kekuatan nabi Muhammad saw

Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS — semoga Allah SWT memberkati rahasianya — berkata bahwa beberapa saat setelah Rasulullah SAW dilahirkan, beliau diambil oleh malaikat dari tangan ibunya. Dalam sekejap mereka sampai di Samudra al-Hayy.  Allah SWT mempunyai 99 Atribut, dan masing-masing merupakan Samudra Pengetahuan yang sangat luas sehingga tak seorang pun dapat memahaminya.  Salah satu Samudra itu adalah Samudra al-Hayy, Yang Maha Hidup.  Siapa pun yang mengetahui rahasia Nama itu, maka dia tidak akan mati.  Dia akan hidup selamanya–bukan dia sendiri, melainkan bersama setiap orang, karena setiap orang hidup melalui cahaya Ilahi dalam hatinya.  Ketika kalian berenang dalam Atribut Nama Ilahi tersebut, itu berarti kalian mempunyai cahaya itu sehingga kalian akan berada dalam hati setiap orang, dan mengetahui apa yang dilakukan oleh setiap orang.  Itulah tempat di mana Rasulullah SAW diambil oleh para malaikat yang diperintahkan untuk membersihkan hatinya dalam “Ma’ul Hayat,” Air Kehidupan.  Segera setelah mereka meletakkannya dalam Air Kehidupan, beliau dengan segera memiliki dan dihiasi dengan “An-Nur al-Ilahi” Cahaya Ilahi.  Dan setelah beliau dihiasi dengan Cahaya Ilahi tersebut, segalanya menjadi terbuka baginya, tidak ada lagi hijab yang tersisa.  Selanjutnya Rasulullah SAW dihiasi dengan Samudra Kekuatan Ilahi, “Bahrul Qudra.”

Oleh sebab itu ketika keluar dari Ma’ul Hayat, Rasulullah SAW menerima tiga Atribut, yaitu: pertama, beliau dibersihkan dengan Air Kehidupan dan diberikan kehidupan yang abadi.  Kedua, beliau menerima Cahaya Ilahi.  Pada saat itu, sebagaima yang telah kami katakan, beliau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh setiap orang dan berada dalam hati setiap orang.  Itulah arti dari ayat, “Wa’lamuu anna fikum rasuulullah,” “Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW ada bersamamu, di antara kalian dan dalam dirimu” [al-Hujurat: 7], karena beliau telah dihiasi dengan Cahaya Ilahi tersebut.  Itulah sebabnya Rasulullah SAW dapat mengetahui apa yang kalian rasakan, bagaimana masa depan kalian, apa yang kalian lakukan, dan apa yang akan terjadi baik di sini maupun di hari kemudian.  Allah SWT memberinya kekuatan itu.

Yang ketiga, Rasulullah SAW menerima Kekuatan Ilahi dari Samudra Kekuatan Ilahi. Semua ini bersumber pada suatu pengetahuan tingkat tinggi dan harus dipahami dengan seksama.  Itu adalah atribut dari “Bahrul Qudra,” Samudra Kekuatan, yang pernah diminta oleh Nabi Musa AS namun tidak diberikan oleh Allah SWT.  Nabi Musa AS meminta agar Allah SWT memberinya kekuatan dari Samudra Kekuatan agar bisa berkata kepada sesuatu, “Jadilah!” dan jadilah dia, Allah SWT berkata, “Tidak, lihatlah gunung itu, Aku akan memberikan cahaya kepada gunung itu.  Jika gunung itu tetap berdiri di tempatnya, engkau akan diberikan kekuatan itu, tetapi jika gunung itu melebur atau hancur, engkau tidak bisa menerima kekuatan itu, karena engkau pun akan hancur.”  Dan ketika Allah SWT mengirimkan cahaya ke gunung itu, gunung itu menjadi hancur lebur, Nabi Musa AS pun jatuh pingsan [al-A’raf: 143].  Itulah sebabnya Allah SWT  mengatakan bahwa kekuatan itu bukan untuknya melainkan untuk nabi terakhir.

sumber : http://muhibbunnaqsybandi.blogspot.com

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *