masalah ahlul bait hingga sholat khusuk, jawaban habib Munzir

1. Apakah Ahlul Bait keturunan Rasul saw Masih ada hingga kini?.

Jawab : Firman Allah swt ketika Rasul saw difitnah bahwa beliau putus keturunannya karena tidak punya anak lelaki, maka Allah swt menjawab : Sungguh mereka yang memusuhimu itu yang putus keturunannya (QS. Al Kautsar : 3), ayat ini jelas menjawab ucapan mereka yang mengatakan keturunan Rasul saw putus, Allah telah menjaminnya bahwa keturunan beliau saw tidak putus, ada 100 hadits lebih yang meriwayatkan bahwa keturunan beliau saw akan berlanjut hingga kebanngkitan Isa bin Maryam di akhir zaman, demikian saudaraku.

2. Apa kiat – kiat untuk yang tertimpa masalah dan kesedihan?

Jawab : Ketahuilah bahwa musibah dan kenikmatan selalu datang silih berganti bagaikan siang dan malam. Namun Allah swt Maha Adil dan Bijaksana, manusia di siang hari disiapkan pepohonan untuk berteduh dan bisa membangun rumah – rumah untuk berteduh dari panasnya matahari. Demikian pula di malam hari Allah swt menyiapkan api untuk pelita, bahkan kini listrik dari kekuatan alam yang dari Allah swt agar manusia bisa terang – benderang di malam hari. Demikian pula dalam kenikmatan jika kita bersyukur maka Allah akan menambahnya, namun jika datang musibah Allah menyiapkan doa untuk segera menerangi kegelapan musibah dengan terang – benderangnya kemudahan. Semoga hari – hari anda selalu dalam sakinah iman dan kebahagiaan, dan jika datang musibah semoga Allah swt meneranginya dengan cahaya kemudahan hingga kegelapan musibah sirna seakan tiada.

3. Bagaimana menghindari maksiat dan putus asa?

Jawab : Sibukkan diri dengan kegiatan apapun saudaraku, utk mengisi kekosongan yang mengganggu, dan teruslah berdoaa, tidak mustahil Allah swt memberikan bantuan mulia hingga kebahagiaan dan kesejahteraan terbit dalam hari – hari saudari.

4. Bagaimana menghadapi ayah yang banyak berbuat jahat dan selalu memarahi saya?

Jawab : Berlemah lembutlah wahai saudaraku pada ayahanda, karena lemah lembut adalah pedang cahaya yang lebih tajam dari pedang besi, pedang besi hanya merobek jantung dan membunuh, namun pedang cahaya menembus jiwa dan merubah hati benci menjadi cinta, maka berlemah lembutlah pada ayahanda, semoga ia berubah, lepas dari berhasil atau tidaknya anda tetap mendapat pahala jihad, yaitu bakti pada ayah bunda, demikian saudaraku.

5. Apakah hukum Poligami?

Jawab : Poligami adalah sunnah yang sangat berat, disunnahkan bagi pria yang sudah beristri untuk menikah kembali jika merasa mampu adil, dan jika istri menolak di poligami itu tandanya Tarbiyah (didikan) suami akan agama dan iman istri belum sempurna, maka hendaknya ia membenahi dan membimbing istrinya terlebih dahulu karena hal itu wajib, dan mengundurkan niatnya untuk poligami, jika istri mencapai derajat iman yang mantap, hatinya sudah bergantung pada Allah swt sepenuhnya, maka ia akan izinkan suaminya poligami, dan suamipun sebelum berpoligami mempersiapkan diri secara lahir batin. Siapkah ia menafkahi dua keluarga? dan apakah hatinya telah kuat dan mantap dengan iman dan bergantung pada Allah swt sepenuhnya hingga tak tergoyah dengan bertambahnya satu rumah tangga baru?, jika ia mampu maka boleh menikah lagi, jika tidakpun maka cukuplah dengan satu istri karena masih banyak sunnah lainnya, demikian saudaraku.

6. Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan dipadu dengan puasa sunnah syawal?, atau dengan puasa sunnah lainnya?

Jawab : Hal itu boleh saudaraku, merupakan Ijtihad para Imam kita dalam Madzhab syafii, tercantum pada kitab Busyralkarim Syarh Muqaddimah pada Bab Shaum merupakan pendapat Imam Ramli Assyafii, dan pada Kitab Tuhfah oleh Imam Ibn Hajar pada Juz 3 hal 390, dan pada kitab Nihayah oleh Imam Ramli Assyafii Juz 1 hal 162, demikian saudaraku. Boleh niat di hati saja, boleh diucapkan dengan bahasa indonesia, jika dengan bahasa arab : Nawaytu shauma ramadhan qadha;an wa shauma syawwal (jika puasa lainnya maka kalimat syawal diganti dengan puasa tersebut) naafilatan lillahi ta’ala, demikian saudaraku.

7. Bagaimana kiat agar shalat khusyu?

Jawab : Hadirkan keagungan Allah swt, Maha Raja langit dan Bumi, yang kita dicipta-Nya dari sebutir sel, lalu dianugerahi-Nya panca indra dan kehidupan, dan akan kembali pada- Nya saat semua meninggalkan kita, perluhur Keagungan-Nya swt dalam shalat saudaraku, maka cahaya khusyu akan terbit di hati anda, dan usaha untuk mencapai kekhusyuan sudah  mendapat pahala khusyu walau khusyu kita belum sempurna, demikian saudaraku.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *