II.4.5 DALAM UPACARA PENGUBURAN

 

1. Tinggalkan kebiasaan dalam shalat jenazah dengan mangajak jama’ah untuk mengucapkan kalimat bahwa “jenazah ini orang baik, khair – khair” Hal ini tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw, dan tidak ada hadits sebagai pembimbing.

Jawab:

Ketika lewat sebuah jenazah dihadapan Rasul saw maka para sahabat memujinya dengan kebaikan, maka Rasul saw berkata : “semestinya.. semestinya.. semestinya..”, lalu tak lama lewat pula jenazah lain, dan para sahabat mengutuknya, maka Rasul saw berkata : “semestinya.. semestinya.. semestinya..”. maka berkatalah Umar bin Khattab ra mengapa beliau berucap seperti itu, maka Rasul saw menjawab : “Barangsiapa yang memuji jenazah dengan kebaikan maka sepantasnya baginya sorga, dan barangsiapa yang mengutuk jenazah dengan kejahatannya maka sepantasnya baginya neraka, kalian adalah saksi Allah di muka Bumi.., kalian adalah saksi Allah di muka Bumi.., Kalian adalah saksi Allah di muka Bumi..” (Shahih Muslim hadits No.949, Shahih Bukhari hadits No.1301),

lalu pula ketika dimasa Umar bin Khattab ra menjadi khalifah pun terjadi hal yang sama yaitu lewat jenazah maka orang – orang memujinya, maka Amirulmukminin Umar bin Khattab ra berkata : “sepantasnya..”, lalu lewat jenazah lain dan orang – orang mengumpatnya, maka Amirulmukminin Umar bin Khattab ra berkata : “sepantasnya..”. maka para sahabat bertanya dan berkata Amirulmukminin Umar bin Khattab ra : “tiadalah jenazah disaksikan 4 orang bahwa dia orang baik maka ia masuk sorga”, lalu kami bertanya : Bagaimana kalau 3 saja yang bersaksi?, beliau ra menjawab : “walaupun 3”. Lalu kami bertanya lagi : Bagaimana kalau 2 orang saja..??, maka beliau ra menjawab : “2 pun demikian”. Maka kami tak bertanya lagi. (Shahih Bukhari hadits No.1302). Oleh sebab itu sunnah kita mengucapkan : “khair..khair..” (orang baik.. orang baik..) pada jenazah dengan nash yang jelas dan shahih dari shahihain dll.

Apapun yang dijadikan fatwa, namun fatwa – fatwa diatas adalah batil dan tidak dilandasi pemahaman yang jelas dalam syariah islamiyah. Oleh sebab itu saya menilai bahwa segala fihak yang menyebarkan selebaran ini sebelum kami beri penjelasan seperti sekarang ini, maka ia turut bertanggung jawab atas kesesatan ummat yang membacanya.

 

sumber kenalilah akidahmu 2 oleh habib munzir al musawa

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *