Ibadah

Ibadah adalah berbekasnya hati bertemali dengan Alloh.

Sholat mencegah keji dan mungkar, tapi mengapa tetap banyak yang melakukan salah? karena tidak ada bekas.

Ketika melihat kejelekan orang, Apa ndak mungkin itu kamu sendiri?

Prof Dr. M. Sholeh seorang dokter jantung yang telah meninggal dan makamnya dipindahkan dari kembang kuning, mayatnya masih utuh karena bila pasien datang kurang mampu maka ia malah memberikan uang, dan mulutnya selalu bersholawat kepada Nabi.

Apa hubungan Ibadah dengan hati kita, eksis?

Alloh menyuruh Nabi Muhammad menyuruh untuk berbuat baik.

Kalau hidup kita tidak bersentuhan dengan Alloh maka hidup menjadi sulit.

Seorang Ulama pernah sholat di london yang ketika itu musim salju (winter). Beliau sholat di jalan, bertayamum dengan kayu. Kemudian 2 orang polisi mengintrogasinya. Dan dilain hari makan malam bersama. Kemudian diundang besoknya di restoran. Subhanalloh mereka masuk Islam.

Mungkin telinga tidak mengerti bahasa, tetapi ruh kita mengerti bahasa hati.

Taqwa itu hadirnya Alloh dan Rosululloh di hati.

Taqwa tipikal melihat orang kebaikannya saja.

Ya Rosululloh engkau diciptakan bukan untukmu tetapi untuk kami.

Yang menjadi kartu pamungkas adalah kerendahan hati dan ketulusan.

Seorang Ulama tiap anaknya tidur, beliau mengajak anak beliau berbicara “hey anakku besok kamu hafal Al Qur’an” dan benarlah di pesantren anak beliau dalam 3 minggu dpat menghafal 1 juz.

di Krian ada Kyai Sahlan yang mencangkul sendiri, menanam semangka, suatu saat ada santri yang memberitahu beliau bahwa semangkanya telah habis. Beliau tambah bilang ” ALhamdulillah, Shodaqoh tanpa diantar”

Ibadah itu bukan hanya rukun dan syarat.

Ada Ibu yang bertanya tentang sholawat nariyah ada yang bilang bid’ah. Beliau menjawab, hidup itu bergerak maju, hari ini harus lebih baik dari sebelumnya.

Ketika nabi Musa menghadap Alloh, nabi Musa disuruh melepaskan sandal beliau. tetapi Sandal Sayyidina Muhammad, sandalnya sampai Sidrotul Muntoha.

Inti kita adalah bersyukur kepada Alloh.

Untuk menghilangkan kebencian, cara langsung, menghadirkan Rosululloh, hati bertautan dengan Rosululloh, maka benci akan menjadi cinta. dan cara tak langsung, sebelum tidur merelakan setiap orang yang berbuat buruk pada kita hingga tidak ada sisa.

Islam yang benar adalah rendah hati, cinta dan patuh.

—————–

Catatan di Rungkut Asri tanggal 14 Oktober 2012

Walau catatan ini tidak lengkap dan jauh dari baik, semoga dengan barokah guru-guru dan Rosululloh, semua mendapatkan manfaatnya, Amin.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *