Iri

Iri dengki adalah cetakan akhir dari kejahatan yang bisa menjadi hijab antara dirimu dengan Allah swt. Semakin anda dengki dan iri pada seseorang, anda semakin tersiksa. Karena hakikat siksa adalah hijab itu sendiri.

Dalam surat Al-Falaq, Allah swt, menyebut kata Syarr (kejahatan) berulang empat kali secara berurutan. Surat inilah yang seharusnya menjadi akar dari Criminology (Ilmu untuk mengenal kejahatan). Coba renungkan makna tersembunyi dari ayat-ayat ini:

Katakanlah, ”Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh”.

Waktu subuh mengisayaratkan terbitnya fajar ruhani yang akan mengapus gelapnya kejahatan.

”dari kejahatan makhlukNya”

Maksudnya, makhluk adalah awal kejahatan yang menghijab. Dan awal makhluk adalah Nafsu. Nafsu membubung menjadi asap gelap.  Dari kejahatan ini pula banyak muncul perbudakan kemakhlukan, karena puncak nafsu manusia pada akhirnya ingin menandingi Tuhan, dan bahkan mengaku jadi Tuhan. Nafsu akan mengatakan, ”Aku bisa! Aku Hebat! Aku berdaya! Aku kuat….! Dan sebagainya” yang mengentalkan kegelapan jiwa. Inilah yang tertuang apada ayat berikut:

”dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.”

Inilah eksplorasi dari hijab kemakhlukan, yaitu gulita hijab yang gelap, ketika seseorang tidak mengenal dan mengingat Allah Sang Pencipta. Kalau toh ia mengenal pun, ia lari menuju kegelapan hijabnya, jauh dari cahaya hakikat kebenaran.

 

”dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”

Kekuatan kegelapan, menimbulkan keakuan dan egoisme. Keakuan itulah yang yang mengkristalkan sihir menjadi kekuatan jahat, karena dalam keakuan bisa terpadu kesombongan, ta’jub pada diri sendiri,  sebagaimana terpadunya ”keakuan” Iblis dan Fir’aun, menjadi kekuatan gelap yang menaklukkan melalui berbagai model sihirnya.

Produk-produk sihir akan selalu menimbulkan sifat iri dengki yang dahsyat.

 

”dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”

Jadi kedengkian adalah bentuk ketidaksukaan seseorang akan sukses dan nikmat yang diberikan Allah Azza wa-Jalla pada orang lain. Ia tidak rela, dan tidak bahagia apabila orang lain itu meraih kenikmatan, apalagi jika orang lain itu dibenci, ia semakin tidak rela.

Dengki inilah yang diproduksi besar-besaran oleh kolaborasi nafsu dan syetan, yang bahan-bahannya terdiri dari tiga kejahatan sebelumnya. Na’udzubillah min Dzaalik.

 

Kita mohon perlindungan Allah Azza wa-Jalla dari semua jenis kejahatan tersebut.

http://www.sufinews.com/index.php/Psikologi-Sufi/menghilangkan-iri-dengki.sufi

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *