Keluar Darah saat BAB Hingga Tak Bisa Duduk?

siapa yang pernah mengalami? baranglkali anda wasir, berikut saya copas dari detik.com

———–

Jakarta, Tampaknya sepele tapi sakitnya cukup mengganggu, itulah wasir. Gara-gara wasir seseorang bisa begitu menderita dan tidak konsentrasi menjalani harinya. Ada yang kesakitan saat buang air besar (BAB) sehingga tidak tuntas, hingga tidak bisa duduk.

“Waktu BAB, saya pernah sampai mengeluarkan darah dan anus terasa sakit dan mengganjal. Saat periksa ke dokter, ternyata saya wasir. Rasanya memang benar-benar nggak nyaman. Saat duduk, saya harus sedikit mengangkat panas saya. Karena kalau anusnya menyentuh kursi langsung, rasanya sakit,” tutur Ari yang terkena wasir sejak beberapa tahun lalu kepada detikHealth, Rabu (19/2/2014).

Karena sakit mengejan saat buang air besar, alhasil kerap kali Ari tidak tuntas kala buang hajat. Dia harus meringis-ringis saat keluar dari toilet. Untunglah salep dari dokter yang dioleskan ke anusnya cukup membantu. Setelah beberapa kali diolesi salep, sakitnya mereda dan hilang sama sekali. “Makanya ke mana-mana sekarang saya bawa salep itu,” ucapnya.

Wasir juga dialami Ihsan Ramadhan. Kepada detikHealth dia menuturkan awalnya dia merasa sakit saat buang air besar. Namun dia tidak terlalu ambil pusing keluhan itu karena berpikir ukuran kotorannya yang besar dan keraslah penyebab dia sakit saat buang air besar. Namun lebih dari dua pekan rasa sakit itu tidak juga hilang.

“Saya mencari-cari di internet tentang sakit ini. Saya mengambil kesimpulan mungkin saya terkena wasir. Saya pun langsung membeli obat wasir di supermarket terdekat,” kata Ihsan.

Dia memutuskan tidak berobat ke dokter, karena menurut informasi yang didapatnya di internet, wasir yang dialaminya belum terlalu parah. Hal itu diyakininya karena tidak ada tonjolan apapun di anusnya. Selain itu Ihsan khawatir langkah penyembuhan medis akan menyakitkan.

“Jadi saya awal merasakan sakit sekitar 2 minggu. Lalu saya minum obat yang saya beli selama hampir seminggu. Karena tidak ada perubahan saya berhenti minum obat. Jadinya saya diamkan saja. Jadi totalnya saya sekitar 3 bulan terkena wasir, dan merasakan sakit saat buang air besar maupun setelah buang air besar. Jadi sakitnya tidak hanya saat buang air besar. Sehabis buang air besar pun kadang saya harus berdiri beberapa saat sampai sakitnya hilang, karena lebih nyaman berdiri daripada duduk ketika sedang sakit,” papar Ihsan.

Inke Christine juga punya pengalaman dengan wasir. Mulanya dia merasa sakit di sekitar lubang anus. Saat BAB, dia juga beberapa kali mengeluarkan darah. Saat menceritakan masalahnya pada seorang dokter, dokter tersebut mengatakan ada peradangan. Tak kunjung reda, Inke pun mengunjungi dokter lainnya dan menceritakan keluhannya.

“Lalu dokter memeriksa saya dengan memasukkan jari tangannya ke lubang anus saya, dengan sudah memakai sarung tangan karet sebelumnya. Ternyata dokter bilang saya terkena ambeien,” terang Inke.

Dokter kemudian memberikan obat oral dan obat oles untuk anusnya. Sekitar hampir dua minggu setelah dari dokter, Inke sudah tidak merasakan sakit.

Kata Dokter

Konsultan bedah digestif (saluran cerna) dan laparoskopi RSUP Persahabatan dan RS Premier Bintaro, dr Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, menjelaskan gejala awal wasir adalah terasa ada yang mengganjal. Sakit timbul ketika telah memasuki derajat tiga dan derajat empat. Hal ini dikarenakan ada pembuluh darah yang mengeras dan darah beku.

“Sehingga menyumbat pembuluh darah yang ada di bantalan. Jika pembuluh darah di bantalan terdapat trombus maka akan terasa sakit. Karena kan lubang anus kita kecil. Jadi kalau poop-nya besar dan keras makin terasa sakit,” terangnya.

“Keluhan dari pasien yang pasti tidak merasa nyaman karena ada benjolan. Sakitnya karena kejepit dan yang bikin sakit trombus,” imbuhnya.

Sementara dokter umum yang berpraktik di RS DR Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, gejala wasir beraneka ragam. Bisa dimulai dari anus yang terasa gatal, nyeri pada anus saat duduk/BAB, keluar darah merah segar saat BAB, sampai terasa adanya benjolan di sekitar anus.

“Keluhannya pun beragam. Hanya saja biasanya penderita wasir baru datang ke dokter kalau sudah keluar darah merah segar saat BAB. Mungkin malu ya,” ucapnya. (http://health.detik.com/read/2014/02/19/093319/2501702/775/2/derita-para-pasien-wasir-keluar-darah-saat-bab-hingga-tak-bisa-duduk)

Jakarta, Wasir atau ambeien terjadi karena adanya peningkatan pembuluh darah di sekitar anus. Penderitanya akan mengalami masalah saat buang air besar, juga terasa menyakitkan saat duduk atau tidur telentang. Lantas, apa saja penyebabnya?

Wasir merupakan kondisi di mana pembuluh darah bengkak dan meradang di dalam anus dan rektum. Peradangan ini dapat terletak di dalam rektum (wasir internal), atau berkembang di bawah kulit di sekitar anus (wasir eksternal).

Wasir lebih mungkin terjadi saat usia bertambah, karena jaringan yang mendukung pembuluh darah di rektum dan anus dapat melemah dan terjadi peregangan dengan penuaan. Pada usia 50-an tahun, sekitar setengah dari orang dewasa harus berurusan dengan gatal, ketidaknyamanan dan pendarahan saat buang air besar, yang dapat menandakan keberadaan wasir.

Namun selain faktor usia, gaya hidup yang tidak sehat juga dapat membuat wasir terjadi pada orang-orang usia muda.

“Faktor penyebabnya lifestyle, kurang makan berserat, kurang minum, faktor pekerjaan, kurang cairan, kelamaan nongkrong di toilet, entah sambil baca buku atau koran,” jelas dr Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, konsultan bedah digestif dan laparoskopi RSUP Persahabatan, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (19/2/2014).

Menurut dr Errawan, terlalu lama duduk di toilet dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah hemorrhoid. Mengejan saat buang air besar, atau pekerjaan yang menuntut Anda banyak mengejan seperti angkat besi, juga bisa memicu terjadinya wasir.

Kehamilan juga salah satu biang keladi penyebab wasir. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormonal dan penekanan rahim yang membesar, yang dapat meningkatkan tekanan pembuluh darah hemorrhoid.

Secara detail, berikut beberapa penyebab wasir, seperti dilansir Mayoclinic:

1. Mengejan saat buang air besar
2. Duduk untuk jangka waktu yang lama di toilet
3. Diare kronis atau sembelit
4. Kegemukan
5. Kehamilan
6. Hubungan seks anal
7. Kurang makan serat

(mer/vit) (http://health.detik.com/read/2014/02/19/093134/2501690/775/inilah-biang-keladi-penyebab-wasir)

Jakarta, Tak bisa tenang ketika duduk lama atau sakit ketika buang air besar tentu sangat mengganggu. Gejala tersebut biasanya dialami penderita wasir. Meski beberapa kasus perlu ditangani melalui operasi, namun beberapa orang bisa mengatasi wasir melalui metode pengobatan lain.

Wasir, hemoroid, pile, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ambeien merupakan penyakit atau gangguan pada anus. Penyebabnya karena lapisan selaput lendir di daerah lubang pelepasan melemah sehingga mengendur dan bisa mengakibatkan perdarahan. Pada stadium lanjut, wasir hingga ke luar dari anus dan tidak dapat dimasukkan lagi.

Tak harus dengan operasi, penyembuhan wasir bisa dilakukan dengan metode pengobatan lain seperti terapi konservatif dengan memperbaiki menu dan gaya hidup maupun terapi dengan obat-obat herbal. dr Errawan Wiradisuria, konsultan bedah saluran cerna dan laparoksi di RSUP Persahabatan dan Rumah Sakit Premier Bintaro menuturkan bahwa wasir stadium satu atau dua masih bisa disembuhkan dengan terapi konservatif alias tanpa operasi.

Di kalangan masyarakat luas, ada berbagai jenis pengobatan yang diyakini mampu mengatasi wasir atau ambeien. Diantaranya metode pengobatan dengan ramuan herbal, salep, transfer energi, hingga metode pengikatan agar wasir mati.

Di bilangan Jakarta Pusat misalnya, dikenal klinik pengobatan alternatif yang dikelola oleh Professor Bafar. Ia menggunakan ramuan herbal dan salep untuk merontokkan atau mengempiskan wasir. Dengan biaya sekitar 1,8 juta, ia menawarkan kesembuhan dalam waktu satu hingga dua minggu.

Klinik alternatif lain di Semarang menggunakan metode Barron, di mana pangkal wasir akan dipasangi karet khusus untuk menghentikan aliran darah sehingga wasir akan putus dalam satu atau dua minggu. “Biayanya Rp 1.600.000, terdiri dari Rp 1.250.000 untuk tindakan penanganan, Rp 130.000 untuk suplemen, Rp 200.000 untuk konsultasi, dan sisanya untuk membeli obat di apotek,” ungkap petugas Mitra Laboratorium Klinik.

Banyak klinik lain yang juga menawarkan pengobatan alternatif untuk wasir dengan metode dan harga yang beragam. Harga yang ditawarkan mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Selain klinik, banyak pula pasien yang mempercayai obat-obat herbal untuk menyembuhkan penyakitnya. Obat yang beredar biasanya terbuat dari daun ungu (Graptophylum pictyum folium), kunyit putih, mahkota dewa, dan berbagai tumbuhan lain. Namun, tingkat kesembuhan berbeda-beda untuk masing-masing pasien.

Beberapa pasien mengaku mencoba mengobati wasir dengan ramuan atau jus buah racikan sendiri. Ramuan yang diracik misalnya dari kunyit putih dan mahkota dewa. Digunakan pula salep yang terbuat dari asam salsilat, sulfur praecipitatum, asam benzoat, dan menthol.

Jika kurang percaya pada klinik alternatif atau obat herbal yang beredar, wasir juga bisa diatasi dengan perubahan gaya makan dan gaya hidup. Hal tersebut diamini oleh dr Meta Hanindita, dokter umum di Rumah Sakit Umum DR Soetomo, Surabaya.

“Terapi konservatif yang bisa dilakukan sendiri adalah dengan memperbanyak serat pada menu makanan sehari-hari, minum cukup air putih, duduk berendam di air hangat beberapa kali sehari, rutin berolahraga,” tuturnya ketika dihubungi detikHealth, dan ditulis, Rabu (19/2/2014).

Ia juga menganjurkan agar tidak mengejan saat buang air besar karena mengejan merupakan pemicu timbulnya wasir. Sedang untuk pasien yang memilih terapi obat-obatan, biasanya akan diberikan suplemen serat dan krim untuk meredakan radang serta nyeri. (http://health.detik.com/read/2014/02/19/100558/2501753/775/2/tak-melulu-operasi-cara-cara-ini-juga-diyakini-bisa-atasi-wasir)

Jakarta, Wasir atau hemorrhoid umumnya tidak mematikan, tetapi perasaan tidak nyaman yang ditimbulkannya sangat mengurangi produktivitas. Banyak yang menawarkan ‘obat-obat rumahan’, mulai dari lidah buaya hingga getah bekicot. Manjurkah?

“Wah, itu saya tidak tahu, tidak pernah dengar. Pola makan yang penting dijaga, cukup minum, makan makanan berserat,” pesan dr Errawan Wiradisuria, SpB, konsultan bedah digestif dari RS Premier Bintaro saat dihubungi detikHealth, Rabu (19/2/2014).

Berbagai sumber menyebutkan kurang makan serat menjadi salah satu faktor pemicu kambuhnya wasir. Oleh karenanya, sering makan buah dan sayur-sayuran penting untuk diterapkan. Tentunya juga dengan menjaga hidrasi atau kecukupan cairan, dengan selalu banyak minum.

Mengenai sumber serat, dr Meta Hanindita dari RS Dr Soetomo Surabaya menyebut beberapa jenis buah seperti pisang dan pepaya. Sayur-sayuran juga cukup kaya akan serat, termasuk daun wungu atau handaleum (Graptophyllum pictum Linn), dan yang banyak diyakini juga adalah tape singkong.

“Daun wungu atau handaleum mengandung anti-radang yang dapat meredakan radang karena wasir. Sementara tape singkong mengandung ragi yang diyakini baik untuk sistem pencernaan dan dapat membantu mengurangi wasir,” kata dr Meta.

Tak kalah pentingnya, olahraga secara teratur juga bisa menjaga fungsi normal saluran cerna. Apabila kesehatan sistem pencernaan selalu terjaga, maka risiko berbagai gangguan pada dubur pun bisa dikurangi. Termasuk di antaranya, wasir itu sendiri.

“Sebetulnya yang lebih penting, dan lebih mudah, adalah dengan mengubah gaya hidup. Perbanyak konsumsi serat, minum cukup air putih, berolahraga, Pesan dr Meta.

(up/vit) (http://health.detik.com/read/2014/02/19/103135/2501780/775/jaga-pola-makan-obat-paling-ampuh-atasi-wasir)

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *