Ketulusan yang dibutuhkan Syekh

Dulu ada seorang Syekh dari tarekat lain yang mempunyai lebih dari 500 orang murid.Setiap pagi beliau datang ke masjid untuk salat Subuh bersama murid-muridnya, memberi nasihat, berzikir dan pulang ke rumahnya. Beliau akan kembali ke masjid tepat pada jam-jam waktu salat. Apa pun makanan dan barang yang masuk ke rumahnya, beliau bagikan lagi pada tetangganya sebelum tidur malam. Beliau tidak pernah menyimpan makanan di dalam rumah. “Allah SWT adalah Penyedia segalanya,” kata Syekh.

Istri beliau sudah meninggal dan beliau tinggal bersama seorang anak perempuannya. Suatu hari Syekh tiba di rumah dan melihat apa yang tersedia di sana. Banyak murid yang menyayangi beliau dan selalu mengirimi makanan. Namun semua dibagikan lagi pada tetangga dan kemudian pergi tidur. Namun malam itu Syekh merasa susah tidur. Beliau menuju dapur untuk memeriksa, namun tidak ada makanan di sana. Beliau membangunkan putrinya, ”Masih adakah sesuatu di rumah ini? Aku tidak bisa tidur.” Lalu putrinya menjawab, ”Ayah, maafkan aku. Ketika ayah pergi tidur, ada seorang tamu yang membawakan kita daging. Lalu aku letakkan daging itu di lemari dapur dan aku lupa memberi tahumu.”

Dengan cepat beliau menuju dapur dan mengambil daging itu. Tetapi, mau diapakan daging itu? Ini sudah lewat tengah malam dan semua orang sudah tertidur. Beliau pergi keliling kampung mencari seseorang. Namun beliau hanya menemukan beberapa anjing yang sedang berlarian di jalanan. Daging itu pun diberikan pada anjing-anjing itu. Mereka sangat senang menerima daging itu, sambil mengibas-ngibaskan ekor-ekor mereka. Beliau pun merasa tenang dan pulang ke rumah untuk tidur.

Beliau bangun satu jam sebelum subuh dan mulai berjalan menuju masjid. Seluruh anjing mengikuti beliau mulai dari rumah sampai masjid. Ketika Syekh masuk masjid, anjing-anjing itu juga mengikuti beliau sambil mengibas-ngibaskan ekornya karena bahagia.Murid-murid beliau berusaha menghalangi anjing-anjing masuk masjid, namun kata Syekh, ”Biarkan anjing-anjing itu! Biarkan mereka masuk ke dalam. Mereka lebih baik dari kalian semua. Aku telah memberi kalian makan selama 15 tahun, setiap hari, 5 kali sehari, namun kalian tetap tidak setia dan tidak tulus. Aku memberi makan anjing-anjing ini sekali saja, namun cuma karena itu mereka setia dan tulus padaku. Biarkan mereka salat, karena salat mereka lebih baik dari shalat kalian.”

Ketulusan dan kesetiaan seperti itulah yang kita butuhkan pada Syekh kita, kalau tidak maka kita telah kehilangan banyak. Hal ini tidak harus dikerjakan lewat kata-kata, tetapi dengan perbuatan. Semoga Allah SWT selalu mendukung kita berbuat lebih dan lebih bagi Mawlana Syekh Nazim QS serta terus-menerus menyebarkan ajaran beliau.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *