Jaringan Tali Benda-benda di Alam Semesta

Seribu empat tahun yang lalu, Allah mewahyukan kepada nabi Muhammad saaw. sebuah ayat yang menggambarkan fenomena jagat

“Demi langit yang mempunyai tali-tali. Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat (Q 51: 7-8)”

penyebutan tali-tali (hubuk, hubuk berarti tali atau kabel, ia terambil dari akar kata kerja habaka yang berarti memintal benang menjadi tali, memutar, memintal, merajut, mengikat, mempererat, membuat padu, menyatukan, menganyam, mengencangkan) dalam sumpah agung Allah memberikan jaminan kepastian terhadap realitas dan jelas pentingnya. Allah bersumpah atas nama “tali-tali” di langit bahwa orang-orang berbeda pendapat tentang nabi saw. dan pesan Islam yang beliau bawa. Pada awalnya, para ulama tidak sepenuhnya memahami makna hubuk dalam ayat ini, tetapi penemuan- penemuan mutakhir telang mengungkap struktur jagat raya. Orang-porang islam menyakini apapun yang Al Qur’an sebutkan, dan mengakui bahwa itulah kebenaran. Apapun hasil pemahaman terkini, teori dan penemuan pada akhirnya akan terungkap realitas dan penggambaran sempurnaa yang disebutkan empat belas abad silam.

AL Qur’an menjelaskan langit (luar angkasa) berikut tali-talinya yang berarti juga simpul-simpulnya. dengan bantuan peralatan teknologi canggih, suatau pemahaman tentang fisik alam raya, yang tampaknya mengungkap ayat tadi, telah ditemukan. menurut para astronom, struktur benda-benda langi tampak mengikuti pola filamen (kawat pijar)

Tentang struktur alam semesta yang berskala raksasa, Dr. Martin Hendry menulis : Pola riak yang kita saksikan dalam radiasi gelombang mikro (microwave background radition) menyuguhkan cikal bakal struktur yang kita lihat di jagat raya saat ini, jika kita mengukur dan jarak galaksi, yang membentuk apa yang disebut oleh ahli kosmologi sebagai “redshift survey”, kita akan melihat bahwa galaksi-galaksi itu tidak tersebar merata di alam semesta, tetapi terkelompok-kelompok susunan filamen dan lembaran, pola yang banyak memberikan petunjuk kepada kita tentang bagaimana struktur tersebut terbentuk …”redsbift survey” galaksi, gugus, filamen, dan kehampaan dalam persebaran galaksi. Martin Hendry, 2003, Dr Martin hendry’s Teaching. Tersedia di http://www.astro.gla.ac.uk/users/martin/outreach/Iss.html

Meskipun pengelompokan galaksi itu kini telah menjadi kenyataan yang dikenal baik, gambaran utuh tentang pengelompokan yang mencakup karakteristik geometrisnya sejauh ini belum diketahui oleh para peneliti.

(contoh-contoh yang ada) menunjukkan perbedaan bentuk yang sangat beragam, yang merupakan ciri sebuah penyebaran materi yang berkembang pesat, dan sering kali disebut sebagai seluler, bersifat filamen, merip- lembaran, mirip-jaringan, miripspon, suatu jaringan kosmik dan sebagainya.

Kebanyakan gambaran ini didasarkan pada penampakan visual dan struktur berskala raksasa itu … Penyebaran semacam itu memperlihatkan keterikatan yang sangat erat dan terkadang disebut sebagai semacam jaringan.

Disentagling the Cosmic Web I : Morphology of Isodensity Contours, Jens Schmalzing, Thomas Buchert, Adrian I.. Melott, Varun Sahni, B.S. Sathyarakash, Sergei F. Shandarin, Astrophisis Journal 526, 1999 h 568-578.

Jaringan tali-tali jagat raya ini terbukti ada, baik dalam alam raya yang bisa dilihat maupun dalam apa yang mereka sebut sebagai “materi gelap” (drak matter)

tentang filamen materi gelap, ALan Boyle menulis “… para ilmuwan memiliki pandangan yang sama dalam hal yang bersifatfundamental:. alam raya berbobot ringan yang berusia 12 sampai 15 milyar tahun dan didominasi oleh”energi gelap” yang misterius: (Alan Boyle. A Younger. Lighther Stranger Cosmos tersedia di www.msnbac.com (technology and science Space News)

Alan Boyle juga menulis : para ilmuawan berpandangan bahwa kebanyakan materi di alam raya talk bisa dilihat secara langsung. Namun, sebuah tim penelitian internasional telah menyibak tabir tersebut. Pa ra peneliti menggunakan sebuah teleskop ultrasensitif dan komputerisasi kelas berat untuk memetakan dampak berskala luas dan materi gelap itu untuk pertama kalinya.

hasil akhir daripenyelidikan tersebut adalah bahwa materi gelap itu bisa dilihat, namun ia memiliki dampak gravitasi terhadap materi yang bisa kita amati. Jika materi gelap itu tidak ada, maka fisikawan tidak dapat menjelaskan mengapa galaksi berputar seperti sekarang, atau mengapa gugus galaksi berlkumpul bersama.

Kepadatan materi gelap itu juga menjadi kunci kesamaan yang menggambarkan bagaimana alam raya tumbuh berkembang selama milyaran tahun, dan apa yang akan terjadi milyaran tahun dari sekarang. maka, menentukan seberapa besar keberadaan materi gelap itu dan apa materi pembentuknya merupakan salah satu persoalan mendasar yang dihadapi para pakar astrofisika. Ia mungkin merupakan massa dan materi biasa yang karena alasan tertentu tidak mengeluarkan cahayanya, atau mungkin merupakan jenis materi unik yang masih belum terdeteksi.

Tantangan pertama adalah mengetahui letak materi gelap itu …

Jaring laba-laba alam raya pada materi gelap itu telah terdeteksi sebelumnya pada level galaksi atau bahkan pada level gugus galaksi.

(teknik) pengamatan bagian langit menunjukkan adanya jaringan kemerah-merahan pada materi gelap yang tidak bisa diamati secara langsung. Namun, jaringan tersebut dapat “dilihat”melalui dampak gravitasinya terhadap cahaya dari galaksi-galaksi terjauh … ini merupakan upaya pertama mendeteksi dampak pantulan gravitasi terhadap struktur alam raya yang berskala raksasa yaitu, jaringan materi gelap yang luar biasa besar yang muncul setelah terjadinya Big Bang … pemadatan materi dari hasil gravitasi yang pertama kali terjadi… sistem materi gelap yang berjaringan ini merupakan saksi sejarah terbentuknya alam raya …. sejauh ini, temuan tim peneliti sama dengan hasil-hasil penelitian terhadap materi gelap yang dilakukan dengan perlengkapan lain. temuan itu mengungkap bahwa kepadatan materi alam raya (yang dikenal dalam bahasa astrofisika dengan “omega”) tampaknya sebesar 35% dari jumlah yang dibutuhkan untuk keseimbangan semesta, disertai sebuah faktor misterius yang menyelarasan perbedaan tersebut. Para fisika itu menamakanfaktor ersebut dengan “energi gelap” atau “kesatuan kosmik”  tetapi paling penting adalah bahwa mereka masih belum memahami kenyataan sebenarnya. (ALan Boyle, Astronomers Visualize Dark Matter, 2003, tersedia di www.msnbc.com)

Kenyataan itu tidak saja menunjukkan bahwa galaksi yang kita lihat berada dalam gumpalan materi gelap yang lebih besar, tetapi juga menunjukkan bahwa gumpalan tersebut dihubungkan oleh “kawat-kawat pijar kosmik” jembatan-jembatan pada materi gelap yang menghubungkan berbagai gugus. Keberadaan filamen-filamen ini telah lama menjadi bahan spekulasi dalam teori materi gelap bahwa jaringan gumpalan dan filamen yang sangat rumit, yang disebut dengan jaringan kosmik, ada diseluruh penjuru jagat raya

“hasil penelitian tersebut dimuat dalam Astrophysical Journal dandipresentasikan di UK National Astronomy eeting di Bristol. Penelitian itu dilakukan oleh Dr Andrew Taylor dari royal Observastory, Edinburg, Inggris dan dr Megahn Gray.

Bigbang telah memancarkan semua bagian alam semesta dengan kecepatan yang luar biasa. Namun, semua partikel itu terhenti dan tertahan pada sebuah tempat, dan secara teratur membentuk planet-planet dan galaksi-galaksi. Allah membuat bagian-bagian alam semesta tertata dalam sebuah anyaman tali yang tersambung seperti jala yang menempatkan semua benda angkasa pada posisinya masing-masing

Tentang pembentukan struktur alam semesta, NASA menyebutkan : Big bang adalah teori terbaik yang kita miliki tentang asal usul semesta, tetapi teori ini masih jauh dari lengkap. Misalnya, dalam bentuknya yang paling sederhana, teori ini tidak menjelaskan asal usul hierarki bintang. galaksi dan ghugus galaksi yang terbentuk dari sisa ledakan dahsyat itu. Yang jelas alam raya telah menyambungkan berbagai galaksi dan tak menyisakan ruang hampa. Bagaimana kita menjelaskan hal ini?

para ahli kosmologi yang mempelajari asal usul dan evolusi alam semesta, berharap bisa menambah teori biq bang untuk menjelaskan struktur berskala raksasa yang kita saksikan sekarang. Ada beberapa gagasan teoritis seputar teori big bang untuk menjelaskan galaksi dan struktur lainnya. Gagasan yang paling populer dan yang paling banyak dikembangkan adalah agagasan tentang inflasi pemompaan), yang menyebutkan bahwa alam raya yang paling awal mengalami masa ekspansi super cepat yang dalam hitungan pecahan detik “menggembungkan” suatu potongan alam raya ayng berskala atom menjadi berskala lebih besar dari alam raya yang bisa diamati.
Beragam gagasan yang berbeda tentang bagaimana struktur tersebut terbentuk. misalnya gagasan inflasi, topological defects dan segalanya menawarkan prediksi yang sangat spesifik tentang besaran dan lokasi perbedaan suhu dalam gelombang mikro kosmik (cosmic microwave background, CMB) Perbedaan suhu yang kita saksikan pada berbagai tempat disepanjang langit mengarah kembali pada perbedaan kepadatan dalam alam raya yang paling awal, wilayah yang sedikit lebih padat akan muncul sebagai wilayah yang panas dalam CMB/. berdasarkan pengukuran CMB dengan tingkat keakuratan tertinggi. satelit MAP dapat membandingkan hasil surveynya dengan prediksi tersebut untuk mengetahui gagasan mana yang paling tepat. MAP akan mengkaji perbedaan kepadatan terkecil ketika ukuran alam raya masih seperseribu kali ukurannya sekarang, yaitu sekitar 400.000 tahun setelah Big bang. Materi dan radiasi tersebut relatif merata, tetapi wilayahtertentu memiliki kepadatan yang lebih rendah atau lebih tinggi dari yang lainnya. Benih-benih struktur itu kemudian tertanam pada masa-masa awal alam semseta.
gagasan yang berkembang tentang bagaimana struktur itu terbentuk menyatakan bahwa perbedaan kepadatan itu, muncul dan digantikan oleh gravitasi. Dalam kasus klasik tentang “yang kaya makin kaya” wilayah yang agak lebih padat memiliki potensi gravitasi yang lebih besar untuk menarik lebih banyak materi, sehingga membuatnya lebih padat. Wilayah di alam raya yang menjadi tempat galaksi bima sakti, misalnya, memiliki kepadatan 0,5% lebih tinggi ketimbang wilayah galaksi tetangganya 400.000 tahun setelah Big Bang. lalu sekitar 15 juta tahun kemudian,  bima sakti memiliki kepadatan 5% lebih tinggi ketimbang wilayah galaksi sekitarnya. (perlu dicatat, galaksi kita sendiri masih belum terbentuk pada saat itu) namun, satu milyar tahun setelah itu, wilayah galaksi kita menjadi dua kali lebih padat ketimbang wilayah galaksi sekitarnya. Para ahli kosmologi berspekulasi bahwa bagian terdalam galaksi bima saksti mulai terbentuk pada masa itu.
Pembentukan struktur itu memang memakan waktu, seperti yang bisa anda bayangkan, teori “materi gelap yang dingin” yang populer itu memprediksi bahwa materi gelap yang aneh itu (yang hakekatnya belum diketahui dan belum terdeteksi) dan sedikit materi biasa (yaitu materi pembentuk bintang dan tubuh kita sendiri) menyatu membentuk filamen panjang, yang tersebar dispanjang alam raya dalam bentuk jaringan. Jaringan itu merupakan struktur yang paling awal. Filamen itu merupakan hasil dari jutaan tahun gravitasi yang menembus wilayah alam semesta yang lebih padat, dan menyisakan kehampaan disepanjang perjalanannya. Hidrogen menjadi gas yang paling dominan dispanjang filamen ini. Ratusan juta tahun berlalu kantong-kantong hidrogen itu memadat, dan galaksi mulai terbentuk disepanjang filamen itu seperti manik-manik pada seutas tali. Bintang mulai terbentuk bersama-sama galaksi. Ketika filamen itu bersimpangan, gugus galaksi segera terbentuk. (Formation of STructure in the universe, 2003. tersedia di http://image.gsfc.nasa.gov/docs/feature/exhibit/map_structure.html. energy Astrophysics Science Archive Research Center di NASA’s Goddard Space FLight Center)
 
sumber :  Kiamat Mendekat, The Approach of Armageddon
Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One response to “Jaringan Tali Benda-benda di Alam Semesta”

  1. It’s remarkable to go to see this website and reading the
    views of all friends concerning this post, while I am also eager of getting experience.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *