makanan berkah vs makanan sehat

lihat http://www.facebook.com/groups/50217946081/ membaca postingan dari Yakub Romdoni yang baru saya tahu, berikut isinya….
‎786, Pada saat perayaan Mawlid Nabi Saw di beberapa Keraton, makanan yang dibuat untuk itu, diperebutkan masyarakat ut ikut mendapatkan berkahnya….tanya kenapa? Jawabannya adalah dalam proses pembuatannya mengharuskan semua yang terlibat harus memiliki Wudhu dan selama proses pembuatan mereka yg terlibat harus terus membaca Sholawat tanpa henti (disamping Bismillah dan Doa tentunya). Bagi mereka yg batal wudhu hrs memperbaharuinya, bagi yg mendapatkan ‘halangan’ harus mundur dulu. Entah…berapa ratus ribu atau juta sholawat yg diucapkan oleh puluhan atau ratusan orang yg terlibat dalam pembuatan makanan2 tersebut, yg membuat makanan itu semakin tinggi tingkat keberkahannya.

Kitapun tentunya bisa juga membuat makanan yg penuh berkah tsb, dirumah kita masing2, bila dlm proses pembuatannya atau yg terlibat dlm pembuatannya memiliki Wudhu, Baca Bismillah dan doa terebih dulu, dan terus Bersholawat kepada Nabi Saw. Wallahu A’lam…

 

teringat cerita dari cak aziz yang punya usaha warkop (warung kopi) di daerah gebang dekat its, ia bercerita bahwa ia pernah mendapat pesan untuk membaca sholawat setiap mengaduk minuman, karena yang datang ke warkop orangnya macam-macam, dan juga diminta mendoakan kebaikan orang-orang yang datang, semoga membawa berkah tersendiri

Alangkah indahnya bila setiap rumah, orang yang memasak juga melakukannya, pastilah keberkahan muncul dari setiap rumah,

emmmmmm, harus berusaha memulai dari diri sendiri, moga Allah menolong

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *