Perang Badar 17 Ramadhan

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 hijriyah. Ini adalah peperangan pertama yang mana kaum Muslim (Muslimin) mendapat kemenangan terhadap kaum Kafir dan merupakan peperangan yang sangat terkenal karena beberapa kejadian yang ajaib terjadi dalam peperangan tersebut. Jumlah kaum Muslimin cuma 313, sementara tentara musuh berjumlah 1000 orang. Namun kaum Muslimin menang, bagaimana bisa?

 

Ekspedisi Tentara Islam

Pada Bulan Safar, awal bulan ke 12 sejak hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah, untuk pertama kalinya Rasulullah saw  keluar untuk berperang dalam kancah perang Wildan. Inilah permulaan disyariatkannya peperangan dalam Islam. Invasi tersebut bertujuan memerangi kaum Quraisy dan Bani Hamzah yang menghalangi dakwah Nabi Muhammad saw.

 

Persiapan orang Muslim sudah cukup matang, namun peperangan urung digelar, sebab Bani Hamzah menawarkan perdamaian. Maka Rasulullah bersama para sahabat kembali ke Madinah. Selang beberapa waktu, Rasulullah saw mendengar kedatangan rombongan kaum Quraisy dari Syam menuju Makkah di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb.

 

Teringatlah Rasulullah saw  pasca peristiwa beberapa saat sebelumnya, ketika masih di Makkah, harta pengikut Rasulullah saw dirampas oleh orang-orang Quraisy. Itulah sebabnya Rasulullah saw segera meminta umatnya mencegah iring-iringan kafilah tersebut, seraya berseru “Barang bawaan mereka harus dirampas sebagai gantinya”.  Namun seruan Rasulullah ini masih disambut dingin oleh sebagian kaum Muslimin. Mayoritas mereka berpikir pesimis, menyangka bahwa peperangan tidak akan terjadi sama seperti penyerbuan ke Madinah pada beberapa waktu yang lalu.

 

Awal Mula Tragedi Perang Badar

Di suatu malam pada bulan Ramadlan, berangkatlah sekitar 313 orang Islam. Mereka mengendarai 2 kuda dan 70 unta. Setiap unta ditunggangi secara bergantian oleh dua sampai tiga orang. Rasulullah saw langsung memimpin,  yang tujuannya tiada lain kecuali ingin menyerang kawanan kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Sayang, rencana penyerangan itu bocor hingga telinga Abu Sufyan.

 

Ketika mengetahui dirinya menjadi sasaran umat Islam, dia langsung mengirim delegasi ke kaum Quraisy agar melindungi harta benda bawaannya. Ia mengutus kurir bernama Dham Dham bin Amr al-Ghiffari ke Makkah. Atas siasat Abu Sufyan Dham Dham berpenampilan layaknya orang yang telah disiksa oleh kaum Muslim. Badannya berlumuran darah, serta bajunya tersobek-sobek. Siasat ini mampu menarik simpati kaum Quraisy. Seluruh kaum Quraisy berkumpul dan berangkat ke Madinah, yang dipimpinan Abu Jahal.

Konvoi pasukan yang menuju Madinah kira-kira 1000 personil. Sementara rombongan Abu Sufyan berhasil meloloskan diri melalui mata air Badau, terus ke Pantai lalu menuju Makkah.

Read more »

perang badar 7 : kematian pembesar Quroisy

Mu’jizat, Setelah nabi saw melemparkan debu ke arah pasukan Quroisy, maka semua orang Quroisy mata, hidung terkena debu. Sehingga orang muslim menangkap dan membunuh seenaknya saja.

Termasuk tokoh pembesar Quroisy yang terbunuh adalah umayyah bin kholaf. Perlu diketahui bahwa Umayyah bin Kholaf ini teman lama dari Abdurrohman bin Auf, tetapi sebelum masuk islam nama beliau adalah Abdi Amrin kemudian setelah masuk Islam diganti nama dengan aburrohman. Bila mereka bertemu, Umayyah tetap memanggilnya abdi amrin karena orang Quroisy tidak mengakui tuhan dengan nama “Ar Rohman” tetapi bila Allah, mereka mengakui tuhan bernama “Allah”. Sehingga Umayyah tidak mau memanggil dengan nama Abdurrohman melainkan memanggil dengan Abdi illah. Ketika perang badar dan hampir selesai, Umayyah bersama dengan anaknya yang bernama Ali bertemu dengan Abdurrahman yang sedang membawa banyak baju perang. “Umayyah memanggil ” hay abdi amrin!” Abdurrahman tidak menoleh karena memang nama tersebut telah ditinggalkan, tetapi ketika dipanggil “hay abdi illah” “iya” “bila kamu bersedia menangkap aku, maka uanglah baju perang tersebut, pasti kamu akan mendapatkan tebusan lebih banyak” kemudian mengobrol dan Umayyah bertanya “Siapa sih orang yang ada bulu dikepalanya itu?” “kenapa?” “ia orang yang banyak menghabisi orang Quroisy”” itu adalah Hamzah” ditengah obrolan tiba-tiba datang Bilal.

Waktu masih di mekah, sahabat Bilal sering sekali disiksa oleh Umayyah, ditaruh dipanasan dan ditindih batu besar. Ketika Bilal mengetahui bahwa Umayyah masih Hidup, maka Abdurrahman memeganggnya. Bilal pun berteriak-teriak “ini pemimpin Quroisy Umayyah bin Kholaf, bila ia selamat maka aku tidak selamat” Abdurrahman mengingatkan, tetapi Bilal tetap berteriak “bila ia selamat, maka aku tidak selamat. Wahai Sahabat Anshor ini pemimpin Quroisy Umayyah Bin Kholaf”. Sahabat Anshorpun mengepung Umayyah, putranya Ali dan Abdurrahman. Sahabat Abdurrahman berusaha melindungi Umayyah, tetapi putra Umayyah ditikam hingga meninggal, Umayyah menjerit-jerit, Abdurrahman yang sudah tidak kuasa mlindungi meminta Umayyah untuk lari dan mencari keselamatan sendiri. Ketika Lari dikerubung oleh muslimin sehingga Umayyah terbunuh.

Read more »

Ahlul Badar dan Wali 9 di tanah Jawa

Oleh: AlHabib Munzier bin Fuad Al-Musawwa

AlHabib Munzier bin Fuad Al-MusawwaKita ingat bahwa hari ini adalah tanggal 13 Ramadhan tepat dengan kejadian Fath Makkah, sebagaimana salah satu riwayat yang mengatakan bahwa Fath Makkah terjadi pada tahun ke-8 H tanggal 10 Ramadhan, sebagian mengatakan tanggal 13 Ramadhan, maka di malam ini kita mengingat kembali kejadian Fath Makkah, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bergerak dengan 10.000 muslimin, diawali dengan perjanjian Hudaibiyah pada tahun ke-6 H, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dipaksa oleh kuffar quraisy untuk tidak masuk ke Makkah, maka para muslimin pun marah dan diantara mereka yaitu sayyidina Umar ibn Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ” Wahai Rasulullah, bukankah kita ini penduduk Makkah?”, maka Rasul berkata: “betul “, maka sayyidina Umar berkata lagi : “bukankah kita ini dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan?”, rasul pun menjawab: “betul”, sayyidina Umar berkata lagi : “bukankah Engkau adalh Rasulullah pembawa kebenaran?”,”betul”, jawab Rasulullah. Maka diamlah sayyidina Umar bin Khattab tidak lagi meneruskan ucapannya dan Rasul terus memerintah para sahabat yang jumlahnya di saat perjanjian Hudaibiyah itu adalah 1.400 untuk mundur kembali ke Madinah Al Munawwarah dan tidak jadi memasuki Makkah. Namun di saat perjanjian Hudaibiyyah itu di malam harinya sayyidina Umar tercenung karena ketika ia bertanya kepada Rasulullah dengan satu pertanyaan maka Rasul tidak menjawab, bertanya kedua kalinya Rasul diam juga, bertanya ketiga kalinya Rasul pun tidak menjawab, maka sayyidina Umar pun pergi dalam hatinya ia berkata:“sungguh celaka aku ini, tiga kali bertanya kepada Rasulullah beliau tidak menjawab, celaka diri ini akan dimurkai Allah subhanahu wata’ala”, maka setelah ia menaiki kudanya ia pun dipanggil: “wahai Umar, Rasulullah memanggilmu telah turun ayat kepada Rasulullah”, maka sayyidina Umar berkata dalam hatinya:“sungguh celaka aku, itu pasti ayat yang turun karena murka Allah kepadaku karena aku mengganggu Rasulullah”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَليَّ اللَّيْلَةَ سُوْرَةٌ لَهِيَ أَحَبّ إِليَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

“Sungguh telah turun padaku malam ini surat yang ia lebih kusenangi dan menggembirakanku lebih dari terbitnya matahari” (Shahih Bukhari)

Maka dijelaskan oleh Al Imam Ibn Katsir di dalam riwayat lainnya bahwa Rasulullah bersabda : “telah turun ayat yang lebih kucintai daripada dunia dan seisinya”, maka sayyidina Umar berkata : ” ayat apa wahai Rasulullah?”, Rasul berkata: ” Allah telah berfirman :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ، وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا ( الفتح : 1-3 )

” Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)” (QS. Al Fath : 1-3 )

Read more »

PERANG BADR

Assalamu ‘alaikum ikhwan fillah..

Sekedar ngingetin, besok lusa (Malam Jum’at, 25/07/2013) Majelis Rasulullah SAW akan memperingati Haul Ahlul Badr, Malam Nuzulul Qur’an & Dzikir ‘Ya Allah’ 1000x..

 

Mengenai Ahlul Badr, berikut kisah mengenai “PERANG BADR”

 

Ratusan wajah suci pemilik jiwa khusyu menghadap dengan penuh Takdhim kepada manusia yg paling berhak dicintai, yg bakti kepadanya merupakan kesempurnaan Iman, Sayyidina Muhammad saw. Ramadhan tahun kedua Hijriyah adalah ramadhan yg berbeda dari segenap ramadhan sepanjang sejarah Bumi dihamparkan oleh Sang Pencipta swt, Sang Nabi saw berkata kepada mereka : “Beri aku pendapat wahai khalayak..?”, beliau saw mengucapkan itu dengan maksud pada kaum Anshar, maksudnya apakah mereka akan ikut bersama dalam Jihad atau tetap tinggal, sebab saat Bai’at Aqabah mereka bersumpah setia membela Rasul saw sebagaimana mereka mempertahankan keluarga dan anak anak mereka, namun itu jika Rasulullah saw telah masuk ke Madinah, jika diluar maka mereka berlepas diri,

Maka berkatalah Sa’ad bin Mu’adz ra dari kaum Anshar : “Tampaknya kau mengarahkan pertanyaan pada kami (Anshar) wahai Rasulullah ?”, Rasul saw menjawab : “Benar”, maka berkatalah Sa’ad bin Mu’adz ra:

“Kami telah beriman kepadamu Wahai Rasulullah..!, dan telah membenarkan tuntunanmu, dan kami telah bersaksi bahwa apa apa yg kau ajarkan adalah kebenaran, dan kami berikan itu sebagai janji dan sumpah penguat kami, untuk selalu taat dan berpanut, berangkatlah wahai Rasulullah kemanapun maumu dan kami bersamamu..!, Demi Allah Yang Telah Membangkitkanmu dengan Kebenaran, jika kau hadapkan kami ke lautan dan kau masuk kedalam lautan maka niscaya kami akan membenamkan diri pula kedalamnya bersamamu, dan tak akan ada yg tersisa dari kami seorangpun!, dan kami tak mengingkarimu jika kau hadapkan kami pada musuh kami esok, sungguh kami orang orang yg sabar menghadapi peperangan, sangat bersungguh sungguh dan mendambakan perjumpaan (dengan Allah swt), Barangkali Allah memperlihatkanmu dari kami apa apa yg membuatmu gembira!, maka berangkatlah bersama kami dalam keberkahan Allah..”.

Read more »

perang Badar 6 : nabi Muhammad memperlihatkan beberapa Mu’jizat

mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyebutan nama-nama, karena memang keterbatasan saya dalam mendengarkan rekaman (sebagai sumber adalah mp3 pengajian KH. Wahid) dan juga pemahaman saya. harap maklum

————

Mengulangi lagi bahwa dalam perang badar ini, Allah mengirim malaikat sebagai Bala bantuan bagi orang-oramng islam, Ini sesungguhnya, karena ada dalam Al Qur’an, yang sebagai orang beriman pasti percaya, dan juga ada cerita-cerita dan kesaksian-kesaksian dari orang-orang yang ketika perang tersebut berlangsung, mereka belum beriman, orang kafir.

Cerita dari orang bani Ghifar, waktu itu saya naik bukit dengan saudaraku yang bukit tersebut dapat untuk mengawasi Badar, waktu itu kami berdua masih dalam keadaan Musyrik, untuk mengawasi mana yang menang, dan nantinya kita ikut-ikut merampas harta yang kalah. Memang ada dalam kebiasaan orang arab, ketika itu yang tidak ikut perang tetapi ikut merebut hartanya saja. Ketika itu, tiba-tiba ada mendung, saya dengar suara kuda, dengan suara yang tidak terlalu keras “hei Khainzun, maju!”, Khaizun adalah nama kuda dari malaikat Jibril.mendengar itu, saudaraku langsung mati, sedang saya tidak sampai mati.

Read more »

313 nama para Pejuang Muslim dalam perang Badar.

17 Ramadan adalah tanggal terjadinya Perang Badar

Berikut ini adalah 313 nama para Pejuang Muslim dalam perang Badar.

Kita patut mengingatkan diri kita bahwa Asma’ Ahl Badr (nama-nama pejuang Muslim dalam Perang Badar) adalah jalali (megah).  Mereka memerlukan jamaal (keindahan) dari selawat untuk mendinginkannya.  Jadi sebelum kita membaca nama-nama ini, dan setelah selesai, disarankan untuk membaca:

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa `ala ali Sayyidina Muhammadin wa ash-habihi wa baarik wa sallim.
Ya Allah! Limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Sayyidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muhammad dan sahabatnya dan juga berkah dan kedamaian).

Setelah kita membaca selawat tersebut, kita dapat melanjutkan membaca Asma’ Ahl Badr.  Ketika Anda membaca nama-nama pejuang Muslim dalam perang Badar, jika Anda seorang non-Muslim mintalah dengan sungguh-sungguh agar Allah (swt) membuka hati kalian ke dalam Islam.

Sebaiknya sebutkan kata Sayyidinaa sebelum nama yang bersangkutan dan Radhiy Allahu `Anhu (semoga Allah rida dengannya) setelah nama yang bersangkutan. 

Allaahumma agitsna yaa Giyats al-mustaghatsan bi haqqi
(Ya Allah! Wahai Penolong bagi orang-orang yang mencari bantuan, selamatkanlah kami demi…)

 

اللهم إني أسالك بسيدنا محمد رسول الله المهاجري صلى الله تعالى عليه وآله وسلم وبسيدنا أبي بكر الصديق المهاجري رضي الله تعالى عنه وبسيدنا عمر بن الخطاب المهاجري رضي الله تعالى عنه وبسيدنا عثمان بن عفان المهاجري رضي الله تعالى عنهوبسيدنا علي بن أبي طالب المهاجري رضي الله تعالى عنه وبسيدنا طلحة بن عبيد الله المهاجري رضي الله تعالى عنهوبسيدنا الزبير بن العوام المهاجريرضي الله تعالى عنه وبسيدنا عبد الرحمن بن عوف المهاجري رضي الله تعالى عنه وبسيدنا سعد بن أبي وقاص المهاجري رضي الله تعالى عنهوبسيدنا سعيد بن زيد المهاجري رضي الله تعالى عنه وبسيدنا أبى عبيدة عامر بن الجراح المهاجري رضي الله تعالى عنه.

1. Sayyidinaa wa Habibina wa Nabiyyina wa Mawlana Muhammad ibn
`Abdillah Shallallahu `alayhi wa sallam
2. Sayyidina Aba Bakr ash-Shiddiq, `AbdAllah ibn `Utsmaan al-Muhaajira
Radhiy Allahu `Anhu
3. Sayyidina `Umar ibn al-Khaththab al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
4. Sayyidina `Utsmaan ibn `Affaan al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
5. Sayyidina `Ali ibn Abi Thaalib al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
6. Sayyidina Thalhah ibn `Ubaydillah al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
7. Sayyidina az-Zubayr ibn al-`Awwam al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
8. Sayyidina `Abd ‘r-Rahman ibn `Awf al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
9. Sayyidina Sa`ad ibn Abi Waqqaash, Maalik ibn Uhayb al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
10. Sayyidina Sa`ad ibn Zayd al-Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu
11. Sayyidina Aba `Ubaydah `Aamir ibn `Abdillah ibn al-Jarrah al-
Muhaajira, Radhiy Allahu `Anhu

Read more »

perang badar 5 : perang tanding

Setelah Utbah tidak berhasil mengajak orang-orang quroisy untuk kembali ke Mekkah dan bahkan diejek oleh ABu jahal, hatinya menjadi panas, iapun mencari helm perang tetapi tidak menemukan sehingga mengambil surban yang dilingkarkan ke kepalanya. Kemudian Utbah keluar dari barisan orang kafir dan kelihatan menonjol dengan diikuti oleh saibah dan anaknya yang bernama Al Walid mengajak untuk berperang tanding dengan kaum muslimin.

memang sudah menjadi kebiasaan perang di arab ketika itu, perang diawali dengan perang tanding dan biasanya perang tanding itu menentukan, karena secara akal, pihak yang kalah perang tanding akan jatuh mentalnya.

mendengar tantangan dari utbah tersebut, kaum muslimin bukannya gentar malah tanpa diperintah, orang anshar maju, ketika itu yang maju adalah auf dan mu’ad anak dari haris juga abdulloh, karena hampir seluruh wajah mereka tertutup, utbah bertanya ” siapa kalian?, ” kami orang-orang madinah.”, “tidak, kami tidak butuh kalian, kami mengakui kalian orang kuat, kami tidak menghina kalian, tapi yang kami inginkan sama-sama orang quroisy” tolak utbah dan rombongan.

Read more »

perang badar 4 : strategi perang

Dalam cerita sebelumnya, bahwa tentara nabi dan tentara abu jahal telah dekat dengan badar.

Para sahabat bertempat di daerah seperti lautan pasir, yang sulit untuk dipakai jalan dan tidak memiliki air. Dalam keadaan seperti ini Allah menurunkan ketentraman berupa bisa tidur walau dalam keadaan genting. Jadi semua sahabat tidur (anehkan?), Sedangkan tentara quroisy tidak dapat tidur dan diliputi ketakutan.

bahkan para sahabat tidur junub, dalam hal ini, syetan menggoda “halah, kamu kan kesulitan air untuk minum saja susah, sedang kaum kafir cukup minum karena menguasai air, enak saja mereka untuk menyerang kalian, apalagi kalian dalam keadaan junub, untuk sholat juga tidak bisa”

Allah kemudian menurunkan hujan, apa yang terjadi? tanah yang ditempati orang muslim menjadi lebih padat sedang tanah yang ditempati kafir quroisy menjadi lembek, becek. hal ini diluar perhitungan kafir quroisy, akhirnya orang islam dapat mandi dan maju lebih cepat untuk menguasai tempai air.

Nabi menempati tempat air yang paling utara, sahabat ada yang bertanya “apakah ini adalah tempat yang diperintahkan oleh Allah yang tidak dapat dibantah? tempai ini wahyu atau strategi perang?” nabi menjawab “ini bukan wahyu, tapi hanya strategi perang” “kalau ini adalah strategi perang, apakah tidak lebih baik kita maju ke sisi selatan yang lebih dekat kepada quroisy agar dapat menguasai semua air? kita buat tempat air yang cukup dan merusak sumur-sumur yang lain, sehingga kita cukup air sedang quroisy kekurangan air” nabi menyetujui dan melaksanakan usul tersebut.

Read more »

perang badar 3 : nabi ingin mendengar pendapat dari sahabat

cerita sebelumnya, nabi mendapat kabar bahwa orang-orang quroisy berangkat berperang untuk menolong Abu Shofyan. mendengar hal tersebut nabi meminta pendapat para sahabat.

Sudah dapat diketahui apa isi pendapat Abu bakar, umar, karena beliau adalah sahabat muhajirin dan sudah tidak diragukan lagi keyakinannya terhadap nabi. Kemudian miqdad orang muhajirin berkata “kami tidak akan seperti orang-orang bani isroil yang berkata kepada nabi musa ketika akan berperang “hai musa, pergilah sendiri bersama Tuhanmu, dan berperanglah sendiri dengannya, kami tidak mengikutimu”,  tapi kami berkata “pergilah nabi dan kami akan mengikuti anda, kami akan berperang bersama anda dengan dibantu Allah”.

nabi senang mendengarnya, tapi nabi ingin mendengar pendapat dari sahabat anshor karena mereka dulu hanya berjanji kepada nabi bahwa akan membela dan melindungi nabi dengan taruhan nyawa ketika berada di madinah, sedang kali ini mereka sudah keluar dari madinah. akhirnya pemimpin orang anshor, sa’ad bin mu’ad berkata “sepertinya anda menginginkan pendapat dari kami, nabi, kami telah beriman kepada anda dan menyakini bahwa semua yang anda bawa adalah haqq, kami akan mengikuti anda kemanapun, demi Allah, misalkan anda pergi ke lautan, kami akan mengikuti anda, tidak sedikitpun dari kami yang berpaling, kami sudah terbiasa bertemu dengan musuh, dalam berperang kami akan bersabar, bila bertemu musuh akan beres, silakan anda nabi berangkat, kami akan mengikuti” nabi sangat senang sekali dan bersabda “ayo berangkat dengan bergembira dan bergembiralah karena aku telah dijanji oleh Allah, kita akan menang dari salah satu, entah itu rombongan Abu Shofyan ataupun Abu jahal”

Read more »

perang badar 2 : ibils ikut berperan, Syetan menyamar dan mendorong Quroisy berangkat berperang

sekilas tentang sebelumnya, bahwa orang-orang quroisy yang mampu berperang bersiap-siap berangkat berperang untuk menolong Abu Shofyan yang membawa harta mereka dan akan dicegat oleh nabi dan shohabat.

Persiapannya membutuhkan waktu 3 hari, dan ini termasuk sangat cepat untuk persiapan perang besar. Tetapi ketika akan berangkat, quroisy teringat hal yang mengkhawatirkan. yaitu ketakutan mekah akan diserang oleh orang kinanah disebabkan ada masalah di waktu sebelumnya.

ceritanya, suatu waktu ada anak kecil dengan pakaian bagus dari quroisy, anak dari khafesh, mencari hewannya yang hilang dan bertemu dengan salah satu orang kinanah bernama amir bin yazid. Ketika pulang amir bin yazid berkata kepada orang-orang kinanah “hey, kalian kan punya dendam dengan orang quroisy, tadi aku bertemu dengan anak dari orang quroisy, anaknya sangat bagus dan saya yakin setimpal bila membunuhnya sebagai balas dendam”

dan akhirnya benar oarang kinanah membunuh anak tersebut. Mengetahui hal tersebut, orang-orang quroisy menjadi panas. Amir bin yazid pun berkata “hai orang-orang quroisy, apa yang kalian inginkan? tidakkah masalah ini diselesaikan baik-baik saja, kalian membayar diyad untuk orang kami yang kalian bunuh dan kami akan membayar diyad untuk anak yang kami bunuh, dan kalian tetap diuntungkan karena kalian membunuh orang dewasa dari kami dan kami hanya membunuh anak kecil sebagai gantinya” orang-orang quroisy pun menyetujuinya dan menganggap masalah ini selesai.

Read more »

perang badar 1 : orang quroisy mengadakan perdagangan ke syam

Berikut ini cerita perang badar yang saya peroleh dari rekaman pengajian oleh kyai wahid jawa tengah, terdiri atas beberapa bagian dan tentu saja masih jauh dari detailnya, semoga membawa manfaat.

Kaum Quroisy mempunyai kebiasaan setahun 2 kali berdagang, ketika hujan pergi ke yaman dan ketika kemarau pergi ke syam, yang tergambar dalam surat al Quroisyin. Kebiasaan ini dimulai dari kakek nabi yang bernama hasyim bin abdul manaf.

Jalan menuju ke syam itu melewati daerah dekat dengan madinah, setelah nabi hijrah ke madinah, secara nalar tentu saja menjadi hal yang membingungkan karena madinah sudah dipimpin, dikuasai dan taat kepada nabi Muhammad yang dulu ketika di mekah dimusuhi, diusir dan akan dibunuh.

dan benar saja, ketika pertama kali ada perdagangan, dikejar orang islam, ditangkap, dan amr al hadromi mati dipanah, setelah kejadian itu orang quroisy lebih berhati-hati.

-Sebagai gambaran, ketika nabi hijrah (juga para sahabat) nabi tidak membawa apa2, semua harta, tanah, rumah dll dirampas oleh orang-orang kafir, dan dimiliki oleh keluarga yang masih kafir, bahkan rumah nabi di djual oleh aqil kakak dari ali bin abi tholib-

Nabi hijrah sekitar bulan maulud, 16 bulan setelah nabi hijrah sekitar  dibulan jumadil ula, orang quroisy mengadakan perdagangan ke syam dengan dipimpin oleh Abu Shofyan dengan jumlah sekitar 40 orang dan membawa harta yang banyak.

Nabi berangkat mencegat mereka dengan sahabat 152 dengan membawa 3 unta, tapi terlewat, nabi sampai ke tempat pencegatan tapi rombongan Abu Shofwan telah jauh. peristiwa ini dikenal dengan perang al usyairo

Di bulan romadlon, rombongan Abu Shofyan kembali ke mekah dan diperkirakan sampai dipertengahan romadlon.

Sekitar tanggal 8 romadhon, Nabi bersama shohabat berangkat, nabi berangkat ini juga tidak berniat perang besar, sehingga shohabat yang ikut juga sedikit sekitar 300 orang, melihat rombongan quroisy cuman 40 orang.

Nabi beserta shohabat berangkat dengan membawa 2 kuda, 8 pedang dan unta yang bisa ditunggangi ada 70, jadi rata-rata unta 1 ditunggangi secara bergantian oleh 3 orang. kelompok nabi terdiri atas, Nabi Muhammad, Ali bin Abi tholib dan Zaid bin Harisah. Kelompok Abu bakar, Umar dan Abdurrohman bin Auf bergantian unta 1 dst.

Read more »