makin rame makin berkah

di zaman modern ini sudah banyak diketemukan alat untuk mendeteksi energi yang ada pada manusia, gelombang otak, listrik tubuh, getar dll. jadi tidak zamannya memungkiri adanya energi itu ….

ehhh… jadi inget pelajaran fisika deh, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dimusnahkan, energi total sebelum dan setelah reaksi adalah sama, dimana sebagian energi tetap didalam sistem dan ada energi yang keluar sistem (menuju lingkungan) dan akhirnya pada waktu yang  tak terhingga energi dalam sistem itupun akan habis. benar kagak yaa???? aswer (asal dower, hahahaha)

kembali ke pembicaraan, di pondok-pondok salaf juga di desa-desa masih ada kebiasaan makan bersama-sama, makan dimana nasi, sayur dan lauknya ditempatkan dalam satu loyang kemudian dimakan bersama-sama ditempat itu juga (kelihatan jorok ya?) tapi ini ya tidak menyalahi apa dawuh (nasehat) kyai-kyai dulu, makan itu semakin banyak tangan semakin barokah, mengenai masalah ini kalau tidak salah ingat saya pernah baca hadist nabi yang senada dengan ini (tapi lupa, juga ndk pernah tanya)

kalau dalam ilmu per-energi-an (ce ile) setiap tangan akan mengeluarkan energi, kemudian energi yang dikeluarkan oleh tangan tersebut akan ditangkap dan disimpan oleh makanan, yang makanan itu selanjutnya dimakan, (pernah mencoba membandingkan makanan yang sama, dimakan dengan sendok dan dengan tangan, berbedakah cita rasanya? gimana makanan yang dibuat oleh koki dengan dibuat oleh mesin? nabi pernah gak ya makan dengan sendok?) bila ada satu orang yang makan, maka energi berasal dari satu orang, bila 2 orang maka energi dari 2 orang, bila 3, 4, 5, dst… berapa besar energi yang terkandung dimakanan? mungkin itu juga salah satu resep orang-orang dulu penyakitnya sederhana tidak seperti saat ini penyakit yang diderita bermacam-macam, super-super lagi? hayoo yang punya penyakit macam-macam, pernah tidak makan bersama-sama seperti ini dengan keluarga atau tetangga atau anak yatim?

untuk memperkuat argument bahwa tangan bisa mengeluarkan energi (ndk usah pake alat-alat yang mahal ya, tau teori yang muluk-muluk) sebagai contoh saja, ketika salah satu anggota tubuh terasa sakit, apa pertama yang dilakukan untuk memperingan rasa sakit? hal yang biasa dilakukan adalah menyentuhkan telapak tangan ke daerah yang sakit, dan rasa sakit itupun terasa berkurang (walau tidak sampai sembuh, energinya kecil kali???? kok malah itung-itungan ya??? ada rumusan E=mcc dari eistein ya? bahwa dengan rumusan itu energi sebesar 90.000.000.000.000.000 joule = 1 kg massa benda

dalam hal makan tumpeng pun, dimana dulu tumpeng satu loyang dimakan bersama-sama di tempat itu juga, tapi sekarang benar membuat tumpeng, tapi untuk makannya, disendok ditaruh ke piring atau kertas bungkus, untuk sendiri-sendiri menjauh dan makan sendiri-sendiri

?

?

?

tulisan ini terinspirasi ketika beberapa waktu yang lalu mengikuti kegiatan ro’an (keroyoan) ngecor lantai 3 pondok mamba’ul falah dengan para wali santri dan warga sekitar,

mungkin hal-hal seperti ini yang membuat musollah-musollah dulu yang walaupun kecil, bentuknyapun kurang menarik, tetapi jama’ahnya banyak dan bermanfaat, dan yang sekarang- yang besar-besar dan mewah-mewah mungkin, tapi jamaahnya sedikit, makmur dalam bentuk luar tapi kurang dalam hal isi, mungkin saja, mungkin saja, tapi tetap saja saya cuman berceloteh, kalaupun benar maka itu bersumber dari Alloh, kalaupun salah ya itu dari saya yang sok tahu ini, Allohua’lam

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *