi kelonggaran bertayamum.

Dalam tahun ituterjadilah perang badar yang akhir, tetapi juga tidak sampai terjadi pertempuran.

Dalam tahun itu pula meninggalllah Zainab, istri Rosululloh dan Abu salamah anak bibi beliau dan saudara sesusu Rosululloh.

Dalam tahun itu lahirlah Husain anak Ali, dan kawinlah Rosululloh saw dengan ummu Salamah.

Dan dalam tahun itu pula Rosululloh menyuruh Zaid bin Tsabit belajar tulisan bahasa yahudi.

ringkasan kejadian di tahun ke-5 hijriyah

Dalam tahun kelima hijriyah terjadilah perang Dumatul Jandal, tetapi tidak sampai terjadi pertempuran, kemudian terjadi perang Banu Mustholiq. Golongan mereka 10 orang terbunuh sedang yang lain ditawan. Diantara tawanan itu terdapatlah seorang bernama Juwairiyah, anak kepala dari suku Banu Mus-Tholiq itu. Oleh Rosululloh lalu dikawin. Peristiwa itu menyebabkan kaumnya masuk Islam. Dalam perang itu Sayyidah Aisyah disangka berbuat jahat dengan Shafwan bin Mu’atthal, oleh orang-orang munafiq. Hingga turunlah khabar ketiadaan perbuatan Aisyah (ayat Baro’ah) dalam  Al qur’an.

Dalam tahun itu pula terjadilah perang Khandaq. karena orang-orang Quraisy sama bersepakat dengan orang-orang arab dan yahudi, untuk memerangi orang-orang islam. Mereka berjumlah 10.000 orang lelaki. Maka orang-orang islam sama menggali membuat parit sekeliling kotamadinah. Terjadilah pengepungan selama 15 hari. Kemudian Allah menurunkan angin ribut dan bala tentara yang tiada kelihatan (malaikat) hingga mereka melarikan diri karena takut.

Dalam tahun itu pula terjadi perang banu Quroidlah, karena mereka menghianati perjanjian dengan Rosululloh. Hingga orang-orang Islam membunuh mereka. menawan orang-orang perempuan dan keluarga mereka.

Dalam tahun itu pula Rosululloh nikah dengan zainab, sesudah Zaid bin Harits menceraikannya. Dengan begitu maka tidak dibenarkan kebiasaan mengambil anak, sebagai anak kandung. kemudian dalam tahun itu pula diwajibkan untuk beribadah haji.

Juga dalam tahun itu turun ayat Hijab.

 

Analisis Ringkas Tarikh Kelahiran Nabi SAW

Para ulama sejarah memang berbeda pendapat mengenai tarikh kelahiran Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnu Sa’ad mengatakan Nabi lahir tanggal 2 Rabi’ul Awwal[1], demikian juga pendapat al-Ya’qubi[2], Ibnul Jauzi[3] dan az-Zarqani[4].

Ada sebagian ulama yang berpendapat tanggal 8 Rabi’ul Awwal, seperti Ibnu Abdil Barr[5], Ibnu Sayyidinnas[6], Ibnu Hajar al-Haitsami[7] dan al-Qastalani mengklaim bahwa ini pendapat kebanyakan ulama hadits[8]

Sebagian ulama berpendapat tanggal 10 Rabi’ul Awwal, riwayat dari al-Waqidi yang disebutkan Ibnu al-wardi dalam tarikhnya[9], disebutkan juga oleh Ibnu Katsir[10] dari Ibnu Dihyah dan Ibnu ‘Asakir, disebutkan juga oleh Ibnu Sa’ad[11] dari jalan Muhammad bin Umar bin Waqid al-Aslami.

Ada ulama berpendapat tanggal 12 Rabi’ul Awwal, dan ini pendapat mayoritas ulama ahli sejarah seperti Ibnu Ishaq[12] juga Abi Hatim Ibnu Hibban, [13] demikian juga Ibnu Khaldun[14], juga Ibnu Sayyidinaas[15].

وقد روي من طريق سلمة بن الفضل عن ابن إسحاق , قال ولد رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم الإثنين عام الفيل لاثنتي عشرة ليلة مضت من شهرربيع الأول

“ Sungguh diriwayatkan dari jalan Salmah bin al-Fadhl dari Ibnu Ishaq, ia berkata “ Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan hari senin tahun gajah tanggal 12 Rabi’ul Awwal “[16]

وعن زبير بن بكار عن معروف بن خربوذ وغيره من أهل العلم قالوا : ولد رسول الله صلى الله عليه وسلم
عام الفيل , وسميت قريش” آل الله ” وعظمت في العرب ولد لاثنتي عشرة ليلة مضت من ربيع الأول

“ Dari Zubair bin Bakkar dari Ma’ruf bin Kharbudz dan selainnya dari ulama, mereka berkata : “ Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan tahun gajah, bangsa Qursaiy menamainya dengan Aalullah, dan diagungkkan oleh bangsa Arab, lahir tanggal 12 Rabi’ul Awwal “[17]

Read more »

Ringkasan kejadian di Tahun ke-6 Hijriyah

Dalam tahun keenam hijryah terjadilah perang Banu Lahyan, karena penghhianatan mereka, tetapi tidak sampai terjadi pertempuran.
Kemudian setelah itu terjadilah perang Ghabah, yang menimbulkan pertempuran yang dahsyat.

Setelah itu terjadi pula perang Hudaibiyah. Rosululloh berangkat ke sana dengan 1500 orang sahabatnya untuk beribadah haji, dengan tidak bersenjata. setiba disana lalu orang-orang quroisy sama menghalang-halanginya. Karena demikian, Rosululloh mengutus UTsman untuk memberitahu mereka akan maksud kedatangan mereka itu. Lalu kaum Quroisy menawannya hingga tersiar dikalangan orang islam, bahwa Ustman terbunuh. Kemudian Rosululloh bersama-sama sahabatnya bersumpah dibawah pohon ” Ridlwan”, bahwa mereka tidak akan mundur dalam pertempuran. Setelah orang-orang Quroisy mendengar hal itu, lalu mengadakan perundingan diantara kedua pihak akan mengajak damai denngan perjanjian-perjanjian sebagai berikut : Dalam 10 tahun diadakan gencatan senjata dan menentramkan orang-orang. Mka Rosululloh kembali dengan beberapa sahabatnya dari Hudaibiyah. Ditengah perjalanan pulang itu turunlah surat AL Fatah. Maka gembiralah orang-orang islam. Dan sesudah perjanjian itu, mudahlah bagi orang-orang islam untuk keluar masuk kota Mekah, menurut sesuka hatinya. Dengan demikian bertambahlah pengaruh Rosululloh disana.

Setelah itu beliau mengirimkan beberapa pucuk surat kepada raja=raja di sekitar negeri arab dengan maksud diajak masuk islam. Diantara- raja-raja itu ada yang menerimanya dengan baik kemudian masuk islam dan ada juga yang menolaknya sebagaimana diterangkan diatas.

Ringkasan kejadian di tahun ke-7 Hijriyah

Dalam tahun ketujuh Hijriyah terjadilah perang Khaibar. Rosulullah mengepung negeri itu selama 6 hari. Setelah itu beliau menyerahkan bendera dan pimpinan kepada Sayyidina Ali ra, kemudian Khaibar dibebaskan.

Dalam tahun itu juga kaum yahudi Fadak mengadakan perjanjian damai untuk menghindarkan pertumpahan darah dan melindungi harta benda mereka. juga kaum yahudi taima’ dengan ikhlas suka memberi pajak kepada pemerintah Islam, hingga mereka merasakan keamanan dalam negerinya.

Dalam tahun itu pula terjadi perang Wadil QUra, dan sahabat Muhajiorin yang dahulu hijrah ke Habsyi kembali.

Dalam tahun itupula Rosululloh pergi ke Mekkah dengan beberapa sahabatnya, untuk beribadah umroh, menurut perjkanjian Hudaibiyah. Tiba-tiba kaum Quroisy Mekah sama keluar dari negerinya, karena tidak suka melihat Rosululloh berthowaf dalam Baitul Haram. Tiga hari sesudah di Mekah Rosulullloh kembali ke Madinah.

Dalam tahun itu pula beliau kawin dengan Shafiyyah, sesudah penaklukan Khaibar, lalu kawin dengan Maimunah di Mekah.

Dan pada tahun itu pula, masuk Islamlah tiga jendral Quroisy, yaitu : Khalid Bin Walid, ‘Amr bin Ash dan ustman bin Abi Thalhah.

Ringkasan Kejadian di Tahun Ke 8 Hijrah

Pada tahun kedelapan hijriyah terjadi perang mu’tah. diantara pahlawan islam yang tewas dalam peperangan itu ialah para panglima yakni : Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Tholib dan Abdullah bin Rawahah. Setelah bendera perang dan pimpinan tentara itu dipegang oleh Khalid bin Walid, makin dahsyatlah pertempuran dengan orang-orang roma itu. Karena kebijaksanaannya dalam siasat perang, ia dapat meloloskan tentara Islam dari kepungan musuh yang jauh lebih kuat dan lebih besar jumlahnya.

Pada tahun itu juga terjadi pembebasan kota Mekah, karena kaum Quraisy melanggar syarat perjanjian Hudibiah. Rosululloh menyerbu ke sana dengan bala tentaranya sebesar 10.000 orang. Seorang penyelidik qurois yaitu Abu Sofyan, diketemukan oleh tentara Islam ditengah jalan kemudian ditawannyadan kemudian masuk Islam. Beliau bertemu dengan pamannnya Abbas yang telah meninggalkan Mekah untuk memeluk islam, lalu bersama-sama beliau ia kembali ke Mekah. Beliau juga bertemu dengan Abu Sufyan bin Harits dan Abdulloh bin Umaiyah yang karena keinsafannya sendiri keduanyapun masuk Islam. Kemudian beliau masuk Mekah dari sebelah utara sedang Khalid bin Walid masuk dari sebelah selatan dan terpaksa ia menyerang dan memukul mundur segolongan kaum Quroisy yang hendak menghalang-halangi ia masuk.

Rosululloh memberi pengampunan umum kepada kaum qjuroisy yang dulu memusuhi serta mengusir beliau. ketika di Mekah itu, beliau merobohkan beberapa berhala yang berdiri tegak berderet-deret disekitar ka’bah. Sesudah itu banyaklah orang lelaki dan perempuan yang berjanji dan bersumpah dihadapan beliau. Diantara orang-orang yang masuk Islam pada hari pembebasan Mekah itu yang utama ialah Abu Quhafah (ayah abu Bakar Asysyidiq) dan Muawiyah bin abu Sufyan.

Dalam tahun itu juga terjadi peperangan Hunain dan Thaif. Rosululloh berangkat ke Hunain dengan bala tentaranya 20.000 orang untuk menggempur kabilah Tsaqif dan Hawazin. Akibat serangan musuh yang tiba-tiba dan teratur, maka tentara Islam banyak yang mundur (karena membanggakan kebesaran jumlah dan kekuatan mereka sehingga lengah atas  kekuatan musuh).  hanya beliau dan beberapa sahabat-sahabat yang masih tetap mempertahankan dalam tempat kedudukan itu. Akan tetapi dem,i mendengar komando maju, maka semua tentara yang mengundurkan diri tadi segera maju serentak, sehingga orang-orang islam mendapat kemenangan yang gemilang. dari pihak musuh yang terbunuh lebih 70 orang dan banyak pula yang tertawan beserta keluarganya. Harta benda merekapun banyak yang dirampas, siasialah sisa musuh yang berlindung dan bertahan di Thaif itu, karena tentara islam terus mengejar dan mengepung benteng mereka selama 18 hari. DDalam perang itu beliau pergi menuju Ji’ranah. Ketika beliau  sedang beristirahat berada di sana, datanglah kepada beliau dari kabilah Hawazin dan menyerah. Penyerahan mereka itu disambut oleh beliau dengan mengembalikan dan membebaskan beberapa tawanan. Adapun harta benda mereka tetap jadi rampasan. Dari Ji’ranah beliau lalu beribadah Ihram Umrah lalu masuk negeri Mekah dan pada malamnya kembali ke Madinah.

Ringkasan Kejadian di Tahun Kesembilan Hijrah

Dalam tahun kesembilan hijriyah terjadi perang tabuk, tetapi tidak sampai terjadi pertempuran. Rasulullah berangkat ke sana dengan 30.000 Jaisyul Usrah untuk memerangi tentara Rum. Untuk itu para dermawan Islam sama menyokong dengan benda-bendanya. ketika itu datanglah menghadap beliau orang-oramg yang banyak beralasan dan orang-orang dari golongan munafiq, untuk minta izin tidak ikut berperang, beliaupun mengizinkan pula. Maka Tuhan mencela kepada golongan munafiq yang meminta izin dan membuat-buat alasan itu.

Di Tabuk datanglah gubenur Ailah beserta pengikutnya kepada beliau untuk mengadakan perdamaian. setelah itu beliau kembali ke madinah. Ditengah-tengah perjalanan kembali pulang itu. beliau menyuruh merubuhkan masjid dhirar yang didirikan golongan munafiq madinah, setelah beliau sampai di Madinah datanglah utusan dari Tsaqif, menghadap beliau.

Dalam tahun itu, Abdullah bin Ubai, pemimpin kaum munafiq meninggal dunia. dan dalam tahun itu pula wafatlah ummu Kultsum, puteri Rosululloh.