krupuk

Si renyah yang berisik saat dikunyah ini sudah menjadi bagian kuliner Indonesia. Ada yang menyebut kerupuk berasal dari Tiongkok. Namun, ada banyak cerita soal asal usul kerupuk. Dari mana sebenarnya kerupuk berasal?

Rujak cingur, Rawon, hingga Asinan Buah semua kuliner khas Indonesia ini sudah terkenal hingga mancanegara. Tapi seperti sayur kurang garam rasanya tidak lengkap tanpa gurih renyah kerupuk udang, kerupuk kanji, dan kerupuk kuning.

Banyak cerita tersebar, kerupuk pertama kali diciptakan oleh sebuah keluarga miskin yang memiliki banyak anak. Keluarga tersebut harus bertahan hidup dengan nasi serta lauk sawut atau ketela yang diserut. Dikatakan proses pembuatannya pertama ketela pohon diparut kemudian diberi air, setelah itu parutan ketela diperas dan diambil sarinya.

Endapan atau sari pati singkong itulah yang lalu dijemur dan menjadi tepung tapioka. Bahan pembuat tersebut akhirnya diolah dengan cara digoreng dan menjadi kerupuk yang dikenal dengan nama kerupuk samiler.

Namun, catatan lain menyebutkan kerupuk baru dikenal dan populer pada abad ke 20. Hal ini ditandai lewat tanaman singkong yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1852 di Kebun Raya Bogor.

Terdapat versi lain yaitu tanaman singkong sudah masuk Indonesia pada abad ke 16 dari Brazilia dan penanaman komersil telah dilakukan sejak 1810. Terlepas dari tahun pengenalan tanaman singkong, datangnya tanaman ini menandakan kerupuk mulai dibuat mengingat sebagian besar kerupuk menggunakan tepung kanji.

Sedangkan beberapa kerupuk lainnya seperti kerupuk udang mempunyai sejarah berbeda. Dikatakan kerupuk udang atau Prawn Crackers berasal dari Tiongkok. Karena kinipun kerupuk udang tetap dikenal sebagai sajian di banyak restoran di Tiongkok.

Mungkin ada benarnya, mengingat kerupuk udang banyak dihasilkan oleh daerah pesisir Indonesia yang sering disinggahi saudagar dari Tiongkok pada masa lalu. Akhirnya Belanda juga membawa kerupuk yang disebut kroepoek sebagai pelengkap banyak hidangan di Belanda. Kroepoek menjadi identitas Indonesia di negeri kincir angin tersebut.

Kini, kerupuk dikenal di mancanegara sebagai makanan asli Indonesia. Beragam insiklopedia kuliner menyebut kerupuk sebagai pelengkap makanan asli Indonesia yang dikenal juga di Malaysia. Industri kerupuk juga sudah mengekspor produknya ke mancanegara.(odi/dni)

——–

Kerupuk memang bisa dibuat secara manual atau dengan alat tradisional. Namun, untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, kerupuk perlu diproduksi dengan mesin agar lebih efisien. Hasilnyapun lebih seragam dan bisa menghemat tenaga kerja.

Jika bahan seperti tepung tapioka, daging ikan (opsional), bumbu, dan pewarna makanan sudah disiapkan, lalu dimasukkan ke mesin pengaduk agar tercampur rata. Harga mesin molen ini bervariasi, mulai dari Rp 6,5 juta untuk kapasitas 5-10 kg sekali proses sampai Rp 9 juta untuk kapasitas 40-50 kg.

Setelah diaduk sekitar 30 menit, adonan dimasukkan ke mesin pencetak. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa kerupuk aci kotak (Rp 20 juta) sampai kerupuk aci bulat (Rp 27,5 juta). Tersedia pula mesin pencetak kerupuk keong dan gendar.

Jika adonan dibentuk silindris memanjang seperti lontong, Anda bisa menggunakan mesin pemotong kerupuk lontongan berkapasitas 100-200 kg seharga Rp 4,5-9 juta.

Mesin pencetak ini dapat menghasilkan 35.000 kerupuk dalam sehari, sama seperti dibentuk secara manual. Bedanya, hanya butuh dua pekerja untuk mengoperasikan mesin, sedangkan membentuk kerupuk dengan tangan memerlukan tujuh orang.

Adonan kerupuk yang sudah dicetak ditempatkan di wadah kukus dengan 100 rak. Jika satu rak bisa memuat 25 adonan kerupuk, berarti dalam sekali pengoperasian ada 2.500 adonan kerupuk yang dikukus. Proses ini dilakukan selama 10 menit atau hingga suhu mencapai 100 C dan adonan telah matang.

Langkah berikutnya adalah penjemuran yang bertujuan untuk mengawetkan adonan kerupuk dan membuatnya mengembang dengan baik saat digoreng. Penjemuran biasanya berlangsung selama dua hari sampai kerupuk berwarna cerah, tandanya sudah benar-benar kering. Jika sedang hujan atau matahari tak bersinar terik, kerupuk dikeringkan dengan oven.

Sebelum digoreng, kerupuk harus dipanggang dulu selama satu jam agar lebih mudah mengembang. Kerupukpun harus digoreng dua kali, yakni dengan minyak bersuhu rendah selama 3-5 menit sampai mengambang, lalu ke minyak panas selama satu menit saja agar tak gosong. Setelah itu, kerupuk dikemas dan dipasarkan.(odi/dni)

————

Jakarta – Menggoreng kerupuk memang tak sulit, akan tetapi ada beberapa teknik khusus yang perlu dilakukan agar kerupuk mekar sempurna dan renyah. Tak hanya dari tekniknya, jenis kerupuk juga mempengaruhi rasanya.

Meskipun tampak sepele, beberapa hal ini perlu diperhatikan saat menggoreng kerupuk agar mekar sempurna.

1. Kualitas kerupuk

Sebelum menggoreng, sebaiknya perhatikan kerupuk terlebih dahulu. Jika kerupuk terlihat agak lembab sebaiknya jemur dulu di bawah sinar matahari hingga kering. Karena kerupuk yang lembab dapat membuat kerupuk bantat atau tidak mengembang sempurna saat digoreng.

2. Gunakan wajan cekung

Saat menggoreng kerupuk sebaiknya gunakan wajan yang cekung, agar minyak yang ada dalam wajan tersebut dapat menenggelamkan kerupuk. Saat digoreng kerupuk matang merata.

3. Atur api

Pengaturan api juga sangat penting. Karena jika wajan dan minyak terlalu panas, kerupuk akan cepat gosong tapi daya kembangnya berkurang. Sebaiknya saat menggoreng kerupuk gunakan api sedang saja, jika terasa terlalu panas atau mengeluarkan asap sebaiknya matikan atau kecilkan apinya

4. Kerupuk berukuran kecil

Untuk jenis kerupuk yang tipis dan ukurannya relatif kecil seperti kerupuk bawang dan kerupuk aci, goreng bertahap. Masukkan sebagian atau segenggam kerupuk kedalam minyak yang sudah panas. Jika terlalu banyak kerupuk tak bisa mengembang dengan banyak dan suhu minyak menurun.

5. Kerupuk berukuran lebar

Untuk kerupuk yang tipis dan berukuran agak lebar seperti kerupuk udang, opak, dan gendar sebaiknya digoreng satu persatu ke dalam minyak panas dan sedikit tekan bagian tengahnya agar bentuknya tidak melengkung.

6. Kerupuk tebal

Kerupuk jenis ini biasanya adalah kerupuk ikan Palembang. Untuk menghindari kerupuk yang bantat sebaiknya kerupuk ini digoreng dengan dua tahapan. Pertama, goreng kerupuk ke dalam minyak yang dipanaskan dengan api kecil hingga setengah mekar lalu angkat. Lanjutkan dengan penggorengan tahap kedua dengan memasukkan kerupuk kedalam minyak panas dan banyak hingga mengembang.

7. Penyimpanan

Setelah matang, tiriskan minyak yang ada pada kerupuk dengan tisu makan. Saat memasukkannya ke dalam stoples sebaiknya tunggu hingga kerupuk dingin agar ketika disimpan dalam toples kerupuk tetap renyah dan tidak berkeringat.

————

Sensasi kriuk garing di mulut, membuat orang tak bisa berhenti mengunyahnya. Selain dapat disantap sebagai teman makan kadang-kadang kerupuk juga justru dijadikan camilan karena rasanya gurih dan renyah.

Kerupuk terbuat dari tepung tapioka atau tepung kanji serta bumbu seperti garam, gula, bawang dan vetsin. Ada juga beberapa jenis kerupuk yang dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti ikan, sayuran ataupun umbi-umbian.

Dalam 100 gr kerupuk aci atau 6 buah mengandung 476 kalori, 0,1 gr protein, 21,1 gr lemak dan 71,3 gr karbohidrat. Akan tetapi biasanya kita sering mengonsumsi kerupuk aci yang biasanya dijual dalam kalengan berbentuk bulat yang biasanya disebut dengan kerupuk uyel.

Dalam satu bulat kerupuk tersebut memiliki berat sekitar 15 gr jika dikonversikan maka kandungan nya adalah 71,4 kalori, 0,015 gr protein, 3,3 gr lemak dan 10,6 gr karbohidrat.

Menurut studi dilakukan oleh Harvard School of Public Health (29/04/2014), dalam kelompok studi besar yang terdiri dari 37.000 responden pria dan wanita. Ternyata orang yang memiliki gen obesitas dapat mengalami risiko kegemukan saat mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak.

Harvard Medical School,melakukan penelitian yang melibatkan sebanyak 14.355 anak dengan usia 9-14 tahun. Diketahui mereka memiliki tingkat aktivitas dan kebiasaan makan yang berbeda baik di rumah ataupun di luar rumah.

Hasilnya anak-anak yang senang mengonsumsi gorengan memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi gorengan. Hal ini dikarenakan minyak goreng yang dikonsumsi dapat meningkatkan jumlah kalori, lemak jenuh dan lemak trans.

Dari kedua penelitian tersebut, makanan yang digoreng memang memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti obesitas. Mengonsumsi kerupuk boleh-boleh saja asalkan dalam jumlah yang wajar. Jangan sekali-kali menjadikan kerupuk sebagai camilan. Hal ini dapat memicu konsumsi berlebihan.

Jika dibandingkan antara konsumsi kerupuk dengan nasi, konsumsi kerupuk sekitar 100 gr atau sekitar 6 buah kerupuk akan sama dengan konsumsi dua setengah porsi nasi putih. Pasalnya dalam 100 gr nasi putih hanya mengandung kalori sekitar 175 gr.(odi/dni)

————

Jakarta – Hampir tiap hari masyarakat bisa mengonsumsi kerupuk. Namun semakin bervariasinya jenis kerupuk, memerlukan kecermatan dalam memilihnya. Agar mendapatkan kerupuk yang enak.

Kerupuk dijual dalam keadaan mentah atau matang sudah digoreng. Beberapa hal ini bisa jadi panduan saat membeli kerupuk.

1. Tekstur

Bila memilih kerupuk yang sudah matang, pilihlah kerupuk bertekstur renyah, mudah dipatahkan dan lumer di mulut. Kerupuk yang sudah lama diproduksi dan dikemas umumnya akan melempem dan agak tengik.

2. Warna

Banyaknya penjual nakal yang menambahkan zat kimia berbahaya pada kerupuk membuat masyarakat harus cermat memilih. Kerupuk dengan kandungan zat pewarna tekstil biasanya berwarna sangat terang dan tampak bersinar. Jadi jauhilah kerupuk dengan ciri tersebut.

3. Bau

Jangan konsumsi kerupuk yang sudah berbau tak sedap atau tengik. Bisa jadi kerupuk tersebut sudah kadaluwarsa sehingga tak layak lagi dikonsumsi.

4. Pengolahan

Kerupuk panggang tentu lebih sehat dibanding kerupuk goreng. Pilih kerupuk yang diolah dengan cara dipanggang seperti opak atau kemplang yang bebas kolesterol.

5. Halal

Bagi muslim, harus cermat dalam memilih kerupuk kulit. Sebab kerupuk kulit ada juga yang terbuat dari kulit babi Kerupuk kulit dari babi berwarna lebih putih dan cerah. Selain itu, kerupuk kulit babi tekturnya lebih halus dengan lubang udara kecil-kecil dan lebih empuk. Sedangkan kulit sapi warnanya agak kecoklatan, pori-pori lebih besar dan kasar serta rasanya renyah cenderung keras.

sumber : http://food.detik.com/read/2014/04/29/194725/2569195/297/6/mau-beli-kerupuk-perhatikan-5-hal-ini, http://food.detik.com/read/2014/04/29/180422/2569089/297/ngemil-6-buah-kerupuk-setara-dengan-konsumsi-dua-setengah-porsi-nasi?d992202284

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

3 responses to “krupuk”

  1. budi says:

    tingalkan jejak bbos,,,, kunbal ya

  2. leo says:

    Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul ” krupuk “.
    Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis dan mungkin anda minati. Anda dapat mengunjungi di Explore Indonesia by Universitas Gunadarma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *