dari galau sampai menggerakkan jari ketika tahiyat, Habib Munzir menjawab

8. Apakah doa Nabi saw untuk menyembuhkan yang sakit?

Jawab : Allahumma rabbannaas, Isyfiy antassyaafi, wa ‘aafiy antal mu’afiiy, Laa syifa’uk, syifaa’an laa yuhgaadiru saqaman wala alama, (Wahai Allah Tuhan seluruh manusia, sembuhkanlah dan Engkaulah Yang Maha Penyembuh, dan sehatkanlah Engkaulah Yang Maha Memberi kesehatan, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari kehendak Mu, kesembuhan yg tidak membawa akibat buruk dan pedih). Semoga Allah swt mengangkat penyakit itu dan menggantikannya dengan afiah dan kebahagiaan dunia dan akhirat, amiin.

9. Saya lama menikah namun belum berketurunan, adakah cara yang sunnah?

Jawab : Anda bernadzarlah, jika mendapat anak pria akan diberi nama Muhammad, sungguh nadzar ini sangat mujarab dan selalu berhasil, karena Rasul saw bersabda: “Barangsiapa yang sulit mempunyai keturunan, lalu ia bernadzar memberi nama anaknya dengan namaku, maka Allah akan memberikan keturunan padanya”. Sudah puluhan orang yang mengadu pada saya akan hal ini dan setelah mereka mencoba maka mereka berhasil, ada yang sudah belasan tahuh tak punya keturunan dan Allah swt segera menjawab harapan mereka dengan Mukjizat Nabi Muhammad saw. bisa anak pria atau anak wanita, maka jika anak wanita boleh diberi nama lain, demikian saudaraku.

10. Saya berhasil bangun Tahajjud dan shalat subuh, bagaimana mengajak teman – teman saya agar turut melakukannya?

Jawab : Sebarkan sms sekitar pk 3.30 ke semua teman, dapatkan pahala tahajjud dari semua yang di sms, berhasil atau tidak kita dapat pahalanya.

11. Doa apa yang dibaca saat istri akan melahirkan?

Jawab : Disunnahkan membaca surat yaasiin untuk kelahiran anak, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam setelah menyimpulkan hadits – hadits keutamaan surat Yaasiin, barangsiapa yang membacanya pada orang yang sakratulmaut maka akan dipermudah, barangsiapa yang membacakannya pada mayyit maka akan diampuni Allah swt, barangsiapa yang membacakannya untuk hajatnya, akan dikabulkan oleh Allah, barangsiapa yang membacakannya pada wanita yang akan melahirkan, maka Allah swt akan mempermudah kelahirannya, demikian saudaraku.

12. Saya mimpi jumpa dengan ulama atau wali atau orang shalih, apakah mimpi itu benar?, apakah jika saya mimpi Rasul saw apakah itu benar?

Jawab : Saudaraku yang kumuliakan, Rasul saw bersabda : mimpi baik adalah dari Allah, dan mimpi buruk adalah dari syaitan (Shahih Bukhari), dan yang anda lihat adalah mimpi baik, dan mimpi baik adalah dari Allah swt, dan Allah swt tidak berdusta, maka mimpi itu benar saudaraku, selama tidak mengajak kepada kemungkaran. Rasul saw bersabda : Barangsiapa melihat aku dalam mimpinya maka sungguh ia melihat aku, dan syaitan tak bisa menyerupaiku (Shahih Bukhari) maka jelaslah mimpi anda benar saudaraku.

13. Ibu saya berbuat jahat dan mungkar, bolehkah saya membencinya?

Jawab : Saudaraku tentunya ibunda berdosa dan akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah swt akan hal itu, namun kita sebagai anaknya lepaskanlah dan hapuslah kemarahan kita, karena walau bagaimana ia tetap bunda kita, yang meraung dan menjerit dengan pedih demi kelahiran kita, dan menyusui kita dengan kasih sayang mengorbankan waktunya demi mengasuh kita, maka berbaktilah padanya dengan sebaik – baiknya, anda mendapatkan pahala jihad karena bakti pada orang tua terutama ibunda, berusahalah agar ibunda berubah dan menjadi baik, berlemah lembutlah, dan berhasil atau tidaknya saudara tetap mendapatkan pahalanya, demikian saudaraku.

14. Saya patah hati karena ditinggal kekasih, kiat agar saya tabah?

Jawab : Ingatlah, bahwa cinta makhluk akan fana, namun cinta Allah swt akan abadi dan suci, Dialah Yang Maha Mencintai kita sebelum kita lahir, dan Maha Mencintai kita saat kita di dunia, dan menawarkan cinta-Nya pada kita sepanjang umur kita, untuk mendapatkan cinta-Nya yang abadi, adakah kita menolak lamaran cinta-Nya swt? maka terimalah lamaran cinta-Nya swt, sujud dan sucikan Nama-Nya swt untuk memuji Cinta-Nya Yang Maha Luhur kepada kita, maka jelanglah kebahagiaanmu di hari esok, dunia dan akhirat.

15. Apakah hukumnya menggerak – gerakkan telunjuk saat tahiyat?

Jawab : Mengenai masalah ini tidak ada kewajiban berbuat demikian, dan hal itu sunnah, bila tak dilakukan maka tak membatalkan shalat. Berikhtilaf para Imam Madzhab dalam hal ini : Menunjukkan jari telunjuk saat tahiyyat merupakan sunnah Rasul saw, demikian diriwayatkan dalam shahih Muslim, lalu dijelaskan bahwa khilaf antara 4 Imam Madzhab mengenai caranya sebagai berikut :

Menurut Imam Malik, jari telunjuk digerakkan ke kiri dan ke kanan.

Menurut Imam Syafii jari telunjuk menunjuk saat ucapan ILLALLAH, dan tidak menggerak – gerakkannya

Menurut Imam Hanafi mengangkat jari telunjuk saat ucapan LAA ILAAHA, lalu menjatuhkannya sejajar lurus saat ucapan ILLALLAH

Menurut Imam Hanbali bahwa telunjuk menunjuk setiap mengucapkan lafadz Allah. (Syarh Ibanatul Ahkam hal 435/436)

Kedua riwayat, yaitu menggerak -gerakkan jari telunjuk dan tak menggerak – gerakkannya merupakan kabar yg shahih menurut Imam Baihaqi, namun tidak menggerak – gerakkannya merupakan hal yg lebih mantap utk khusyu. (Syarh Imam Al Baijuri Ahkam shalat hal 255).

Menggerakkan jari jari tidak membatalkan shalat, demikian ittifaq 4 madzhab.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *