mana dalilnya pak kyai?

mengenang dulu masa ngaji,  ketika saat itu banyak teman-teman yang “amalan ini dalilnya gini, itu gak ada dalilnya” dan merasa punya guru maka saya tanyakan masalah-masalah tersebut dan dalil-dali yang menunjukkan kepada ust. Ali maghfur, semua dijawab dan ditunjukkan dalilnya. hingga sering tanya mana dalilnya- mana dalinya. Mungkin beliau merasa bosan atau jengkel “kok ni murid gak paham-paham, tanya mulu” beliau pun tidak langsung menjawab melainkan menyodorkan kitab kitab beliau seraya menunjukkan halaman dan letak permasalahan yang saya tanyakan, “iniloh, baca sendiri”, he3, diberikan buku gitu ya cuman nyengir n bolak balik tog, lihatin halamannya, rengget-rengget, ngruwel-ngruwel, plonga plongo, gimana tidak wong gak bisa baca kitab gundul n gak bisa bahasa arab. disuguhin kitab kuning. senjatanya ya mantuk-mantuk doang. karena sering tanya kemudian disuguhin begitu ya kemudian takut juga bertanya. dan di lain waktu saya tanyakan suatu masalah, jawaban beliau “kalau ingin ngerti ya ngaji’o”, suatu jawaban skak mat bagiku.tapi diantara banyak pergelutan batin, bila difikir-fikir dan diingat-ingat,

kalimat senada seperti itu pernah juga di lontarkan guru ngaji yang lain, KH. Mad Rois. beliau pernah bernasehat. dulu ketika masih mondok tu rasanya saru bila bertanya kepada kyai, dan insyaAllah tanpa bertanyapun, dalam perjalanan belajar akan ditemukan apa jawaban yang mengganjal dihati. Allah akan member ikan apa yang dibutuhkan, jadi bersabarlah.

berbeda dengan ustad-ustad masa kini yang selalu mengedepankan Al Qur’an Hadist dalam mengemukakan dakwahnya. ini dalilnya – itu dalinya. terkesan kaku dan memaksakan pemahaman.

teringat juga dulu waktu pernah hadir di batsul masail Surabaya dengan rekan-rekan pondok yang diajak oleh ust. Maghfur. Ada subuah pernyataan yang disampaikan oleh ustad yang hadir, “budaya ulama NU (batsul masail) dalam mengkaji suatu masalah adalah dimulai dari pendapat ulama salaf, kemudian bila tidak ditemukan baru menginjak ke usul, tafsir, hadist dan terakhir Al Qur’an”.

bila diamati pernyataan tersebut. sungguh sangat indah dan menunjukkan betapa ulama-ulama sangat rendah hati, beliau-beliau tidak “sok tau” mengenai isi dan maksud dari dalil naqli walau banyak hafal Hadist dan Al Qur’an. beliau rendah hati dan mengakui keilmuan para ulama terdahulu yang lebih terjaga, menyakini bahwa tiada ilmu yang dapat mencakup ilmu nabi dalam hadist apalagi ilmu Allah dalam Al Qur’an yang “tidak ada suatupun yang tidak tertulis di dalamnya”. beliau-beliau begitu rendah hati dan tidak berani mengatasnamakan Allah dengan mengargumenkan Al Qur’an, tidak pula mengatasnamakan Nabi dengan berargument dengan hadist, beliau-beliau juga tidak sombong dengan mengatakan “aku dan aku” melainkan beliau merujuk kepada Guru-guru beliau, kepada ulama salaf.

pernah juga mengikuti pengajian yang kyai tersebut tidak pernah menyebutkan dalil Al Qur’an dan hadist sedikitpun (walau diiringi dengan sholawat dan dzikir), pengajian tersebut hingga berlangsung sekitar 3 jam-an, 3 jam memberikan nasehat dan ilmu. Walau  tanpa menyebut dalil A dan dalil B, sungguh hati ini mengatakan bahwa nasehat dan perkataan-perkataan beliau adalah benar, sehingga waktu yang sebegitu lama lebih terlihat sharing, beliau menshare apa yang ada dihati jama’ah yang hadir tanpa jama’ah mengatakannya, beliau mengulas tanpa ada caki maki atau merendahkan orang lain, mengajak hanya untuk cinta kepada Allah dan nabi Muhammad serta berbuat baik kepada sesama dan tidak mendholimi diri. Sungguh tidak seperti diguruin atau diajarin, tetapi diajak merenungi dan berfikir. mungkin ini mengapa dinamakan suhbah, dinamakan persahabatan (walau sudah jelas hubungannya adalah guru-murid). mungkin itu juga yang dirasakan para sahabat nabi, mereka tidak dinamakan murid nabi Muhammad saw tetapi dinamakan sahabat nabi.

lslam begitu indah, semoga kita merasakan keindahan islam selalu.

Allah A’lam

“cupilkan hati”

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *