mendorong

diceritakan Kyai Idris mengatakan, “ada problem, Orang datang kepada kita seperti datang kepada Dukun”

Ada orang yang datang ke Kyai Hamid dengan membawa Bunga-bunga untuk mencari Ikan dan ditaburkan ke kapal, tapi Kyai Hamid menyuruh orang tersebut agar bunganya ditaruh disajadah supaya harum dan sholat menjadi khusuk juga ke tempat tidur agar nyaman bersama dengan istri. Dan wal hasil sekembalinya berlayar, benarlah Ikan yang diperoleh banyak sekali. Mengajari dengan logika dan bila tidak maka menjadi awut-awutan (berantakan).

Kita adalah anjingnya Syekh Nadzim yang kerjanya menggonggong, menggiring agar terkena tembakan dari syekh Nadzim.

Walau saudara-saudara kita salah, kita tidak boleh menghina maka kita harus mencintai.

Kita harus mencintai dan mendoakan semua orang.

Dunia itu baik bila berisi, ngertinya para ulama, kebijaksanaan Hukama’, Lomannya (dermawanny) orang-orang kaya, Orang-orang fakir yang sabar, malunya orang perempuan, dan semua harus bekerja sama.

“Jangan pernah Maido (mencela)”

Kita harus mengajak anak-anak untuk dekat dengan rosululloh.

“Benarkan diri sendiri dulu kemudian mencintai”

Untung masih melakukan hal-hal agamis, maka tugasnya tinggal dari dalam.

Masalah utama kita adalah hati tidak hidup, tidak terkoneksi dengan nabi sehingga sulit mengikuti syekh nadzim.

Ada seorang Habib di Malang yang biasa memberikan bayolan-banyolam (humor-humor) yang bisa membuat orang kecirit (terkencing-kencing0 tetapi ada “isinya”.

Catatan tanggal 7 Juni 2012 di Kebraon Surabaya.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *