membawa air berkah, dulu saya tidak percaya, tapi sekarang percaya

dulu saya termasuk orang yang tidak percaya dengan air berkah. Apabila ada Istighosah maupun ziarah, rasanya janggal melihat ngapain mereka meletakkan botol didepannya sambil di buka, untuk apa? air di doain tuk berobat itu gimana?

orang yang nggak ngerti berkah pastinya kebanyakan menganggap hal tersebut tahayul, tuk apa, syirik dll. kemudian ketika dulu kuliah membaca keterangan bahwa air akan merespon kata-kata dengan luar biasa digawangi oleh penelitian Dr. Masaru Emoto dari jepang, kemudian juga dulu beri bacaan oleh guru ngaji tentang seft di situ ada foto-foto tentang kondisi darah yang dipengaruhi emosi.

Sekarang jadi jelas bagiku, mereka, orang-orang yang ngalap berkah ternyata lebih modern dari orang yang nggak suka, terbukti walau mereka nggak ngerti ilmiah tapi mereka berbuat sesuatu yang sesuai ilmiah.

Berikut beberapa foto perbandingan yang bisa dilihat. (untuk melihat lebih jelas, klik pada gambar!)

cintacinta 2

lihatlah air, makanan, darah yang didekatkan kepada sesuatu yang buruk akan berakibat buruk pula padanya sedang bila didekatkan dengan yang baik maka akan menjadi menakjubkan

Ilmu pengetahuan ilmiah telah memberikan bukti,

Bagaimana kita tidak patut mengimani adanya berkah?

bagaimana kita tidak mengimani bahwa segala sesuatu bersaksi atas kita?

Tapi juga heran juga, ini banyak makanan yang diberi nama setan, neraka, dan macam-macam, padahal ada rekaman bukti bahwa nama yang baik berakibat pada molekulnya seperti pada gambar dibawah.

air yang ditunjukkan kata “MALAIKAT” sebelah kiri yang indah dan kata “SETAN” pada sebelah kanan.

malaikat

Huft, sedih juga bila kita saling mencaci, atau memanggil teman kita dengan panggilan yang “kurang enak”? bagaimana molekul yang ada pada tubuhnya? Trus bagaimana dengan sperma atau ovum yang dimilikinya? bagaimana anaknya kelak?

Dari sini juga seharusnya kita memilih lingkungan yang baik. Lingkungan yang penuh doa.

Berikut gambar darah merah ketika orang berdoa dan  kristal molekul air zam-zam yang di lingkungan penuh orang beribadah.

darah doazam-zam

Tidak heran bagaimana Para sahabat begitu berebut ngalap berkah kepada Nabi Muhammad.

• Setelah Rasul saw wafat maka Asma binti Abubakar Asshiddiq ra menjadikan baju beliau saw sebagai pengobatan, bila ada yang sakit maka ia mencelupkan baju Rasul saw itu di air lalu air itu diminumkan pada yang sakit (Shahih Muslim hadits No.2069).

• Seorang sahabat meminta Rasul saw shalat di rumahnya agar kemudian ia akan menjadikan bekas tempat shalat beliau saw itu mushollah di rumahnya, maka Rasul saw datang ke rumah orang itu dan bertanya : “dimana tempat yang kau inginkan aku shalat?”. Demikian para sahabat bertabarruk dengan bekas tempat shalatnya Rasul saw hingga dijadikan musholla (Shahih Bukhari hadits No.1130)

• Nabi Musa as ketika akan wafat ia meminta di dekatkan ke wilayah suci di Palestina, menunjukkan bahwa Musa as ingin di makamkan dengan mengambil berkah pada tempat suci (Shahih Bukhari hadits No.1274).

• Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : “aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri di belakang beliau dan kulihat Tanda Kenabian beliau saw” (Shahih Muslim hadits No.2345).

• Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul saw, maka ia berkata: “Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari hadits No.168). Demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw di mata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya.

dan lagi teringat dulu ketika bersama teman ke rumah Pak Kyai. Kata teman yang lain, teman yang satu ini punya kelebihan, ia begitu pesat kemajuannya. Ketika dirumah Pak Kyai, setelah memberi nasehat beliau kembali ke kamar beliau. Kemudian teman saya itu mengambil gelas bekas air minum pak kyai dan meminumnya sedikit kemudian memberikan kepada saya, menyuruh saya untuk ikut meminumnya. Ia mengatakan, pean pengen ngerti amalan saya, ya ini, saya selalu meminum bekas dari minuman pak Kyai.

Ya Allah, berkahilah kami dan kumpulkanlah kami dengan Orang-orang Sholeh.

Allah A’lam

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One response to “membawa air berkah, dulu saya tidak percaya, tapi sekarang percaya”

  1. izul says:

    syukron bgus
    kata tmenku berkah itu cma dri Allah
    trus diam ja. krna aku gk punya dalil yg mu jawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *