mengapa kita sering tidak percaya orang lain?

kita sering gak percaya kepada orang lain oleh beberpa sebab, salah satunya karena ia pernah membohongi kita.

Tapi, gimana untuk orang yang kita kenal pun tidak ??????????

Kita sring juga gak percaya ……….

Ia belum pernah membohongi kita …..

pernah berfikir mengapa?

pernah berfikir, berapa kali kita berbohong? berapa banyak kita membuat alasan-alasan?

Sudah menjadi fitrah manusia, untuk mengukur segala sesuatu dengan diri sendiri.

Kita akan mengatakan tidak mungkin pada “penghasilannya 1 milyar sebulan” karena kita kerja keras hanya mendapat penghasilan 2-3 juta.

Kita berkata tidak mungkin untuk “orang tidak bisa tidur diatas tempat tidur paku” karena kita berdarah tertusuk paku.

Kita berpendapat “orang gak bisa bertahan satu jam tanpa nafas di dalam air” karena kita menyelam hanya sanggup beberapa menit saja.

Pada kenyataannya, banyak juga usahawan sukses yang mempunyai penghasilan lebih dari 1 milyar. ada banyak pertapa yoga yang dapat tidur di tempat tidur paku, ada pasukan elit kita yang dapat menahan nafas lebih dari itu.

Mengapa kita sulit mempercayai kejujuran orang lain? karena kita mengukur dengan diri kita yang sering berdusta.

Marah? jengkel ma pendapat saya? he3

coba diam sebentar, berfikir sendiri, sebarapa jujur kita? apa alasan dan tujuan dibalik ucapan-ucapan kita? apa alasan dan tujuan dibalik prbuatan-perbuatan kita? ayoo jujur!!!!!!!

Karena banyaknya skenario yang bersliweran dan berputar-putar dikepala kita lah, yang memancing fikiran kita mencurigai, apa dibalik ucapannya ya? apa dibalik perbuatannya ya? skenario apa yang ia rencanakan?

Iya …………………… sebab mengukur mereka dengan kebiasaan kita, kita mempertanyakan ketulusan orang lain, keikhlasan orang lain, mengapa? apakah setiap perbuatan kita selalu tulus tanpa ada “sesuatu”? apakah setiap ucapan kita ikhlas tanpa ada “tujuan”?

Mengapa kita curiga dan bertanya-tanya akan maksud dibalik ucapan atau perbuatan orang lain? karena kita terbiasa melakukan dan berbicara dengan punya maksud

Mengapa kita juciga kejujuran orang lain? karena kita tidak sedikit berbohong.

Pernah melihat para politikus yang mencurigai banyak hal kepada orang lain? bahkan ia bisa menjelaskan skenario-skenario lawan politiknya. Mengapa? Apa mereka sama saja ya? penuh intrik dan skenario, he3….. maaf

Atau Ada aliran sempalan yang curiga keotentikan hadist A dan B, mengapa? karena ia bergumul dengan orang-orang yang tidak terpercaya atau dia sendiri suka mempermainkan hadist? …. maaf

Mengapa gak percaya pendapat ulama-ulama yang udah terpercaya dari generasi-generasi? karena ia mengukur dirinya dan orang sekitarnya di zaman ini yang gak bisa dipercaya.  Mereka gk percaya bagaimana jujurnya para ulama salaf, para perawi hadist dikiranya level kejujuran dan ilmu beliau-beliau seperti mereka…. maaf

mengapa anda tidak percaya dengan teman anda? apakah kalian selalu jujur pada semua orang?

Mengapa kita mempertanyakan keikhlasan orang lain? apakah kalian melakukan segala sesuatu dengan tulus?

salah satu nasehat dari seorang kyai “Tanda seorang mukmin adalah ia tidak melihat keburukan orang lain”

Bila kalian sangat-sangat baik, maka kalian akan melihat kebaikan orang lain. Dan tidak akan berani melihat keburukan orang lain, itu sama saja nggosip, dan mencari kekurangan orang lain, dilarang oleh Allah yang Maha Baik. Ia tidak sempat melihat keburukan orang lain, karena sibuk meneliti keburukan diri sendiri.

“tafakkur 1 jam lebih baik dari pada ibadah sunnah 7 tahun”

Allah A’lam.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *