lebaran

termenung dan klesetan dan secara kebetulan mp3 yang menyala adalah pengajian kyai wahid yang menerangkan idul fitri. Ini yang nyantol di pikiranku, untuk evaluasi juga karena aku atau anda juga melakukannya?

 

lebaran berarti bersenang-senang, dan dalam Islam bersenang-senang itu ada batasannya, bukannya mengobral hawa nafsu tak terkendali. Jadi Intinya adalah tidak boleh puasa di hari itu.

walaupun ada  kesunnahan, seperti takbiran, sholat ied, memakai baju baru, memakai wewangian dll. Mengenai saling berkunjung dan bermaafan itu adalah sunnah yang dianjurkan dilakukan kapan saja, dan bukan berarti karena idul fitri hal itu menjadi jelek (he3, kadang2 ini dipakai untuk menyudutkan tradisi ini, padahal hal itu sangat baik).

Beberapa pesan yang disampaikan adalah

– mengenai memakai baju, walau dianjurkan memakai baju baru atau yang terbaik, hal yang perlu diperhatikan adalah baju yang dipakai harus tetap memakai batasan agama, yaitu yang pertama dan utama adalah pakaian harus menutup aurat baru kemudian sopan. Dan kemudian tidak diperbolehkan untuk bangga-banggaan, untuk dipamerkan dll karena kesombongan itu hal terlarang.

– memakan makanan, dalam makan juga ada batasannya, tidak berlebihan. yang artinya bila sudah tidak ada keinginan makan tetapi terus memakan tanpa henti, maka hal tersebut adalah terlarang. dan ketika berkunjung dan makan-makanan yang disuguhkan hanya diperkenankan makan sekedar menurut ridlo sang tuan rumah dan sebagai tuan rumah juga tidak boleh untuk pamer saja.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *