Kisah Syekh ABdul Qodir Jailani

mungkin beberapa saat dari sekarang, ingin berbagi tentang kisah seorang wali agung (kekasih Allah) yang sangat terkenal yaitu Syekh Abdul Qodir Al jailani dimana ajaran beliau sampai ke tanah air dan mendarah daging di sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia, terbukti dengan banyaknya tawasul kepada beliau Syekh ABdul Qodir Al Jailani, disetiap doa ataupun tahlilan yang diadakan. walaupun mungkin dalam publishnya saya jadwal tidak sesuai ketika ngetik, agar kelihatan blog ini selalu hidup dan update

Dan ajaran beliau dalam hal tasawuf diteruskan dalam tarekat Qodiriyah, tetapi apabila ingin mendalami tasawuf melalui tarekat maka hal utama yang perlu diperhatikan adalah mursyid (guru), apakah beliau benar-benar seorang guru yang amanah, menerapkan semua ajaran nabi dan seorang mukhlis? bahkan ada cerita dalam kitab ta’lim muta’alim menyebutkan bahwa seseorang selalu memata-matai calon guru hingga beberapa bulan sehingga ia mantab bahwa calon guru tersebut tidak berbuat kesalahan sedikitpun menurut sunnah nabi, baru kemudian ia meminta menjadi muridnya.

atau juga dapat melakukan istikhoroh kepada Alloh berulang-ulang hingga Allah menyakinkan dirinya untuk menjadi murid dari guru tersebut atau menggerakkan hati sang guru mengambilnya menjadi murid dan dapat juga Allah menjauhkannya untuk dapat bertemu dengan guru yang lain, karena jangan sampai kita mengambil guru yang salah sehingga menyesatkan kita, semoga Alloh menolong kita, Allah A’lam.

mengapa kok perlu diulas kehidupan, kisah Syekh Abdul Qodir Al jailani kekasih Allah (waliyulloh)?

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.” HR. Bukhari (No 6168), Hadits lainnya lagi Rasulullah SAW bersabda: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.” HR. Muslim (No.6652). Sehingga kita patut mencintai orang-orang yang dicintai Allah agar kita dapat bersama mereka terutama di Akhirat kelak.

Dimanakah Allah menempatkan kekasihnya?

Jadi, Tidak inginkah kita berkumpul dengan kekasih Allah Syekh Abdul Qodir AL Jailani?

———-

manaqib syekh Abdul Qodir AL Jailani yang sering dibaca oleh masyarakat adalah karya susunan Syaikh Ja’far bin Hasan Abdul Karim Al Barzanjiy, Seorang ualama besar dari golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah yang sangat besar pengaruhnya pada abad XI M. Beliau dilahirkan di kota mAdinah Al Munawaroh dan menjadi seorang tokoh yang sangat dikagumi banyak kalangan karena bagus perangainya, baik ucapannya, tegas dalam menetapkan hukum dan banyak mengetahui cabang-cabang suatu madzhab. Beliau menjadi mufti dan berdakwah selama 20 tahun. Wafat pada tahun 1184 H.

Dan berikut nasab silsilah Syekh Abdul Qodir AL Jailani :

nama beliau : Abu Muhammad Abdul Qodir bin Abi Shalih Musa, bin Abdillah, Bin Yahya Al Zahid, Bin Muhammad, bin Daud, bin Musa, bin Abdillah, bin Musa Al Jawad, bin Abdullah Al Mahdi, bin Hasan, bin hasan, bin Sayyidah Fatimah binti Rosululloh saw

silsilah beliau dari sisi ibu : Abdul Qodir bin Sayyidah Fatimah, binti Abdullah, bin Abu Jamaluddin, bin Thahir, bin Abdullah, bin kamaluddin Isa, Bin Muhammad Al Jawad, bin Sayyid Muhammad AL Baqir, bin Sayyid Zainul Abidin, Bin Sayyid Husain, bin Sayyidah Fatimah binti Rosululloh saw

sedang silsilah nabi Muhammad saw, Rosululloh saw bin Abdulloh bin Abdul Mutholib, bin Hasyim, bin Abdi manaf, Bin Qushay, bin Kilab, Bin Murrah, bin Ka’ab, Bin Lu’ayyi, bin Ghalib, bin fahr, bin Malik, bin Nadhar, Bin Kinanah, bin Khuzaimah, Bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudhor, bin Nazar, bin Ma’ad, bin Adnan, Bin Addi, bin Adad, bin hamiyasa, bin Salaman, bin binta, bin Sahail, bin Jamal, bin Haidhar, bin Ismail as, bin Ibrohim as (Bapak Para Nabi)

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kisah Syekh ABdul Qodir Jailani”

  1. […] Syekh ABdul Qodir Al Jailani dilahirkan pada saat ibunya Fatimah berusia 60 tahun, hal ini termasuk diluar kebiasaan (Khowariqul Adad) […]

Leave a Reply