kebersamaan

Catatan Tanggal 13 maret 2014 di Kendang sari

——–

Silaturrahmi dari salah satu sisi itu mutlak dalam islam.

Kebersamaan itu bersifat fitriyah.

Semua orang itu baik dan akan terbukti ketika kumpul bersama orang lain.

Islam mengajarkan Sholat berjama’ah yang digambarkan dengan pahala 27 derajat dan itu menunjukan ketidak batasan. (juga salah satu bentuk kebersamaan)

Saat ini kepribadian lebur oleh system.

Makanan dahulu menunjukkan kebersamaan tapi sekarang hanya sebagai kuliner, bahkan di dapur juga dengan kebersamaan.

Silaturrahmi itu mahal.

Budaya mudik, mungkin itu silaturrahmi yang tertinggal.

Pernah Syekh Mustafa memberi Maulid di Polres Bontang. Ada biaya kamtibmas? Ada, mengapa uangnya digunakan untuk mengatas masalah yang ada, mengapa tidak digunakan untuk membasmi masalah dari akar-akarnya? Ada musolla yang disekitarnya ada anak kecil ditinggal oleh orang tuanya, sehingga gurunya TV dll, dan itu sumber kejahatan (kelak). (Gunakan untuk memakmurkan musollah tersebut, berikan kegiatan postif, sehingga mereka senang ke musolla dan terhindar dari “pendidikan yang tidak benar”).

Dahulu di Madura tiap 4-5 rumah ada Musholla, kemudian ada yang ingin memecahkan kebersamaan itu. Dengan adanya suramadu maka bagian barat utara semakin mahal sehingga orang-orang akan semakin tertarik menjualnya.

Gerakan dakwah sekarang (yang keliru) seperti menyuruh tidur kepada orang yang lapar, sehingga tidak matuk (cocok).

Jangan ada hari dengan membuka mata tanpa melihat sekeliling.  (Apakah ada yang memerlukan bantuan.)

Orang yang meninggal dunia seperti tutup buku kecuali mempunyai anak yang sholeh. Dan kalau ada pendapat yang menyatakan tidak sampai doa dari selain anak maka itu hanyalah plesetan dari orang Yahudi. Salah satu maksudnya adalah didiklah anakmu agar menjadi anak sholeh.

Ada anak dari Dr. Muhammad Sholeh, seorang Insinyur oertanian, ingin memindahkan kuburan ayahnya ke kuburan yang lebih mewah (karena sebelumnya dipekuburan dekat lokalisasi di pindah ke pekuburan gaya amerika). Ketika dipindah. Kafannya masih utuh. Kemudian Syekh Mustafa menanyakan langsung kepada anaknya. Ir. Tersebut bercerita bahwa dr. M. Sholeh ketika hidupnya seperti kereta api, lurus tidak seenaknya sendiri, tidak pernah “menyenggol” orang lain, selalu punya hati untuk orang lain. Ibadahnya biasa saja, baru berumur 50 tahunnan i abaca sholawat.

Tidak ada yang terlambat.

Zawiyah itu tempat tryout.

Atlit bukan di tempat latihan tetapi di lapangan.

Dr. Muhammad Sholeh hidup sebagai professional, hanya urusan rumah sakit dan pasien, tapi ia tidak kehilangan goodness, inilah nilai islami. Bahkan lebih islami dari yang di masjid.

Didekat Masjid Nabi ada Suffah, setinggi sofa (tempat duduk). Dalam kebersamaan, ada sahabat yang membawa buah, nabi bilang, “apakah ini yang kamu bawa ke akhirat? Buah yang alum (layu)”.

Nabi memasangkan Sahabat satu dengan sahabat lainnya. (dan bila ada apa2, mis tidak datang) maka nabi menanyakan keadaan patnernya kepadanya.

Kalau berbicara dengan orang lain, maka lihatlah keinginan orang lain, karena semua tidak sama.

Zawiyah itu mahalul Zawayah, tempat selonjor kaki (beristirahat). Kehangatan itu oenting.

Habib Qomar pernah bercerita tentang Syekh Mudzakkir yang makamnya kemasukan air.

Ada masjid yang dibangun (1527) di Madura yang didirikan oleh Fatahilah.

Perlu ada Ploting sejarah mula-mula kita menjadi anak-anak (murid)  Syekh Nadzim .

Ada koboy arab, Syekh Hisyam yang ke Amerika hanya membawa hati dan dengkul, mengajak Islam di Amerika, ini juga seperti Kyai Maskin di Madiun.

Dahulu, tradisi Syekh NAdzim jika Romadhon, I’tikaf di London. Syekh Nadzim bertanya kepada orang Indonesia, “siapa presidenmu? Saya akan mengirim Syekh Hisyam ke Indonesia, bila ia membantu syekh Hisyam maka dia akan lama (menjabat), dan bila tidak mau maka ia akan lengser, dan baru kemudian Syekh Hisyam ke Indonesia Tahun 1997 dan Pak Suharto lengser tahun 1998.

Pada tahun 90-an. Syekh Mustafa bilang kepada istri dan kakanya agar menuntn Ibunya untuk mencium hajar aswad. Di sana tiba-tiba ada orang tua dengan pakian ikhrom mengawe (melampaikan tangan) dan membimbing mereka agar mencium hajar aswad. Dan di tahun 96-an Syekh Mustafa yang diberikan sebuah foto oleh seseorang, kemudian memperlihatkan foto tersebut kepada istri beliau. Dan kesaksian Istri beliau, iya orang di foto itulah yang telah menolong dia dahulu. Itu adalah foto Syekh nadzim.

Jangan cuman antar-antaran wingko, lontong balab, tapi antarkan hati.

Diperlukan ngaji diba’ , kalau diperkenalkan kepada professor maka akan berbeda sentuhannya dalam perkuliahan.

Kalau lemah maka haturkan ke Maha Kuat.

Manaqib itu mekanik dari sinyal Rosululloh kemudian ditangkap oleh Syekh Abdul Qodir Al Jilani, kemudian dari Syekh menangkap untuk orang lain.

Kita punya paying luar biasa.

Kalau ingin manusia maka hargai.

Tugas kita itu menandai rasa yang ditebarkan oleh masyayikh, kemudian tahan.

Cinta berarti bersedia memberi yang terbaik kepada yang dicintainya.

Untuk ikut Naqsybandi maka buanglah semua yang ada di hati.

Zawiyah itu tempat menempa hati.

Mualaf itu yang tidak bersungguh-sungguh islam, maka walau sudah lama islam bisa jadi mualaf.

Biasakan melampaui hari demi hari dengan mbeciki (berbuat baik) orang di sekitar.

Bila ada tekad maka hilang semua halangan.

Pertama kali Syekh Hisyam menggelar bai’at di Indonesia adalah di rumah Syekh Mustafa kemudian berkata “barang siapa yang berbaiat seperti ini, meninggal, maka akan dituntun maulana ke rosululloh.

Tidak perlu berfikir, lakukan saja tugasmu, dan jaga hatimu agar tidak bau.

Ketika hati patah, tidak tahu harus bagaimana, maka sampaikan kepada Rosululloh dan Alloh, jangan ditanggung sendiri, tapi biarkanlah Allah yang memberesi.

Baca yasin dan ketika sampai kalimat “salamun” dibaca 7x.

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *