dakwah bil qolbi

Setelah posting sensasi energi, permen spiritual, sekarang mengenai dakwah ….
Dakwah adalah mengajak kepada fitrah kita, mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada rahmat Allah, mengajak kepada Rahmat lil ‘Alamin , mengajak ke Rosululloh.

Setelah dipahami bahwa segala aktifitas kita menimbulkan suatu energi/ aura yang bahkan mempengaruhi sekitarnya. Maka dakwah dapat kita klasifikasikan menurut energi tersebut

1.  dahwah secara kaffah, dakwah dimana da’i (orang yang dakwah) hatinya selalu berdzikir (dekat dengan Allah), perkatan dan perbuatannya baik, membaiki orang lain serta mengajak kepada kebaikan, energinya akan sngat dhasyat, karena setiap energi dzikir darinya bersatu padu dan saling menguatkan, akan mempengaruhi orang lain secara luar dalam, menumbuhkan orang-orang yang ikhlas (satunya hati dan perbuatan dalam beribadah).

2. dakwah bil lisan, dakwah dengan berceramah, dengan berbicara kepada orang lain untuk mengajak kepada kebaikan. Dan ini ada kategori, yang hatinya ikut berdakwah (berdzikir) dan ini terbaik, kemudian ada kategori omdo (omong doang, hanya berbicara) dimana tubuh atau mulutnya memancarkan energi “kasar” sehingga menubruk fisik dan pemkiran orang lain hingga penerima dapat mengalami penerimaan (jika cocok dengan pemikirannya) atau penolakan (jika tidak cocok dengannya) tetapi energi hati “yang lebih halus nan lembut” yang tidak dapat ditolak akan selalu diterima oleh hati sang pendengar, hingga lambat laun akan menyebar ke setiap partikelnya dan mempengaruhi mental, adab dan akhlaknya.

3. dakwah bil qolb, dakwah dengan getar hati —- sesungguhnya orang yang beriman adalah yang bergetar hatinya ketika disebut nama Allah —- ini adalah dakwah dasar yang sesungguhnya (sejati), walau kita tidak mengajak orang lain, dengan kita memperbaiki hati kita, maka hati kita akan bergetar dan menimbulkan energi positif yang semakin kuat dan kuat seiring peningkatan kebersihan hati kita dan getaran dzikir hati kita. Energi tersebut akan memancar kesekitar dan memperaruhinya menjadi positif pula, akan terjadi resonansi, ikut bergetarnya hati orang lain karena getaran dzikir hati kita, yang selanjutnya akan mempengaruhi sikap dan perbuatannya. Energi ini akan lebih kuat memancar ke alam sekitar bila kita arahkan, dengan doa-doa kebaikan kita untuk alam sekitar dan sesama. Inilah esensi dari dakwah, selalu membersihkan hati dan brdzikir serta mendoakan kebaikan untuk semuanya.

Allah A’lam

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *